
Pemandangan alam yang begitu indah di sekitar kantor milik pak ammar,sehingga menjadi tontonan sesaat sebelum karyawan memulai bekerja.
Mereka sangat mengagungkan ciptaan Allah yang luar biasa itu,sehingga Tania teringat kembali darimana ia berasal?
Namun kini Tania tak ingin diri nya berlarut-larut dalam kesedihan,karena sudah cukup baginya dan sebentar lagi ia akan kembali ke desa.
Tania sudah mulai banyak belajar untuk hidup lebih dewasa lagi,apalagi akhir-akhir ini ia sudah cukup banyak menelan,pahit nya sebuah perjalanan kehidupan kota.
Hingga akhirnya ia mengambil hikmah dari semua masalah yang terjadi,dan menjadikan nya sebuah pelajaran yang sangat berharga baginya
Dan hari ini adalah hari pertama ia bekerja di kantor,di mana ruangan kantor itu sudah di siapkan oleh Pak Ammar untuk nya sendiri.
Semangat yang ia miliki sangat luar biasa dan ia selalu berharap,semoga ia lebih fokus bekerja sampai ia kembali ke desa.
7 hari kemudian.
Hari ini adalah hari terakhir ke dua gadis itu berada di kantor,dan mereka mulai menyusun rencananya untuk keberangkatan mereka 2 hari lagi ke depan nya.
”Tan,hari ini kita belanja yuk waktu kita kan tinggal 2 hari lagi di sini,dan besok kita istirahat total di rumah”,Ucap Rani.
”Iya Ran,Aku juga mau beli sesuatu untuk keperluan ibu di kampung”,Jawab Tania.
”Oh,yaa,sekalian donk kita beli oleh-oleh buat mereka”,Ucap Rani kegirangan.
”Gak usah Ran,kita beli bahan dapur aja dulu,Jawab Tania.
Rani tahu jika sekarang Tania tak punya uang untuk beli oleh-oleh buat keluarga tercinta nya.
”Kesukaan ibu apa Tan?”,Tanya Rani sambil menatap ke arah Tania.
”Udah Ran,buruan kita berangkat sekarang”,Jawab Tania sambil bangkit dari kursi nya.
Mereka sedang asyik-asyik nya gobrol,tiba-tiba saja pak Ammar datang saat itu,entah dari planet mana ia berasal,
”Assalamu'alaikum”,Ucap pak Ammar.
”Wa'alaikumussalam pak,mas.”Jawab mereka berdua.
”Kalian mau ke mana?seperti nya sibuk sekali hari ini”,Tanya pak Ammar sambil menatap ke arah ke dua gadis itu yang sudah siap melaju ke angkasa.
”Biasa lah pak,ibu-ibu karir mau belanja untuk suami tercinta”,Jawab Rani sambil menatap ke arah Tania yang sudah memerah wajah nya seperti tomat.
Hahaha.
”Calon aja belum punya,apalagi suami”,Ucap pak Ammar.
”Iyaa Dee,aku batal de ke kampung Tania”,Jawab Rani ngancam.
”Oke,..!aku diem sekarang,iya sudah kita berangkat ke pasar sekarang”,Ucap pak Ammar sambil bangkit dari kursi nya.
”Lo ngapain bapak ikut?kan tugas bapak masih banyak”,Tanya Rani.
”Jangan banyak tanya lagi,ayo kita berangkat sekarang”,Ucap pak Ammar.
Tania dan Rani hanya bisa mengikuti apa kemauan pak Ammar saat itu.
Mereka sudah mulai melangkah keluar dari kantor baru itu,Dan mereka sangat menikmati kebersamaan itu kembali.
Setelah di pisahkan oleh jarak dan waktu.
”Ran,kamu yang nyetir mobil yaa”,Ucap pak Ammar.
”Gak aaa,aku capek pak,bilang aja kalau mau...?”,Jawab Rani.
”Mau apa?pikiran kamu tu selalu nya jorok”,Ucap pak Ammar.
”Tau tu”,Jawab Tania.
”Iya,..iya..!kali ini aku yang jadi sopir buat kalian,demi nasi goreng”,Ucap Rani sambil masuk ke dalam mobil pak Ammar.
Hahaha.
Pak Ammar dan Tania tertawa bersama sambil masuk ke dalam mobil.
Rani segera melajukan mobil nya saat itu juga,Tania dan pak Ammar hanya bisa menikmati keindahan alam sepanjang perjalanan.
20 menit kemudian mereka akhirnya tiba juga di pasar.
Mereka lebih memilih untuk berbelanja di sini,Karena mereka ingin menikmati suasana kota baru itu.
Mereka segera turun dari mobil lalu melangkah masuk ke pasar baru di kota itu.
Pak Ammar hanya bisa berdiam diri saat itu,sedangkan Tania dan Rani segera memilih bahan-bahan keperluan nya untuk hari esok.
Pak Ammar sudah mulai bete,sehingga ia memilih untuk berjalan sendiri mengelilingi pasar baru itu.
Langkah demi langkah yang sudah ia lewati,namu tiba-tiba saja langkah nya berhenti sesaat,di depan penjual jajan tradisional,ia teringat kembali kepada almarhum paman nya,setelah ia menemukan jajan tradisional tersebut.
Karena jajan itu adalah salah satu jajan kesukaan paman nya dan juga pak Ammar,akhirnya ia memborong semua jajan tradisional tersebut,dan berharap semoga Tania dan Rani juga menyukai nya.
Setelah selesai di bungkus dengan kresek putih,lalu di tambahkan lagi dengan kresek hitam,Pak ammar segera melangkah pergi untuk kembali ke tempat semula.
”Habis beli apa pak?”,Tanya Rani sambil menatap ke arah pak ammar yang sudah tersenyum manis pada nya.
__ADS_1
”Ada dee,semoga kalian menyukai nya juga”,Jawab pak Ammar.
Ke dua gadis itu saling bertatapan sejenak,karena mereka sungguh penasaran dengan kresek hitam yang masih ada di tangan pak Ammar.
”Kita pulang yuk",Ajak pak Ammar.
Pak Ammar tak sabar lagi untuk menikmati jajan itu,sehingga ia buru-buru untuk segera pulang.
”Iya pak,kita juga sudah selesai belanja kok”,Jawab Rani.
Mereka segera meninggalkan pasar baru tersebut,lalu menuju kembali ke kantor,dan sepanjang perjalanan pak ammar kelihatan nya sangat berbahagia,sehingga ke dua gadis itu masih saja penasaran.
Setelah tiba di kantor,pria tampan itu segera bergegas masuk ke dalam,Tania dan Rani pun segera menyusul nya saat itu juga.
Pak Ammar sudah mulai membuka kresek milik nya,lalu menyusun satu persatu jajan tersebut ke sebuah piring,yang sudah di siapkan oleh nya sejak tadi.
Hingga akhirnya ke dua gadis itu tak sadarkan diri,dan mereka langsung tertawa terbahak-bahak.
”Pak,jajan ini yang membuat bapak buru-buru pulang?”,Tanya Rani.
”Iya,enak tahu,ayo kita makan bareng”,Tawar pak Ammar.
Tanpa basa basi lagi ke dua gadis itu segera mencicipi jajan tradisional tersebut,hingga akhirnya pak ammar merasa lega karena ke dua gadis itu sangat menyukai jajan tersebut.
Setelah selesai menyantap jajan tradisional tersebut,pak ammar beranikan diri untuk berbicara kepada Tania saat itu.
”Tan,malam nanti aku mau bicara sesuatu sama kamu,boleh kan Tan?”,Tanya pak ammar.
”Aku ikut juga kan pak?”,Tanya Rani.
”Ah,kamu tu seperti anak kecil saja,ini urusan aku dan Tania”,Jawab pak Ammar.
”Iya dee”,Ucap Rani sambil melanjutkan makan nya.
Tania tak banyak mikir lagi,Karena ia juga tak ingin mengecewakan pak Ammar.
”Iya mas,boleh”,Jawab Tania sambil menundukkan pandangan nya.
Setelah sholat magrib Tania sudah siap-siap untuk menemui pak Ammar,namun ia tak enak jika harus pergi sendirian.
”Ran,kamu ikut yaa sama aku”,Ucap Tania.
”Boleh Tan,kita ajak pak Ammar berbicara di luar saja,karena aku ingin menikmati suasana malam di kota ini”,Jawab Rani.
”Iya Ran itu ide bagus”,Ucap Tania.
Mereka segera melangkah menuju ke ruang tamu,untuk mengajak pak ammar menikmati indah nya kota malam itu.
”Mas,sebaik nya kita bicara di luar saja,Rani ikut dan sekaligus kita menikmati keindahan malam di kota ini”,Ucap Tania
”Yes,akhirnya si bos nurut juga”,Ucap Rani bersorak riang gembira.
”Iya,iya.yang terpenting kalian bisa senang”,Jawab pak Ammar.
”Gitu donk",Ucap Rani.
Kebahagian Pak Ammar jangan di tanyakan lagi,di mana selama ini ia tak pernah mengutarakan isi hatinya secara langsung,kepada wanita yang begitu ia inginkan menjadi seorang Ratu bagi nya.
Hingga Ia segera melajukan mobil nya agar ia bisa secepatnya berdua dengan Tania saat itu,dan sepanjang perjalanan ia hanya bisa tersenyum sendiri,karena saking bahagia nya pria tampan,yang masih berstatus duda tapi bohong tersebut.
Beberapa menit kemudian!
Pak Ammar segera turun dari mobil dan di susul oleh Tania dan Rani, setelah itu,mereka segera melangkah untuk mencari tempat bersantai,Juga menikmati secangkir kopi untuk nya.
Setelah mereka menemukan tempat yang tepat,Rani segera memesan kopi dan camilan untuk pak Ammar dan Tania.
Sedangkan Rani ia hanya memesan jus buah dan ia segera meninggalkan Mereka berdua saat itu juga.
Rani begitu sangat bahagia melihat kedekatan mereka,Hingga ia selalu berdoa,semoga lamaran pak Ammar esok hari,bisa di terima baik oleh ke dua orang tua nya,dan juga abah Tania.
”Tan,malam ini aku mengajak kamu ke sini untuk menyampaikan beberapa hal sama kamu”,Ucap pak ammar sambil menatap wajah Tania.
”Iya mas,aku tahu itu”,Jawab Tania sambil menundukkan pandangan nya.
”Tapi sebelum nya aku mohon maaf,karena kamu sudah tahu sendiri aku dan Bela seperti apa?dan tujuan Rani berkunjung ke rumah kamu,itu karena aku yang meminta nya,untuk segera datang menemui ke dua orang tua mu”,Ucap pak Ammar.
”Aku sudah tahu itu mas,lalu bangaimana dengan Bela mas?Sedangkan mas tahu sendiri,bangaimana ia sangat membenci aku selama ini?”,Jawab Tania.
”Justru aku mengambil keputusan ini,karena aku ingin melindungi mu Tan dari Bela”,Ucap pak Ammar.
”Iya mas,aku sangat menghargai itu tapi aku yakin mas,jika Bela tak mau menerima atas lamaran mas kepada ke dua orang tua ku”,Jawab Tania.
Pak Ammar berdiam diri sejenak,ketika ia mendengar jawaban dari Tania barusan.
”Bangaimana jika aku menceraikan Bela?setelah lamaran ini selesai?”,Tanya pak Ammar.
”Jangan pernah lakukan hal yang di larang oleh Allah mas,aku juga seorang wanita jadi aku bisa merasakan,bangaimana rasa nya jika di tinggalkan oleh orang yang kita cintai?”,Jawab Tania.
Pak Ammar begitu kagum atas jawaban dari Tania barusan,namun bangaimana pun juga?pak Ammar dan Bela hanya sebatas menikah di atas kertas.
Bela tak pernah melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri,sedang kan pak Ammar sudah memenuhi segala kebutuhan nya.
”Iya Tan,lalu Bangaimana dengan orang tua mu?apakah mereka mau menerima aku apa adanya?”,Tanya Pak Ammar.
__ADS_1
Kali ini Tania tak bisa menjawab pertanyaan dari pak Ammar,karena dirinya sudah menjadi serba salah.
”Tan,apa yang kamu pikirkan?”,Tanya pak Ammar kembali
”Iya mas,jujur mas aku memikirkan banyak hal saat ini,yang pertama adalah Bela dan yang ke dua adalah abah ku,terlalu banyak rintangan yang harus kita lalui hari esok”,Jawab Tania.
”Tan,apa pun keputusan dari Abah mu,aku ikhlas untuk menerima semua itu,kalau soal Bela?
Insyaallah aku akan selalu menjaga mu Tan,setelah kita menikah nanti”,Ucap pak Ammar.
”Terimakasih untuk itu mas”,Jawab Tania.
Malam sudah semakin larut Tania segera meminta pak Ammar untuk segera pulang,Karena ia juga kasian melihat Rani seorang diri.
”Mas,kita pulang yuk,kasian Rani sendirian di sana,Ucap Tania.
Pak Ammar pun setuju soal itu, karena bangaimana pun juga ia sangat menghargai mereka sebagai wanita muslimah.
”Iya Tan,tapi sebelumnya terimakasih banyak atas waktunya malam ini”,Jawab pak Ammar.
”Iya mas”,Ucap Tania.
Mereka segera meninggalkan tempat itu,dan pak Ammar selalu berdoa semoga di mudahkan jalan nya agar ia bisa di satukan oleh Tania
_____________
Malam sudah berganti siang dan hari ini Tania dan Rani segera mengemasi barang-barangnya untuk keperluan esok hari.
Setelah selesai,mereka segera melangkah ke ruang tamu,di mana Pak Ammar sudah menunggu nya sejak pagi tadi.
Setelah mereka tiba di tempat pak ammar,pak ammar sudah menyiapkan sebuah kertas,yang berukuran kecil lengkap dengan tanda tangan nya di atas meja.
Tania hanya menatap sebuah kertas yang sudah siap di meja itu,begitupun dengan Rani karena ia tahu jika sebuah kertas yang berwarna putih campur hijau tersebut,adalah biaya hidup mereka untuk beberapa hari perjalanan ke desa Tania esok hari.
”Ran,Tan,mengapa diam saja?ambil cek nya sekarang”,Ucap pak Ammar.
”Itu,buat aku yaa pak?asyik,.besok aku bisa shoping dulu baru berangkat ke desa”,Jawab Rani canda.
”Kamu tu pura-pura saja tak tahu,itu buat kalian untuk perjalanan esok hari,selebihnya oleh-oleh buat keluarga Tania”,Ucap pak Ammar serius.
Rasanya Tania begitu berat untuk menerima semua itu,Karena baginya Rani dan pak Ammar sudah banyak membantu kehidupan nya selama ia di kota.
”Apa itu gak berlebihan mas?”,Jawab Tania spontan padahal ia belum tahu berapa nominal tertulis di cek tersebut.
”Sudah Tan,Jangan protes lagi aku lakukan itu semua ikhlas karena Allah,bukan dengan alasan yang tertentu”,Ucap pak Ammar.
”Iya mas,maaf”,Jawab Tania.
”Sudah,aku ambil sekarang yaa pak?
Ini sebuah rezeki nomplok hari ini, hitung-hitung ATM aku aman dee.Ucap Rani canda.
Hahaha.
”Iya,iyaa,ayo ambil sekarang Ran”,Jawab pak Ammar.
Rani mulai menggerakkan tangannya untuk mengambil cek itu, yang sedari tadi sudah siap di atas meja.
Namun setelah tangannya berhasil mengambil sebuah cek dari pak Ammar tersebut.
Rani begitu terkejut nya ketika ia sudah melihat berapa nilai rupiah yang sudah tertera di sebuah cek tersebut,nilai nya sangat berlebihan bagi nya.
”Pak,apa ini tak berlebihan bagi kami?”,Tanya Rani sambil menatap ke arah pak ammar.
”Ran,seperti biasa nya setelah kamu tiba di desa Tania,coba kamu keliling mencari rumah Allah,atau panti yang bisa memanfaatkan sebagian dari nilai rupiah itu”,Ucap pak Ammar.
Rani baru ingat kembali kebiasaan-kebiasaan yang ia sering lakukan atas perintah pak Ammar.
Berbagi kepada mesjid-mesjid yang masih membutuhkan dana,panti asuhan dllsb,karena baginya sebagian harta nya adalah hak milik mereka juga.
Maa syaa Allah!
Sungguh luar biasa kepribadian yang di miliki oleh pengusaha sukses itu.
Pantas saja rezeki nya selalu mengalir seperti air,Karena selain orang nya sederhana.
Pak Ammar juga selalu berbagi kepada orang yang membutuhkan.
”Oh,iya pak,aku jadi lupa soal itu,Insyaallah nanti aku yang atur sebaik mungkin”,Jawab Rani.
Rani kembali kepikiran soal Tania,Ia tak ingin membuat gadis desa itu semakin menjadi tak enak hati kepada pak Ammar.
Nilai yang tertera di sebuah cek itu sebanyak 100.000.000.
Kini akan menjadi sebuah rahasia Rani untuk Tania.
Rani berharap semoga langkah nya esok hari menuju ke desa Tania,Menjadi langkah tak sia-sia.
Karena bagi nya,Tania sangat beruntung bisa di cintai oleh pria seperti pak Ammar.
Terkadang Rani iri hati kepada Tania,Namun ia tak mungkin menjadi pagar makan tanaman.
Karena bangaimana pun juga,Tania sudah seperti saudara kandung sendiri bagi dirinya.
__ADS_1
TB.
Dukung Author dengan vote,like serta koment.