Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
98.Interogasi


__ADS_3

Setelah berduka tentu pasti akan berganti dengan kebahagiaan,bukan? begitupun dengan suasana di rumah mewah itu.


Mereka telah memancar kan senyuman kebahagiaan,tanpa harus menoleh kembali ke belakang.


Sang ibu bersyukur karena beliau di berikan amanah oleh Allah,di kelilingi oleh anak-anak yang baik dan sholeha walau tanpa ada ikatan darah.


Dan tentu sang ibu tau mengapa Allah mengirimkan mereka hadir dalam kehidupan nya?hingga ia berjanji akan selalu menjaga dan mendidik amanah-amanah itu dari-Nya.


Setelah waktu sholat Dzuhur tiba,mereka bergegas mengambil air suci lalu segera melaksanakan kewajibannya.


Setelah usai melaksanakan kewajiban nya,mereka mencium punggung tangan sang ibu sebagai bukti bakti nya kepada nya.


"Terimakasih banyak atas kehadiran kalian di sini Nak,dan ibu ingin kan kalian harus hidup rukun menjaga satu sama lain dan juga saling mengasihi," ceramah sang ibu sambil menatap wajah ke tiga wanita-wanita cantik itu.


"Insyaallah Bu," sahut nya serentak lalu segera memeluk wanita paruh baya itu.


Hal itu membuat sang ibu meneteskan air matanya,karena ia merasakan ada yang kurang darinya.


Seorang putri yang masih jauh di depan mata,dan sampai detik ini ia belum juga mendapatkan kabar darinya.


"Ibu kenapa menangis?," tanya Tari bingung begitupun dengan Tania dan Bela.


Ke tiga wanita cantik itu menatap sang ibu tanpa berkedip, sementara sang ibu,wanita paruh baya itu berusaha menyembunyikan luka hatinya,agar semua nya terlihat baik-baik saja.


"Enggak papa kok nak,"sahut sang ibu sembari menyeka airmata nya lalu memancarkan senyuman nya.


"Kami sayang ibu,ibu tak boleh sedih lagi yaa," bujuk Tari sambil mengelus-elus wajah sang ibu.


Sang ibu menganguk-ganggukkan kepalanya"Iyaa Nak,ibu juga sayang sama kalian."


"Terimakasih Bu,"sahut ke tiga wanita cantik itu.


Sang ibu menganguk"Iya Nak,mulai hari ini kalian harus menjadi lebih baik,jangan tinggalkan ibadah dan fokus bekerja," sang ibu kembali ceramah di depan ke tiga putri nya.


Mereka mengangguk kan kepalanya"insyaallah Bu," sahut nya serentak.


Sang ibu tersenyum"Iya sudah,kalian istirahat sana."


Ke tiga wanita itu bergegas bangkit lalu berjalan menuju ke kamar biasanya,langkah demi langkah mereka habiskan tanpa terlihat beban lagi di wajah nya.

__ADS_1


Mereka berjanji untuk saling menjaga,mengasihi satu sama lain walau tanpa ada ikatan darah,demi membuat sang ibu bangga.


Setiba nya di kamar Tari mengambil posisi untuk segera memanjakan tubuh dan otak yang lelah, sementara Tania dan Bela mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tan,sebaik nya kamu istirahat juga.karena ibu hamil seperti mu gak boleh terlalu capek."


Tania tersenyum"Enggak papa kok Bel,aku sudah terbiasa seperti ini,"sahut Tania menyakinkan.


"Terbiasa bagaimana? lihat tu wajah kamu sedikit pucat,ayo istirahat sekarang."


"Pucat?," tanya Tania bingung sambil mengelus-elus wajah nya.


"Iya Tan, seperti nya kamu kecapean banget," jelas Bela meyakinkan.


Tania tersenyum sambil melangkah ke hadapan Bela"Kamu aja yang istirahat Bel,aku masih ada tugas."


"Tugas apa an lagi si,Tan?."


Tania melangkah kan kaki nya ke arah meja,lalu mengambil sebuah cek dari sebuah laci dan memperlihatkan ke hadapan Bela.


"Kita dapat cek dari ibu Bel untuk usaha,jadi uang ini harus di kelola dengan baik agar kita bisa membuat ibu bangga esok hari."


"Cek," gumam Bela sambil mengucek mata nya untuk memperjelas penglihatan nya.


Tania tersenyum"Entah lah Bel,aku juga bingung dengan sikap berlebihan ibu seperti itu,Namun aku takut untuk protes Bel.karena kamu tau sendiri kan ibu seperti apa?"jelas Tania lalu duduk di pinggiran tempat tidur.


Bela menganggukan kepala nya"Apa Rani tau semua ini,Tan?," tanya Bela sambil bolak balik gak jelas.


"Enggak Bel."


"Lalu bagaimana jika Rani gak setuju dengan semua ini?."


"Kamu tenang aja Bel,yang terpenting kita di sini gak pernah meminta apa-apa kepada ibu,dan aku yakin jika Rani pasti setuju-setuju saja,"jelas Tania menyakinkan.


Bela menganggukan kepala nya,wanita itu benar-benar menyadari jika ia berada dalam lingkungan orang-orang yang baik dan tulus.


Tak selang berapa lama,wanita cantik itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya di hadapan Tania.


"Tan,apa Mita ada bersama Rani sekarang?".

__ADS_1


Pertanyaan dari Bela membuat Tania tersenyum lebar"Gak lah Bel,kakak Rani berangkat sendirian ke luar negeri sementara Mita,dia di tugaskan untuk mengelola perusahaan untuk sementara waktu.


"Apa!," sontak Bela kaget.


Bela benar-benar tidak menyangka jika Rani semudah itu memberi kepercayaan kepada Mita.


Memikirkan semua itu membuat pikiran Bela traveling ke mana-mana"Aku harus melakukan sesuatu sebelum semua nya terlambat," gumam nya sembari menatap ke arah Tania.


"Ada apa Bel?," tanya Tania lalu bangkit dari tempat tidur.


"Tan,apa kamu tau di mana posisi Mita saat ini?."


Tania menggeleng kan kepalanya"Gak Bel."


"Lo kok gak tau?bukan nya Mita pernah tinggal di sini juga," jelas Mita.


"Emang nya ada apa,Bel?," tanya Tania bingung sambil memperhatikan tingkah laku Bela.


"Jawab pertanyaan aku dulu Tan."


"Baiklah,Mita pernah tinggal di sini dan itupun cuma bentar doank, setelah itu dia pamit untuk ngontrak," jelas Tania masih dalam posisi yang sama.


"Ngontrak?," tanya Bela bingung.


Tania benar-benar bingung sendiri setelah di interogasi habis-habisan oleh Bela.


Sementara Bela,wanita cantik itu benar-benar curiga dengan tingkah laku Mita seperti itu"Tan,apa kamu percaya sepenuhnya terhadap Mita?dan mengapa Rani semudah itu percaya kepada dia? sementara kalian,kalian tidak tau persis siapa Mita yang sebenarnya."


Lagi-lagi ucapan dari Bela membuat Tania pusing tujuh keliling,sang calon ibu tersebut bolak-balik sambil memikirkan ucapan dari Bela barusan.


Ke dua wanita cantik itu bolak balik gak jelas sembari berpikir keras"Bel,apa sebenarnya yang engkau ketahui tentang Mita?bukan kah selama ini dia sepenuhnya telah berubah setelah jauh darimu."


Pertanyaan dari Tania membuat Bela menghentikan langkahnya"Tan,aku yang tau persis tentang Mita,jadi kalian boleh saja tertipu oleh nya," jelas Bela sambil menatap ke arah Tania.


"Aku tau itu Bel,lalu apa yang harus kita lakukan sekarang untuk memastikan apakah Mita bisa di percaya atau tidak?."


"Kita harus selidiki Mita di mana posisi dia sekarang,dan setelah itu kita cek bagian keuangan perusahaan."


Tania menganggukan kepala nya"Aku setuju dengan mu Bel,tapi jika kenyataan nya Mita benar-benar telah berubah,lantas apa yang harus kita lakukan?."

__ADS_1


"Aku akan bersujud di bawah kaki nya untuk segera minta maaf,karena aku telah berprasangka buruk terhadap nya," seru Bela menyakinkan.


Tania menggeleng kan kepalanya"Tidak Bel,jangan membuat Allah murka padamu."


__ADS_2