Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
29.Indah nya Kebersamaan.


__ADS_3

Rasa penasaran yang begitu dalam di rasakan oleh pak Ammar saat itu,


Hingga ia menjadi tak konsentrasi untuk bekerja.


Sudah seminggu kepergian Tania dan Rani,namun kini,Mereka belum juga memberi kabar apa pun untuk nya.


Pak Ammar berulang kali menelpon Rani,Namun no handphone nya berada di luar jangkauan.


Namun ia selalu berharap jika mereka baik-baik saja di sana,dan mereka akan kembali lagi ke kota itu.


Dan pak Ammar sangat percaya jika Rani mampu menjaga bidadari nya sebaik mungkin.


______________________


Rumah sederhana yang di miliki oleh gadis impian sang pengusaha sukses itu.


Kini sebentar lagi akan bercahaya.


Ke dua orang tua Tania serta abah nya,Kini mereka masih merasakan duka bahagia.


Dan hari ini mereka akan segera berangkat ke kota.


Untuk mencairkan cek dan sekalian Rani memberi kabar baik kepada pak Ammar.


Rani tak bisa membayangkan,


Bangaimana kebagian yang di rasakan oleh pak Ammar?Ketika nanti ia memberi kabar baik itu untuk nya.


Rani sudah merasa lega.


Karena ia sudah berhasil melaksanakan tugas nya dengan baik,Namun perjuangan nya belum selesai sampai di situ.


Kini Rani mulai memikirkan resiko yang akan terjadi ke depan nya,Karena ia yakin Bela dan Mita tak akan pernah berdiam diri.


”Nak,Kamu mikir apa?”,Tanya ibu Tania.


”Gak ada kok bu",Jawab Rani sambil tersenyum.


”Syukur lah Nak,ayo kita sarapan,Ibu sudah buat nasi goreng untuk kalian”,Ajak sang ibu


Lagi-lagi makanan kesukaan Rani,hingga ia tak sadar diri langsung memeluk ibu Tania saat itu.


”Iya Bu,Makasih banyak yaa bu”,Jawab Rani.


”Hmmm,sekarang giliran ibu yang buat,Jadi aku aman untuk saat ini”,Ucap Tania.


”Tan,kamu gak boleh ngomong kayak gitu Nak”,Jawab ibu Tania.


”Ibu,Rani itu senang' banget dengan nasi goreng,bahkan hampir tiap hari aku selalu buat untuk nya”,Ucap Tania.


”Iya,iya,besok aku mau bawah ibu ke kota,Biar kamu aman selamanya,kan sebentar lagi kamu juga jadi ibu-ibu”,Jawab Rani ngejek.


Hahaha,Ibu Tania tertawa.


”Iya Dee".Ucap Tania.


”Ayo sarapan cepat Tan,hari ini kita mau ke kota,dan sekalian aku kasi kabar buat calon menantu ibu”,Jawab Rani.


”Iya,iya,Tapi kita harus cepat pulang yaa,aku mau keliling desa untuk menikmati keindahan alam sebelum kembali ke kota,Ucap Tania.


”Iya,iya,sekalian kita cari panti asuhan nanti”,Jawab Rani.


”Oke bos”,ucap Tania.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berangkat juga ke kota,Namun entah mengapa tiba-tiba Tania mengingat sosok pak Ammar yang begitu baik padanya.


Ada rasa rindu yang ia rasakan,Namun rindu itu belum halal bagi nya.


”Cie!calon ibu",Ucap Rani menggoda.


”Mulai lagi Dee,nanti aku juga mau bicara dengan pak Ammar”,Jawab Tania.


”Gak boleh,kamu harus jauh-jauh dulu sebelum halal,Benar kan Bu?",Tanya Rani.


”Iya Nak,kalian harus jaga jarak terlebih dahulu Tan,sebelum ia menghalalkan mu”,Jawab ibu Tania.


”Iya Bu,Lagian aku cuma mau ucapin makasih doank",Ucap Tania.


”Tu dengarin kata ibu,bilang aja...?”.


Jawab Rani.


”Kamu tu selalu nya mikir jorok,Tau ah",Ucap Tania.


”Calon ibu lagi ngambek,wajah nya makin jelek tu,Kayak kucing habis berantem”,Jawab Rani.


Hahaha.


Mereka tertawa bersama.


Ke dua orang tua Tania begitu sayang kepada Rani,Hingga mereka mengganggap sudah seperti anak sendiri.


Beberapa menit kemudian.


Mereka akhirnya tiba juga di kota,Rani segera mencairkan cek nya dan ia segera menyerahkan sebagian kepada ke dua orang tua Tania.


Setelah selesai.


Rani dan Tania segera menghubungi pak Ammar,sekalian minta cuti lagi untuk beberapa hari ke depan.


”Assalamu'alaikum pak”,Ucap Rani.


”Wa'alaikumussalam Ran,Subhanallah,.Gimana kabar kalian di sana?",Tanya pak Ammar.


”Alhamdulillah baik kok pak,Bapak apa kabar?,"Tanya Rani.


”Alhamdulillah juga Ran,"Jawab pak Ammar.

__ADS_1


Pak Ammar masih ragu untuk menanyakan soal lamaran nya,entah mengapa ia tiba-tiba saja putus asa saat itu.


”Kapan balik ke kota Ran?”,Tanya pak Ammar.


”Sabar dulu lah pak,Aku malah mau minta cuti lagi,aku betah banget di sini pak”,Jawab Rani.


Pak Ammar begitu senang ketika mendengar jawaban dari Rani barusan,Namun tiba-tiba saja Tania mengambil handphone Rani.


”Mas,Maafin kami yaa,Kami baru bisa kasih info sekarang,dan makasih juga untuk cek dari mas yang baik hati”,Ucap Tania.


Pak Ammar tak bisa berkata-kata lagi,Setelah mendengar suara Tania barusan.


Hangan nya langsung melayang tinggi,Namun ia juga masih penasaran banget dengan hasil lamaran nya.


Setelah Tania selesai berbicara,Rani kembali mengambil handphone itu dari Tania.


”Dengarin tu pak calon istri bapak yang bawel,ia sebenarnya kangen pak namun ia malu-malu untuk ungkapkan semua itu”.


Ucap Rani.


”Hahaha,Ran gimana hasil lamaran aku?”,Tanya pak Ammar.


”Semua nya beres pak,Nanti setelah aku tiba di kota,baru aku info kembali yaa pak”,Jawab Rani.


”Alhamdulillah,Makasih banyak yaa Robb”,Gumam pak Ammar sambil bersujud di lantai.


Airmata bahagia pak ammar kini mulai jatuh bercucuran di lantai kantor milik nya,.


Ia tak tahu lagi harus bangaimana mengucapkan rasa syukur itu,selain syukur,syukur,dan syukur yang ia rasakan.


”Pak Ammar pasti senang banget mendengar kabar dariku,Semoga tak ada hambatan bagi mereka sampai mereka menikah nanti”,Gumam Rani.


”Ran,Apa kamu gak pikirkan soal Bela sekarang?”,Tanya Tania.


”Kenapa kamu nanya kayak gitu Tan?Oh,yaTan.Ada yang perlu kamu tahu sekarang,"Jawab Rani.


”Gak papa Ran,Aku cuma merasa gak enak aja,Apa itu Ran?”,Tanya Tania.


”Santai aja lah Tan,Tan,setelah nanti kita pulang,kita harus lebih hati-hati lagi Tan,Karena ada salah satu pegawai di kantor yang gerak-gerik nya sangat mencurigakan de”,Jawab Rani.


”Jangan soudzon kamu Ran,Dosa tahu kayak gitu,Dan tujuan nya apa coba?”,Ucap Tania.


”Kamu harus percaya ma aku Tan,pak Ammar juga tahu soal ini”,Jawab Rani.


”Astaghfirullah”,Gumam Tania.


”Iya Ran,kita selalu berdoa yaa.


Semoga Allah selalu melindungi kita dari orang-orang yang jahat”,Ucap Tania.


”Hmmm,Baru di bilang pak Ammar langsung percaya,giliran aku..?”.Jawab Rani.


”Iya Dee,capek aku,Ayo kita pulang sekarang,itu sudah ada ayah dan ibu”,Ucap Tania.


”Hahaha,Calon umi lagi marah”,Jawab Rani


Mereka segera pulang.


Ketika mereka balik lagi ke kota.


Sepanjang perjalanan,


Ibu Tania tak henti-hentinya mengucap kan rasa terima kasih nya kepada Rani.


”Nak,Terimakasih banyak atas bantuan kamu dan pak Ammar yaa nak,Jaga kesehatan kalian.


Dan jangan pernah saling membenci satu sama lain",Ucap ibu Tania.


Tania dan Rani saling menatap sejenak,Dan mereka tak ingin jika ibu nya sampai bersedih.


Bangaimana pun juga.


Ibu Tania pasti merasakan sesuatu, jika anak nya selalu dalam bahaya.


”Iya Bu,insyaallah dan kami gak pernah saling membenci satu sama lain”,jawab Rani.


”Alhamdulillah Nak,Dan kamu Tan,


kamu harus lebih banyak belajar lagi,untuk menjadi lebih dewasa dan selalu mengalah”,Ucap ibu Tania.


”Insyaallah Bu,Doa kan selalu yaa Bu,biar Tania bisa lebih baik lagi”,Jawab Tania.


”insyaallah Nak”Ucap ibu Tania.


Rani masih kepikiran dengan gerak-gerik salah satu karyawan pak Ammar,Namun ia teringat kembali dengan kata-kata Tania beberapa menit yang lalu.


Rani kembali istighfar.


Dan mencoba membuang pikiran-pikiran negatif nya itu,hingga ia tak sadar jika mereka sudah sampai di depan rumah Tania.


Namun hari ini Rani kelihatan tak enak badan,tubuh nya menjadi lemas dan wajah nya sudah mulai memucat.


Hingga ia tak sadarkan diri,


Setelah ia tiba di ruang tamu Tania.


Tania sudah begitu panik melihat keadaan Rani Seperti itu,dan begitupun dengan ibu Tania.


”Ran"Teriak Tania.


”Tania,Rani kenapa Nak?,"Tanya ibu nya.


”Aku juga gak tahu Bu,Ayo kita bawah Rani ke kamar bu”,Jawab Tania.


Tania dan ibu nya segera membawah Rani ke kamar,dan ayah Tania segera memanggil abah.


”Kita harus bangaimana Bu?

__ADS_1


Rani harus segera di bawah ke dokter sekarang”.Ucap Tania cemas.


”Nak,kamu sabar dulu yaa,Mungkin Rani hanya kecapean saja,dan kita tunggu Abah mu”,Jawab ibu Tania .


Beberapa menit kemudian.


Akhirnya Abah Tania datang juga saat itu,Untuk segera mengobati Rani yang sudah terbaring di atas kasur Tania.


”Bangaimana keadaan Rani Abah,apa dia baik-baik saja?,"Tanya Tania cemas.


”Gak papa nak,sebentar lagi ia pasti sadar,ia cuma kecapean dan butuh istirahat yang cukup”.


Jawab Abah Tania.


”Alhamdulillah abah”,Ucap Tania.


Abah dan ibu Tania segera meninggalkan mereka saat itu,ibu Tania segera membuat teh untuk Rani dan Tania.


Tak lama kemudian,akhirnya Rani sadar juga.


Dan ia berusaha sekeras mungkin untuk menguatkan diri,agar semua urusan nya secepatnya kelar.


”Alhamdulillah Ran,Kamu harus banyak istirahat dulu yaa,jangan mikir yang aneh-aneh biar cepat sembuh”,Ucap Tania.


”Aku baik-baik saja Tan,Sebentar lagi kita balik ke kota,dan semua nya harus selesai secepatnya Tan",Jawab Rani.


”Nak,.Sebaiknya kamu istirahat dulu,ni ibu bawakan teh buat kalian”.


Ucap ibu Tania.


”Iya Bu,Makasih banyak yaa”,Jawab Rani.


”Kasian banget kamu Ran,kamu selalu saja memikirkan kebahagiaan orang lain,Tapi kamu lupa untuk membahagiakan diri kamu sendiri”,Gumam Tania.


Sebentar lagi mereka akan balik ke kota,mereka pasti akan merindukan momen-momen bahagia seperti saat itu.


Kumpul bersama keluarga yang penuh cinta,Namun semua itu karena Tuhan sudah merancang nya seadil mungkin.


Tak ada perpisahan tanpa pertemuan,dan tak ada kebahagian tanpa airmata.


Malam sudah mulai gelap gulita. Gadis cantik yang tubuh nya,


masih terbaring lemas di atas kasur sederhana itu.


Pikiran nya sudah mulai melayang tinggi,Entah apa sebenarnya yang di rasakan oleh nya?


Sesekali ia menatap ke arah sahabat nya yang polos itu.


Dan tatapan nya begitu penuh tanya tanya,seolah olah mereka akan berpisah esok hari.


”Ran,Gimana perasaan kamu sekarang?,Tanya Tania


”Aku sudah baikan kok Tan,Apa pun yang terjadi esok hari,kita harus tetap bersama yaa.Karena tugas aku sudah hampir selesai jika kamu sudah menikah nanti”,Jawab Rani.


Tania tak mengerti apa sebenarnya yang di pikirkan oleh Rani ketika itu,dan ia tak mengerti apa maksud dari ucapan Rani barusan.


Walau ia tahu,


Jika Bela dan Mita tak akan pernah berhenti untuk melakukan hal-hal yang bodoh dari nya.


Namun Tania selalu punya Allah untuk selalu meminta perlindungan dari-Nya.


”Ran, insyaallah kita akan selalu bersama.Kalau bukan kamu,siapa lagi yang harus menerima keadaan aku seperti ini?”,Ucap Tania sambil memeluk tubuh Rani yang masih lemah.


Detik-detik terakhir mereka berada di desa itu,Di mana Tania dan Rani segera kembali ke kota esok hari. untuk melanjutkan kembali tugas-tugasnya,


Sebagai orang kepercayaan pak Ammar.


Hari ini Rani berusaha untuk menyelesaikan,


Segala amanah dari calon suami bunga desa itu.


Menit demi menit, jam demi jam yang ia lalui bersama Tania.


Hingga kini semuanya sudah terbagi dengan baik,Sebelum waktu sholat magrib tiba.


Seperti biasanya di mana setiap waktu sholat tiba,


Mereka selalu berkumpul untuk melaksanakan sholat secara berjamaah.


Dan setelah itu,


Abah serta ke dua orang tua Tania, Kini sudah siap untuk memberikan ceramah singkat.


Kepada ke dua gadis cantik itu.


”Nak,.Aku selaku Abah Tania mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan mesjid darimu.


Dan insyaallah,


Kami akan gunakan sebaik mungkin. agar menjadi pundi-pundi amal kebaikan untuk kalian semua”.


Ucap Abah Tania.


”Aamiin,Alhamdulillah abah,dan semoga Abah dan seluruh keluarga tercinta sehat selalu.


Dan doa kan kami Abah,Semoga kami secepatnya kembali ke sini. Untuk merayakan pesta pernikahan Tania dan Pak Ammar,Jawab Rani.


”Aamiin,Doa selalu terbaik untuk kalian nak,kalian harus selalu menjaga iman dengan baik,dan


menutup aurat secara sempurna”.


Ucap Abah.


”Insyaallah Abah,Kami akan selalu menjaga amanah dari Abah”,Jawab Tania.


Setelah selesai Abah ceramah, mereka berkumpul kembali di meja makan.

__ADS_1


Namun Rani dan Tania buru-buru menyelesaikan makan nya,agar mereka istirahat lebih awal malam itu.


Keluarga Tania berharap semoga perjalanan mereka esok hari,semua nya berjalan dengan baik sampai mereka tiba kembali di kota itu.


__ADS_2