
Sebelum waktu subuh tiba.
Rani dan Tania sengaja bangun lebih awal,Agar mereka bisa berangkat lebih cepat hari itu juga.
Setelah mereka selesai melaksanakan shalat subuh secara berjamaah.
Mereka segera pamit dan perpisahan itu kembali di iringi oleh tangisan sesaat.
Namun mereka tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.
Karena mereka percaya.
Kalau anak-anak nya,akan segera kembali secepat mungkin ke desa itu.
Hingga Tania dan Rani segera berangkat juga saat itu.
Walau mereka tak kuasa untuk meninggalkan mereka.
Namun karena tanggung jawab yang menuntut nya,sehingga mereka ikhlas menerima perpisahan itu dengan keluarga tercinta.
(Dua hari kemudian).
Jam demi jam yang mereka lalui,kini rasa bahagia itu sudah mulai terpancar di wajah ke dua gadis yang hebat itu.
Rani tak sabar lagi untuk melihat, Bangaimana reaksi wajah yang di miliki oleh pria tampan dan sukses itu.
Yang kini sedang merayakan kebahagiaan nya.
Karena lamaran nya,sudah di terima dengan baik oleh keluarga Tania.
Sedangkan Tania.
Ia sudah melanggar aturan-aturan Tuhan-Nya.
Sehingga hati nya,sudah di selimuti rasa rindu yang begitu dalam kepada calon suaminya.
Senyuman manis dari pria yang sudah membuat nya jatuh cinta itu,kini sudah mulai menari-nari di pelupuk mata gadis desa itu.
Mungkin kah keimanan yang di miliki gadis desa itu,akan runtuh sebelum halal?
Begitupun dengan Pak Ammar.
Ia sudah tak tahan lagi,untuk melihat senyuman manis dari bunga desa nya itu.
Hingga pikiran nya sudah melayang tinggi,Dan tak tahan lagi untuk segera menghalalkan Tania secepat mungkin.
Dan hari ini adalah hari spesial bagi pak Ammar,Di mana dalam hitungan jam kemudian.
Kedua gadis cantik itu,akan di sambut oleh pesta meriah.Yang sudah di rencanakan beberapa hari yang lalu.
Waktu sholat magrib hampir tiba,Pak Ammar segera memilih untuk melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.
Dan setelah itu.
Pak Ammar segera menelpon Rani dan menanyakan kabar darinya.
Dan ia sudah mulai lega dan bahagia,setelah ia mendapat kabar jika 2 jam lagi mereka segera tiba.
Para undangan sudah mulai hadir satu persatu malam itu,dan pak Ammar segera menyambutnya dengan penuh hormat.
Pak Ammar sudah mulai gelisah setelah 1.50 menit,ke dua gadis itu belum nampak juga saat itu.
Pikiran nya semakin tak karuan,Hingga akhirnya ia segera berlari masuk ke dalam kamar.
Untuk menghubungi Rani kembali.
Namun Apa yang terjadi?
Pak Ammar terlebih dahulu membuka pesan WhatsApp dari Bela.
Dan mata nya sudah menetes kan airmata ketika ia melihat Tania dan Rani di sekap di sebuah gubuk tua tanpa hijab.
Satu menit kemudian Bela langsung menelpon nya,dan menyuruh pak Ammar untuk segera datang ke tempat di mana Tania dan Rani berada.
Dan pada saat itu juga,Pak Ammar segera melajukan mobil nya.Untuk segera mematuhi perintah dari Bela sang istri pertama.
Sepanjang perjalanan ia hanya bisa meneteskan air mata duka nya,Dan memohon kepada Tuhan-Nya.
Agar Tania dan Rani bisa selamat dari kejahatan Bela.
Hati nya sungguh ter'iris ketika melihat calon istrinya Menetes kan airmata nya.Dan tanpa sedikit pun kain yang menutupi aurat nya.
”Kamu sudah membuat kesabaran ku sudah hilang Bela”,Gumam pak Ammar.
Dan pak Ammar berjanji kepada diri nya sendiri,untuk membuat Bela semakin menderita.
Beberapa jam kemudian.
Pak Ammar sudah tiba di lokasi,di mana Tania dan Rani di sekap di sebuah gubuk tua yang jauh dari perkotaan.
__ADS_1
Pak Ammar segera berlari dan berteriak memanggil Bela,Namun saat itu tak ada satupun orang yang menemui pak Ammar.
Pak Ammar mencoba kembali menyelusuri semua tempat itu,dan ia terkejut ketika Bela sudah mulai berbicara dan membawah sebuah selembar kertas di tangan nya.
”Selamat datang calon suami Tania yang terhormat”,Ucap Bela sinis.
”Kamu sudah benar-benar keterlaluan Bela,Lepaskan Tania dan Rani sekarang juga”,Teriak pak Ammar.
”Oke,Tapi dengan satu syarat,Kamu harus menandatangani surat perjanjian untuk membatalkan pernikahan kamu dan Tania”,Jawab Bela.
”Jangan lakukan itu pak”,Teriak Rani.
Pak Ammar tak kuasa lagi menahan airmata nya.
Begitu melihat ke dua gadis nya sudah tak berdaya.
Setelah di siksa oleh Bela dan orang bayaran nya.
Pak Ammar sudah tak punya pilihan lain,Selain dirinya harus menandatangani surat itu dari Bela.
Yang terpenting Tania dan Rani segera di bebas kan.
”Oke,Aku akan menandatangani surat itu Bela.Tapi sebelum nya,ijinkan aku untuk memakaikan kembali hijab kepada Tania dan Rani”,Jawab pak Ammar
”Oke, Silahkan mas”,Ucap Bela
Pak Ammar sudah mulai melangkah ke arah di mana Tania dan Rani di sekap dan di jaga oleh 2 orang lelaki .
Langkah demi langkah yang sudah ia lewati dengan cucuran airmata,dan teriakan Rani yang begitu kencang terdengar di telinga nya.
”Maafkan Aku Ran,Aku tak punya pilihan lain selain menyelamatkan kalian”,Batin pak Ammar menjerit.
Setelah ia tiba di tempat Rani dan Tania,ia segera mengambil hijab Tania terlebih dahulu dan segera memasangkan ke kepala calon istrinya itu.
Tubuh Tania yang sudah melemah itu,ia masih sempat menatap wajah calon suaminya.
Yang sudah penuh dengan linangan airmata dan Tania berkata.
”Mas jangan lakukan hal yang akan membuat mas menyesal suatu hari nanti”,Ucap Tania.
Pak Ammar hanya bisa menatap wajah calon istrinya itu dengan penuh kesedihan.Karena ia tak punya pilihan lain selain menyelamatkan mereka.
”Maafkan aku Tan,Ini semua demi keselamatan kalian”,Batin pak Ammar.
Pak Ammar berdiri kembali untuk mengambil hijab Rani,
Dan ia segera memasangkan ke kepala gadis yang sudah banyak berkorban untuk kebahagiaan ia dan Tania.
Lalu orang bayaran Bela itu tiba-tiba saja menarik kembali hijab Rani, yang baru saja menutupi aurat nya.
Dan Pak Ammar sudah tak bisa menahan emosi nya,Sehingga ia langsung menarik tangan lelaki itu lalu memberi nya pelajaran saat itu juga.
”Cukup mas,Sekarang kamu segera menandatangani surat perjanjian ini”,Teriak Bela.
Tubuh Tania yang sudah melemah itu,kini mulai bangkit lagi dan berusaha menguatkan diri,Agar pak Ammar tidak menandatangani surat itu dari Bela.
”Oke Bela,Tapi aku minta satu hal. Lepaskan Tania dan Rani sekarang juga”,Teriak pak Ammar.
Bela sudah tak punya pilihan lagi,Selain menyuruh ke dua pria itu. untuk melepaskan mereka berdua, Yang sudah tak berdaya lagi.
”Lepas kan mereka pak,Dan kamu mas,Kamu segera menandatangani surat perjanjian ini secepat mungkin”,Jawab Bela.
Tania dan Rani sudah terlepas diri dari ikatan tali yang cukup menyiksa nya saat itu,Sedangkan pak Ammar ia sudah mulai melangkah ke hadapan Bela,
Untuk segera menandatangani surat
perjanjian itu dengan Bela.
”Jangan Lakukan itu mas,Aku mohon dengan sangat."Ucap Tania.
Pak Ammar tak kuasa menahan tangis setelah ia mendengar ucapan dari calon istrinya itu.
Ia kembali teringat dengan perjuangan yang selama ini ia lakukan,Untuk mendapatkan bunga desa itu.
Namun Bela selalu saja mengancam nya untuk berbuat lebih kasar lagi. Kepada ke dua gadis yang begitu amat di sayangi.
Hingga ia tak menghiraukan lagi permohonan dari Tania itu,yang terpenting adalah ia mampu menyelamatkan ke dua gadis itu.
Setelah pak Ammar sudah tiba di hadapan Bela,ia segera mengambil sebuah pulpen dari tangan Bela.
Lalu ia kembali membuat perjanjian antara dirinya dengan Bela.
”Setelah masalah ini selesai,Aku akan menceraikan kamu secepat mungkin,Dan aku minta jangan pernah ganggu kehidupan aku lagi Bela”Ucap pak Ammar.
Bela tak bisa menerima jika pak Ammar harus melakukan itu semua.
Namun ia tak ingin meluapkan emosi nya saat itu juga,agar pak Ammar segera menandatangani surat itu secepatnya mungkin.
Rani sudah kuasa menahan emosi nya,ia segera berlari untuk mengambil surat perjanjian itu.
__ADS_1
Namun ia gagal melakukan itu semua,karena orang suruhan Bela langsung menarik tubuh nya secepat mungkin.
”Ya Allah,.aku hanya bisa berserah diri kepada mu,Tunjukan lah belas kasih mu yaa Robb”.Batin Tania menjerit.
”Bela,Kamu sudah benar-benar melakukan tindakan di luar batas manusiawi,suatu hari nanti kamu akan menyesali semua kejahatan kamu selama ini",Teriak Rani.
”Tutup mulut kamu Ran,Oke,aku setuju dengan permintaan kamu mas,dan sekarang lakukan perintah aku sekarang juga”,Jawab Bela.
Setelah pak Ammar mendengar Jawaban dari Bela barusan,ia kembali menatap ke arah gadis yang begitu amat ia cintai.
Airmata nya jatuh bercucuran,hingga Tania tak kuasa lagi menahan. Bangaimana sakit nya hati seorang wanita?Yang baru saja di lamar oleh pria yang sudah membuat dirinya jatuh cinta.
Dan kini mereka akan di pisahkan dengan cara yang tak wajar seperti itu,Dari wanita yang selama ini hanya membuat dirinya menderita.
”Mas,Aku mohon sekali lagi,Jangan lakukan hal bodoh itu mas”,Teriak Tania sambil terisak tangis.
Pak Ammar sudah mulai merasakan ada yang aneh dalam diri Tania,Namun ia tak punya pilihan lain.Selain menyelamatkan ke dua gadis hebat nya itu.
Sedangkan Rani!
Ia tak kuasa lagi melihat keadaan Tania Seperti itu.
Ingin rasanya dirinya memeluk sahabat yang begitu ia sayangi.
Namun ia tak mampu lakukan itu semua,karena tangan nya di pegang oleh pria suruhan Bela.
”Maafkan aku Tan”,Jawab pak Ammar terisak tangis.
”Jangan lakukan itu pak,Aku dan Tania gak masalah jika harus di siksa oleh Bela.Tapi aku memohon,jangan tanda tangani surat perjanjian itu”,Ucap Rani.
Bela tak bisa menerima semua itu,dan ia segera menyuruh ke dua pria itu untuk mengikat kembali ke dua gadis itu.
Namun Bela berhenti.
Setelah pak Ammar sudah siap menandatangani surat itu secepatnya juga.
”Ayo mas,Lakukan perintah ku sekarang juga,Waktu kita sudah banyak terbuang jadi pilihan ada di tangan mu”,Ucap Bela.
Pak Ammar sudah pasrah.
Ia segera melakukan perintah Bela barusan,agar masalah itu secepatnya kelar.
”Mas,Tatap wajah aku.
Wajah ini yang telah engkau patahkan hati nya sekejab saja,hanya demi melakukan perintah dari wanita gila itu”,Teriak Tania.
Lagi-lagi pak ammar sudah pasrah dan ia ingin agar masalah ini secepatnya selesai.
Dan Tania tak bisa lagi menahan, bangaimana hancur nya hati nya saat itu.
Namun pak Ammar tetap saja bersikap keras untuk menandatangani surat itu.
Pulpen itu sudah mulai di angkat ke sebuah lembaran kertas di hadapan pak Ammar.
Namun Tania semakin tak mengerti dengan semua itu,ia langsung berteriak sekencang-kencangnya.
”Mas!Jangan lakukan itu,Aku mohon mas,Karena,.A-aku..Mencintaimu Mas.”,Teriak Tania.
Lalu tubuh nya terjatuh ke lantai saat itu juga.
Bagaikan mimpi bagi pak Ammar,ia baru tahu dan sadar jika selama ini Tania juga diam-diam telah mencintai nya.
Seluruh tubuh nya terasa tak berdaya,ingin rasanya menampar dirinya sendiri yang terlalu bodoh menghadapi Bela.
Namun ia tak kuasa lagi menahan dirinya,Untuk segera mengangkat tubuh Tania.
Yang sudah terjatuh di lantai.
Namun Bela masih saja memaksanya untuk tanda tangan,dan akhirnya surat itu resmi di tandatangani oleh pak Ammar saat itu juga.
Setelah selesai pak Ammar segera berlari mengangkat tubuh Tania,Dan segera berlari membawah nya keluar dari gubuk itu.
Namun ia kembali sadar diri, jika Rani masih ada di dalam genggaman Bela.
Namun Rani tiba-tiba saja berteriak, untuk segera menyelamatkan Tania terlebih dahulu.
”Bawah Tania pergi dari sini sekarang juga pak,Jangan hiraukan aku lagi”,Teriak Rani.
Pak Ammar melanjutkan kembali perjalanan nya,dan Bela sudah tertawa sepuas nya.
Karena ia sudah berhasil membuat pak Ammar jera.
Rani tak bisa lagi menahan diri di perlakukan oleh Bela seperti itu,ia segera melawan pria itu sekuat tenaganya lalu ia berlari untuk mengambil surat perjanjian itu.
Namun ia gagal melakukan itu semua.Karena ke dua pria itu langsung menyerang nya saat itu juga.Sehingga tubuh gadis cantik itu jatuh tergeletak di lantai.
Baru saja mereka menikmati kebahagiaan,Namun kini mereka kembali berduka.
Karena kelakuan istri pertama yang tak pernah sadar diri,Dan menyadari apa kekurangan dirinya selama ini. kepada suami yang baik seperti pak Ammar.
__ADS_1
Namun perjalanan kisah mereka belum sampai ke titik terakhir,Karena Tuhan masih punya banyak rencana.Untuk menyatukan kisah cinta mereka.