Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
33.Tenyata Aku Salah Menilaimu.


__ADS_3

Tak perlu ada yang di sesali karena semua nya sudah menjadi suratan takdir,Setiap manusia yang bergelar sebagai hamba Allah.


Siapa sangka?


Pria yang selama ini begitu baik,dan Sholeh di mata ke dua gadis itu,Kini semua nya sudah berubah seiring berjalan nya waktu.


Namun memang tak bisa di pungkiri.


Hati manusia mudah di bolak balikan oleh sang pemilik jiwa manusia,entah hari ini,esok,atau bahkan nanti.


Rani yang masih merintih kesakitan karena keras nya tamparan dari pria, yang sudah membuat dirinya begitu kecewa.


Kini Ia sudah mulai menyusun rencana untuk menghancurkan sosok pria,Yang sudah membuat ia kecewa,bahkan membuat harga dirinya jatuh di mata keluarga Tania.


Kerja sama yang sudah di bangun bertahun-tahun,Kini perlahan-lahan sudah mulai hancur.Karena keegoisan masing-masing.


Begitupun dengan pak Taufik,ia sungguh kecewa dengan kelakuan sahabat yang sudah lama ia kenal,Namun mereka berpisah karena pak Taufik harus melanjutkan kuliah nya di Kairo.


Dan berkat pak Taufik pak Ammar memulai kehidupan baru nya untuk mendalami ilmu agama,setelah pak Taufik kembali ke Indonesia.


Namun siapa sangka?


Sosok pria yang lulusan Kairo itu,kini memulai dirinya beralih profesi,Walau sesekali dirinya masih melanjutkan profesinya sebagai Hafiz Qur'an.


Sholat magrib sudah hampir tiba,Namun keadaan rumah pak ammar sudah layak nya seperti kuburan.


Semua menjadi bisu.


Namun setelah kedatangan pak Taufik saat itu,mereka segera bergegas untuk bersuci dan segera melaksanakan kewajibannya.


Namun kali ini,Mereka kehilangan seorang imam, Di mana ia selalu menjadi imam yang baik,setiap kali tiba waktu sholat.


Pak Ammar kini sudah mulai jauh dari Tuhan-Nya,Namun pak Taufik selalu berusaha.Agar ia bisa merubah segala sikap yang di murkai oleh Allah.


Setelah mereka selesaimelaksanakan kewajiban nya,pak Taufik segera bertanya kepada Rani dan Tania.


”Mohon maaf mba,pak Ammar ke mana yaa?"Tanya pak taufik.


”Kami juga gak tahu mas,dan setelah kejadian pagi tadi.ia sudah pergi dari sini".Jawab Rani.


”Astaghfirullah,Kita doakan aja untuk pak Ammar,semoga beliau selalu dalam lindungan-Nya,dan jauh dari hal-hal yang negatif.


Ucap pak Taufik.


"Aamiin".Ucap Rani dan Tania.


”Lalu apa rencana kalian selanjutnya?”,Tanya pak Taufik.


”Aku juga gak tahu mas,langkah apa yang seharusnya kami tempuh?agar pak Ammar bisa mempertimbangkan kembali keputusan nya”,Jawab Rani.


Pak Taufik juga bingung memberi solusi kepada mereka,karena menurut nya ini menyangkut harga diri seorang wanita.


Di sisi lain ia sangat tersinggung dengan ucapan pak Ammar untuk nya,namun ia juga tak bisa berdiam diri kalau itu menyangkut kekerasan bagi seorang wanita.


Walau ia tahu jika keputusan pak Ammar itu salah,Namun ia tak ingin me mojokan pak Ammar di hadapan mereka.


Karena mereka masih dalam situasi yang rumit,dan ia berusaha semaksimal mungkin untuk membuat pak Ammar mengambil keputusan yang baik.


”Sekedar saran dari aku yaa mba, untuk sementara waktu,biarkan pak Ammar tenang dulu,dan berpikir langkah apa yang harus ia tempuh tuk hari esok."Ucap pak Taufik.


Rani setuju dengan saran dari pak Taufik,Namun ia tetap saja berusaha untuk membuat pak Ammar menyesal suatu hari nanti.


”Iya mas,aku setuju dengan saran itu,dan sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak atas bantu nya,”Jawab Rani.


”Nggeh mba,kalian istirahat saja dan aku segera mencari pak Ammar."Ucap pak Taufik.


”Syukron mas”,Jawab Rani Fersi Arab.


”Afwan”.


Pak Taufik salut dengan Rani yang begitu banyak menguasai bahasa asing,Sehingga ia begitu penasaran dengan sosok wanita cantik itu.


Rani dan Tania segera meninggalkan pak Taufik saat itu,dan pak Taufik segera mencari pak Ammar saat itu juga.


Setiba nya di kamar.


Rani segera mendekati Tania,yang sudah membisu sejak pagi tadi.


Entah apa yang di pikirkan oleh nya?sehingga ia tak mampu untuk mengeluarkan kata sepatah pun.


”Tan,Kamu kenapa?apa kamu marah sama aku?".Tanya Rani.

__ADS_1


Tak ada jawaban apa pun dari bibir manis nya,selain ia menatap wajah sahabat nya itu,penuh dengan tetesan air mata.


Rani tahu persis jika saat ini,Tania begitu kecewa dengan pria yang sudah hampir menjadi suami dari nya.


Hingga ia mencoba tenangkan bunga desa itu,lalu menanyakan apa mau nya saat itu.


”Tan,Aku tahu perasaan kamu saat ini,aku ingin tahu apa rencana dan kemauan kamu sekarang?".Tanya Rani.


Bunga desa itu akhirnya bangkit dari dari kasur,dan ia segera memeluk tubuh sahabat nya yang begitu mengerti keadaan nya saat ini.


”Ran,ayo kita pergi dari sini",Jawab Tania.


Rani sudah menduga jika ia akan mendapatkan jawaban itu dari Tania,Namun bangaimana pun juga Rani tetap harus menuruti kemauan itu.


Karena sumber dari segala masalah semua nya berasal dari Rani,ia sadar diri jika selama ini,Tania menderita karena ia begitu ngotot untuk menyatukan mereka.


”Jika itu membuat kamu bahagia dan bisa kembali seperti dulu Tan,


Aku akan turuti apa pun kemauan kamu”,Ucap Rani.


Tania tak menyangka jika Rani setuju dengan permintaan nya barusan.


Sehingga ia segera berlari untuk mengemas semua barang-barang nya.


Namun Rani tunjukan sikap, bangaimana dirinya sebagai tamu di rumah mewah itu.


”Tan,Kamu ingatkan kan posisi kita di sini?kita di undang baik-baik dan kita akan kembali harus baik-baik pula”,Ucap Rani.


Tania kembali menyadari hal itu,siapa dan Bangaimana posisi ia saat itu,habis manis sepah di buang.


Hingga ucapan Pak Ammar pagi tadi,kembali bersarang dalam pikirannya,dan tak ingin jika ia harus bertemu pak Ammar kembali.


”Tan, Setelah kita pamit nanti.


Kita langsung segera berangkat yaa,dan kamu harus siap untuk membuat nasi goreng untuk ku."Ucap Rani.


”Iya Ran,tapi aku minta satu hal.


Aku gak mau bertemu kembali dengan pak Ammar."Jawab Tania.


Begitu dalam nya luka hati bunga desa itu,sehingga ia tak ingin menemui pak Ammar kembali.


Namun Rani tak bisa janjikan hal itu,karena ia tahu jika pak Ammar tak akan pernah membiarkan Tania pergi begitu saja.


Rani hanya bisa menuruti saja apa kemauan gadis desa itu.


”Iya Tan,tapi kita harus makan dulu, biar esok hari.kita lebih kuat lagi untuk menghadapi ujian kehidupan ini.Ucap Rani


”Iya Ran."


Rani segera melangkah keluar untuk mengambil makanan di sebuah meja,Namun ia tiba-tiba terkejut ketika mendengar teriakkan pak Ammar barusan.


”Tania,Ayo kita segera menikah sekarang."


Rani sudah benar-benar tidak tahan melihat tingkah laku pak Ammar, yang sudah semakin kurang ajar kepada Tania.


Namun ia kembali tenang,ketika pak Taufik segera memberi nasehat kepada nya.


”Mba jangan di tanggapi ucapan dia barusan,ia sedang mabuk keras".


Ucap pak Taufik.


”Iya mas."Jawab Rani.


”Besok pagi boleh aku pinjam waktunya sebentar?"Ucap pak Taufik.


Rani tak mengerti apa maksud ucapan pak Taufik barusan,Namun ia tak ingin basa basi lagi,karena perut nya sudah mulai keroncongan.


"Tafadholy".Jawab Rani.


”Syukron mba,ucap pak Taufik setelah melihat Rani segera meninggalkan nya.


Pak Taufik sudah mulai mengatur rencana untuk pertemuan mereka esok hari.


Namun ia berharap semoga ke dua gadis cantik itu,Bisa memahami dan menerima keadaan pak Ammar. yang sudah hampir jatuh di ambang kehancuran.


”Ya Allah,semoga pak Ammar bisa melalui ujian yang berat ini”.Gumam pak Taufik.


Sesekali ia menatap wajah pak Ammar yang begitu terluka saat ini,Namun pak Taufik sadari jika Allah akan menghukum hamba nya seberat mungkin.


Jika mereka jatuh pada dosa RIBA.

__ADS_1


Riba begitu kejam kepada siapa saja yang sudah terlibat di dalamnya,Walau awal nya memang sungguh menjanjikan.


Namun Allah tak pernah berdiam diri kepada pelaku Riba(Ngeri Banget) karena dosa nya lebih besar daripada Zina.


Ke esokan harinya.


Rani segera menemui pak Taufik setelah selesai shalat subuh,rasa penasaran yang cukup di rasakan oleh nya.


Hingga ia begitu bersemangat untuk menemui pak Taufik di ruang tamu depan.


Rani sangat berharap jika pak Ammar sudah berubah,agar ia segera menikahi Tania secepat mungkin.


Namun setelah ia berhasil menemui pak Taufik saat itu,harapan itu perlahan hilang ketika ia melihat wajah pak Taufik sangat mencemaskan.


”Assalamu'alaikum mas",Ucap Rani.


"Wa'alaikumussalam mba,"silahkan duduk.


”Makasih mas,ada apa mas?Apa ada yang bisa saya bantu?",Tanya Rani.


”Hari ini pak Ammar akan segera pulang,dan ia meminta aku untuk menyampaikan hal penting ini kepada mba Rani dan juga Tania."Jawab pak Taufik.


Rani semakin penasaran dengan jawaban dari pak Taufik barusan,Mengapa pak Ammar harus pulang secara mendadak?


”Hal penting apa itu pak?Bukan ka proyek pak Ammar harus di selesaikan terlebih dahulu sebelum ia melangkah?",Tanya Rani.


”Mohon maaf mba,aku gak tahu soal itu,yang aku tahu saat ini adalah pak Ammar dalam masalah besar. karena ia terlilit hutang dari pinjaman modal dari ayah mertua nya dengan sistem bunga berbunga."Jawab pak Taufik.


Rani tak bisa percaya soal itu,yang ia tahu selama ini jika pak Ammar selalu dapat bantuan modal dari ayah nya sendiri.


”Ada yang tak beres dari masalah ini”.Gumam Rani.


”Lalu pak Ammar di mana sekarang mas?Tanya Rani.


"Pak Ammar sudah berangkat subuh tadi mba."Jawab pak Taufik.


”Astaghfirullah,Ujian apa lagi ini yaa Allah."Ucap Rani.


Rani begitu cemas dengan keadaan pak Ammar saat ini,ia segera berlari ke kamar untuk menelpon pak Ammar saat itu juga.


Namun Rani gagal melakukan itu, karena tiba-tiba saja pak Dion mengirim pesan kepada nya.


”Selamat pagi gadis cantik,mohon maaf mengganggu waktu nya sebentar”.Ucap pak Dion.


Rani begitu muak dengan sikap pak Dion,Namun kali ini ia harus bersikap baik pada nya.Agar ia bisa tahu apa yang sedang terjadi kepada pak Ammar.


”Pagi juga pak,Ada apa yaa?


”Kamu tenang dulu gadis cantik,kamu memang cantik,tapi kamu terlalu bodoh untuk melakukan segala perintah atasan kamu yang sombong itu."Ucap pak Dion.


”Apa maksud bapak?".


”Bos kamu sekarang sudah jatuh bangkrut,dan sebentar lagi ia akan menjadi gembel untuk selamanya."Jawab pak Dion.


”Jaga ucapan bapak,jangan sampai ucapan bapak kembali pada diri sendiri."Ucap Rani.


”Hahaha,Kamu ini sungguh terlalu polos,untuk bermain dalam sebuah pertarungan."Jawab pak Dion.


”Sebaik nya bapak To The poin saja sekarang,karena aku tidak punya banyak waktu untuk bapak."Ucap Rani.


”Oke,oke,.Apa kamu masih ingat dengan surat perjanjian itu?yang sudah di tandatangani oleh atasan kamu yang bodoh itu."Jawab pak Dion.


”Ingat pak,bahkan aku berusaha untuk mengambil nya dari Bela."Ucap Rani.


”Percuma,karena surat perjanjian itu sudah berada di tangan ayah mertua,atasan kamu yang gembel itu."Jawab pak Dion.


Rani tak bisa lagi berkata apa-apa,Namun pak Dion berusaha untuk menjelaskan semua nya,apa sebenarnya yang terjadi kepada pak Ammar.


Ini sebuah mimpi bagi Rani,orang yang selama ini begitu sangat di hormati dan di percaya.


Namun ternyata,ia sudah mempermainkan harga diri nya sebagai bawahan pak Ammar.


Karena lamaran Tania Kepada ke dua orang tua nya itu,itu hanyalah sebuah pertarungan antara pak Ammar dengan pak Dion.


Namun kini pak Ammar sudah dapat balasan dari Tuhan-Nya,Karena harta yang selama ini ia miliki dan bangga kan.


Kini semua nya sudah jatuh kepada Bela,Karena ia sudah menandatangani surat perjanjian itu.


Selain daripada itu.


Perusahaan pak Ammar yang baru di bangun beberapa bulan yang lalu, kini harus di jual oleh ayah mertuanya sendiri.

__ADS_1


Karena pak Ammar masih memiliki hutang puluhan milyar,dan ayah mertua nya sudah kecewa dengan kelakuan pak Ammar selama ini.


__ADS_2