Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
130.Kembalikan Anakku.


__ADS_3

"Ibu," sapa kedua wanita ini sembari memeluk dan mencium wajah wanita paruh baya ini.


"Maafkan kami Bu,"ujar ke dua wanita ini,merasa gagal karena tak bisa membahagiakan sang ibu.


Wanita paruh baya ini hanya tersenyum lebar,mencium kepala putrinya secara bergantian,mengelus nya begitu lembut hingga ke dua putrinya bingung sendiri.


"Kakak,"sapa Tari si gadis ingusan yang menyebalkan ini,datang tiba-tiba entah dari planet mana ia berasal.


"Tari," lirih Tania sambil merentangkan tangan,gadis ini sepertinya sangat merindukan bocah keras kepala ini.


"Tari,darimana saja kamu selama ini?"tanya Tania sembari memeluk tari begitu erat"M-Maafkan Tari kak."


Tania menganggukan kepalanya berulang kali,gadis ini tak dapat lagi membuka suara,memeluk erat Tari sembari terisak tangis.


Rasa syukur nya kepada Allah tak henti-hentinya bercucuran begitu saja dalam benaknya,begitupun dengan gadis menyebalkan ini.


"Kakak cantik,"pelukan tari kembali lagi beralih kepada si calon pengantin ini,kedua nya berpelukan erat sembari meneteskan airmata kerinduan.


"Tari kamu tidak boleh lagi ke mana-mana,kamu harus di sini jagain ibu."


"Iya kak,maafkan tari ya kakak cantik,"ujar Tari sembari mendongak kan kepalanya sembari mengatupkan kedua tangannya minta maaf.


"Cup!".


Kecupan kecil dari si calon pengantin ini melayang tiba-tiba di kepala bocah ingusan ini"Kakak sayang banget sama kamu Tari,ini rumah kamu jadi tidak boleh ke mana-mana lagi."


Tari menganggukan kepalanya,gadis menyebalkan ini kembali lagi menatap si calon pengantin ini,menatap nya dengan ribuan pertanyaan yang sedang berkecamuk dalam otak nya.


Mengapa pak Dion harus berakhir bersama Rani? bukan ka pak Dion hanya mencintai Tania saja?apa sebenarnya yang terjadi?.


"Apa kakak bahagia ingin menikah dengan pak Dion?".


Pertanyaan polos gadis menyebalkan ini membuat para rombongan di hadapan nya langsung menganga tanpa suara.


Mereka tak tau harus menjelaskan seperti apa.sementara Tari,gadis ini menelan ludahnya berkali-kali sembari menunggu jawaban.


"Kenapa diam saja kak?"Tari kembali lagi menyodorkan pertanyaan tanpa dosa.

__ADS_1


"Sudah lah,Nak.ini bukan urusan kamu,mari ikut ibu ke belakang beres-beres rumah,"ujar sang ibu demi menyelamatkan suasana hati yang sedang tak baik-baik saja.


"Kalian masuk ke kamar sekarang,"titah sang ibu sembari menatap ke dua putrinya secara bergantian.


"Enggak Bu,kami harus lanjut kembali untuk ziarah ke makam ayah,"jelas Rani sembari melirik ke arah Tania"Tan,kamu jadi ikut kan?."


Tania menganggukan-ganggukkan kepalanya"Iya kak,aku kangen banget ma ayah."


"Aku boleh ikut enggak,Kak?," tanya Tari sembari melepaskan diri dari wanita paruh baya itu.


"Iya sudah,kalian berangkat sekarang dan setelah itu kalian langsung pulang ya,"tutur sang ibu lalu segera meninggalkan mereka.


_______


"Siapa kalian?," tanya seorang wanita paruh baya sembari menuding ke arah para rombongan ini.berdiri sembari melototkan mata nya,menatap nya dengan tatapan murka.


Wanita paruh baya ini sepertinya tak ingin membiarkan satu pun orang yang ingin menyentuh makam sang ayah.


Apa sebenarnya yang terjadi?lantas siapa wanita paruhnya baya ini?


Mengapa tidak! tak sedikit pun celah untuk dirinya bisa menyentuh makam sang ayah.makam sang ayah sudah tertata rapi dengan pagar keliling terbuat dari kayu dan tak satupun rumput liar yang di biarkan tumbuh di sana,makam ini sepertinya di jaga ketat selama 24 jam.


Entah siapa yang melakukan semua itu? sementara ke tiga wanita ini bingung sendiri,semenjak kepergian sang ayah,baru kali ini mereka menyempatkan diri untuk ziarah ke makam sang ayah.


"Aku putrinya,Bu! jadi biarkan aku menyentuh makam ayahku,"pinta gadis ini sembari mengepalkan tangannya.


"Bohong!"teriak wanita itu sembari mengacak-acak rambutnya.


"Tidak Bu!aku adalah putri semata wayang dari ayah ku,jadi biarkan aku masuk dan menyentuh makam ayah ku,"bentak Rani tak bisa mengontrol emosi.


"Tahan emosi kamu kak,"tegur Tania sembari melangkah kan kakinya mendekati wanita paruh baya ini.


"Bu,apa ibu kenal baik dengan ayah kami?".


Plakk!


Tamparan keras wanita ini telah mendarat cantik di wajah Tania.bukan nya ia mendapat kan jawaban agar bisa menyelesaikan masalah ini.ia malah mendapatkan hadiah gratis karena kebodohannya.

__ADS_1


"Ibu," teriak Rani sembari mengangkat tangan nya untuk membayar perlakuan kasar nya,namun secepat kilat Tari menahan tangan gadis kesurupan ini.


"Lebih baik kalian pergi dari sini,sebelum kalian aku kubur hidup-hidup.Pergi!".


Susah payah Rani menelan ludah,bagaimana lagi ia dapat menyakinkan wanita paruh baya ini jika ia adalah putri si pemilik makam itu?


Gadis ini kembali lagi menatap wanita ini,menatap nya dari ujung kaki sampai rambut?hingga otak dan hati nya terhubung lebih cepat?


Siapa sebenarnya wanita ini?mengapa ia harus menjaga makam ayah nya?apa dia saudari ayah?Tidak! gadis ini secepat kilat menggeleng kan kepalanya.


"Ayahku tidak memiliki siapa pun di dunia ini "gumam nya sembari menelan ludahnya berkali-kali.


Sementara Tari dan Tania,kedua gadis ini bukannya mundur karena telah di usir secara kasar.mereka malah mendekati wanita itu lalu mengajak nya duduk untuk membicarakan banyak hal.


"Bu,ibu tenang dulu yaa,"pinta bocah ingusan ini sembari mengikat rambut wanita paruh baya ini.


"Nama kamu siapa?"tanya wanita ini sembari melirik ke arah Tari"Aku Tari Bu,aku cantik kan,Bu?".


"Ha-ha,"Wanita paruh baya ini tertawa lebar"Anak ku pasti lebih cantik."


"Cantik?" tanya Tari balik sembari duduk di samping wanita ini,entah mengapa bocah ingusan ini lebih pintar bergaul dengan ibu-ibu.


"Emangnya ibu punya anak?"tanya Tania memastikan,sementara Rani gadis ini perlahan-lahan mendekat.


"Jahat! dia jahat!"teriak wanita paruh baya ini sembari mengacak-acak rambutnya.


Rambut panjang yang baru saja di ikat rapi oleh Tari kini kembali lagi berantakan,dan baju lusuh yang melekat di tubuh wanita ini kini telah sobek tak tersisa.


Memberontak layak nya seperti orang kesurupan,masalalu nya seperti nya sangat menyedihkan.


"Anak ku,kembalikan anak ku," lirih nya sembari bersujud dan terisak tangis di atas tanah.


Sementara para rombongan ini, mereka hanya bisa menganga tanpa berani membuka suara.menatap iba kepada wanita paruh baya ini,dan tak selang berapa lama pemakaman sang ayah kini kembali berduka.


3 menit kemudian.


Setelah keadaan membaik.Rani segera pamit menuju ke toko,membeli beberapa lembar baju untuk sang ibu yang malang ini.

__ADS_1


__ADS_2