
Setelah beberapa menit keadaan menjadi hening,sang ibu segera meninggalkan kamar putrinya karena wanita paruh baya itu menyadari sikap nya begitu berlebihan kepada Tania.
Perlahan-lahan ia memikirkan kembali bagaimana agar ia menebus segala dosa-dosanya kepada Tania.
Namun ia tak jua menemukan jawaban atas apa yang ia pikirkan,semua nya terasa sulit sehingga wanita paruh baya itu hanya bisa berbadan pasrah kepada Tuhan nya.
Istighfar berulang kali agar ia kembali tenang,dan setelah ia merasakan hal itu sang ibu kembali lagi menghampiri ke tiga putri nya.
"Nak,maafkan ibu," pinta nya sambil memeluk Tubuh putri nya"Ibu hanya ingin melihat kamu bahagia,Nak,"sambung nya kembali lalu terisak tangis di pelukan Tania.
Tania tak mampu membuka suara,wanita itu hanya bisa berbadan pasrah sambil memeluk tubuh wanita paruh baya itu begitu erat.
Namun tak selang berapa lama Tari dan Bela pun ikut merasakan kesedihan itu,hingga mampu membuat suasana menjadi duka.
Keesokan harinya.
Setelah berhasil menemui Mita di kantor,gadis berparas cantik itu benar-benar murka terlebih lagi ketika ia melihat sosok Bela telah berdiri di hadapannya.
Bela yang selama ini telah di anggap nya telah habis di telan bumi,namun seketika wanita cantik itu telah menampakkan dirinya di hadapan nya.
Jangan tanyakan lagi bagaimana kaget nya dia,otak dan hatinya terus bertengkar hingga membuat wanita cantik dan seksi itu kikuk di hadapan musuh baginya.
"Mit,kamu kenapa?," tanya Bela pura-pura hanya untuk memastikan keadaan Mita saat ini.
Mita menelan ludah berkali-kali,wanita cantik itu berusaha tegar kan diri agar semuanya terlihat baik-baik saja.
"Mita kenapa diam saja?dan mengapa engkau lari dari tanggung jawab mu?apakah pantas seorang pemimpin datang semau nya saja lalu pergi begitu saja?," tanya Tania sambil duduk berhadapan dengan Mita.
Pertanyaan bertubi-tubi dari Tania membuat Mita mengepalkan tangannya,wanita itu benar-benar tidak terima dengan sikap Tania dan Bela seperti itu.
Mita menelan ludah kasar nya,demi menghindari keributan Mita segera bangkit dari kursi lalu menatap ke arah Bela dan Tania begitu tajam.
"Lebih baik kalian keluar dari ruangan ini," titah Mita sambil menunjukan jari ke arah pintu.
"Keluar!" Teriak Mita
Bela hanya tersenyum lebar sementara Tania,wanita itu berusaha tenangkan diri agar ia bisa menjaga sikap,emosi terkontrol dan lidah bisa terkunci karena bagaimanapun juga dia masih menghargai Mita sebagai sahabat yang baik.
__ADS_1
"Mita,lebih baik kamu duduk kembali,seharusnya kamu menyambut kedatangan kami dengan baik di kantor ini.kamu kan seorang pemimpin,jadi wajar kan kalau kamu menghargai kami sebagai tamu?,"sindir Bela
"Atas dasar apa kamu bisa memerintahkan aku seperti itu Bela? seharusnya kamu sadar diri,sadar jika kamu bukan lah siapa-siapa dari keluarga RANI GROUP," sarkas Mita lalu menuding ke arah Bela.
"Kata siapa Bela bukan bagian dari keluarga Rani group?," bentak Tania lalu bangkit dari kursinya.
Wanita itu benar-benar tidak bisa lagi mengontrol diri,walau dia sudah berupaya sekeras mungkin.namun seketika mendengar ucapan Mita barusan,sang calon ibu tersebut telah kehilangan akal sehatnya.
Sementara Bela,wanita cantik itu segera mendekati Mita"Mit,ucapan kamu memang benar,tapi sayang sekali ucapan kamu itu malah berbalik kepada dirimu sendiri," bisik Bela di telinga wanita seksi itu.
"Apa maksud kamu?," tanya Mita.
Bela segera melangkah kan kaki nya lalu berjalan mengelilingi Mita"Tak perlu aku jelaskan lagi Mit,orang cerdas seperti mu tentu tau kan apa maksud dari ucapan ku barusan?".
Otak dan hati wanita seksi itu terus bertengkar,ia benar-benar tak menyangka jika sepagi ini dia akan mendapatkan tamu tak di undang seperti Tania dan Bela.
Mita menelan ludah kasar nya,tangan terkepal begitu kuat lalu bergegas menggenggam tangan Bela"Ini bukan urusan kamu Bel,lebih baik kamu pergi dari sini dan bawah wanita bodoh ini,"sarkas Mita sambil menuding ke arah Tania.
"Aku,aku bodoh kamu bilang,?" tanya Tania dengan otak mendidih lalu menunjukkan jari Kepada dirinya sendiri.
Plakkk.
Tamparan keras dari Bela telah mendarat cantik di wajah Mita"Jaga ucapan kamu,atau kami akan melemparkan mu keluar dari kantor ini," ancam Bela sambil menunjukan jari ke arah Mita.
Ha-ha Mita tertawa terbahak-bahak.
"Kalian dan aku sama saja posisinya di kantor ini,aku malah lebih di percaya dari pada kalian yang hanya di tugaskan sebagai b**u,"sarkas Mita sekali lagi.
Mendengar ucapan Mita membuat Bela dan Tania mengepalkan tangannya,tanpa aba-aba ke dua nya langsung menyeret Mita keluar dari ruangan kantor.
"Lepaskan aku," teriak Mita membelah diri.
Brugh
Bela membanting pintu begitu keras lalu mengunci nya dari dalam,seketika mereka telah berhasil membawah Mita keluar dari ruangan kantor.
Sementara Mita,wanita cantik dan seksi tersebut memberontak di luar sana,wanita itu benar-benar murka mata memerah dan seluruh tubuh gemetaran.
__ADS_1
"Dasar wanita ja**ng,buka pintu nya atau kalian akan menyesal," teriak Mita dari luar pintu.
Sementara Tania dan Bela,ke dua wanita itu menarik nafas panjang lalu merebahkan tubuh nya di atas kursi dan menenang kan diri untuk sementara waktu.
Detik dan menit terus berputar,setelah menyadari kecerobohan nya Bela segera bangkit lalu menepuk meja begitu keras.
"Ah sial! seharus nya kita tidak mengusir dia dari sini," seru Bela dengan mata memerah dan darah mendidih.
"Emang nya kenapa Bel?," tanya Tania santai sambil menatap ke arah Bela.
Bela mengabaikan ucapan Tania,wanita itu buru-buru melangkah kan kaki nya ke arah pintu.
Ceklek.
Pintu terbuka lebar,Bela menyipitkan matanya"wanita iblis itu ke mana?," tanya nya dalam hati.
Wanita itu semakin kesal karena ia tak berhasil menemukan Mita,tangan terkepal darah mendidih lalu bolak balik sambil berpikir.
"Kamu kenapa Bel?ke mana Mita?,"tanya Tania sambil melirik kanan dan kiri mencari keberadaan wanita seksi itu.
"Entah Tan,kita harus segera mencari dia sekarang," seru Bela lalu melangkah kan kaki nya.
Tania menggeleng kan kepalanya tanda tak setuju,"Aku capek untuk berdebat," gumam nya sambil menyandarkan tubuh nya di pintu.
"Selamat pagi ibu Tania," sapa salah satu karyawan kantor.
"P-pagi juga ibu Dina," sahut Tania sambil tersenyum.
"Tumben ibu datang ke kantor,bagaimana kabar Ibu hari ini?" tanya Dina ramah karena ia tau persis jika Tania adalah orang terdekat sang pemilik perusahaan.
"Alhamdulillah Bu," jawab nya santai karena otak dan hati nya telah bekerja keras memikirkan sikap Bela.
"Syukur lah Bu,apa Ibu Mita ada di dalam?," tanya Dina kembali.
Tania menggeleng kan kepalanya"Dia baru saja keluar Bu."
"Keluar?" tanya Dina kembali lalu berjalan mendekati Tania.
__ADS_1