Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
89.Ide Baru.


__ADS_3

Tak ada manusia yang terlepas diri dari salah dan dosa,dan tentu nya semuanya berada di titik yang sama.


Tak ada dosa yang tak dapat di ampuni Oleh nya,selagi engkau ingin bersujud sebagai manusia yang penuh dengan dosa.


Karena Allah lebih menyukai hamba nya yang bertaubat,daripada para alim yang sombong.


Begitupun dengan perjalanan hidup ke tiga wanita cantik,yang masih terkurung dalam sebuah kamar.


Mereka merasa manusia yang paling menjijikan hidup di muka bumi ini,hingga membuat airmata nya tak henti-hentinya terjatuh ke bumi ini.


Namun seketika teriakan sang ibu tiba-tiba menusuk telinganya masing-masing,mereka bergegas menyeka airmata nya agar semua nya terlihat baik-baik saja.


Tari dan Tania segera beranjak keluar dari kamar,sementara Bela jantung nya berdebar kencang karena ketakutan.


"Kalian darimana saja?" tanya sang ibu sambil memperhatikan mereka yang masih mengatur napas.


"I-itu Bu,habis buru tikus di kamar,"sahut Tari gugup penuh dusta.


"Apa!" sontak sang ibu kaget,karena sang ibu paling jijik melihat makhluk yang satu itu.


"Apa tikus nya sudah mati?," tanya sang ibu memastikan.


"Tentu saja Bu.aku kan jagoan,benar kan kak?" seru Tari sambil melirik kearah Tania.


"I-iya benar Bu," sahut Tania gugup.


"Syukur lah,kalian ikut ibu sekarang juga," ujar sang ibu sambil berlalu.


Ke dua gadis cantik itu saling menatap sejenak"Ada apa kak?," tanya Tari bingung


"Entah lah,aku juga bingung ayo buruan," sahut Tania dan berlalu.


Sementara Tari jantung nya dag dig dug untuk menghadapi sang ibu kali ini"Oh Tuhan,sampai kapan ujian ini akan berakhir," batin nya sambil menghela nafas panjang dan berlalu.


"Nak,duduk lah di sini dekat dengan ibu," pinta sang ibu sambil menepuk-nepuk sofa.


"Iya Bu," sahut Tania lalu berjalan melewati meja dan segera duduk di samping sang ibu.


"Ada apa yaa Bu?" tanya Tania bingung sambil menatap wajah sang ibu.


"Nak,bagaimana dengan kandungan kamu? apa sebaiknya kamu kontrol ke dokter sekarang,sekalian USG juga",tanya sang ibu sekaligus mengelus-elus perut putri nya.


"Tentu nya pasti akan baik-baik saja Bu,ibu tenang saja yaa," sahut Tania menyakinkan sang ibu.


"Tapi Nak,..

__ADS_1


"Udah ibu ku sayang," potong Tania demi menyelamatkan diri dari permintaan sang ibu.


"Iya sudah! tapi lain kali kamu harus nurut sama ibu.Awas," ancam sang ibu.


"Ada apa Bu?" tanya Tari bingung sambil menatap ke arah mereka secara bergantian.


"Kepo," sahut Tania ketus.


"Sudah,sudah! Tari kamu duduk sekarang ibu mau bicara penting,"ujar sang ibu dengan suara intonasi tinggi.


Gadis kecil itu menganggukan kepalanya sembari menatap ke arah Tania.


Sedangkan Tania.wanita cantik itu menatap ke hadapan sang ibu penuh dengan wajah ketakutan,entah apa yang di pikirkan oleh nya.


"Nak,jika kalian tak keberatan.lebih baik kalian menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat," ujar sang ibu.


"Maksud nya apa Bu?," tanya Tari bingung lalu menatap ke arah Tania.


Ke dua nya saling menatap,namun seketika Tania mengedipkan bahunya maka Tari beralih pandangan kepada sang ibu.


"Daripada bingung di rumah selalu berdebat gak jelas,maka nya ibu putuskan untuk membuka usaha untuk kalian berdua," jelas sang ibu.


"Alhamdulillah," Tari tersenyum kegirangan lalu berpindah tempat mendekati sang ibu.


"Makasih yaa Bu,Tapi usaha nya apa Bu?" tanya Tari sambil memeluk lengan sang ibu.


Sedangkan Tania,wanita cantik itu masih saja mematung dan membisu"Lalu bangaimana dengan Bela'," gumam nya sambil menundukkan kepalanya.


Hal itu membuat sang ibu bingung"Kamu kenapa Nak? kok diam saja dari tadi."


"Hmm..Tau lah Bu,calon ibu mah gitu pikiran nya pasti liar," tebak Tari sambil terkekeh.


"Apaan si Tari?" protes Tania.


"Sudah,sudah! Ibu inginkan kalian menjadi anak yang sukses,jadi mulai dari sekarang kalian harus bekerja keras,mencari ide dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin," jelas sang ibu dengan suara intonasi tinggi.


"Bekerja keras Bu? misal nya mencakul di sawah maksud nya,benar begitu kan Bu?," tanya Tari bingung,entah mengapa otak gadis kecil itu benar-benar tumpul kali ini.


"Sawah nenek mu," protes Tania sambil terkekeh.


"Sudah,sudah! Tari hari ini kamu ikut ma ibu.dan kamu Tania,kamu di rumah saja karena jam 11.00 berikutnya akan ada tamu yang akan datang," jelas sang ibu sambil berlalu.


Wanita paruh baya itu benar-benar bingung melihat tingkah ke dua putrinya,semakin hari semakin aneh menurut nya.


Sedangkan kedua gadis cantik itu saling menatap satu sama lain"Tamu" gumam Tari dan Tania.

__ADS_1


"Kak,sikap ibu kok aneh banget yaa hari ini?tak seperti biasanya," ujar Tari bingung sambil menatap ke arah sang ibu yang telah berlalu.


"Entah lah Tar,aku juga bingung,"sahut Tania sambil memikirkan ide sang ibu.


"Kak bagaimana dengan Bela?apa kita selamatkan saja ke tempat lain untuk sementara waktu," bisik Tari.


"Gak Tari,Bela tetap saja bersama kita di sini,aku tak ingin melihat dia menderita di luar sana,jangan mikir aneh-aneh kamu,"seru Tania tak terima ide Tari.


"Ah kakak!makin hari makin sensi saja,jelek tu muka," protes Tari lalu beranjak menemui sang ibu.


Tania hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala ke arah Tari,lalu mempertimbangkan kembali ide Tari barusan.


1 detik..


3 detik...


7 detik,sudah berlalu.


Namun Tania belum juga menemukan jawaban yang pas untuk Bela.


Tak selang berapa lama,gadis kecil tiba-tiba saja muncul di hadapan Tania"Ponsel Baru,ponsel baru,"ujar Tari berulang kali sambil menari-nari gak jelas.


"Ponsel dari Hongkong,Haluu,"sahut Tania ketus.


"Iya sudah kalau gak percaya,awas saja kalau cemburu,"ancam Tari.


"Bodoh Amat,"seru Tania lalu membaringkan tubuhnya di atas sofa.


Tari hanya bisa memanyunkan bibirnya ke hadapan Tania,dan tak seberapa lama sang ibu akhirnya muncul kembali di hadapan mereka.


Wanita paruh baya itu menatap iba sejenak ke arah Tania"Kasian banget nasib kamu Nak," gumam nya lalu berjalan menghampiri Tania.


"Nak,kamu baik-baik saja kan?"tanya sang ibu sambil mengelus kepala putri nya.


"Aku baik-baik saja kok Bu," sahut nya menyakinkan sang ibu,padahal pikiran nya traveling ke mana-mana.


Namun bagaimana pun juga Tania berusaha bersikap tenang di hadapan sang ibu,karena menurut nya hanya itu yang bisa ia lakukan untuk membalas kebaikan sang ibu selama ini.


Walau kenyataan nya semua terasa sulit baginya,namun dengan keimanan yang kuat.


Maka Tania lebih memilih menyembunyikan luka nya,daripada harus mengeluh kepada manusia.


________


Terimakasih kepada teman-teman semua nya,yang telah mendukung cerita ini,kurang dan lebih nya mohon di maafkan.

__ADS_1


Baraakallahu fiik.


🙏🙏


__ADS_2