
Ketika jiwa tak lagi dapat menanggung banyak nya beban kehidupan,maka hamparkan sajadah mu dan mintalah petunjuk kepada sang pemilik semesta alam agar di kuatkan.
Dia memberi ujian kepada hamba nya karena Dia yakin jika hamba nya adalah manusia hebat,hebat melewati segala ujian yang tak akan pernah kunjung redah.
Dunia ini adalah tempat nya berlelah-lelahan untuk seluruh makhluk di muka bumi, berlomba-lomba mengumpulkan pundi amal untuk tabungan akhirat.
Lantas mengapa harus mengeluh jika ujian yang datang akan menghasilkan buah yang manis?
Memikirkan besar nya pahala dari kesabaran atas ujian yang datang tanpa jeda,Tania dan Rani menadahkan ke dua tangan nya ke langit untuk meminta kekuatan dan kesabaran dalam hidupnya.
Dan setelah nya mereka berunding kembali di sebuah mesjid,langkah apa selanjutnya yang harus mereka tempuh.
Sedangkan hari sudah berganti malam,namun bocah menyebalkan itu belum juga di temukan.
Ke dua wanita ini sepakat untuk menginap di hotel,dan esok hari mereka kembali lg untuk mencari gadis kecil itu.
Keesokan harinya.
Sebelum melangkah kan kakinya keluar dari hotel,kedua wanita ini berunding kembali.kemana lagi langkah nya harus berpijak untuk mencari gadis menyebalkan ini.
Mereka tampak nya bingung.Rani yang tak tau persis kehidupan Tari hingga membuat gadis ini kebingungan sendiri,bolak balik seperti kambing yang sedang mencret.sementara Tania,wanita ini masih terduduk di tempat tidur sambil berpikir.
Pantang menyerah sebelum mendapatkan Tari,ke dua wanita ini nekat untuk mencari keberadaan gadis kecil itu,ke lubang tikus pun mereka telusuri.asalkan kebahagiaan sang ibu bisa kembali lagi.
"Tan,apa kamu tau di mana posisi pak Dion sekarang?".Entah mengapa Rani tiba-tiba saja kepikiran soal pria itu,dan berharap semoga dia bisa menemukan jawaban atas hilang nya gadis kecil ini.
"Enggak kak."
Rani menelan ludahnya kasar lalu menghentikan langkahnya dan berjalan menghampiri Tania"Tan maafkan aku,ini semua kesalahan aku."
Tania menelan ludah nya berkali-kali,menggeleng kan kepalanya lalu menatap wajah sang kakak begitu dalam.
"Enggak kak ini semua murni kesalahan aku."
__ADS_1
"Tapi,Tan.."
Ucapan Rani terputus begitu saja,wanita ini menyadari jika bukan saat nya untuk membahas hal-hal yang menurut nya tak penting.
Gadis ini kembali menelan ludahnya kasar,menyisir sekeliling nya lalu bangkit kembali"Ayo Tan kita berangkat sekarang."
Tania mengangguk pasrah,wanita ini hanya berbadan pasrah ke mana Rani akan menuntun nya saat ini.
Mereka berjalan keluar dari hotel penuh semangat,dan berharap semoga hari ini adalah hari keberuntungan.
Ke dua gadis ini kembali lagi menjalankan aksinya,mengendarai mobil mewah layak nya seorang artis,menyelusuri bagian ibukota demi si gadis menyebalkan itu.
Sementara di tempat lain.
Gadis menyebalkan dan merepotkan itu kini telah berada di sebuah restauran,demi sesuap nasi gadis kecil ini rela menadahkan kedua tangan nya,meminta belas kasih dari orang lain layak nya seorang pengemis jalanan.
Namun itu lebih mulia baginya daripada harus mencuri,merampok,dan bahkan menjual tubuh nya demi mendapatkan sesuap nasi.
Allah tentu murka,Bukan?
Seperti nya dia harus banyak belajar,belajar hidup sendiri tanpa harus menyusahkan orang lain,dan belajar menerima segala Takdir nya sebagai anak yang malang.
Anak belasan tahun yang telah terlahir ke bumi ini,terlahir sebagai anak yang tidak seberuntung dengan anak orang lain,namun dia tak pernah mempertanyakan mengapa dia di harus di lahirkan seperti ini?
Setelah mendapatkan recehan dari orang lalu lalang,gadis kecil ini segera membeli sebungkus nasi dan air mineral.senyuman di wajah nya terpancar begitu jelas,lalu berjalan menuju ke rumah Allah.
Mesjid adalah tempat terbaik baginya,tempat untuk ibadah dan juga aman dari orang-orang jahat.
Setelah mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi,gadis kecil ini tampak nya riang gembira,bersyukur karena hari ini dia mendapatkan rezeki dari Allah.
Nikmat Tuhan-mu manakah yang engkau dustakan?
Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,yang terpenting adalah mencari rezeki di jalan yang benar.
__ADS_1
Tak perlu malu untuk melakukan apa pun di bumi Allah,selagi itu tidak melanggar aturan-Nya,dan bisa mengisi perut yang kosong.
Walau kenyataan nya tangan di atas lebih baik daripada di bawah,tapi demi menyelamatkan diri dari kelaparan,gadis kecil ini nekat menadahkan kedua belah tangannya.
Seandainya saja sang ibu tau perbuatan gadis menyebalkan ini, bisa-bisa jantung nya berhenti seketika.
Terlebih lagi kepada sang kakak yang sudah berjuang saat ini,berjuang untuk mencari gadis kecil dan keras kepala ini,bisa-bisa bokong nya sudah di terlempar ke ujung dunia.
Gadis yang selalu bermanja-manja di pelukan sang ibu kini telah berdiri tegap di tengah-tengah dunia, seolah-olah mengabarkan jika dirinya hebat,hebat melawan keras nya kehidupan ini.
Namun sebagai seorang anak yang sudah terlatih hidup dengan kekerasan,maka gadis kecil ini tak bisa di ragukan lagi keberanian nya.
Berani mengambil keputusan untuk merasakan pahit nya kehidupan ini,demi memperjuangkan seorang wanita pengemis,gadis kecil ini malah merasakan pula bagaimana rasanya hidup di jalanan?
Apakah ini pantas di sebut karma?
Tentu tidak,karena kehidupan ini penuh dengan teka teki,roda kehidupan ini berputar di mana manusia hari ini bisa merasakan kasur empuk,makanan yang enak,berkumpul dengan keluarga tercinta.
Akan tetapi siapa yang bisa jaminkan dirinya esok hari?menjaminkan dirinya masih bisa merasakan hal yang sama seperti hari ini?
Tentu tak ada bukan?
Begitupula dengan Tari,dia tak pernah menyangka bahkan mengharapkan hidup nya seperti ini,namun apa boleh di kata jika takdir sudah memeluk nya.
Saat ini gadis kecil yang menyebalkan ini kini telah bersantai di teras mesjid,berpikir sejenak sembari menatap sekelilingnya.dan berharap semoga langkah nya bukan lah langka yang sia-sia.
Setelah mendapatkan jawaban atas apa yang ia pikirkan,gadis kecil ini kembali bangkit,bangkit dari tempat duduk nya lalu berjalan untuk mengambil air suci.
Melaksanakan sholat Dhuha beberapa rakaat,dan setelah nya gadis kecil ini kembali lagi melanjutkan perjalanan nya"Aku harus menemukan Bela," gumam nya sembari mengayunkan langkah nya.
______
Mohon maaf jika masih banyak kalimat yang harus di revisi dalam setiap bab nya,dan untuk kalian yang masih setia membaca cerita receh ini.
__ADS_1
Terimakasih banyak untuk anda,semoga sehat selalu beserta keluarga tercinta.
Aamiin.