Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
103.Kesal.


__ADS_3

Mengapa setiap manusia jika memiliki keimanan yang kuat?maka semakin tinggi pula ujian yang akan datang menerpanya.


Namun jika bukan dengan kesabaran yang kuat untuk menghadapi nya,tentu lah manusia


akan menggerutu atau bahkan sampai putus dari-Nya.


Begitupula dengan kisah ke tiga wanita cantik itu, walau saat ini mereka di satukan dalam kekuarga yang berkecupan namun bukan berarti mereka sudah terlepas diri dari ujian kehidupan.


Karena Allah akan senantiasa memberikan ujian di setiap hamba nya yang masih berjalan di muka bumi ini tanpa terkecuali.


Jangan tanyakan lagi mengapa harus seperti itu?


Dan tentu nya itu adalah sebuah keputusan dari-Nya,yang tak bisa di hindari oleh siapa pun.dan tergantung bangaimana manusia menyikapi ujian tersebut.


Tari yang sedari tadi mengabaikan ucapan Bela,ia malah lebih memilih untuk meninggalkan Tania dan Bela saat itu juga, agar ia bisa tenangkan diri sejenak dan begitupun dengan ke dua wanita cantik itu.


Bela dan Tania menggelengkan kepala nya sembari menatap punggung gadis kecil itu telah berlalu.


"Bel,biarkan dia istirahat sejenak."


Bela menganggukkan kepala nya tanda setuju"Iya Tan,kasian dia dan semoga saja dia bisa memaafkan tingkah laku pak ammar barusan."


Tania menelan ludah kasar nya,wanita itu benar-benar murka dengan tingkah laku suami nya.entah sampai kapan pria itu taubat dari perbuatan nya.


"Aamiin,Terimakasih telah menolong aku yaa Bel."


"Iya Tan, kamu santai aja yaa,"sahut Bela sambil menatap ke arah Tania dalam-dalam.


Tania menganggukkan kepala nya"Iya Bel, lalu bagaimana rencana kita selanjut nya?."


"Harus berjalan sesuai dengan rencana kita Tan,tak perlu menunda-nunda banyak waktu dan semoga kita berhasil, "Jelas Bela.


" Baiklah, jam 3 Sore kita harus stanbay."


Bela menganggukkan kepala nya seraya menyisir ruangan, dan tak selang berapa lama Tari pun kembali hadir di tengah-tengah mereka.


Gadis kecil itu tampak nya masih kesal, memasang wajah masam lalu bolak balik gak jelas di hadapan Bela dan Tania.

__ADS_1


"Kamu kenapa Tar?" tanya Tania bingung.


Gadis kecil mengabaikan ucapan Tania, dan hal itu membuat Bela dan Tania semakin bingung.


Sementara di tempat lain,seorang wanita cantik tak lain adalah Rani sendiri, kini telah bernapas lega setelah segala urusan nya telah usai.


Wanita cantik itu membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur sembari bergumam"Alhamdulillah, besok aku sudah bisa pulang."


Kerinduan yang begitu dalam yang di rasakan oleh nya, setelah beberapa hari terpisahkan oleh orang-orang tercinta.


Wanita cantik tersebut sudah tak sabar lagi untuk memeluk sang ibu tercinta,serta sang adik yang selama ini begitu ia sayangi.


"Bagaimana kabar kalian di sana?maafkan aku karena selama kepergian ku, aku tak pernah memberi kabar apa pun untuk kalian,semoga Allah mempertemukan kita esok hari."Ucap nya sambil tersenyum lebar.


_______


Hari sudah mulai sore ke tiga wanita itu sedang menunggu kepulangan Mita keluar dari kantor,mereka mengambil posisi berjarak kurang lebih 10 meter dari pintu utama.


Namun setelah menunggu beberapa menit,mereka tak jua melihat sosok wanita seksi itu keluar dari kantor.


"Tan, mungkin Mita gak ngantor hari ini?" ujar Bela sambil fokus memperhatikan para karyawan yang masih tersisa keluar dari kantor.


"Apa sebaiknya kita tanyakan saja sama pak satpam,"ujar Tari.


" Ide bagus," sahut Bela.


Tania menganggukkan kepala nya"Aku setuju,kalian tunggu saja di sini biar aku yang menemui pak satpam."


Tania segera turun dari mobil lalu berjalan menuju ke pintu gerbang"Assalamu'alaikum pak" sapa Tania lalu menundukkan pandangan nya.


"W-Wa'alaikumussalam Ibu Tania,"


sahut pria itu gugup sambil menundukkan kepala nya sebagai tanda hormat.


"Mohon maaf pak,apa ibu Mita masih ada di dalam?" tanya Tania sambil menunjukkan jari ke arah kantor.


Pria itu menggelengkan kepala nya"Ibu Mita sudah beberapa hari gak fokus di kantor bu,datang nya cuman bentar doank lalu pergi lagi."

__ADS_1


"Apa..!"sontak Tania kaget"Kenapa harus kayak gitu?" tanya Tania bingung sambil bolak balik gigit jari.


"Maaf bu,kalau soal itu aku gak tau sama sekali."


"Iya sudah,Terimakasih atas informasi nya pak," ujar Tania dan berlalu.


"Ada apa kak?" tanya Tari bingung setelah Tania masuk ke dalam mobil lalu menghempaskan tubuh nya begitu saja.


"Seperti nya ada yang gak beres di kantor,sebaiknya kita cari Mita sekarang."


"Emang nya ada apa Tan?apa Mita berbuat macam-macam di kantor?"tanya Bela sambil memegang pundak Tania.


Tania menganggukkan kepala nya sembari menoleh ke arah Bela dan Tari,wanita itu tak habis pikir jika Mita seenak nya saja makan gaji buta.


Karena sebagai orang kepercayaan Rani seharus nya Mita fokus bekerja,bukan malah santai seperti itu menurut nya.


"Mita sudah keterlaluan banget Bel,menurut informasi dia cuma datang semau nya saja lalu pergi, dia benar-benar tidak bisa di percaya untuk mengurus perusahaan,Rani harus tau soal ini,"jelas Tania sambil memukul kemudi mobil.


" Apa? "sahut Tari dan Bela"Aku sudah menduga dari awal jika dia hanya memanfaatkan keadaan saja,"sambung Bela.


"Kakak Rani yang terlalu bodoh," seru Tania sambil mengepalkan tangan nya.


"Benar Tan,dan aku yakin Mita masih saja seperti dulu," tebak Bela karena dia tau persis bagaimana kelicikan Mita selama ini.


"Lantas apa yang harus kita lakukan?" tanya Tari setelah ia berhasil menjadi pendengar yang budiman,karena ia belum tau persis seperti apa mita yang sebenarnya.


"Kita harus melaporkan dia kepada kakak Rani,"jelas Tania.


Wanita itu benar-benar kesal karena Mita tak bisa di percaya untuk mengandle perusahaan.


Mendapatkan kepercayaan dari Rani itu adalah kebanggaan tersendiri yang harus di syukuri oleh Mita,maksud nya Rani tak semudah itu memberi kepercayaan kepada siapa pun.


Sementara Mita,kekasih gelap dari suami Tania itu sendiri,kini telah menyusun segala rencana nya untuk berusaha kabur sebelum Rani tiba di tanah air.


Membeli apartemen di luar kota secara diam-diam tanpa seorang pun yang tau, wanita seksi itu kini bernapas lega setelah ia telah membayar cas apartemen tersebut senilai 400 juta, dan esok hari dia berencana kembali lagi untuk membeli sebuah mobil.


Lantas bagaimana perasaan Rani jika sahabat yang selama ini ia percaya sepenuh nya? dia malah menikam nya dari belakang, maksud nya mengambil harta yang bukan menjadi hak nya.

__ADS_1


Tentu sangat kecewa bukan?


Demi kesenangan dunia manusia rela melakukan apa saja,mencuri, merampok,berdusta,bahkan membunuh sekali pun gak masalah bagi nya.yang terpenting adalah tujuan nya bisa tercapai tanpa harus memikirkan karma dari Tuhan nya.


__ADS_2