Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
74.Kejujuran Pak Dion.


__ADS_3

Lagi-lagi pertanyaan dari pria tampan itu membuat Tari semakin bingung"Apa yang harus aku lakukan untuk membungkam mulut pria tampan ini?" gumam nya sembari menelan ludah nya berkali-kali.


Pak dion yang sedari tadi bingung memperhatikan sikap gadis kecil itu,hingga akhirnya ia bergegas bangkit dari tempat nya,lalu mondar-mandir gak jelas di hadapan Tari.


Hal itu membuat Tari tiba-tiba saja memikirkan soal perjodohan sang ibu"Pak dion harus tahu semua ini,"gumam nya sambil menatap ke arah pak dion.


"P-pak apakah bapak bisa mencintai wanita lain selain Tania?"Tanya Tari gugup sembari menunduk kan kepalanya.


Mendengar pertanyaan dari Tari membuat pak dion mengerutkan dahi nya lalu menoleh ke arah Tari"Apa maksud kamu Tari?".


"A-aku cuma pengen tahu soal itu pak,"sahut Tari gugup masih dalam posisi yang sama.


"Oke baiklah, malam ini aku akan jujur kepadamu Tari sebesar apa aku mencintai Tania selama ini,walau aku tahu jika cintaku hanyalah bertepuk sebelah tangan,namun aku tak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Tania," jelas pak dion sambil menyisir seluruh bagian Taman mencari keberadaan Tania.


Tania yang menyaksikan ke dua makhluk aneh bin ajaib itu,hingga membuat pikiran nya mulai tak waras"Aku harus tahu apa yang mereka perbincangkan,"gumam nya sembari melangkah perlahan-lahan.


Langkah demi langkah telah ia habiskan menuju ke tempat ke dua makhluk itu,hingga mampu membuat jantung nya berdebar kencang.


Namun jarak di antara mereka dengan Tania masih sangat jauh,sehingga ia tak dapat mendengar apa yang mereka perbincangkan.


Tania menghentikan langkahnya sejenak sambil menarik napas nya perlahan-lahan,lalu berlari tanpa jeda melewati mobil pak dion dan memilih untuk berdiam diri,di sebuah bunga dengan daun yang sangat rimbun.


"Alhamdulillah," gumam nya sambil mengelus-elus perut nya.


Ke dua makhluk bin ajaib itu sudah mulai bersaksi untuk mengeluarkan segala unek-uneknya.


Mendengar ucapan pak dion membuat Tari membelalakkan matanya,"Apa!" sontak Tari kaget.


Hal itu membuat pak dion semakin bingung"Apa sebenarnya yang di ketahui oleh gadis kecil ini,"gumam nya sambil menatap ke arah Tari.


Dengan Tatapan pak dion begitu membingungkan sehingga mampu membuat gadis kecil itu beranjak dari tempat nya lalu menatap pak dion begitu dalam.


"Walau apapun rintangannya pak? benar begitu?"Tanya Tari serius.


"Iya benar Tari,dan kamu harus membantu aku untuk mendapatkan cinta dari Tania,sahut pak dion sambil menarik ke dua tangan gadis kecil itu lalu menatap nya penuh permohonan.

__ADS_1


"Oh Tuhan,ampuni hamba mu ini yang telah berani mencintai istri si pangeran tampan,"gumam Tari sambil menarik tangan nya perlahan-lahan.


Tania yang menyaksikan hal itu membuat bola matanya berkaca-kaca "M-aafin aku pak,karena aku sudah memiliki pasangan,walau ia tak pernah menganggap ku ada,"gumam nya sambil menatap ke arah mereka.


"M-maafkan aku pak,aku tak bisa melakukan itu," jelas Tari sambil mundur perlahan-lahan dari hadapan pak dion.


"Bagus Tari,kamu ternyata bisa di andalkan,"gumam Tania sambil menyeka airmata nya.


Mendengar ucapan Tari membuat pak dion semakin yakin,jika gadis kecil itu menyembunyikan sesuatu dari nya.


Tubuh yang sudah melemas sejak tadi memohon di hadapan Tari agar ia bisa membantu nya,kini kembali tegap lalu berjalan mengelilingi gadis kecil yang sudah tak berdaya.


"Tolong katakan kepadaku Tari,apa sebenarnya yang engkau rahasiakan dariku?Tanya pak dion masih dalam posisi yang sama.


Mendengar ucapan pak dion membuat tubuh Tania mulai keringat dingin,namun ia berusaha tenangkan diri agar ia bisa menyaksikan pertunjukkan berikutnya.


Sedangkan gadis kecil itu sudah mulai kehilangan akal sehat nya,setelah ia melihat pak dion sudah kehabisan kesabaran nya.


"Oke baiklah,malam ini juga bapak harus tahu apa sebenarnya yang terjadi," ujar Tari sambil menyisir kembali taman itu mencari keberadaan Tania" Kakak ke mana si?sungguh terlalu," gerutu Tari sambil menelan ludah nya berkali-kali.


"Oke Tari! Katakan lah yang sejujur nya,"Teriak pak dion.


"Baiklah pak,dan satu hal yang bapak harus ketahui..!."


Tari berdiam diri sambil menatap wajah pak dion begitu dalam,gadis kecil itu benar-benar bisa di andalkan untuk menyelesaikan suatu masalah.


Walau berat rasanya ingin mengatakan yang sebenarnya,namun bagi nya kejujuran harus di tegakkan walau kenyataan nya itu pahit.


"Katakan lah Tari,aku sudah siap mendengar itu semua,"ujar pak dion berbadan pasrah.


Gadis kecil itu berganti posisi dengan pak dion,pak dion yang tak sabar menunggu jawaban dari Tari kini berdiam diri dan mematung di hadapan Tari.


Sedangkan Tari ia mulai berjalan lalu mengelilingi pria tampan itu,hingga mampu membuat pak dion dan Tania menganga dan membulatkan matanya.


"Apa bapak tahu,mengapa ibu mengundang bapak untuk segera datang ke istana malam ini?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Tari membuat Pak dion terpaku lalu bergegas menggelengkan kepalanya.


"Baiklah! aku akan mengatakan yang sebenarnya,tapi bapak harus janji satu hal,"ujar Tari sembari menghentikan langkahnya lalu menunjukkan jari ke hadapan pak dion.


Hal itu membuat Tania tersenyum lebar dan bernapas lega lalu bergumam"Kamu hebat Tari,lanjutkan."


Tanpa pikir panjang pak dion langsung berkata"Oke Tari,aku berjanji untuk menuruti segala kemauan kamu."


"Bagus! Aku cuma minta satu hal kepada bapak jika rahasia ini cukup aku dan bapak yang tahu,dan satu lagi bapak harus menjauhi ibu," jelas Tari sambil memalingkan tubuh nya dari pak dion.


Mendengar ucapan Tari membuat pak dion kehilangan akal sehat nya"Apa maksud kamu Tari?aku tak bisa melakukan hal itu,karena aku sangat mencintai putri nya."


"Putri mana yang bapak maksud?Tolong jawab."Teriak Tari masih dalam posisi yang sama.


Tari tak mampu untuk menatap ke arah pak dion,karena ia tahu persis jika pak dion sangat terpukul jika tahu kebenaran nya.


Mendengar teriakan Tari membuat pak dion mengepalkan tangannya lalu berjalan ke hadapan Tari.


Sedangkan Tania sudah tak tahan lagi untuk mendengarkan percakapan mereka,namun ia juga tak tega untuk meninggal kan Tari seorang diri.


"Tatap wajah aku Tari agar kamu bisa merasakan,bagaimana penderitaan aku selama bertahun-tahun?menyimpan rasa yang tak pernah terbalaskan sampai detik ini,tatap wajah aku Tari,"Teriak pak dion sambil bercucuran airmata.


Gadis kecil itu tak mampu untuk menatap wajah pak dion,karena tubuh nya sudah tak berdaya dan airmata nya sudah jatuh bercucuran di hadapan pak dion.


Sedangkan Tania dengan sikap tegas dan kejujuran yang di miliki oleh pak dion.


Sehingga mampu membuat tetesan airmata nya jatuh bercucuran ke bumi,dan Tania baru menyadari jika cinta pak dion selama ini begitu tulus kepadanya.


"Oh Tuhan,apa yang harus aku lakukan?mengapa pak dion baru mengatakan yang sebenarnya?setelah aku sudah di miliki orang lain," batin Tania.


"Baiklah Tari,aku bisa mengerti perasaan kamu,tapi kamu harus ingat satu hal,sampai kiamat pun aku akan berusaha untuk mendapatkan Tania,camkan itu," ujar pak dion lalu berjalan menuju ke mobil.


Mendengar ucapan pak dion membuat Tari mengepalkan tangannya lalu berteriak"Itu tak akan mungkin terjadi pak,kecuali Allah berkehendak."


Mendengar teriakan Tari membuat Pak dion menghentikan langkahnya,lalu bergegas berjalan menuju ke hadapan Tari"Apa maksud dari ucapan kamu Tari?Ayo katakan yang sebenarnya."

__ADS_1


Tanpa membuang-buang waktu gadis kecil itu langsung berkata yang sejujurnya"Ibu inginkan bapak menikah dengan putri nya yang bernama Rani," jelas Tari sambil berjalan.


Mendengar kejujuran Tari membuat Pak dion tak berdaya"Tidak,itu tidak akan mungkin terjadi,"Teriak pak dion sambil mengacak-acak rambutnya.


__ADS_2