
Setelah Tania merasa tak betah lagi seorang diri di kamar,ia pun segera bangkit dari kasur lalu berjalan menuju ke dapur.
Setiba nya di dapur Tania bergegas membuka kulkas,lalu mengambil sebiji buah apel dan berjalan menuju ruang keluarga.
Entah apa yang ia pikirkan sehingga Rani yang masih saja berada di ruangan tersebut,sungguh kebingungan melihat sikap Tania yang seolah-olah tak ada gairah untuk hidup.
"Tan,Kamu kenapa?,"Tanya Rani bingung.
"Entah kak,"Sahut Tania sambil menghempas tubuh nya ke sofa.
"Kamu tak boleh banyak mikir Tan,ingat janin yang ada dalam kandungan kamu,"Ucap Rani sambil menatap ke layar handphone.
Mendengar kata janin Tania bergegas bangkit dari sofa,lalu berjalan melewati meja dan segera duduk berdampingan dengan kakak nya.
"Kak,bagaimana nasib anak aku esok hari?jika pernikahan aku tak bisa di pertahankan lagi,"Ucap Tania sambil menundukkan kepalanya.
Rani mendengar ucapan Tania barusan,sehingga membuat bola mata nya sudah berkaca-kaca.ingin rasanya ia memutar waktu kembali agar kehidupan adik nya tidak menderita seperti itu,namun semua nya sudah menjadi Takdir yang harus di terima dengan lapang dada.
Karena Rani menyadari kalau apa yang terjadi saat ini,itu adalah sebuah kesalahan besar yang pernah ia lakukan di masa silam.
"Maafkan aku dan Ibu Tan,ini semua kesalahan kami,"Jawab Rani sambil meneteskan airmata nya di hadapan seorang calon ibu.
Mendengar ucapan kakak nya barusan,Tania langsung memeluk Rani karena ia menyadari jika apa yang terjadi saat ini,itu semua adalah kebodohan nya sendiri.
"Tidak kak,ini bukan kesalahan kakak dan ibu,dan ini semua adalah kesalahan aku,karena aku terlalu ceroboh sehingga aku melanggar aturan Allah,"Ucap Tania sambil terisak tangis di pelukan kakak nya.
Ke dua nya saling membisu karena mereka menyadari kesalahan masing-masing,namun mereka tak ingin berlarut-larut untuk menangisi apa yang sudah terjadi hari ini.
Karena mereka menyadari jika semua itu sudah menjadi ketentuan dari-Nya,sehingga mereka sudah pasrah dan menyerahkan segala nya kepada sang pemilik semesta alam.
"Tan,kamu dengarin aku baik-baik yaa,mulai hari ini kamu harus menjadi lebih dewasa lagi.karena kakak tak akan selama nya berada di samping kamu,apapun yang terjadi esok hari kamu lah yang akan menggantikan posisi aku,"Ucap Rani sambil menatap wajah Tania begitu dalam.
Mendengar ucapan Rani barusan,Tania semakin yakin jika kakak nya sedang tak baik-baik saja saat ini,hingga tetesan airmata nya kembali lagi mengalir dan terjatuh ke bumi.
__ADS_1
"Ya Allah,sampai kapan ujian ini akan berakhir,kuatkan hamba mu yang lemah ini,"Gumam Tania sambil memeluk kakak nya.
"Cukup kak!,kakak tidak boleh ngomong seperti itu,apa pun itu kakak tak boleh pergi meninggalkan aku begitu saja,berjanji lah kak di atas kepalaku...!,"Jawab Tania sambil menarik ke dua tangan Rani lalu menghempaskan nya di atas kepala nya.
Tangisan dari kedua wanita hebat tersebut semakin meledak,karena mereka tak ingin kehilangan satu sama lain.
Namun mereka menyadari kembali jika di bumi ini tak ada yang abadi,semua makhluk di muka bumi ini akan kembali kepada-Nya.entah hari ini,esok,bahkan nanti semua hanya menunggu giliran saja.
1 jam kemudian!
Setelah ke dua nya kembali tenang Tania tiba-tiba saja teringat tentang pertemuan ia dan pak dion malam kemarin,sampai ia tak ingin merahasiakan hal itu kepada Rani,walau Tania tahu jika hubungan diantara rani dan pak dion,tak pernah baik-baik saja sampai detik ini.
"Kak,aku ingin menyampaikan berita bagus buat kakak,tapi kakak harus janji terlebih dahulu,tak boleh marah-marah sama aku,"Ucap Tania sambil menatap ke layar handphone nya.
"Iya aku janji!.Apa berita bagus nya itu Tan?ayo ngomong sekarang,"Jawab Rani sambil menatap ke arah Tania.
Tanpa aba-aba Tania langsung menceritakan pertemuan antara dirinya dengan pak dion malam kemarin,sehingga Rani begitu shock ketika ia mendengar berita tersebut dari Tania,karena ia tak pernah menyangka jika pak dion berada di kota yang sama saat ini.
"Tan,mulai hari ini kamu gak boleh lagi ketemu ma pak dion,kamu tahu sendiri kan bagaimana kelicikan pak dion selama ini?,"Jelas Rani sambil mengelus dada nya.
Mendengar penjelasan dari Tania Rani hanya bisa mengangguk,lalu bangkit dari sofa dan berjalan menuju ke dapur.
Walau perbedaan umur di antara ke dua wanita cantik tersebut terpaut 10 tahun,namun Rani lebih banyak belajar dari sisi positif yang di miliki oleh gadis desa tersebut,mulai dari masa hijrah,bahkan tentang cara bagaimana menghadapi kehidupan ini yang penuh dengan lika dan liku kehidupan,karena gadis desa tersebut sudah banyak menelan pahit nya kehidupan duniawi sehingga ia terlihat lebih dewasa,namun ia lebih bodoh dalam perkara soal cinta.
Jangan di tanyakan lagi mengapa harus seperti itu?karena setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,maksud nya tak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini.
Malam pun tiba.
Tania dan sang ibu mereka sedang asyik bersantai di ruang keluarga sambil menonton acara TV,namun kedatangan Rani tiba-tiba saja membuat suasana menjadi hening.di mana gadis cantik tersebut akan berangkat ke luar negeri esok hari,tepat nya di negara spanyol yang akan menjadi tempat berlibur dan juga menyelesaikan beberapa urusan pribadi.
Walau Tania dan sang ibu tak rela untuk melepaskan kepergian nya,namun tak ada yang bisa menghalangi kepergian nya,karena mereka Tahu Rani seperti apa dalam keluarga nya.
"Kakak,"Ucap Tania sambil terisak Tangis di pelukan Rani.
__ADS_1
Sang Ibu dan Rani mereka hanya bisa berdiam diri sambil menyaksikan,bagaimana tingkah Tania yang semakin hari semakin aneh dan manja,namun di balik semua itu mereka bisa fahami jika Tania seperti itu?itu karena mereka selalu memanjakan nya secara berlebihan,sehingga kehadiran Tania di sisi mereka sudah layak nya seperti anak kandung/saudara sendiri,bahkan sang ibu lebih peduli kepada Tania daripada putri sendiri.
Jangan tanyakan lagi mengapa harus seperti itu?,itu karena Allah masih menutupi aib seorang ibu,yang telah membesar kan seorang putri yang hebat selama puluhan tahun.
Walau Rani menyadari semua itu namun ia lebih memilih berdiam diri,daripada harus menjadi anak yang durhaka,kepada ibu yang telah membesarkan ia selama ini.
Selain daripada itu ia juga menyadari jika Tania sepantas nya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu,karena dirinya jauh dari keluarga tercinta demi mencari sesuap nasi di negeri orang.
___________
"Kamu jahat kak....!aku benci padamu,"Teriak Tania sambil menangis di ruang keluarga,setelah ia tahu jika kakak nya sudah berangkat subuh Tadi.
Rani sengaja berangkat lebih awal demi menghindari tangisan Tania,dan juga ada beberapa urusan pribadi yang harus ia selesai kan,sebelum ia meninggalkan bandara internasional di ibukota tersebut.
Namun tindakan itu malah membuat Tania benci kepada nya,karena ia sudah berjanji jika ia akan selalu menjaga Rani dalam setiap waktu,namun keadaan harus membuat mereka berpisah hingga Tania tak bisa menerima semua itu.
1 jam sudah berlalu namun Tania masih saja menangisi kepergian Rani,walau sang ibu sudah berusaha menenangkan dirinya.namun ia masih saja tak merelakan kepergian kakak nya begitu saja,karena ia Tahu jika keadaan kakak nya sedang tak baik-baik saja,begitupun dengan sang ibu namun mereka saling berdiam diri tak mau ingin tahu karena itu akan membuat mereka menderita satu sama lain,namun diam nya bukan berarti tak peduli namun mereka lebih memilih untuk berdoa di atas sajadah Tuhan nya,agar wanita cantik sang pemimpin perusahaan tersebut,bisa melewati ujian dari penyakit ganas yang cukup mematikan tersebut.
Mengapa Allah tak henti-hentinya memberi ujian kepada mereka?sehingga mereka tak pernah berhenti mengeluarkan airmata sampai detik ini.
Jangan tanyakan lagi karena Allah sudah merancang sehebat-hebat nya,kehidupan hamba nya di muka bumi ini tanpa terkecuali.
Sehingga banyak manusia yang mengeluh di luar sana,karena sulit nya mencari sesuap nasi,hingga mereka sampai putus asa lalu memberontak kepada Tuhan nya,mengapa Allah memberi aku kehidupan seperti ini?
Sehingga mereka lupa diri jika harta bukan lah suatu patokan untuk membuat manusia bahagia,namun rasa syukur lah yang akan membuat hidup manusia menjadi tentram dan bahagia.
Begitupun dengan perjalanan hidup mereka,walau mereka hidup bergelimpangan harta namun ujian mereka lebih besar dari apa yang kita pikirkan selama ini.
Lalu bagaimana nasib Tania esok hari jika sampai mereka di pisahkan oleh Takdir Allah?dengan kata lain berpisah di antara dua dunia yang tak bisa di hindari oleh siapa pun.
Namun semua itu masih dalam genggaman Rahasia sang pemilik semesta alam.
TB.
__ADS_1
Dukung Author dengan vote,like serta koment.