
Tania menganggukan kepalanya"Mari kita pulang Bel,"pinta Tania.
Bela menggeleng kan kepalanya tanda tidak setuju,wanita itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada maksud nya ke dua makhluk itu harus berdamai.
Perlahan-lahan Bela melepaskan diri dari pelukan Tania lalu menggenggam erat tangan nya agar wanita itu tetap tenang berhadapan dengan pak Dion.
"Pak,boleh kah bapak bersikap tenang di hadapan seorang wanita?".
Pak Dion menelan ludah berkali-kali sambil mengusap wajah nya"Baiklah."
Bela tersenyum lebar dan tanpa merasa berdosa wanita itu berniat untuk mendamaikan ke dua makhluk itu.
Tania yang mengerti sikap Bela seperti itu,wanita itu langsung mengangkat kepalanya.menelan ludah berkali-kali hingga dia beranikan diri untuk menatap sekilas ke arah pak Dion.
"Maafkan aku pak," ujar Tania sambil mengatupkan kedua tangannya lalu menunduk kan kepalanya segera.
Pria itu mengangguk kecil,entah mengapa dia begitu sulit untuk melupakan kisah yang membuat dirinya hancur berkeping-keping.
Namun sebagai seorang pria yang berpendidikan dan menyadari jika dirinya hanyalah makhluk biasa,tak baik menyimpan rasa benci terlalu lama terlebih lagi ketika dia fahami jika perasaan nya selama ini sungguh berlebihan,pria itu semakin mantap untuk memaafkan seorang wanita yang telah berdiri tegap di hadapan nya.
"Aku telah memaafkan kamu Tan,dan boleh ka aku menjabat tangan kamu untuk yang terakhir kali nya?."
Pertanyaan dari pak Dion membuat ke dua wanita itu mematung dan membisu,Bela yang tau persis bagaimana cinta yang di miliki oleh pak Dion selama ini kepada Tania,hingga membuat wanita itu cemburu.
Cemburu bukan berarti ingin berada di posisi Tania,namun terlebih lagi kepada dirinya yang selama ini yang selalu di campakkan oleh seorang suami yang tak pernah mengangap nya ada,bahkan pernikahan itu hanyalah sebatas pernikahan di atas kertas.
Tentu menyakitkan,bukan?dan nyata nya semua wanita menginginkan seorang pria seperti pak Dion.
Pak Dion yang memiliki ketulusan cinta yang begitu dalam, ketampanan yang tak bisa di ragukan lagi.terlebih lagi membahas soal uang,Hmm pak Dion tentu nya berada di angka ke dua pria paling sukses dengan usaha nya.
Tentu lah pria itu adalah incaran bagi wanita di luar sana,namun patah hati mengajarkan dia tak semudah itu membuka hati kepada siapa pun,bahkan sampai detik ini pria itu masih menyimpan satu nama yang tak mudah ia lupakan.
Bela yang sedari tadi mematung dan membisu,hingga tanpa sadar air mata bening terjatuh pula dari ke dua bola matanya.
__ADS_1
Sementara Tania,wanita itu semakin tak berdaya seluruh tubuh nya berkeringat dingin,rasa bersalah begitu besar tiba-tiba datang menyelimuti dirinya seketika.
Namun demi membayar rasa bersalah,menghargai ketulusan cinta pak Dion hingga membuat wanita itu meneteskan airmata nya.
"Apa aku tak berhak untuk menjabat tangan kamu untuk yang terakhir kali nya,Tan?dan aku berjanji setelah ini,aku akan pergi meninggalkan kota ini untuk selama lamanya,"sambung pak Dion kembali dengan bola mata berkaca-kaca.
"J-jangan pernah meninggalkan kota ini pak," sahut Bela gugup sambil menyeka airmata nya.
Wanita itu benar-benar tidak ingin berpisah dengan pria itu,entah mengapa hati nya begitu teriris, seandainya dia adalah wanita seberuntung Tania,tentu wanita itu tidak akan pernah menyia-nyiakan pria itu seumur hidupnya.
"Aku telah gagal Bel,jadi aku tak pantas lagi berada di kota ini."
"Kata siapa bapak gagal?," potong Bela lalu melangkah kan kaki nya,berurai air mata sambil berjalan mengelilingi ke dua makhluk itu.
Pak Dion tak mampu membuka suara begitupun dengan Tania,entah apa rencana Allah sehingga mereka di pertemukan kembali dengan keadaan yang tak pernah terlintas di pikirkan nya.
3detik.
5 detik.
Bela menghentikan langkahnya tiba-tiba saja"Tan,sudah saat nya kamu membuka hati untuk nya."
Tania tak mampu membuka suara,wanita itu semakin terisak tangis menyadari dirinya adalah wanita penuh dengan dosa,mengandung anak dari seorang pria yang tak pernah mengganggap nya ada hingga tangisan nya semakin meledak.
Hati dan otak nya terus bertengkar dan tak selang berapa lama,sang calon ibu tersebut tiba-tiba saja menjatuhkan tubuh nya ke lantai"Maafkan aku Bel,aku tak pantas untuk nya.dia lebih berhak bahagia dengan orang lain."
Pak Dion menyaksikan hal itu membuat dirinya langsung melangkah kan kakinya"Kata siapa gak pantas?."
"Kamu berhak bahagia,Tan" tambah Bela kembali.
Tania menggeleng-gelengkan kepala nya"E-enggak Bel,aku masih sah menjadi istri pak Ammar."
Pak Dion menelan ludah kasar nya,menahan kekecewaan begitu dalam,sungguh sakit,bukan?
__ADS_1
Mendengar secara detail bagaimana penolakan Tania terhadap dirinya,pria itu benar-benar tak kuasa untuk menahan segala pahit nya kehidupan ini.
Jangan Tanyakan lagi bagaimana hancur nya perasaan pria itu,bahkan airmata nya tak mampu lagi untuk tertahankan.
Sungguh langkah seorang pria jaman sekarang meneteskan airmata nya,namun berbeda dengan pak Dion,pria itu benar-benar tak malu untuk menumpahkan air mata nya,airmata kekecewaan di hadapan gadis yang begitu sangat ia cintai selama ini.
Entah pria itu terlalu bodoh? atau kah memang Tuhan menciptakan dia lahir ke dunia ini?lahir sebagai sosok pria yang hebat,hebat karena cinta nya begitu tulus,hingga dia rela menderita karena perasaan nya sendiri.
Padahal pria itu bisa saja mendapatkan lebih dari apa yang ia inginkan,mendapatkan wanita cantik yang jauh lebih sempurna dari seorang gadis desa seperti Tania.
Namun tak bisa di pungkiri jika hati sudah terpaut kepada satu nama yang sudah terlukiskan di dalam sanubari yang paling dalam.
Maka siapa pun yang akan datang,maka tak ada yang bisa menggantikan posisi itu,kecuali dengan izin Allah.
Keadaan menjadi duka,entah berapa menit mereka telah habiskan untuk pertemuan ke tiga makhluk itu.
Pak Dion yang masih terisak tangis, mengeluarkan segala beban perasaan nya lewat aliran airmata nya,mulut dan tubuh nya seolah-olah terkunci,hingga membuat pria itu hanya berbadan pasrah.
Pasrah menerima takdir nya,penolakan dari Tania sungguh menyayat hatinya,pria itu seolah-olah begitu sulit untuk melangkah kan kaki nya.
Entah sampai kapan pria itu harus bertahan dengan keadaan seperti itu?
Atau kah memang Tuhan sedang menguji kesabaran nya?menguji cinta nya yang berlebihan atau kah memang karma yang telah memeluk nya saat ini.
Karma sebagai balasan untuk nya, karena dia telah membuat Allah murka,murka karena Dia cemburu kepada nya.
Cemburu karena pria itu telah memberikan cinta secara berlebihan kepada salah satu hambanya,melebihi cinta nya kepada sang pemilik semesta alam.
_______
Hati-hati dalam memberi cinta,jatah kan porsi nya agar hati senantiasa terjaga dari kekecewaan.
Untuk mu yang sedang terluka karena cinta yang berlebihan,semoga luka itu cepat sembuh yaa.
__ADS_1
#Senyum.