
Makan malam telah tersaji setelah usai melaksanakan sholat magrib berjamaah,para rombongan segera melangkah menuju ke meja untuk mengisi perut yang sedari tadi keroncongan.
Kali ini suasana makan malam begitu sempurna,setelah kehadiran sosok pria tampan yang begitu sangat di inginkan sang ibu menjadi calon menantu nya.
Kalau boleh jujur wanita paruh baya itu benar-benar sangat mengagumi sosok pak Dion.
Banyak kelebihan yang di miliki oleh pria itu,hingga membuat wanita paruh baya itu tergila-gila ingin menjadikan dia sebagai calon menantu nya.
Entah siapa yang akan beruntung mendapatkan pria itu, sementara sang ibu memiliki empat biji putri yang memiliki paras wajah yang cantik-cantik nan sholeha.
Namun untuk saat ini pria itu hanya bisa menyimpan satu nama,nama yang sudah tertulis sejak lama di palung hati yang paling dalam.
Bisa jadi esok hari nama itu akan tergeser,tak ada manusia yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi esok hari.
Karena Takdir manusia sudah tersusun rapi dengan sendirinya.
"Silahkan menikmati hidangan nya,Nak." pinta sang ibu.
"Terimakasih Bu,"sahut pria itu sambil menjalankan aksinya, begitupun dengan ke tiga bidadari itu.
Setelah usai menikmati hidangan malam,para rombongan kembali lagi berkumpul di ruangan keluarga,sang ibu memberi ceramah-ceramah singkat kepada mereka.
Walau mereka tak ada hubungan darah,namun wanita paruh baya itu tak pernah memikirkan soal itu,yang jelas orang-orang yang sedang berada di samping nya saat ini adalah mereka sudah masuk dalam bagian keluarga nya.
Mereka adalah amanah-amanah dari Tuhan nya, putri-putri yang tersesat di luaran sana,hingga Allah menyatukan mereka layak nya seperti anak dan ibu,kakak dan adik.
Wanita paruh baya itu tak pernah melihat dari masalalu nya,pelacur,kelaparan,bahkan pembunuh sekali pun yang terpenting adalah siapa mereka saat ini?
Sungguh aneh bukan?
Apalagi manusia yang hidup di akhir zaman sekarang ini,kebanyakan manusia hanya terpaut pada harta saja,maksud nya mereka hanya menilai manusia dari sisi keadaan nya saja.
Lantas siapa lagi yang berhak menyelamatkan anak-anak terlantar seperti mereka?semua nya akan kembali kepada diri masing-masing.
Semoga menjadi ladang pahala untuk sang ibu tercinta.
__ADS_1
Ting..tong.
Suara bel rumah berbunyi begitu nyaring,mereka saling menatap satu sama lain.
Otak dan hati Tania terhubung begitu cepat,entah mengapa wanita itu begitu yakin jika yang datang bertamu adalah sang suami.
Wanita itu menarik napas panjang,darah mendidih,tangan terkepal begitu erat dan tanpa aba-aba dia pun segera berjalan menuju ke pintu.
Ceklek.
Pintu terbuka secara perlahan-lahan,emosi yang tertahan kan kembali meredah,bola matanya kini telah basah dengan linangan airmata.
Kerinduan yang terpendam begitu lama,kini telah terobati dengan hadir nya tamu tak di undang ini.
"Kakak."
Pelukan begitu erat langsung mendarat pada tubuh tamu ini,linangan airmata kini telah membanjiri kelopak matanya.
Mereka berpelukan begitu erat dan para rombongan yang lain kini mereka perlahan-lahan bangkit dari sofa dan berjalan menuju ke pintu utama.
Ke tiga wanita itu berpelukan, sementara Bela dan pak Dion kini telah berdiri kaku,menundukkan kepalanya pikiran dan hatinya saling terhubung begitu cepat.
"Apa yang harus aku lakukan?,"gumam Bela.wanita itu menyadari jika dirinya akan di tendang dari keluarga ini.
Begitupun dengan pak Dion, rasa-rasanya pria itu ingin segera menghilang dari peredaran bumi,menyadari jika selama ini hubungan di antara gadis itu tak pernah akur.
Sementara Tari,gadis kecil itu tampak bersorak gembira.karena wanita yang selama ini telah di tunggu-tunggu kini telah berdiri tegap di hadapan nya.
1,2,3,4,5.
Rani menatap ke arah makhluk yang kini telah berdiri tegap di hadapan nya secara bergantian.
Pertama-tama bola matanya tertuju pada pria itu,lanjut pada Bela,dan ke tiga pada gadis menggemaskan yang sudah tersenyum lebar.
Ke empat tertuju pada Tania,dan terakhir kepada sang ibu tercinta,wanita itu benar-benar bingung mengapa rumah ini seperti nya ramai dengan orang-orang asing Menurut nya?
__ADS_1
Asing bukan berarti tak saling mengenal,tapi mereka adalah orang-orang yang selama ini mengganggap nya musuh baginya.
Rani tak dapat membuka suara,wanita itu hanya menatap ke arah sang ibu dan Tania,ingin mendapatkan penjelasan secara detail.
Namun sang ibu bergegas memberi isyarat agar dia terlihat tenang,dan esok hari mereka akan memberi penjelasan secara detail.
Sang ibu dan Tania segera membawah wanita cantik itu menuju ke kamar milik nya. sementara Tari,gadis kecil itu segera menyeret koper yang tertinggal di depan pintu.
Tinggal lah pak Dion dan Bela merenungi dirinya,menundukkan kepalanya sembari menyadari kesalahannya,ke dua makhluk itu benar-benar malu luar biasa.
"Siapa dia," tanya Rani bingung sambil tersenyum lebar menatap ke arah gadis kecil itu.
"A-aaku Tari kak,"sahut nya gugup sambil menundukkan kepalanya.
Gadis kecil itu tiba-tiba saja menjadi kaku,tubuh nya berkeringat dingin otak dan hatinya saling terhubung begitu cepat.
Apa mungkin dia bisa menerima kehadiran aku?aku hanyalah pendosa,manusia menjijikan,tak punya keluarga,ayah ku seorang penjahat.
Memikirkan semua itu membuat gadis kecil itu meneteskan airmata nya,membenci kehidupan nya,dan rasa-rasanya dia ingin berteriak sekencang-kencangnya.
"Hey..kenapa kamu menangis sayang?" Rani segera memeluk tubuh gadis kecil itu.
"J-jangan peluk aku kak,aku hanyalah manusia menjijikan,kakak tak pantas memeluk aku."
Tangisan gadis kecil itu semakin meledak,pikiran nya beralih ke masalalu nya sebagai wanita pelacur"Aku benci kehidupan ini," batin nya menjerit.
Rani yang tak tau asal usul gadis kecil itu hingga membuat nya bingung,menatap ke arah sang ibu dan Tania agar mendapatkan penjelasan darinya.
Namun ke dua wanita itu tak mampu memberi penjelasan apa-apa,bola matanya berkaca-kaca dan ke dua nya layak nya seperti patung yang bernyawa.
Karena tidak mendapatkan penjelasan apa pun,Rani perlahan-lahan melepaskan diri dari gadis kecil itu,lalu berjongkok di hadapan gadis kecil yang masih terisak tangis.
"Coba katakan padaku,apa yang membuat kamu menangis dan berkata seperti itu?."
Gadis kecil itu hanya menatap nya penuh duka,berurai airmata dan bibir nya gemetaran.
__ADS_1
Padahal kedatangan Rani adalah hal yang paling di tunggu-tunggu,rasa penasaran begitu besar,tapi entah mengapa setelah bertemu dengan nya,gadis kecil itu merasa tak pantas berada di rumah itu.