Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
37.Kontrakan Baru


__ADS_3

Pagi-pagi karyawan kantor sedang sibuk membicarakan surat pengunduran diri pak Taufik,yang telah telah sengaja di titipkan ke salah satu sahabat nya.


Apa sebenarnya yang terjadi kepada pria tersebut dan mengapa ia harus mengundurkan diri dari perusahaan tersebut,bukan kah selama ini ia harus bekerja keras?demi masa depannya esok hari?dan bahkan ia sudah berjanji untuk selalu mengabdi,kepada wanita yang sudah berlaku baik kepadanya selama ini.


Sehingga Tania tak mengerti sama sekali dengan sikap pak taufik,lalu ia segera berjalan menuju ke rumah sederhana,yang selama ini telah di sediakan oleh kakak nya sendiri.


Namun setiba Tania di tempat tersebut,pak taufik sudah berangkat dari semalam.


Tania menelan ludah nya berkali-kali kemudian ia tenangkan diri sejenak lalu berpikir,jika wajar bila pak Taufik melakukan itu semua,karena ia tahu jika Rani akan di jodohkan dengan seorang pria.yang menurut nya pantas untuk membahagiakan wanita secantik Rani.


Kecewa sudah pasti karena baru saja ia di beri harapan oleh seorang wanita yang selama ini begitu ia kagumi,namun tiba-tiba saja hancur begitu saja,ketika ia mengetahui jika Rani akan di jodoh kan dengan salah satu pria,tak lain adalah sahabat nya sendiri.


Karena Pak taufik menyadari jika dirinya memang tak pantas untuk menjadi seorang imam yang baik,sehingga ia lebih memilih pergi daripada harus bertahan dengan luka yang ada.


Namun kisah mereka belum berakhir sampai di sini,karena perjalanan hidup mereka masih dalam genggaman Allah.


Tinggal lah Tania seorang diri sambil memikirkan nasib ke dua pria tersebut yang sangat bertolak belakang,di mana hari ini mereka kehilangan sosok pria yang baik agama nya,dan hari ini pula mereka akan menyambut kedatangan seorang pria,yang entah dari planet mana ia berasal tak lain adalah seorang pria bejat seperti pak ammar.


_______________


Setelah Rani sudah berhasil membawah pak Ammar ke hadapan ayah nya,ke dua pria tersebut saling berpelukan dan seperti nya mereka merayakan kebahagiaan nya.


Sehingga Pria yang masih berpakaian compang-camping tersebut,kini sudah tersenyum lebar di hadapan sang ayah seolah-olah dirinya tak merasa bersalah selama ini.


Sehingga putri dari seorang pengusaha yang kaya tersebut,ia tak mengerti sama sekali,mengapa ayah nya begitu peduli kepada pak Ammar?


”Nak,sekarang kamu siapkan kamar dan segala kebutuhan untuk calon suami mu ini,”Ucap sang ayah sambil menatap ke arah pak ammar.


Mendengar ucapan sang ayah barusan,Rani segera mengepalkan tangan nya lalu menatap tajam kepada pria yang tak merasa dirinya berdosa selama ini.


"Cukup ayah,ayah tak pernah tahu kelakuan pria menjijikkan itu selama ini,karena selama ayah di luar negeri ia sudah berubah menjadi harimau berbulu domba,"Sahut Rani sambil menunjukkan jari kepada pak ammar.


Sedangkan Tania.


Ia sedang buru-buru pulang untuk segera memberi kabar kepada Rani tentang kepergian pak Taufik saat ini.


Tania begitu mencemaskan nasib pak Taufik,hingga ia berlari segera menemui Rani.


Namun langkah nya tiba-tiba saja berhenti ketika ia telah melihat,sosok pria yang sudah hilang dalam ingatan nya selama ini.


Shock sudah pasti apalagi sakit hati karena luka lama belum kering,namun kini mereka telah di pertemukan kembali dengan keadaan yang sudah berubah drastis seperti ini.


Sang Ayah tak mengerti sama sekali apa maksud dari putri nya barusan,sehingga ia bergegas bangkit dari kursi nya lalu menatap tajam ke arah Rani yang sudah ia anggap anak durhaka selama ini.


”Jaga mulut kamu Ran,karena selama ini aku telah membesarkan kamu,dan aku tak pernah mendidik mu untuk menjadi anak pembangkang seperti ini,”Ucap sang ayah


”Hingga ayah mau menjodohkan aku dengan pria seperti dia? iya,”Potong Rani sambil menunjukkan jari ke arah pak ammar.


Tania tak menyangka jika pria pilihan ayah nya tersebut adalah pak Ammar sendiri,sehingga ia tak mengerti sama sekali apa yang telah terjadi hari ini.


Sehingga ribuan pertanyaan hadir dalam benak nya,jika itu benar,mengapa Rani selama ini begitu ngotot untuk menyatukan mereka? bla..bla..bla.


"Oh Tuhan,di mana letak kesalahan hamba mu ini,"Gumam Tania sambil menyeka airmata nya.


”Iya,dia adalah lelaki yang pantas untuk mu Ran,”Ucap sang ayah sambil menunjukkan jari ke arah pria yang sudah berbangga diri.


Perdebatan di antara sang ayah dengan putri nya semakin memuncak,sehingga pak Ammar mulai berpikir,bangaimana ia bisa menyakinkan sang ayah?jika ia benar-benar pria yang pantas untuk putri nya.


Mengapa malaikat maut tak segera saja menjemput pria seperti pak ammar?agar ia bisa merasakan bangaimana rasanya hidup di neraka jahanam.


Dan tanpa merasa berdosa ia pun segera bangkit dari kursi,lalu berjalan menuju kehadapan sang putri, yang sudah kehilangan akal sehat nya sejak tadi.


”Aku minta maaf Ran,selama ini aku khilaf dan satu hal yang perlu kamu tahu,aku sangat mencintaimu,"Ucap pak ammar lalu menatap wajah Rani penuh permohonan.


Plakk..!


Seperti kotoran manusia yang sengaja di lemparkan ke wajah Tania,setelah ia melihat tingkah laku pak ammar yang seolah-olah sengaja membuat kekacauan di istana tersebut.


Sehingga Tania sudah tak tahan lagi melihat keadaan yang sudah hancur seperti ini,ia pun segera berlari menuju ke hadapan pak ammar.

__ADS_1


Dan tanpa aba-aba ia pun segera menampar wajah pak Ammar,yang sudah benar-benar di luar batas manusiawi.


Sehingga sang ayah semakin marah besar,lalu ia bangkit kembali dari kursi lalu berjalan menuju ke hadapan Tania.


”Kamu ini sudah benar-benar tak tahu diri,dan sekarang juga kamu pergi dari rumah ini,”Ucap sang ayah lalu menunjukkan jari ke arah pintu.


Rasa tak percaya jika sang ayah tega melakukan itu,demi membela seorang pria yang sudah membutakan mata hati nya,sehingga Tania menyadari jika diri nya hanyalah sebagai anak angkat.yang kapan saja bisa terbuang dari keluarga yang selama ini begitu amat ia cintai.


Sehingga bibir nya tak mampu lagi untuk mengucapkan kata sepatah pun,selain berlinang airmata lalu ia segera berjalan menuju ke kamar.


”Baiklah ayah!,Karena ayah telah mengusir Tania dari rumah ini,dan hari ini juga kami akan pergi dari sini,”Jawab Rani sambil berjalan menuju ke kamar.


Namun langkah itu tiba-tiba saja berhenti ketika sang ayah,sudah membuat keputusan yang menurut nya terbaik untuk putrinya.


”Jangan coba-coba kamu melangkah kan kaki dari rumah ini Ran,atau kamu akan kehilangan harta untuk selama-lama nya,”Ucap sang ayah sambil menatap tajam ke arah putri nya.


Mendengar ucapan sang ayah barusan,sehingga mampu membuat putri semata wayang nya menetes airmata,karena ia tak pernah menyangka jika sang ayah akan berkata seperti itu kepada nya.


Sehingga mampu membuat putri nya kehilangan akal sehat nya.


Karena Rani menyadari jika selama ini ke dua orang tua nya hanya mampu memberi harta sebanyak mungkin,sehingga mereka lupa jika anak juga membutuhkan kasih sayang dari ke dua orang tua.


”Silahkan ayah,aku tidak butuh harta dari ayah,dan silahkan berikan seluruh harta ayah kepada pria gembel itu,”Jawab Rani sambil menatap tajam ke arah pak ammar.


”Rani!,"Teriak sang ayah


”Dan ayah harus tahu satu hal,jika pria itu bukan lah orang yang baik,tapi dia lebih busuk dari sampah di jalanan,"Jelas Rani.


Mendengar ucapan itu sang ayah semakin tak terima dengan ucapan putrinya barusan,ia segera berjalan lalu menampar wajah putri nya.


Apa sebenarnya yang terjadi kepada sang ayah?sehingga ia berani melukai anak sendiri?demi membela pria yang sudah menyakiti ke dua putri nya selama ini.


”Jaga sikap kamu anak durhaka,”Jawab sang ayah.


Mendengar ucapan sang suami barusan,sehingga sang istri segera berlari memeluk putri nya,yang sedang mengeluh kesakitan.


”Cukup mas,Kamu benar-benar sudah keterlaluan,dan tak bisa mengontrol emosi di depan anak sendiri,”Jelas sang istri


Sang ayah baru menyadari jika ia benar-benar sudah keterlaluan,lalu menghempas kan tubuh nya ke kursi,sambil mengacak-acak rambutnya lalu menyesali semua perbuatannya.


Namun semua itu sudah terlambat,ketika ke dua putri nya sudah tak sanggup lagi untuk tinggal bersama nya.


”Sudah nak,kamu sebaik nya susul Tania sekarang juga,”Ucap sang ibu.


Rani segera bangkit dari pelukan sang ibu lalu berlari menemui Tania,namun Tania sudah siap untuk saat itu juga.


”Jangan pergi Tan,!Aku mohon,"Ucap Rani sambil menatap wajah Tania.


Tetesan airmata dari seorang gadis polos sudah tak bisa tertahankan lagi,ketika ia melihat bagaimana hancur nya perasaan Rani saat ini,namun ia kembali menyadari jika diri nya bukan lah siapa-siapa,yang selama ini telah banyak merepotkan keluarga Rani.


”Aku hanya orang asing di sini kak,aku hanya lah sebatas anak angkat dari ayah,jadi wajar jika aku pergi dari sini,”Jawab Tania sambil memeluk tubuh kakak nya.


”Jangan pernah ninggalin aku Ade,kamu bukan lah orang asing di rumah ini,karena kamu sudah masuk di bagian keluarga ayah dan ibu,”Ucap Rani sambil melepaskan pelukan Tania lalu ia segera bersujud di hadapan Tania.


Namun Tania semakin tak peduli kepada Rani,ketika ia mengingat kembali perkataan pak Ammar jika ia sangat mencintai kakak nya.


Ia segera mengangkat tubuh Rani yang masih bersujud di kaki nya,lalu ia segera melangkah keluar untuk pamit kepada kedua orang tua nya.


Sedangkan Rani masih mengejar Tania saat itu,karena ia tak ingin jika Tania keluar dari rumah itu.


”Jangan pergi Ade,ini rumah kita jadi kamu berhak tinggal di sini”,Ucap Rani memohon.


”Cukup Ran,aku bukan lah siapa-siapa di sini,aku hanya anak desa dan miskin yang tak pantas berada di sini”,Teriak Tania.


Ayah Rani begitu sangat terpukul ketika mendengar teriakan Tania barusan,namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain menyesali perbuatannya.


Sedangkan pak Ammar,ia malah sibuk menyaksikan kehancuran keluarga mereka.


Apa sebenarnya yang ada di pikiran pak Ammar saat ini?

__ADS_1


”Oke Tan,jika kamu ingin pergi dari sini,aku ikut kemana pun kamu pergi”,Ucap Rani.


Ibu Rani terkejut ketika mendengar ucapan putrinya barusan,Mengapa ia tak ingin berpisah dari Tania?


”Nak,kamu sebaik nya masuk ke kamar,dan Tania biarkan ia tenangkan diri untuk sementara waktu di luar sana”,Jawab ibu nya.


”Tidak Bu,selama bertahun-tahun hanya Tania yang menemani aku dalam suka maupun duka,ibu dan ayah hanya sibuk mencari uang di luar negeri”,Ucap Rani.


”Ran,kamu tak boleh ikut dengan ku,sebaiknya kamu istirahat di kamar.ayah,ibu aku pamit untuk pulang”,Jawab Tania.


Tania segera melangkah saat itu juga,dan Rani tak bisa berdiam diri,hingga akhirnya ia menyusul Tania saat itu juga.


Ke dua orang tua nya tak mampu berkata apa-apa lagi,selain menyaksikan bagaimana tulus nya persahabatan yang selama ini mereka bangun?


Benar kata putri nya,jika mereka hanya sibuk mencari uang hingga lupa kepada anak sendiri.


Sedangkan anak butuh kasih sayang dari ke dua orang tua nya,bukan cuman harta semata.


Setelah mereka berhasil keluar dari rumah mewah itu?Tania tak ingin jika Rani ikut bersamanya.


”Ran,aku ingin pulang ke desa dan tak ingin kembali lagi ke sini,jadi sebaik nya kamu di sini saja jaga ibu dan ayah”,Ucap Tania.


Rani tak inginkan hal itu terjadi dan ia tetap saja ngotot untuk mengikuti Tania,banyak hal yang ia pikirkan saat ini.


Namun kini,bukan waktu yang tepat untuk mengutarakan semua itu kepada adik nya.


”Aku sudah bilang,ke mana pun kamu pergi,aku akan mengikuti mu”,Jawab Rani.


Tania tak punya pilihan lain selain mengalah,dan tetap bertahan untuk tinggal bersama Rani.


Karena banyak hal yang ia pikirkan jika ia harus membawah Rani ke desa,namun ia lebih memikirkan keluarga Rani daripada dirinya sendiri.


”Oke,aku akan tetap bertahan di sini,tapi aku mau hidup di kontrakan”,Ucap Tania.


Rani mengerti perasaan Tania saat ini,ia pasti tersinggung dengan perkataan ayah nya,sehingga Rani segera mencari kontrakan untuk nya saat itu juga.


Rani juga butuh ketenangan untuk sementara waktu,sehingga ia memilih kontrakan dekat dengan kantor nya,dan juga ke dua orang tua nya.


”Iya Tan,aku setuju dengan permintaan kamu,tapi kamu janji satu hal sama aku”,Jawab Rani.


”Apa itu Ran?”.


”Kita adalah saudara,jadi jangan pernah kamu berpikir orang asing lagi bagi ayah dan ibu”.Jawab Rani


”Iya aku janji”.


Mereka segera meninggalkan halaman rumah nya saat itu juga, sedangkan ibu nya masih ngamuk kepada suami nya dan juga pak Ammar.


”Mas,lihatlah anak-anak kamu, mereka sudah dewasa hingga mereka lebih cerdas dari kamu.


Ucap ibu nya.


Ayah Rani sungguh menyesal dengan perbuatannya,namun ia tak menyerah untuk menyatukan Rani dan pak Ammar.


”Dan kamu,apa yang selama ini kamu lakukan kepada anak-anak ku?”,Ucap ibu Rani.


”Aku tak melakukan apa-apa Bu,aku juga cuma korban dari kejahatan istri aku”,Jawab pak Ammar.


”Tidak mungkin anak-anak ku sampai kasar seperti itu,jika kamu tidak membuat nya kecewa selama ini”,Ucap ibu Rani.


Pak Ammar membisu saat itu juga,namun ia merasa sudah menang karena ia telah berhasil membuat mereka menderita.


Mengapa dirinya harus berbuat seperti itu kepada gadis yang begitu peduli padanya?


Apa sebenarnya yang ia inginkan dari kedua gadis itu?


Dan Mengapa ia mengatakan jika ia mencintai Rani selama ini?lalu bangaimana dengan nasib Tania yang sudah menjadi korban bejat nya malam itu.


Ini sungguh benar-benar di luar dugaan.

__ADS_1


TB.


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2