
Dendam yang begitu besar yang di Miliki oleh nya beberapa hari yang lalu,Kini sudah terbayar tuntas dengan cara kekerasan yang dilakukan oleh nya.
Surat perjanjian adalah pegangan yang kuat bagi nya,sehingga Bela berpikir jika dirinya sudah menang di atas segala-gala nya.
Sehingga Mereka merayakan kemenangan itu di sebuah club malam terbesar di kota tersebut.
Rasa tak percaya jika salah satu orang ke percayaaan pak Ammar selama ini,ia ikut serta dalam merayakan pesta meriah bersama dengan wanita licik seperti Bela.
”Pak Leo,”Teriak pak ammar.
Pak Leo tak bisa lagi berkata apa-apa,ketika pria yang selama ini telah memberi kepercayaan begitu besar kepada nya,namun ia malah bekerjasama dengan wanita licik seperti Bela selama ini.
”Aku telah menduga jika kamu adalah ladang di balik kehancuran aku saat ini,"Ucap pak ammar.
”Maafin aku pak,aku terpaksa melakukan ini semua karena aku butuh uang dari Bela."Jawab pak leo.
”Berapa bayaran kamu untuk mengkhianati aku?aku bisa bayar dua kali lipat dari itu,Namun kamu harus kembalikan keadaan yang sudah hancur seperti ini."Ucap pak Ammar
Bela tertawa lega,ia Berpikir jika hubungan Tania dan pak Ammar sudah hancur di ambang pintu,Namun dugaan itu justru malah sebaliknya.
”Maafin aku pak,aku berjanji tidak akan mengulangi kembali kesalahan yang telah aku lakukan."Jawab pak leo.
”Cukup,hari ini juga kamu keluar dari perusahaan aku,dan kamu jangan pernah muncul lagi di hadapan ku."Teriak pak Ammar.
Pak Leo hanya bisa menerima keputusan itu dari pak Ammar,ia begitu menyesali kesalahan besar, yang telah ia lakukan kepada orang baik seperti Pak Ammar.
”Dan kamu Bela,mana surat perjanjian itu?",Tanya pak ammar.
”Kamu mau apa mas,surat itu aku sudah simpan sebaik mungkin,agar kamu bisa menjadi milik ku seutuh nya."Jawab Bela.
”Jangan pernah mimpi kamu,aku akan segera menikahi Tania secepat mungkin."Ucap pak Ammar.
”Jangan harap hal itu bisa terjadi mas,buang khayalan kamu untuk menikahi gadis miskin itu."Jawab Bela.
”Cukup Bela,kamu lihat saja nanti".Teriak pak Ammar sambil menampar wajah Bela.
”Aku sudah puas melihat kehancuran kamu mas."Teriak Bela sambil menatap ke arah pak Ammar,yang sudah pergi meninggalkan nya.
Senyuman manis Tania kini kembali terpancar di wajah nya,setelah melihat Rani sudah sadar diri saat itu.
Namun ia tak ingin membuat Rani banyak berpikir dulu,Rani menatap ke wajah Tania yang sudah berada di dekat nya saat itu.
Rani kembali berpikir dengan ucapan nya subuh tadi, Bangaimana nasib Tania jika ia benar-benar pergi meninggalkan nya.
Airmata nya kembali menetes dari mata yang indah itu,dan merenungi bangaimana nasib anak yang telah begitu baik kepadanya.
Keluarga Tania sudah cukup baik pada Rani,sehingga ia tak mampu untuk melukai hati mereka.
”Tan,apa rencana kamu selajutnya?",Tanya Rani.
Tania tak bisa menjawab pertanyaan dari Rani barusan,dirinya masih bingung untuk melangkah dengan situasi rumit seperti ini.
”Apa sebaik nya kamu dan pak Ammar,menikah saja secara diam-diam terlebih dahulu."Ucap Rani.
”Lalu bangaimana dengan ayah,dan ibu,serta Abah Ran?mereka akan kecewa dengan semua ini."Jawab Tania.
”Justru aku memberi saran agar kamu bisa selamat dari itu Tan,karena keadaan makin rumit saat ini."Ucap Rani.
Tania mempertimbangkan kembali saran dari Rani,namun ia belum bisa memutuskan apa-apa.karena ia harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari pak Ammar.
”Aku masih bingung Ran,dan aku sudah membuat kamu kecewa terhadap aku."Jawab Tania sedih.
Rani mengerti apa yang di maksud oleh Tania,namun ia tak ingin Tania menjadi serba salah kepada nya.
”Tan,Aku tahu kalian sudah melakukan kesalahan besar.Dan aku minta satu hal untuk itu,kalian harus menikah secepat mungkin."Ucap Rani
”Jika itu jalan yang terbaik,maka aku akan menuruti semua kemauan kamu Ran,dan aku juga boleh meminta satu hal darimu."Jawab Tania.
”Apa itu Tania?".
”Seperti janji kamu beberapa hari yang lalu,kita akan selalu bersama apa pun keadaan nya."Jawab Tania.
Airmata dari seorang sahabat yang begitu tulus,kini menetes kembali dari mata indah nya.
Bangaimana ia bisa meninggalkan Tania?sedangkan selama ini ia berjuang mati-matian untuk menyatukan mereka.
”Iya Tan,aku minta maaf yaa.sudah jangan nangis lagi,lihat tu wajah kamu sudah jelek",Ucap Rani.
Mereka tertawa bersama,walau dalam keadaan serumit seperti ini.
mereka masih bisa tersenyum,untuk dunia yang masih berpihak kepadanya.
Tuhan punya rahasia di balik semua ujian yang menerpa nya.
Karena manusia tanpa ujian,maka
__ADS_1
mereka tidak akan pernah bersyukur.dan mengambil pelajaran dari semua apa yang sudah terjadi.
”iya Ran,aku mandi dulu yaa",Jawab Tania
"Iya Tan,"
Setelah Tania pergi meninggalkan Rani seorang diri,ia teringat kembali dengan sosok pria yang telah menolong semalam.
Rani begitu penasaran dengan pria yang bertubuh kekar itu,Namun pria itu begitu asing baginya.
Ia begitu berharap Tuhan masih bisa pertemukan mereka,agar Rani bisa mengucapkan ucapan terimakasih nya kepada nya.
Menit demi menit Rani masih memikirkan pria itu,namun pikiran itu melayang pergi setelah Tania datang menghampiri nya.
”Cieee,kamu kenapa Ran senyum-senyum sendiri?",Tanya Tania.
”Aahh,kamu hanya bisa ganggu saja."Jawab Rani.
”Iya,iya,gimana perasaan kamu sekarang Ran?
”Aku baik-baik aja kok Tan,Aku cuma mau makan,tolong ya Tan.
"Iya Ran".
Tania segera melangkah pergi,namun Rani tiba-tiba kepikiran soal pak ammar.
”Ke mana Dia?Tidak mungkin dia ngantor hari ini."Gumam Rani.
Tak lama kemudian Tania segera datang membawah sebuah makanan untuk mereka berdua.
Rani begitu sangat bersalah karena ia sudah berbuat kasar kepada pak Ammar subuh tadi.
”Tan,pak Ammar ke mana?".
”Untuk sementara waktu biarkan ia tenang dulu Ran,aku yang menyuruhnya untuk pergi"Jawab Tania.
Rani semakin merasa bersalah kepada pak Ammar,Namun ia juga tak ingin menunjukkan sikap itu kepada Tania.
Biarkan pak Ammar untuk berpikir langkah apa yang harus ia tempuh untuk hari esok.
”Sudah,kamu makan dulu,biar aku yang suapin yaa."Ucap Tania.
”Aku bisa sendiri,kamu makan juga yaa,dan setelah itu kita cari pak Ammar"Jawab Rani.
”Lebih baik kita berdiam diri saja dulu Ran,aku takut jika Bela menyerang kita lagi",Ucap Tania.
Namun ia mengingat kembali jika dirinya belum stabil untuk melakukan apa-apa,ia kembali berpikir bangaimana agar ia bisa merebut surat perjanjian itu.
”iya Tan,namun kita harus berusaha untuk mengambil surat perjanjian itu".Jawab Rani
”Lalu bangaimana caranya Ran?kamu kan tahu sendiri,Bela Seperti apa."Ucap Tania.
Rani tak punya jawaban untuk itu,Namun ia berusaha bangaimana pun cara nya,agar ia bisa mengambil surat itu.
________________________
Hari sudah hampir gelap,namun pak Ammar belum juga pulang saat itu.
Rani dan Tania menjadi penasaran,ke mana pria tampan itu yang telah berhasil merebut harta paling berharga Tania malam itu?
Jam demi jam sudah berlalu,namun akhirnya pak Ammar dan sang dewa penolong Rani,kini datang juga saat itu.
Rani mencoba melangkah untuk menemui pak Ammar,Namun langkah nya berhenti tiba-tiba,ketika melihat pria itu sudah berdiri tegak di hadapannya.
”Assalamu'alaikum mba,Bangaimana kabar nya?".Tanya pria itu.
”Wa'alaikumussalam mas,alhamdulillah sudah baikan kok mas",Jawab Rani.
”Syukur Alhamdulillah mba,Oh ya,Perkenalkan nama aku Muh.Taufik mba,panggil Taufik aja”.Ucap Taufik.
”Iya mas,aku Rani."Jawab Rani.
”Makasih banyak atas bantuan nya semalam mas,Jazakillahu Khairan."Ucap Rani.
”Wa iyyaki mba Rani"Jawab Taufik.
"Cieee.."Ucap pak Ammar.
”Apa si pak,Pak Besok pagi aku mau bicara penting sama bapak”.Jawab Rani.
”Iya Ran,besok kalian gak usah ngantor dulu yaa,untuk sementara waktu biar pak Taufik yang temani aku,dan kalian fokus istirahat dulu."Ucap pak Ammar.
"Iya mba Ran,benar kata pak Ammar,kalian harus fokus istirahat dulu."Jawab pak Taufik.
”Iya pak,Terimakasih banyak sebelumnya."Ucap Rani.
__ADS_1
Keesokan hari nya pak ammar menemui Rani setelah selesai shalat subuh,Namun ia tahu jika Rani akan memberontak soal surat perjanjian itu.
”Pak bangaimana dengan surat perjanjian itu,Apa bapak sudah dapatkan dari Bela?",Tanya Rani.
”Maafkan aku Ran,Aku belum bisa mengambil surat itu dari Bela sekarang."Jawab pak Ammar.
”Lalu bangaimana dengan lamaran bapak kepada ke dua orang tua Tania?"Tanya Rani.
Pak Ammar tak punya jawaban untuk pertanyaan dari Rani barusan,ia sangat menyesali dengan apa yang sudah ia lakukan.
”Bapak benar-benar sudah membuat aku malu di depan keluarga Tania."Ucap Rani
”Aku siap menikahi Tania secara sirih,semua nya sudah bereskan Ran?".
”Kamu sudah benar-benar keterlaluan pak,Bapak pikir setelah menikahi Tania secara sirih,semua masalah akan selesai?".Tanya Rani.
”Aku akan bayar semua itu Ran."Teriak pak Ammar.
Tania sangat terpukul setelah mendengar teriakkan pak Ammar barusan,ia tak menyangka jika pak Ammar sudah berubah seperti itu.
”Kamu sudah gila pak,Syetan apa yang telah merasuki mu sehingga kamu berubah seperti itu?".Teriak Rani.
”Cukup,Kalian sudah benar-benar memalukan,dan kamu mas.
Walaupun aku miskin,namun kamu jangan seenak nya berbicara seperti itu.".Ucap Tania.
Pak Ammar sudah tidak punya pilihan lain selain menikahi Tania secara sirih,sedangkan Tania sudah benar-benar pasrah dengan keadaan.
”Maafkan aku Tan,Aku hanya bisa melakukan itu.
Jawab pak Ammar.
”Oke mas,aku siap untuk itu.Namun kamu harus ingat 1 hal, pernikahan kita hanya resmi secara agama,tidak dengan hukum."Ucap Tania.
”Maafin aku Tan,ini semua salah aku,dan aku tidak tahu kenapa pak Ammar sudah berubah seperti itu."Gumam Rani.
”Aku tahu itu Tan,Maafkan aku untuk itu,dan aku janji aku akan menebus semua kesalahanku."Jawab pak Ammar.
”Menebus dengan cara mengandalkan uang kamu yaa pak?
Ingat pak,tidak semua apa yang ada di muka bumi ini harus di bayar dengan uang."Ucap Rani.
”Cukup Ran,kamu sudah tidak sopan padaku,besok aku akan menikahi Tania dan kamu akan jadi wali dari Tania."Jawab pak Ammar.
”Aku butuh waktu untuk berpikir mas,dan untuk sementara mas gak usah temui kami di sini."Ucap Tania.
”Aku siap untuk itu pak,Dan setelah kalian menikah,Tania ikut dengan ku dan kembali ke kota."Jawab Rani.
Pak Ammar tidak bisa menerima semua keputusan dari Rani,sedangkan Tania sudah sangat kecewa dengan tingkah laku pak Ammar.
”Tania harus bertahan di sini,karena ia sudah sah jadi istri aku".Ucap pak Ammar.
”Semua keputusan dari Tania,Namun kamu ingat satu hal pak,tidak selamanya kamu akan berjaya Seperti ini."Jawab Rani.
Tania sudah benar-benar tak tahu harus melakukan apa,ia hanya bisa meratapi nasib nya saat ini.
”Cukup Ran,Kamu sudah benar-benar mematahkan semangat ku,dan mulai skrg aku yang memutuskan semua masalah ini."
”Pak,Apa sebaik nya bapak berpikir lebih jernih kembali,bukan ka bapak sudah melamar calon istri bapak dengan Baik?".Tanya pak Taufik.
”Sebaik nya bapak gak usah ikut campur masalah ini,Dan aku minta kalian harus menuruti segala perintah aku."Jawab pak Ammar.
”Aku bukan ikut campur pak,Namun aku cuma meluruskan sedikit masalah ini."Ucap pak Taufik.
”Jangan di ladeni lagi pak,dia sudah kemakan dengan rayuan istri pertama nya."Jawab Rani.
”Cukup Ran,Teriak pak Ammar sambil menampar wajah Rani."
Pak Taufik tidak menerima pak Ammar memperlakukan Rani Seperti itu dan begitupun Tania.
Pak Ammar sudah benar-benar berubah drastis,hingga orang-orang yang selama ini menganggap dia baik,ternyata mereka salah menilai.
"Bapak sudah benar-benar keterlaluan Kepada seorang wanita,Ayo sini lawan aku pak".
Jawab pak Taufik sambil menghajar pak Ammar.
”Cukup mas,Mas sudah benar-benar keterlaluan."Teriak Tania.
”Cukup,cukup!Sekarang kamu sudah berani menampar aku pak,aku ikhlas,namun bapak ingat satu hal. suatu hari nanti kamu akan menyesal."Ucap Rani.
Mereka meninggalkan pak Ammar seorang diri,dan pak Taufik dan Tania segera membawah Rani ke dalam kamar.
Mereka sungguh tak mengerti,mengapa pak Ammar secepat itu berubah?apa sebenarnya yang terjadi.
Tania mempertimbangkan kembali tentang niat pak Ammar,untuk menikahi nya secara sirih,karena pernikahan tersebut memiliki byk resiko.
__ADS_1
Terlebih lagi dengan sikap yang baru saja ia tunjukkan kepada semua orang,Tania sudah benar-benar tak ingin mengenal nya kembali.