
Tubuh si gadis bunga desa yang baru saja jatuh tergeletak di lantai,Kini sudah terbaring di atas kasur empuk milik sang calon suami.
Pak Ammar begitu sangat terpukul melihat keadaan Tania Seperti itu,Dan ia akan berjanji akan selalu menjaga ia dengan baik.
Walau sekarang ia tahu kalau dirinya sudah melakukan kesalahan besar.
Namun ia tetap bertekad untuk segera menikahi gadis idaman nya itu,Apapun caranya.
Namun ia tiba-tiba saja teringat tentang Rani yang sudah banyak berkorban demi dirinya dan Tania.
Namun dirinya sudah mulai tenang
Karena Rani sudah di selamatkan oleh salah satu sahabat baik nya.
Rasa bersalah yang begitu dalam di rasakan oleh nya,kini ia tak tahu harus berbuat apa lagi.
Beberapa jam kemudian.
Sahabat Pak Ammar akhirnya menelpon juga saat itu.
Dan pak Ammar sudah mulai tenang,ketika ia mendengar kabar tentang Rani kalau dia baik-baik saja.
Kini pak Ammar hanya bisa menatap gadis yang ternyata selama ini dia diam-diam telah mencintai dirinya.
Sesekali ia tersenyum sendiri ketika mengingat kembali,teriakan Tania yang baru beberapa jam berlalu.
Dan kini ia sudah melanggar aturan-aturan dari Tuhan nya,sebagai pria yang beriman.
Sehingga tangan Tania sudah tak enggan lagi untuk menyentuh nya,malah ia sudah melakukan lebih dari itu.
Pak Ammar terus-menerus saja mencium tangan gadis desa itu,hingga akhirnya ia tertidur sambil menggenggam tangan Tania.
1 jam kemudian.
Tania akhirnya sadar juga saat itu,Namun ia terkejut ketika ia menyadari,kalau dirinya sudah berada di kamar pak Ammar.
Genggaman tangan yang masih saja melekat di tangan nya,Hingga membuat jantung nya sudah dag,dig,dug.
Walau ia begitu kecewa dengan pak Ammar,Namun ia tak kuasa untuk
melakukan apa-apa dalam keadaan seperti itu.
Sesekali ia menatap wajah yang masih tertidur pulas itu,ia mulai menyadari kalau dirinya benar-benar sudah mencintai nya.
Namun Tania tiba-tiba saja mengingat kembali tentang surat perjanjian itu dari Bela.
Hingga ia memutuskan,jika dirinya tak ingin berpisah dari lelaki yang sudah membuat nya jatuh cinta.
”Rani di mana,Apa ia baik-baik saja?”,Gumam Tania.
Tania baru sadar jika saat ini Rani tak ada di samping nya,hingga air matanya jatuh bercucuran.
Ketika teringat kembali kelakuan Bela kepada mereka,Namun ia berjanji kalau Bela akan menyesal suatu hari nanti.
”Tan,akhirnya kamu sadar juga,”Ucap pak Ammar sambil memeluk tubuh Tania.
"Mas,Lepas kan aku",Jawab Tania.
"M-maafin aku Tan,Aku sudah membuat kesalahan besar,"Ucap pak Ammar sambil meneteskan airmata nya.
"Sudah lah mas,semua nya sudah terjadi,dan itu tidak akan bisa mengubah keadaan lagi,"Jawab Tania.
Pak Ammar membenarkan ucapan Tania barusan,namun ia berusaha agar Tania bisa memaafkan nya.
”Aku tahu itu Tan,Dan aku berjanji kita tak akan pernah berpisah lagi”,Ucap pak Ammar.
Tania tak ingin berbicara apa-apa lagi,dan ia inginkan segera bertemu dengan Rani.
”Mas,Aku mau bertemu dengan Rani
sekarang juga,"Jawab Tania.
”Tan,Rani baik-baik saja,dan besok kita temui dia di rumah”,Ucap pak Ammar.
”Iya sudah,malam ini juga aku harus menemui Rani”,Jawab Tania.
"Tan,ini sudah jauh malam,Besok aja yaa kita ketemu dengan Rani”.Ucap pak Ammar.
”Mas,sadar gak si kalau kita di sini cuma berdua dan kita belum menikah,Apa kata orang nanti?’,Jawab Tania.
”Aku tahu itu Tan,Tapi kita kan gak buat apa-apa di sini”,Ucap pak Ammar.
Mas,aku capek ngomong,sekarang kita temui Rani sekarang juga’,Jawab Tania.
Tania berusaha kuatkan diri untuk menemui Rani,Namun tiba-tiba saja tubuh nya langsung jatuh ke pelukan pak Ammar.
Hingga pak Ammar sudah tak sadarkan diri,sehingga tubuh gadis itu tak ingin di lepaskan lagi.
”Mas,lepaskan aku,Kita tak boleh melakukan hal yang salah”,Ucap Tania.
”Tan,Aku sangat mencintai mu.kamu harus tahu itu,dan aku akan menikahi mu secepatnya”,Jawab pak Ammar.
__ADS_1
"Aku tahu itu mas,tapi bukan dengan cara seperti ini mas bisa dapatkan aku.”,Ucap Tania.
”Aku tahu itu Tan,Tapi aku sudah melamar kamu,dan sebentar lagi kita akan menikah,Jawab pak Ammar.
Tania tak bisa lagi berkata apa-apa, ia teringat kembali dengan ke dua orang tua nya.
Bangaimana perasaan mereka,jika mereka tahu semua apa yang terjadi selama ini?
Air mata Tania jatuh bercucuran ke tubuh pak Ammar,dan pak Ammar berusaha menenangkan Tania saat itu juga.
”Tan,kamu tenangkan diri dulu yaa.
Kamu tidur di sini,dan aku janji tidak akan pernah berbuat apa-apa sebelum kita menikah”,Ucap pak Ammar.
Hati Tania sudah luluh ketika pak Ammar sudah menyakinkan dirinya.
Namun sesekali pak Ammar menyentuh tubuh gadis yang amat ia cintai itu.
Tania merasakan sentuhan itu begitu lembut,sehingga membuat dirinya semakin melayang tinggi.
Hingga ia sudah melupakan Tuhan-Nya,dan juga kepada ke dua orang tua nya.
Pelukan mesra pak Ammar yang masih saja melekat di tubuh Tania saat itu.
Hingga Tania tak ingin jika pak Ammar melepaskan pelukan itu dari tubuh nya.
Keimanan mereka sudah runtuh ketika ke dua hati sudah menyatu,dan di iringi dengan kerinduan yang begitu mendalam.
Namun sebagai pria yang normal.
Pak Ammar sudah mulai melakukan apa yang belum menjadi hak nya.
Sehingga pakaian calon istrinya itu,semua nya sudah berantakan di lantai kamar itu.
Dan begitupun sebaliknya.
Hingga malam itu menjadi malam pertama bagi mereka,walau mereka belum halal untuk melakukan itu semua.
Namun di balik semua itu?
Mungkin Tuhan punya rencana lain.
Agar mereka bisa bersatu dalam ikatan cinta,yang sudah lama terpendam dalam hati masing-masing.
Adzan subuh telah tiba,Namun mereka belum juga bangun dari tidur nya saat itu juga.
Hingga Rani menguatkan diri untuk membangunkan mereka,Dan juga ia ingin melihat keadaan Tania Seperti apa saat itu.
Rasanya tak percaya.
Jika ke dua tubuh yang masih dalam keadaan telanjang tertutupi oleh selimut tebal.
Mereka adalah orang yang begitu ia sayangi,sehingga airmata nya jatuh kembali ke bumi.
Seberat ini kah ujian bagi Rani yang telah berjuang mati-matian untuk kebahagiaan mereka.
Malah mereka sudah melakukan kesalahan besar yang di larang oleh Tuhan-Nya.
Rani kembali mengingat tentang surat perjanjian itu yang sudah di tandatangani oleh pak Ammar.
Kini tubuh nya sudah mulai gemetaran karena ia sudah melakukan kesalahan dua kali dalam semalam.
Ia melangkah masuk ke kamar dan menarik tubuh pak Ammar yang masih tertidur pulas.
”Bangun kamu bajingan”,Ucap Rani.
Pak Ammar dan Tania segera bangun saat itu juga,Namun pak Ammar tak tahu alasan apa sehingga Rani berbuat kasar padanya.
”Pak,aku sudah tidak menghargai mu lagi,baru semalam kamu bertindak bodoh.Dan sekarang kamu melakukan kesalahan besar kembali",Di mana harga dirimu pak?
Teriak Rani sambil menampar wajah pak Ammar.
Rani benar-benar sudah tak tahan berada dalam masalah itu lagi.
”Hari ini saya akan keluar dari perusahaan ini,dan Tania kamu kembalikan kepada ke dua orang tuanya",Teriak Rani kepada pak Ammar.
Pak Ammar mulai sadari jika semua ini memang kesalahan nya,dan Tania segera berlari memeluk Rani ketika ia ingin tinggalkan perusahaan itu.
”Ran maafin aku,jangan pernah pergi dari aku Ran.aku mohon",Jawab Tania.
”Aku sudah capek Tan,aku capek menghadapi semua masalah ini”,Ucap Rani.
”Niat aku sudah bulat Tan,besok aku akan kembali ke rumah,dan kamu minta tanggung jawab kepada bajingan itu",Jawab Rani.
”Aku tahu aku salah Ran,dan aku minta maaf.Dan aku janji akan menikahi Tania secepat mungkin."Ucap pak Ammar.
Rani semakin emosi setelah mendengar ucapan pak Ammar barusan.
Rani kembali menyerang pak Ammar hingga pak Ammar bersujud di kaki Rani.
”Apa,kamu mau menikahi Tania?sedangkan kamu sudah menandatangani surat itu,bajingan",Teriak Rani sambil menampar kembali pak Ammar.
__ADS_1
”Aku terpaksa lakukan itu Ran,aku berani bersumpah,agar kamu bisa percaya sama aku",Ucap pak Ammar.
”Aku tidak ingin mendengar kan alasan apa pun dari kamu,sekarang aku akan pergi hari ini juga."Jawab Rani
Tania dan pak Ammar bersujud di kaki Rani,Namun ia tetap saja bertahan untuk pergi saat itu juga.
Rani segera berlari keluar dari perusahaan itu,Hingga Tania berlari menyusul nya namun ujian datang kembali kepada mereka.
Ran,aku mohon jangan pernah ninggalin aku."Ucap Tania sambil berlari mengejar Rani.
Rani sudah melewati tangga pertama,Namun ia tiba-tiba saja mendengar suara Tania yang menjerit.
Hingga Rani berhenti saat itu juga, lalu ia menoleh ke belakang,Namun ternyata Tania sudah jatuh tergeletak di lantai kantor itu.
"Tania."Teriak Rani.
Ketika pak ammar mendengar suara teriakan Rani barusan,ia segera berlari menuju ke lantai.
Namun Rani tak ingin jika pak Ammar menyentuh tubuh Tania saat itu juga.
”Tania"Teriak pak Ammar.
”Kamu jangan pernah coba-coba menyentuh Tania sekarang,lebih baik kamu renungkan surat itu bajingan."Ucap Rani.
Rani sudah benar-benar tak bisa menahan emosi nya kepada pak Ammar,dan ia segera menenangkan Tania saat itu.
”Tan,kamu harus kuat",Ucap Rani.
”Aku gak papa Ran,Tapi tolong jangan pernah pergi dari aku Ran",Jawab Tania.
Rani tak kuasa untuk menahan lagi airmata nya,namun ia juga sudah capek dengan semua ujian yang ada.
Ia hanya menatap wajah Tania yang masih sadar saat itu,namun ia sudah kehabisan kata-kata.
”Ran,kamu masih ingat janji kamu.
janji kalau kita akan selalu bersama."Ucap Tania.
”Maafkan aku Tan,aku harus ingkari janji itu.aku malu kepada keluarga mu dan juga kepada dirimu",Gumam Rani.
”Ran,bawah aku ke kamar,Aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kamu."Ucap Tania
Rani akhirnya luluh juga saat mendengar ucapan Tania barusan,namun kebencian nya begitu besar kepada pak Ammar.
”Kamu angkat Tania sekarang dan bawah dia ke kamar rumah kamu."Ucap Rani Kepada pak Ammar.
Pak Ammar segera mematuhi perintah dari Rani,ia segera membawah Tania ke kamar rumah nya.
Setelah tiba di rumah pak ammar,Rani segera menyuruh pak ammar untuk mencari di mana Bela berada.
Namun pak Ammar tak tahu lagi harus mencari Bela di mana,kini semua nya sudah hancur.
Dan Rani masih bertahan di rumah itu,karena ia begitu sayang kepada keluarga Tania,hingga ia tak tega untuk meninggalkan Tania saat itu juga.
”Tan,kamu istirahat sekarang,dan aku minta setelah selesai masalah ini,aku kembalikan kamu kepada ibu dan ayah."Ucap Rani.
”Aku tahu perasaan kamu sekarang Ran,tapi aku mau kita tetap di sini.
Berjuang bersama-sama."Jawab Tania.
”Aku sudah di permalukan oleh pak Ammar Tan,aku malu kepada keluarga mu,dan juga dirimu."Ucap Rani sambil bersujud di atas kasur.
Tania tak bisa berkata apa-apa lagi,ia segera memeluk Rani yang sudah begitu banyak berkorban untuk dirinya.
”Ran,Tenang kan pikiran kamu dulu,dan jangan membuat keputusan dalam keadaan emosi."Jawab Tania.
"Aku sudah capek Tan,capek..capek..dan capek."Ucap Rani.
Tubuh Rani sudah mulai lemas dan wajah nya sudah mulai pucat,hingga dirinya terjatuh dari tempat tidur saat itu juga.
"Ran,"Teriak Tania.
Pak Ammar segera berlari ketika mendengar teriakkan Tania barusan,dan akhirnya tubuh Rani segera di angkat ke kasur saat itu.
Pak Ammar tak bisa berbuat apa-apa lagi,ia hanya berpikir bangaimana ia bisa menebus semua kesalahannya kepada Rani.
”Mas,sebaiknya mas keluar dulu untuk sementara waktu,biarkan Rani istirahat dulu dan tenangkan pikiran."Ucap Tania.
"Iya Tan,jaga Rani baik-baik yaa",jawab pak Ammar.
”Iya mas".
Tania tak tahu lagi harus melakukan apa sekarang,di satu sisi ia sudah begitu sangat mencintai pria yang sudah merebut kesuciannya.
Dan di satu sisi lagi Rani adalah sahabat yang sudah begitu banyak membantu kehidupan nya.
Hingga ia tak tahu lagi,bagaimana agar Rani bisa memaafkan kesalahan besar.
Yang telah di lakukan oleh pak Ammar.
Semua nya menjadi sulit bagi Tania,Hingga dirinya sudah seperti orang yang tersesat di Padang pasir.
__ADS_1