
Dunia ini seperti nya sudah runtuh bagi seorang istri,yang haus akan kasih sayang dari seorang suami yang tak pernah menganggap nya ada.tiada angin dan tiada hujan pak ammar tiba-tiba saja meminta modal usaha kepada nya.
Sehingga Tania begitu shock ketika menyadari jika modal sebanyak 500 juta itu,bukan lah nilai yang sedikit yang harus Tania siapkan dalam jangka 1 minggu saja.
Namun demi cinta dan juga tak ingin menjadi seorang istri yang durhaka.
Tania rela melakukan apa saja yang terpenting pak ammar bisa bahagia,dan kini Tania sudah berpikir keras bagaimana agar modal sebanyak itu?ia bisa dapatkan dalam waktu sesingkat saja.
”Sayang,kenapa bingung saja?,”Tanya pak ammar sambil mengelus pipi Tania.
”Maaf mas!Aku belum bisa memberi keputusan sekarang,sedangkan mas tahu sendiri bangaimana posisi aku?aku hanyalah sebagai anak angkat,jadi aku harus sadar diri jika modal sebanyak itu.tak mungkin bisa aku kumpulkan dalam waktu sesingkat itu,”Jelas Tania sambil menundukkan kepalanya di sebuah kamar.
”Aku tahu itu sayang,tapi bukan kah kamu sudah memiliki segala nya saat ini?mobil mewah dan juga rumah,semua nya itu kan sudah sepenuh menjadi milik mu,”Jelas pak ammar.
”Cukup mas! Aku capek dengan semua ini,jadi tolong ngertiin perasaan aku saat ini,”Bentak Tania sambil bangkit dari kasur lalu berjalan menuju ke dapur.
Sungguh Tania tak mengerti sama sekali dengan sikap agresif yang di miliki oleh suami nya saat ini,baru saja bulan kemarin pak ammar menghabiskan seluruh isi tabungan nya.dan hari ini ia menginginkan kembali modal sebanyak itu,yang bisa membuat Tania jantungan apalagi mati berdiri,dan esok hari entah apalagi.
Sehingga kecurigaan Tania semakin besar kepada pak ammar,jika selama ini ia memiliki wanita lain,namun ia tak ingin tunjukkan hal itu kepada nya,biarkan waktu yang akan menjawab.
Namun dengan kelicikan Pak ammar ia tahu persis di mana kelemahan istri nya,karena ia menyadari jika saat ini Tania sangat kecewa atas sikap nya barusan,namun ia tak ingin mundur sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan,sehingga ia bergegas berjalan menuju ke dapur,di mana sang istri meluapkan segala beban pikiran nya.
”Sayang,aku minta maaf yaa tapi aku benar-benar butuh modal Tan,untuk usaha dan hitung-hitung itu juga demi masa depan kita nanti”,Ucap pak ammar sambil memeluk tubuh istri nya,yang masih berdiri mematung di depan kulkas.
Tania sudah melayang tinggi ke langit ke tujuh,setelah ia terbuai dengan iming-iming dusta,dari bibir seorang suami yang sepantas nya berada di neraka saat ini.
"Oh Tuhan,maafkan hamba mu ini yang telah salah menilai suamiku selama ini."Gumam Tania.
”Iya mas,aku akan usahakan tapi mas harus janji 1 hal,modal nya harus buat usaha dan jangan macam-macam,"Jawab Tania sambil memalingkan tubuh nya ke hadapan pak ammar.
”Oke sayang,aku akan bersabar menunggu keputusan darimu”,Ucap pak ammar sambil menatap wajah istrinya.
”Iya mas,”Jawab Tania sambil memeluk mesra tubuh pak ammar,tanpa aba-aba pak ammar bergegas menggendong tubuh Tania,lalu ia berjalan menuju ke dalam kamar,sedangkan Tania ia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada,karena ia memang sangat menginginkan apa yang sudah menjadi hak nya sebagai seorang istri.
Sehingga Tania rela menghabiskan waktu berjam-jam bersama pak ammar,tanpa sadar jika ia hanya lah tempat pelampiasan semata,dan juga menginginkan harta nya secara perlahan-lahan.
Mengapa Allah masih saja membiarkan iblis yang berwujud manusia itu,berada di muka bumi ini?bukan kah mati lebih baik daripada harus menyakiti hati,seorang istri yang begitu tulus seperti Tania esok hari.
_____________
Tepat nya jam 8 malam Tania menenangkan diri sesaat di sebuah cafe,sebelum pulang menemui sang ibu dan kakak tercinta.
__ADS_1
Menit demi menit Tania hanya memikirkan,bangaimana agar ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu secepat kilat?lalu jam berikut nya Tania sudah mendapatkan jawaban agar,ia bisa menyenangkan suami yang sepantas nya,untuk di jadikan santapan buaya atau serigala tersebut.
”Alhamdulillah,semoga dengan cara ini aku bisa membahagiakan mu mas,tanpa harus campur tangan ibu dan Rani,"Gumam nya sembari menikmati secangkir cappucino.
Mengingat waktu sudah larut malam Tania bergegas bangkit dari kursi,lalu berjalan ke luar menuju parkiran mobil,namun langkah nya tiba-tiba saja berhenti.ketika ia mendengar seorang pria sedang memanggil nama nya dari arah belakang,dan suara pria tersebut seperti nya tak asing lagi bagi nya,karena dia adalah salah satu pria yang pernah menolong nya dalam sebuah kecelakaan sekitar 2 tahun yang lalu.
”Hey.!" Sapa pria tersebut,rasa tak percaya dan penasaran hingga Tania pun,segera menoleh ke arah pria yang sudah berdiri tegap sejak tadi.
”Pak Dion,"Gumam nya sambil menundukkan pandangan nya.
”Masih ingat aku kan?"Tanya pak dion sambil Menunjukkan jari ke diri nya sendiri,dan pak dion tak pernah menyangka jika ia akan di pertemukan,oleh seorang wanita yang selama ini menjadi incara nya.
"Tentu saja pak,bapak apa kabar hari ini?,"Tanya Tania ramah karena ia merasa berjasa kepada pak dion selama ini.
"Alhamdulillah,seperti apa yang kamu lihat hari ini,boleh kah saya meminjam waktu nya sebentar?,"Tanya pak dion sambil menatap ke arah Tania penuh permohonan,dan Tania hanya bisa mengangguk lalu mereka berjalan menuju ke sebuah meja.
Seperti nya ini adalah sebuah mimpi bagi pak dion,di mana semenjak mereka di pertemukan di sebuah kecelakaan tersebut,pak dion telah berjanji akan mendapatkan cinta dari seorang wanita yang begitu sangat ia kagumi selama ini,namun takdir yang memisahkan di antara mereka sehingga Tania memilih pindah ke luar kota,dan kini Allah pertemukan kembali dalam keadaan sudah berubah drastis seperti ini,karena Tania sudah memiliki seorang suami walau pak dion belum Tahu soal itu.
"Tania aku salut sama kamu dan juga Rani,kalian benar-benar wanita hebat yang pernah aku kenal,"Ucap pak dion,Tania tersipu malu karena seumur hidup nya ia tak pernah mendapatkan pujian seperti itu,bahkan dari seorang suami sendiri.
"Biasa aja lah pak,kami hanya bisa menjalankan apa yang menjadi tugas kami,dan hasil nya biarkan Allah yang bekerja,"Jawab Tania sambil memperhatikan sikap pak dion,karena apa yang selama ini ia ketahui,sangat bertolak belakang dengan sikap pak dion saat ini.
Pak dion hanya mengangguk ke hadapan Tania,karena ia tahu persis bangaimana sikap tawadhu yang di miliki oleh seorang wanita cantik,yang sudah berada di pelupuk mata nya saat ini.
Pak dion hanya tersenyum manis ke hadapan Tania,namun ia tetap saja ngotot untuk mengantar sang putri bidadari itu untuk segera pulang.
"Tunggu apa lagi,ayo kita pulang sekarang,"Ucap pak dion lalu berjalan menuju ke parkiran,dan Tania pun ikut menyusul nya dari belakang.
Setiba nya di depan parkiran pak dion menoleh ke arah Tania yang masih berjalan menuju ke hadapan nya."Aku tak akan pernah melepaskan gadis cantik ini,Gumam pak dion.
"Pak,aku pulang duluan yaa,"Ucap Tania sambil menatap ke arah mobil kesayangan nya.
"Tania kita pulang bareng yaa,di sana ada mobil aku,"Jawab pak dion sambil menunjuk ke arah mobil yang jauh dari parkiran.
"Maaf pak,Tapi aku bawah mobil sendiri,aku pamit yaa assalamualaikum,"Ucap Tania lalu berjalan menuju ke arah mobil nya.
Pak dion hanya berdiam diri dan mematung,karena ia tak pernah menyangka jika selama ini gadis yang ia kenal dulu begitu polos dan kampungan,namun saat ini ia sudah berubah drastis seperti artis ternama di ibukota tersebut.
"Tania tunggu,aku perlu bicara sebentar dengan mu,"Ucap pak dion sambil bergegas menuju ke arah Tania.
"Ada apa pak?,"Tanya Tania sambil membuka pintu mobil.
__ADS_1
"A-Aku hanya ingin meminta no handphone kamu,boleh kan?,"Tanya pak dion gugup.Tania menjadi serba salah karena bagaimana pun juga ia harus menjaga harga diri nya sebagai seorang istri,namun ia juga tak ingin mengecewakan pria sebaik pak dion.
"Boleh kan Tania?,"Tanya pak dion kembali sambil menatap ke arah Tania,yang masih berdiri kaku sambil menatap ke arah jalanan.
"Iya pak,boleh,"JawabTania pasrah karena ia juga merasa iba melihat pak dion seperti itu.
"Ini no telpon aku pak,aku pamit yaa,"Ucap Tania sambil menyerahkan sebuah kertas kecil kepada pak dion,lalu ia bergegas masuk ke dalam mobil.
"Makasih yaa,"Jawab pak dion sambil menatap ke arah Tania yang sudah menghidupkan mesin mobil lalu berlalu meninggalkan pak dion.
Tinggal lah pak dion seorang diri sambil menikmati kebahagiaan yang tiada tara,yang tak bisa lagi di ucapkan dengan kata-kata.
Ke esokan hari nya!
Tania tanpa merasa bersalah dan berdosa,dan dengan senang hati ia berjalan menghampiri kakak nya,yang sedang asyik menikmati secangkir teh manis di sebuah sofa di ruangan keluarga.
"Kakak,aku kangen banget sama kakak,"Ucap Tania sambil membaringkan kepala nya ke bahu sang kakak,lalu fokus ke layar handphone.
"Kamu darimana saja Tan?,"Tanya Rani sambil menatap ke arah sang ibu,yang sedang berjalan menuju ke hadapan nya.
"Nak,aku sudah buatkan nasi goreng untuk kalian berdua,"Ucap sang ibu.
Tanpa aba-aba Tania langsung bangkit dari pembaringan nya,lalu berjalan melewati meja dan berlalu.
Sang ibu dan Rani hanya bisa geleng-geleng kepala,melihat tingkah Tania yang semakin hari semakin membingungkan.
"Nak,ayo sarapan bersama,"Ucap sang ibu sambil menatap wajah putri nya,"Aku masih ingin menikmati secangkir teh saja bu,"Jawab nya sambil menatap wajah sang ibu yang masih berdiri.
Namun entah mengapa sang ibu tak ingin meninggalkan Rani begitu saja,karena akhir-akhir ini rani lebih senang menyendiri dan tak ada selera makan nya,lalu sang ibu berjalan melewati meja lalu duduk di samping putri nya.
”Nak,kamu baik-baik saja kan?,"Tanya sang ibu lalu memalingkan wajah putri nya ke hadapan nya,Rani hanya bisa menatap wajah ibu nya walau bola mata nya sudah berkaca-kaca,lalu ia bergegas memeluk tubuh sang ibu hingga akhir nya tetesan airmata nya meledak juga di pelukan sang ibu.
Ke dua nya saling berpelukan sambil terisak tangis,karena sang ibu tahu persis jika putri nya sedang tak baik-baik saja,lalu sang ibu tiba-tiba saja kepikiran tentang putri nya,yang sempat berobat ke dokter bulan kemarin,namun ia tak ingin menanyakan hasil apa pun dari nya,sehingga sang ibu lebih memilih berdiam diri lalu memeluk erat tubuh putri nya.
"Maafin Rani bu,aku belum bisa menjadi putri yang baik untuk ibu,dan aku berjanji semaksimal mungkin untuk membahagiakan ibu sebelum ajal menjemput ku,"Gumam Rani sambil memeluk erat sang ibu.
Apa sebenarnya yang terjadi kepada gadis cantik sang pemimpin perusahaan tersebut?mungkin kah Rani menderita penyakit yang serius?dan semoga saja hal itu tak terjadi.
Menit berikut nya Tania tiba-tiba saja datang menghampiri mereka yang masih saja terisak tangis,sehingga Tania begitu penasaran,apa sebenar nya yang terjadi kepada mereka?
Tania menatap ke arah mereka begitu dalam,hingga pikiran nya sudah mulai tak waras,lalu ia berjalan menuju ke kamar tanpa meninggalkan kata sepatah pun.
__ADS_1
Setiba nya di kamar Tania langsung melemparkan tubuh nya ke atas kasur,lalu menatap langit-langit kamar dan berpikir jika mereka menyembunyikan sesuatu dari nya.