Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
14.Ujian Keimanan Tania.


__ADS_3

Senyuman manis dari wajah Rani dan pak Ammar kembali pula terpancar di wajah nya,setelah dokter memutuskan jika gadis desa yang hampir saja membuat mereka cemas apalagi jantungan hari kemarin,tidak menderita penyakit yang serius,hanya saja butuh waktu istirahat yang cukup,dan jangan sampai shock berat.


Gadis cantik itu masih terbaring di atas brankas,lalu di antar oleh para rombongan suster menuju ke sebuah kamar VIP,untuk menjalani perawatan lanjutan sampai ia benar-benar pulih.


Setiba nya di kamar!


Gadis Cantik itu sudah tak ingin menjalani perawatan lebih lanjut,dan ia malah memilih untuk kembali ke tempat ternyaman baginya,lebih tepat nya kontrakan yang penuh cerita dan airmata.


”Ran,aku sudah baik-baik saja,kita pulang yuk aku kangen di rumah kontrakan.”


Gadis polos itu tak ingin meresahkan orang-orang yang ada di sekeliling nya,hingga ia pura-pura kuat di hadapan mereka,agar semua nya terlihat baik-baik saja,maksud nya pura-pura sehat padahal seluruh tubuh nya masih lemah tak berdaya.


Cukup Ani..!Pura-pura kuat itu sangat melelahkan apalagi soal cinta.


"Tan,.kamu masih butuh istirahat di sini,ini permintaan dokter bukan aku".


”Tapi Ran..!.”


Rani hanya bisa geleng-geleng kepala karena ia tahu persis apa yang ada di otak gadis polos itu,hingga ia tak mau kalah akhir nya ia melangkah menuju ke sebuah meja mengambil sepiring nasi lalu ia kembali lagi.


”Tan,.aku suapin yaa karena tubuh mu butuh asupan gizi,karena pura-pura kuat itu butuh tenaga.”


Hahaha,ke dua nya tertawa kecil namun si gadis polos itu tetap saja menutupi apa yang sudah bersarang di otak nya,maksud nya malu karena ia ketahuan bohong.


”Apa si Ran,aku bisa makan sendiri”,ucap nya sambil menatap sepiring nasi di hadapan nya,yang sudah siap berterbangan ke perut gadis cantik itu.


”Please...!jangan protes lagi,ayo buka mulut,kata ibu kalau makan dari tangan orang lain itu pasti rasanya enak banget.”


Tania menatap sejenak kepada siapa yang saat ini berada di hadapan nya,lalu mengangguk tanda ia sudah mengalah dan patuh saat itu juga,Oke..!baik lah kita mulai mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi.”


”Iya de,Tapi janji kita harus pulang secepat nya dari sini”.


Rani hanya bisa mengangguk ke pada gadis polos itu,lalu ia segera menyuapi gadis polos itu,namun setiap kali suapan yang sudah berhasil ia lakukan,hingga pikiran nya tiba-tiba saja gentayangan dengan ribuan rasa takut yang akan terjadi esok hari?jika pak ammar mampu membuat nya jatuh cinta.


Ada banyak hal yang ia takutkan bukan berarti Rani tak setuju,namun karena ia tahu persis bangaimana perjalanan hidup sosok pria tampan,yang sudah berani jatuh cinta kepada gadis polos itu.


Beberapa menit kemudian!

__ADS_1


Pria Tampan itu akhir nya menampakkan juga batang hidung nya,tanpa aba-aba ia sudah berdiri tegap dan tersenyum manis,kepada Tania entah dari planet mana ia berasal.


”Cie,...!Goda Rani hingga gadis polos itu sudah memerah wajah nya,dan bersikap kaku di hadapan pria tampan itu.


”Cukup Ani..!tundukkan pandangan mu,karena ia adalah ujian keimanan bagimu.”


”Apa si Ran..!kamu tu yaa selalu nya saja punya pikiran negatif”,Jawab Tania menundukkan kepalanya.


"Sudah,sudah,kalian masih saja bersikap seperti anak kecil”,Ucap pria tampan.


Suasana menjadi hening seketika karena mereka masing-masing sibuk memikirkan,ujian apalagi yang harus ia hadapi esok hari setelah ini.


Kedatangan pak ammar kali ini jauh lebih berbeda dari hari-hari sebelumnya,hingga Rani tersenyum sendiri menatap ke arah pak ammar,yang masih saja berdiri di hadapan tania,seperti bodyguard yang siap menjaga ke dua gadis cantik itu.


Namun apa pun yang akan terjadi esok hari,Rani sudah berjanji akan selalu menjaga Tania,karena ia merasa sudah berjasa lebih banyak kepada gadis polos itu.


Hingga suasana menjadi berubah kembali,ketika Otak Rani sudah mulai tak waras,dengan tingkah aneh nya yang selalu saja membuat suasana menjadi ramai.


”Aku Laper...!Ucap Rani sambil mengelus perut yang sudah keroncongan sejak tadi.


Mereka tertawa bersama hingga suara nya meledak seketika di kamar itu,tanpa sadar jika mereka berada di rumah sakit.


”Ups...!Jangan brisik,ayo makan Ran,atau mau aku suapin biar kamu gak seperti anak kecil lagi?.”


Gadis cantik itu hanya geleng-geleng kepala,lalu ia kembali melanjutkan aksi nya seperti anak kecil.


”Ogah..!aku bisa sendiri”.


Gadis cantik itu sudah mulai mengisi perut nya di sebuah kursi,sedangkan pak ammar dan Tania mereka hanya bisa tersenyum,menatap ke arah di mana Rani sudah menikmati makanan nya.


Menit berikut nya si pria tampan itu menoleh ke arah gadis,yang masih terbaring di atas brankas sambil menatap ke langit-langit kamar itu.


”Mba..!gimana kabar kamu hari ini?jangan banyak mikir dulu yaa,dan ingat harus fokus pada kesehatan terlebih dahulu”.


Wajah Tania sudah mulai memerah dan debaran jantung nya tak bisa di tuliskan lagi dengan sebuah kata-kata,dan sepertinya tak lama lagi kupu-kupu jahat akan berterbangan mengelilingi ruangan tersebut.


Namun!

__ADS_1


Semua itu berhenti tiba-tiba saja,ketika Rani kembali membuat suasana menjadi berubah.


”Cieee,...!panggil Tania saja pak,biar lebih enak”Jawab Rani


”Apa si Ran?kamu makan sekarang biar gak cengeng lagi”.


”Sudah,...sudah,iya sudah mulai sekarang boleh kan kalau aku panggil nama saja?”,Tanya pak ammar sambil menatap wajah Tania penuh dengan love-love,hingga mampu membuat tubuh gadis polos itu,menjadi kaku dan keringat dingin saat itu juga.


Seperti nya keimanan gadis itu sedang di uji oleh Tuhan- nya,namun bagaimana pun juga ia menyadari jika saat ini,diri nya berhadapan dengan siapa?lalu ia segera mengangguk maksud nya Tania menyetujui permintaan dari atasan nya barusan.


Setelah pria tampan itu sudah mendapatkan jawaban dari gadis polos itu,dunia ini berasa syurga bagi nya dan ingin rasanya ia berteriak kepada dunia,jika hari ini ia begitu sangat berbahagia.


Namun!


Keadaan kembali berubah ketika adzan magrib sudah berkumandang,tanda nya mereka akan segera melaksanakan kewajiban nya selaku hamba Allah.


Menit berikut nya pria tampan itu sudah berdiri tegap menghadap Tuhan nya,sedang kan rani masih saja menganga menyaksikan perubahan yang di miliki oleh pak ammar,karena Rani tahu persis bangaimana sosok pak ammar sebelum kehadiran tania di tengah-tengah kehidupan mereka.


Ada Rasa haru juga syukur yang hadir di benak Rani,namun ia kembali menyadari jika Tania telah banyak membawah pengaruh positif kepada mereka,dan juga hidayah Allah selalu datang kepada siapa saja yang mau hijrah menuju jalan lebih baik.


Beberapa menit kemudian pria tampan itu segera pamit,lalu ia segera melangkah dan meninggalkan ke dua gadis cantik itu saat itu juga.


"Tan,maafin aku yaa karena aku sudah banyak merepotkan mu selama ini”,Ucap Rani kepada Tania setelah selesai melaksanakan kewajiban nya.


"Ngomong apa si Ran?


Justru malah sebalik nya karena aku sudah terlalu banyak merepotkan kalian”,Jawab Tania meyakinkan.


Mereka masih melanjutkan obrolan santai,dan berharap esok hari semua nya akan baik-baik saja,dan kehidupan nya mereka serahkan kepada sang pemilik semesta alam,agar senantiasa terlindungi oleh orang-orang jahat.


Ke esokan hari nya!


Keadaan gadis cantik itu sudah semakin membaik,dan Tania sudah dapat ijin dari pak dokter untuk segera pulang.


TB.


Dukung Author dengan vote,like serta koment.

__ADS_1


__ADS_2