
Kebahagian yang di miliki oleh sang ibu sampai detik ini,sehingga ia tak sabar lagi untuk segera menemui pak Ammar.
Pria tampan yang sedang bersantai di belakang rumah mewah itu,sambil menghirup udara segar di pagi hari dan di temani oleh secangkir teh hangat untuk nya.
Sedangkan ke dua gadis cantik itu,mereka telah berangkat ke kantor 30 menit yang lalu sebagaimana biasa nya.
Sang ibu yang masih saja merayakan kebahagian nya,ia telah tersenyum lebar ketika menatap ke arah pak ammar,yang sedang duduk bersantai sambil menikmati secangkir teh.
"Pagi Nak,"sapa sang ibu sambil menarik sebuah kursi di samping pak ammar.
Pak Ammar hanya tersenyum manis ke hadapan sang ibu,karena ia tak heran lagi atas kedatangan wanita paruh baya itu.
Karena setiap pagi nya,mereka selalu menghabiskan waktu bersama,ngobrol santai sambil menikmati secangkir teh,sebelum pak Ammar berangkat ke kantor.
Namun hari ini pak Ammar merasakan ada yang aneh dengan sikap wanita paruh baya itu,sehingga membuat pria tampan itu sedikit mencemaskan sang ibu.
”Bu,ibu baik-baik saja kan?Tanya pak ammar sambil memperhatikan wajah wanita paruh baya itu.
”Ibu baik-baik saja Nak,kedatangan ibu ke sini cuma ingin menyampaikan niat baik ibu kepada kamu,"jelas sang ibu sambil menatap wajah pria tampan itu.
Pak Ammar sangat penasaran dengan niat baik sang ibu tersebut,sehingga ia segera menanyakan apa niat baik itu dari sang ibu.
Namun ia tak ingin kegirangan, karena ia sadar siapa dirinya? dan apa posisi nya di rumah itu.
”Niat baik apa itu bu?aku siap untuk mengantar ibu,kemanapun ibu mau mau”,Ucap nya.
Sang ibu tersenyum sendiri ketika ia mendengar jawaban dari pak Ammar barusan,sungguh sang ibu bangga memiliki anak angkat seperti dia.
Selain sholeh ia juga sudah menjaga sepenuh nya keluarga sang ibu dengan baik.
Hingga ia tak pernah kenal waktu untuk selalu berada di dekat sang ibu,juga ke dua putri cantik itu.
”Begini nak,kamu ini sudah seperti anak bagi ibu,dan ibu tak mau berpisah lagi dengan mu,begitupun dengan nak Tania”,Jawab sang ibu.
Pak Ammar sangat bersyukur karena Allah sudah pertemukan dirinya,dengan sosok ibu yang begitu tulus sayang kepada nya.
Sehingga ia tak tahu,dengan cara apa ia membalas kebaikan itu.
Karena selain dirinya sadar jika ia sudah membuat kesalahan besar,ia pun sudah mendapatkan kasih sayang,yang tak pernah ia dapatkan selama ini.
Kini bola matanya sudah mulai berkaca-kaca,hingga tetesan air mata dari pak ammar,sudah tak tertahan kan lagi untuk jatuh ke bumi saat itu juga.
”Terimakasih Bu,yang telah Sudi menganggap aku sebagai anak ibu sendiri”,Ucap nya terisak tangis.
”Tahan airmata kamu nak,ibu belum selesai bicara,dan ibu ingin meminta satu permintaan darimu”,Jawab sang ibu.
Tubuh yang kekar itu akhirnya segera bangkit dari tangisan nya,ketika ia mendengar jawaban dari sang ibu barusan.
Rasa ketakutan sudah mulai bersarang di tubuh pak Ammar saat itu,namun ia tetap menjaga sikap di hadapan sang ibu.
Dan ia berjanji akan memenuhi segala permintaan oleh sang ibu,apa pun itu,demi membalas kebaikan beliau selama ini.
”Apa permintaan ibu dariku?Jika itu bisa membuat ibu bahagia, insyaallah aku akan turuti apapun kemauan ibu”,Ucap nya.
Airmata dari sang ibu sudah tak bisa lagi tertahan kan saat itu.
Sehingga ia sudah berpikir keras,mengapa jawaban dari ke dua anak angkatnya,bisa sama seperti ini?
Sedangkan jawaban dari anak sendiri,membuat nya cukup kecewa,namun ia tak bisa memaksa kan kehendak nya.
Mungkin kah ini jalan dari Tuhan agar mereka bisa di satukan?
”Terimakasih atas jawaban kamu nak,lalu bersedia kah kamu untuk menikahi putri ibu,Tania?”,Jawab sang ibu.
Air mata yang sudah lenyap dari tadi,kini kembali lagi menetes di pipi pak Ammar.
Itu tak mungkin bagi nya.
Karena Pak Ammar sadar,jika dirinya sudah melukai hati gadis polos itu,terlebih lagi kepada ke dua orang tua nya.
Hingga ia berpikir bahwa dirinya sudah tak pantas untuk Tania,walau dirinya masih menyimpan rasa cinta itu,namun ia tak berani untuk mengutarakan rasa itu.
”Aku tak pantas lagi untuk Tania Bu,tak mungkin ia bisa menerima aku sebagai pendamping hidup nya”,Ucap nya.
Sang ibu tersenyum kepada pak Ammar,lalu ia segera memeluk tubuh kekar itu lalu mengatakan yang sebenarnya.
”Nak,Tania sudah menyetujui hal ini,dan kamu janji sama ibu,kamu harus bahagiakan dia dan jadikan Ratu bagimu”,Jawab sang ibu.
Pak Ammar tak bisa lagi berkata apa-apa,selain menangis dan terus menangis di pelukan sang ibu.
Hingga sang ibu melepaskan pelukan itu dari tubuh nya,lalu ia segera melangkah dan meninggalkan pak Ammar saat itu juga.
Hari ini pak Ammar sedikit telat masuk ke kantor,sehingga ke dua gadis itu khawatir soal keberadaan pak Ammar.
Namun ketika pria itu sudah berdiri tegak di hadapannya,mereka sudah lega dan mereka melanjutkan kembali aktivitas-aktivitas kantor nya.
1 jam kemudian.
Sosok wanita cantik yang bertubuh seksi itu,kini telah datang bertamu di perusahaan megah itu.
Namun pak satpam tak bisa membiarkan begitu saja masuk, sebelum ia membuat janji terlebih dahulu kepada sang pemilik perusahaan.
Namun ia tetap saja ngotot untuk masuk menemui sahabat lamanya,sehingga pak satpam gagal mencegah nya saat itu juga.
__ADS_1
Siapa kah sosok wanita cantik dan bertubuh seksi itu?
Namun setelah ia berhasil masuk ke perusahaan itu,ke dua gadis cantik itu tak pernah menyangka,jika mereka akan di pertemukan kembali dengan nya.
Sikap Tawadhu dan pemaaf yang di miliki ke dua gadis itu,hingga akhirnya mereka menerima sosok wanita cantik itu,sebagai tamu terhormat bagi nya.
Lalu mereka segera mempersilahkan wanita itu segera duduk,dan mendengar kan alasan mengapa ia datang di perusahaan itu.
”Ran,Tan,aku tahu selama ini aku sudah jahat kepada kalian,namun hari ini aku datang ke sini,untuk segera minta maaf kepada kalian”,Ucap wanita itu meneteskan airmata.
Tania sangat tersentuh hatinya setelah ia mmendengar ucapan wanita itu barusan.
Hingga ia segera memeluk tubuh wanita itu,yang sedang terurai airmata penyesalan saat itu juga.
Sedangkan Rani.
Rani tak semudah itu percaya kepadanya,setelah ia mengingat kembali kejahatan yang ia lakukan selama ini.
”Maaf Mit,sebelum kamu datang minta maaf kepada kami,kami sudah memaafkan mu,jadi kamu lebih baik pergi dari sini sekarang”,Jawab Rani cuek.
Tania tak bisa menerima kelakuan kakak nya barusan,namun ia juga tak bisa sepenuhnya membela Mita.
”Ran,Mita kan sudah minta maaf,jadi apa salah nya kakak bersikap baik padanya?”,Jawab Tania.
”Diam kamu Tan,manusia licik Seperti dia,tak semudah itu bisa meninggalkan perbuatan nya”,Teriak Rani.
Mita tak bisa lagi berkata apa-apa,selain ia menyesali semua perbuatannya selama ini.
Sedangkan Tania,ia tak mengerti mengapa Rani sudah mulai berubah seperti ini,apa sebenarnya yang terjadi kepada dirinya?
”Kak,manusia kapan saja bisa berubah,karena Tuhan punya kuasa segala-galanya”,Ucap Tania menyakinkan.
”Cukup Tan,aku tidak mengerti sama sekali dengan sikap kamu selama ini,mengapa kamu masih bisa membela iblis seperti dia? Jawab Rani.
”Astaghfirullah”,Gumam Tania.
Mita ikhlas menerima segala ucapan kasar dari Rani barusan,lalu ia segera bangkit,dan bersujud di kaki Rani yang telah berdiri sejak tadi.
”Aku benar-benar minta maaf Ran,aku janji aku akan menebus semua kesalahanku padamu”,Ucap Mita.
”Semua nya sudah terlambat Mit,jadi sekarang sebaik nya kamu pergi dari sini”,Jawab Rani.
”Cukup kak,aku tidak pernah menyangka,jika kakak sudah berubah seperti ini,dan apa salah nya kakak memaafkan Mita?”,Ucap Tania.
”Kamu ini sudah benar-benar gila Tan,sebaik nya kamu juga keluar dari sini,Pergiiiii..”,Teriak Rani.
Mata Tania sudah mulai berkaca-kaca,setelah ia telah di usir oleh kakak nya barusan.
Namun ia tetap saja bertahan di ruangan kantor saat itu,demi membela Mita yang masih saja bersujud di kaki Rani saat itu.
Perdebatan hebat itu semakin memanas,ketika mereka kedatangan tamu, yang tak pernah di harapkan oleh ke dua gadis itu.
”Bagus”.
Teriak Bela.
Rani tak pernah menyangka jika mereka akan berani melinjak kan kaki nya di perusahaan itu.
Sehingga ia semakin naik darah,lalu ia mengusir nya keluar dari kantor itu.
”Aku tidak punya waktu untuk kamu,sebaik nya kamu pergi dari sini,dan bawah teman kamu yang busuk ini”,Ucap Rani sambil menunjukan jari ke arah Mita.
”Oh itu tidak mungkin,justru ia datang ke sini karena ia butuh pekerjaan darimu,sehingga ia telah berani berkhianat kepada ku”,Jawab bela sinis.
”Tutup mulut kamu Bela”,Teriak Mita.
”Seharus nya kamu sadar diri Bela,kamu sudah jatuh bangkrut dan kamu belum juga sadar,jika itu karma dari Allah setelah apa yang kamu perbuat selama ini,kepada Rani dan Tania”,Ucap Mita.
Hahaha.
”Jadi sekarang kamu mau jadi pahlawan,bagi wanita pelakor seperti mereka?”,Jawab bela.
Rani sudah tak bisa lagi kendalikan diri,hingga ia segera melangkah lalu menyeret tubuh Bela keluar dari kantor itu.
Namun Rani gagal melakukan itu, karena ia telah di keroyok oleh sahabat-sahabat Bela saat itu.
Sedangkan Tania.
Ia segera melangkah untuk melindungi kakak nya,namun ia malah menjadi korban dari sahabat-sahabat bela saat itu.
Hingga tubuh nya jatuh tergeletak ke lantai saat itu.
Karena keras nya dorongan mereka ke tembok kantor itu,hingga mengakibatkan Tania tak sadar diri.
Rani dan Mita segera berlari mengangkat tubuh Tania saat itu,Lalu mereka segera membawah nya ke Rumah sakit saat itu juga.
Ujian Allah kembali lagi kepada mereka saat itu,hingga Rani tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menangis dan terus menangis.
Dan Begitupun dengan Mita,rasa bersalah begitu besar kepada Tania,sehingga ia tak kuasa melihat keadaan Tania seperti itu.
Sepanjang perjalanan Rani segera menghubungi ibu nya dan pak Ammar,agar mereka segera menyusul ke rumah sakit saat itu juga.
Namun Rani ketakutan saat itu, karena ia tahu pasti ibu nya akan marah besar kepada nya,karena ia tak mampu menjaga adik nya.
__ADS_1
Namun apa pun itu?
Rani ikhlas menerima semua itu,karena ia sadar jika Tania seperti itu,itu karena ia menyelamatkan dirinya.
Setibanya mereka di rumah sakit?
Suster segera menangani Tania,dan ke dua gadis itu segera duduk untuk menenangkan diri sejenak.
Namun ke dua gadis itu hanya bisa saling membisu,dan merenungi segala kesalahan nya masing-masing.
Tak lama kemudian.
Sang ibu dan pak Ammar akhirnya datang juga saat itu,dan Rani sudah siap mendapat ocehan dari ibu nya.
”Ran,apa sebenarnya yang terjadi kepada Tania?”,Tanya ibu nya cemas.
Rani tak bisa menjelaskan apa-apa,selain menunduk lalu meneteskan airmata.
Sedangkan Mita,ia merasa bersalah dan akhirnya ia menceritakan segala kejadian yang baru saja terjadi di kantor.
Ibu nya langsung meneteskan airmata,ketika ia telah mendapatkan jawaban dari Mita barusan.
Begitu besar nya kasih sayang yang di miliki sang ibu kepada Tania.
Sehingga Rani tak menyangka jika ibu nya begitu sayang kepada Tania, daripada dirinya sendiri.
Namun ia tetap saja tak ingin menunjukkan sikap itu kepada siapa pun,karena ia sadar jika ia telah banyak mengecewakan ibu nya sendiri.
Sedangkan pak ammar ia tak habis pikir,mengapa Bela senekat itu masuk ke perusahaan tersebut?
Namun ia tetap menjaga sikap saat itu,yang terpenting saat ini adalah kesembuhan calon istrinya.
Beberapa menit kemudian?
Pak dokter akhirnya Keluar juga memberi kabar kepada mereka,dan mereka merasa lega ketika pak dokter menjelaskan jika Tania baik-baik saja.
Hingga mereka segera melangkah menuju ke ruangan di mana Tania di rawat,namun setiba nya mereka di ruangan itu.
Tangisan ibu nya akhirnya meledak juga saat itu,dan yang lain nya pun ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh sang ibu.
”Bu,Tania baik-baik aja,ibu jangan sedih lagi yaa",Ucap Tania.
”Iya nak,kamu harus cepat sembuh yaa sayang,ibu akan tinggal di sini menemani kamu”,Jawab sang ibu.
”Aku baik-baik saja Bu,dan sebentar lagi kita sudah bisa pulang dari sini”,Ucap Tania menyakinkan.
”Kamu harus di rawat sampai sembuh nak,biar ibu yang jagain kamu di sini,biar tak ada yang berani melukai kamu lagi”,Jawab sang ibu.
”Bu,ini masalah kecil kok,lihat Tania sekarang sudah bisa bergerak,benar kan kak?
Rani tersenyum manis kepada adik nya yang masih saja pura-pura kuat di hadapan mereka,namun Rani membenarkan saja apa kata adik nya.
”Iya adeku sayang,tapi kamu harus di rawat dulu di sini yaa,tu ada pak Ammar dan juga Mita yang siap menjaga kamu di sini”,Jawab Rani menyakinkan.
”Aku baik-baik saja kak,tak usah berlebihan seperti ini”,Ucap Tania.
”Iya Tan,kami siap menjaga kamu di sini sampai kamu sembuh”,Ucap Mita dan pak Ammar.
”Tu dengarin apa kata mereka”,Jawab Rani.
”Sudah,sudah,kalian kembali saja ke kantor,biar ibu dan nak Mita menjaga Tania di sini”,Ucap sang ibu.
Pak Ammar dan Rani mengikuti saja apa kemauan ibu nya,dan begitupun dengan Mita.
Namun Rani masih saja merasa bersalah kepada Mita,namun ia akan segera kembali menemui Mita setelah jam kantor usai.
”Iya Bu,kami pamit dulu yaa,dan aku titip Tania yaa bu,Mit,dan insyaallah kami segera kembali secepatnya ke sini”,Jawab Rani.
Pak Ammar dan Rani segera melangkah,lalu tiba-tiba saja Tania berteriak.
”Cepat pulang yaa kak,..mas.
Pak Ammar hatinya kini mulai berbunga-bunga,setelah sekian lama panggilan nama itu terucap juga dari bibir manis nya.
Hingga ia secepatnya menoleh ke belakang,lalu iya tersenyum manis kepada Tania lalu ia berkata.
”Iya Tan,tunggu aku pulang yaa”,
”Cieeee yang lagi kasmaran”Goda Rani.
Hahaha.
mereka tertawa bersama.
”Sudah,..sudah,Ran Buruan berangkat”,Ucap ibunya.
”Iya bu.,
Mita merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarga Rani.
Namun ia tak bisa berharap lebih, karena ia sadar apa yang telah ia perbuat selama ini kepada mereka.
Walau dirinya mengakui jika Rani adalah sahabat yang baik dan tulus,namun perbuatan nya hari kemarin itu semata,karena keadaan yang tidak mendukung nya.
__ADS_1
Sehingga ia telah berani merusak persahabatan di antara mereka,yang telah di bangun selama bertahun-tahun.