
Satu tahun sudah berlalu namun kebencian itu masih saja tersimpan dalam lubuk hatinya.
Di mana pria tersebut yang awal nya sangat menginginkan kehadiran Tania,namun seiring berjalan nya waktu rasa itu sudah di telan bumi.
Mengapa Cinta harus berubah menjadi kebencian? Siapa kah yang menciptakan rasa itu? sehingga mampu membuat luka dalam hati.
Rasanya ini tak adil.
Semenjak pria tersebut telah berhasil mendapatkan cinta dari seorang wanita yang begitu taat kepada Tuhan nya,Lalu mengapa ia harus pergi begitu saja dari nya?Tanpa harus memikirkan dosa apa yang telah mereka lakukan selama ini.
Namun Tuhan tak pernah berdiam diri begitu saja,Karena hari pembalasan itu akan tiba suatu hari nanti.
____________
Setelah kepergian pak ammar dari kehidupan Rani dan Tania,pria tersebut seolah-olah menjadi amnesia karena selain jauh dari Tuhan-Nya,ia pun terlibat dari segala perbuatan yang di murkai oleh Allah.
Di mana minuman beralkohol menjadi teman sejati siang dan malam nya,dan Tempat perjudian menjadi rumah baru nya saat itu.
Hingga kini ia sudah mulai menyadari ketika makan saja begitu sulit bagi nya.
Dan bahkan ia harus mengamen di pinggir jalan,agar ia bisa bertahan hidup dari keras nya ujian kehidupan yang di alami nya.
Walau mengamen bukan lah hal yang haram dari Tuhan-Nya,namun bukan kah tangan di atas lebih baik daripada di bawah?
Rezeki Allah begitu luas di muka bumi ini,dan Allah selalu saja menolong hamba nya yang sedang dalam kesusahan,selagi mereka mau berusaha dan berdoa kepada nya.
Rasanya ia tak sanggup lagi untuk menjalani kehidupan yang begitu suram bagi nya,hingga kini ia sudah berniat untuk kembali ke sebuah kota.
Di mana kota itu ia membangun perusahaan yang begitu megah,dan meninggalkan ke dua gadis cantik itu begitu saja.
Tanpa ada pesan sepatah kata pun dari nya.
Mengapa Pak Ammar harus kembali ke kota itu?Bukan kah ia sudah membenci seorang gadis,yang selama ini menganggap nya sebagai kehancuran dirinya?
Namun semua itu masih dalam rahasia Ilahi.
Begitupun dengan niat baik Rani saat ini,ia sudah berupaya untuk mencari jalan agar ia bisa menemui pria yang begitu sangat di inginkan, untuk menjadi pendamping hidup nya.
Namun sampai detik ini?
Rani pun belum bisa menemukan jalan yang mudah bagi nya,untuk segera menawarkan diri kepada pria tersebut.
Pikiran nya sudah mulai tak karuan?ia ingin meminta Tania untuk membantu nya memecahkan masalah ini.
Namun entah mengapa ia tak bisa melakukan itu,bukan karena ia malu tapi melainkan karena ia tak ingin merepotkan Tania.
Rani mulai menyusun kembali jalan yang tepat untuk menemui pria tersebut,dan akhirnya ia bisa menemukan jalan yang ia anggap cukup mudah bagi nya.
Apa pun hasil dari usaha nya nanti,ia siap untuk menerima segala resikonya.
Karena bagi nya!
ini adalah waktu yang tepat agar ke dua orang tuanya,tak lagi memilihkan jodoh untuk nya terlebih dahulu.
Adzan magrib sudah hampir tiba.
Rani segera buru-buru melangkah ke sebuah musholla,di mana musholla tersebut ia sengaja bangun untuk para karyawan kantor nya.
Namun kali ini.
Ia baru saja ingin melaksanakan sholat magrib di musholla tersebut,Karena biasanya ia lebih senang berada di dalam istana mewah nya.
Beberapa mata yang menyaksikan kedatangan wanita hebat dan cantik itu,namun mereka hanya bisa tersenyum,dan bangga kepada keimanan yang di miliki oleh nya.
Sebelum Rani melaksanakan sholat magrib secara berjamaah,ia berdzikir terlebih dahulu kepada Tuhan nya.
Sebagaimana yang semestinya ia sering lakukan,di hari-hari sebelumnya.
Entah mengapa sholat magrib kali ini yang ia lakukan secara berjamaah,ia merasa jika ia sudah menyempurnakan separuh agamanya.
Padahal ia belum mewujudkan hal itu,atau mungkin kah karena yang menjadi imam sholat berjamaah itu, adalah pria lulusan Kairo itu?
Setiap rakaat ia mampu meneteskan airmata nya,karena ia begitu tersentuh dengan bacaan-bacaan Qur'an dari pria yang tak asing lagi baginya.
Hingga airmata nya berlinang di setiap sujud kepada Tuhan-nya,dan ia meminta doa agar di mudahkan niat nya yang suci.
Setelah selesai.
Jamaah yang hadir saat itu,mereka satu persatu sudah pergi meninggalkan nya.
Dan betapa terkejutnya seorang pemimpin sholat berjamaah itu,ketika ia sedang melihat atasan nya itu berada di musholla tersebut.
Pak Taufik tak menyangka jika sholat magrib secara berjamaah tersebut,bidadari syurga itu hadir saat itu juga.
Setelah Rani bangkit dari sholat nya,ia segera melangkah untuk segera menemui sang imam yang masih duduk di depan mimbar tersebut.
Sedangkan sang pemimpin sholat berjamaah itu,kini sudah mulai kaku dan gugup setelah atasan nya itu duduk di samping nya,dan ia memanggil beberapa karyawan nya untuk ikut duduk saat itu.
”Assalamualaikum pak”,Ucap Rani.
”Waalaikumus'salam ibu”,Jawab pak Taufik gugup.
”Hari ini saya datang ke rumah Allah ini untuk segera menemui bapak di sini,sekiranya bapak bisa menerima kedatangan dan niat baik Dariku”,Ucap Rani.
Pak Taufik tak mengerti sama sekali,apa maksud dari ucapan atasan nya barusan.
”Dengan senang hati aku sangat menyambut kedatangan ibu dengan baik di sini,ini rumah Allah ibu sendiri dan kapan saja ibu bisa bergabung bersama kami di sini”,Jawab pak Taufik
Hati Rani sudah mulai tenang saat itu,sedangkan yang lain mereka bangga dengan sikap tawadhu yang di miliki atasan nya itu.
__ADS_1
Tania dan ke dua orang tuanya sungguh penasaran dengan hilang nya sosok cantik itu ketika mereka sholat berjamaah di istana nya.
Hingga ke dua orang tua nya,segera meminta Tania untuk mencari di mana kah keberadaan anak kesayangan nya itu.
Tania segera melangkah untuk mencari kakak angkat nya itu,dan entah mengapa ia tiba-tiba saja kepikiran soal pak Taufik.
Tania sudah pastikan jika Rani berada di musholla itu,sehingga ia segera buru-buru melangkah ke musholla tersebut.
Setelah ia tiba di sana,mata Tania sudah melotot ketika ia melihat Rani sedang duduk bersama pria tampan dan di dampingi oleh beberapa orang karyawan nya
Rasa penasaran itu semakin besar terhadap Rani,namun ia tak ingin jika Rani tahu kedatangan ia malam itu.
Walau ia tahu jika menguping adalah perbuatan yang tercela,namun kali ini ia memohon kepada Tuhan nya agar ia di ampuni dosa nya.
Tak lama kemudian,Rani segera melanjutkan obrolan malam yang begitu serius di musholla tersebut.
”Alhamdulillah pak terima kasih banyak untuk itu,dan maksud kedatangan saya ke sini,saya ingin berbicara penting kepada bapak malam ini juga”.ucap Rani.
Pak Taufik sudah gemetaran saat itu,ia sudah mencari tahu di mana letak kesalahannya,sehingga ibu Rani segera datang menemui nya malam itu juga.
Airmata pak Taufik sudah hampir menetes saat itu,karena baru saja beberapa bulan yang lalu ke dua orang tua nya,sudah pergi selama nya karena sebuah kecelakaan.
Hingga sekarang ia hanya tinggal sebatang kara,dan ia mengabdi di perusahaan Rani agar ia bisa menabung sedikit demi sedikit untuk masa depannya nanti.
Namun harapan itu sudah hilang sekejap,setelah mendengar ucapan atasan nya barusan.
Di mana Rani adalah seorang pemimpin yang tegas di perusahaan itu,hingga ia tak segan-segan untuk memecat karyawan yang sudah membuat nya kecewa.
Namun pak Taufik sudah pasrah jika hal itu akan terjadi kepada dirinya,karena bangaimana pun juga ia sadar diri,kalau dirinya hanya lah sebagai karyawan biasa.
”Hal penting apa itu bu,apakah saya telah melakukan kesalahan?maafkan aku ibu”?Tanya pak taufik.
Rani sangat tersentuh hatinya ketika mendengar pertanyaan dari pria tampan tersebut,ia seperti Ratu bagi nya sehingga ia semakin mantap untuk melanjutkan obrolannya.
”Bapak tidak melakukan kesalahan apa-apa terhadap saya sedikit pun,jadi jangan khawatir."Jawab Rani.
”Alhamdulillah ya Allah”,Gumam pak Taufik.
Pak Taufik sudah mulai bernafas lega,dan ia berjanji akan berusaha bekerja lebih baik lagi,kepada atasan yang sudah baik padanya.
”Alhamdulillah Bu,lalu apa tujuan ibu menemui aku saat ini?”.
Rani mulai menarik nafas pelan-pelan,lalu ia terlebih dahulu mengucapkan basmalah,ketika ia mendengar pertanyaan dari pak Taufik barusan.
”Aku datang menemui bapak dengan niat yang tulus Karena Allah,mauka bapak menjadi imam untuk ku?untuk menyempurnakan separuh agama ku”,Jawab Rani.
Rasanya ini tak percaya bagi pak Taufik,mana mungkin gadis seperti Rani ingin menawarkan diri kepadanya.
Sedangkan ia hanyalah orang biasa,mana mungkin ia bisa membahagiakan wanita cantik,dan juga kaya raya tersebut?
”Jangan bercanda Bu,aku ini hanyalah orang biasa,mana mungkin aku bisa membahagiakan ibu dengan keadaan aku seperti ini?”,Ucap pak Taufik.
”Aku memilih bapak bukan karena harta pak,tetapi melainkan keimanan dan kejujuran yang bapak miliki selama ini”,Jawab Rani.
Airmata pak Taufik jatuh seketika ia mendengar jawaban dari Rani barusan,ia tak bisa berkata apa-apa lagi,selain ia hanya bisa terisak tangis.
Sedangkan Tania.
Dirinya begitu bangga dengan keputusan yang di ambil oleh kakak angkat nya,sehingga ia segera berlari masuk ke dalam musholla tersebut.
Lalu ia memeluk erat kakak yang selama ini selalu melindungi nya, hingga airmata nya tertumpah saat itu juga,karena saking bangga nya kepada orang yang selama ini begitu tulus pada nya.
Selain daripada itu.
Tania merasa tak rela jika saat ini kakak nya harus menikah, karena ia takut jika Rani akan berubah kepada nya setelah ia menikah nanti.
Namun ia kembali sadar jika sudah waktunya Rani membahagiakan diri nya sendiri,dengan seorang pria yang baik agamanya.
”Kakak”,Ucap Tania sambil memeluk Rani.
Satu tahun lebih Tuhan mempertemukan mereka berdua,baru kali ini Tania berani memanggil kakak untuk nya.
Hingga Rani benar-benar sadar jika selama ini Tania begitu tulus kepada nya,hingga tubuh yang sudah berlinang airmata itu,kini di peluk erat oleh dirinya.
Sehingga mereka berdua sudah terisak tangis,dan seluruh orang yang menyaksikan keinginan Rani saat itu,mereka ikut menetes kan airmata.
Sungguh Luar biasa ciptaan Allah yang satu ini.
Kisah mereka seperti sebuah film,di mana saat ini manusia yang berharta akan mencari pasangan yang lebih dari itu.
Namun berbeda dengan sosok wanita karir,yang telah sukses membuat ke dua orang tuanya bangga padanya.
Selain ia menawarkan diri kepada seorang pria biasa,ia juga tak mengharapkan harta dari nya,kecuali iman dan kejujuran dari nya.
Pak Taufik masih terisak tangis,karena Allah sudah begitu baik padanya, karena selama ini doa-doa nya satu persatu sudah terkabul.
Memang tak bisa di pungkiri.
Keimanan dan kejujuran manusia,dan ke dua hal ini tak bisa di pisahkan,jika agama seseorang baik,maka kejujuran akan mengikuti langkahnya.
Begitupun dengan firman Allah,
Ada segumpal daging yang tumbuh di dalam tubuh manusia.
Jika ia baik?maka seluruh anggota tubuh nya akan mengikuti nya.
Dan begitupun sebaliknya.
Setelah pak Taufik menyetujui permintaan dari niat baik Rani.
__ADS_1
Rani begitu sangat bersyukur,dan tanggal pernikahan mereka akan di tentukan oleh ke dua orang tuanya.
Setelah semua nya sudah selesai
Tania dan Rani segera pamit,dan mereka segera meninggalkan musholla tersebut saat itu juga.
Setiba nya mereka di rumah.
Ke dua orang tua nya sudah menunggu nya sejak tadi di ruangan tamu,Rani begitu ketakutan ketika melihat ke dua mata ayah nya sudah melotot ke hadapannya.
”Ran”,Teriak ayah nya.
Debaran jantung Rani sudah berdetak kencang,setelah ia mendengar teriakan ayah nya barusan.
”Kamu ini sudah bikin malu ayah,Apakah pria tersebut benar-benar bisa membahagiakan mu?”,Ucap ayah nya.
Rani tak habis pikir,darimana ayah nya bisa tahu kejadian barusan yang terjadi di musholla?
”Insyaallah ayah,aku memilih nya karena keimanan dan kejujuran yang ia miliki selama ini”,Jawab Rani.
Ayah Rani tak bisa menyetujui hal ini,dan ia inginkan Rani menikah dengan salah satu anak dari sahabat nya sendiri.
Lalu bagaimana nasib Rani,jika ia harus di paksa untuk menikah dengan lelaki yang tak tahu asal usulnya?
”Ayah tidak setuju dengan pria itu,dan mulai sekarang kamu harus menjaga sikap kepada ke dua orang tua mu”,Ucap ayah nya.
Rani sungguh tak mengerti, mengapa ayah nya tiba-tiba saja berubah saat itu.
Padahal ayah nya selalu saja mengikuti kemauan putri nya selama ini,ada apa sebenarnya yang terjadi?
”Itu sudah menjadi keputusan aku ayah,dan aku sudah bisa menentukan pilihan aku sendiri”,Jawab Rani.
Ayah nya benar-benar sudah naik darah,ketika mendengar jawaban dari putri nya barusan.
Apa pun itu,ayah nya tak akan pernah setuju jika putri nya harus menikah dengan pak Taufik.
”Jangan harap hal itu akan terjadi Ran,aku sudah memilih kan jodoh untuk mu”,Ucap ayah nya.
Rani semakin tak mengerti dengan tingkah laku ayah nya saat ini,bukan kah selama ini ayah nya selalu ingin melihat anak nya bahagia?
Namun Tiba-tiba saja Tania mengajak Rani segera masuk ke kamar,setelah ia melihat tubuh Rani sudah mulai gemetaran.
Karena ia tahu persis jika watak yang di miliki gadis itu begitu keras, jika itu menurut nya baik dan tidak merugikan orang lain.
”Kak ayo kita ke kamar.
Tak baik jika harus berdebat dengan orang tua”,Jawab Tania.
”Bawah kakak kamu sekarang juga Tania,dan ajari dia dengan baik bangaimana bersikap sopan santun kepada orang tua”,Ucap ayah nya.
”Baik ayah”.
Rani mengikuti apa kemauan adik nya saat itu,namun ia tak bisa terima ayah nya bersikap kasar terhadap nya saat ini.
Setelah mereka tiba di kamar, airmata Rani sudah mengalir dari pipi nya,dan ia tak tahu langkah apa yang harus ia tempuh untuk hari esok.
”Kak aku tahu perasaan kakak saat ini,namun kita berdosa jika harus durhaka kepada ke dua orang tua”,Ucap Tania.
Rani membenarkan kata adik nya saat itu,hingga ia segera memeluk adik kesayangannya itu.
”Aku tahu itu ade,lalu bangaimana jika aku tak bahagia bersama pilihan ayah?”,Jawab Rani.
Ujian kehidupan kembali lagi kepada ke dua gadis itu.
Namun kali ini mereka benar-benar tak tahu dengan cara apa mereka bisa menyelesaikan nya,karena ini menyangkut ke dua orang tua.
”kakak tenangkan diri dulu yaa,semoga esok hari kita bisa mendapatkan jawaban dari masalah ini”,Ucap Tania.
”Iya Ade kamu jangan pernah ninggalin aku yaa,apapun yang terjadi esok hari”,Jawab Rani.
”Gak janji kakak kan sudah dewasa,jadi tanpa aku pun kakak bisa menyelesaikan masalah nya sendiri”,Ucap Tania sambil tersenyum.
”Harus janji yaa saat ini orang yang bisa memahami aku cuma kamu Ade,bangaimana nasib aku jika Ade gak ada?”,Jawab Rani.
”Iya janji Tapi ada syaratnya”.
”Apa syarat nya Ade? Katakanlah”.Jawab Rani.
”Malam ini kita harus bobo bareng,dan aku pengen cerita banyak sama kakak”,Ucap Tania.
Hahaha.
"Cuman itu doank permintaan kamu?”,Tanya Rani.
Tania hanya berbohong kepada Rani,karena ia tak ingin jika Rani berlarut-larut dalam kesedihan.
”Iya itu doank,nah gitu kan lebih cantik kalau tersenyum kayak gini”,Jawab Tania.
”Dari dulu juga sudah cantik,kamu nya aja yang tidak menyadari itu."Ucap Rani
Hahaha.
”Pede banget,iya sudah kita bobo yuk kak,aku rindu banget ingin bobo berdua”,Jawab Tania.
Banyak hal yang Tania takutkan saat ini,namun ia lebih berharap pertolongan Allah selalu ada untuk mereka berdua.
Begitupun dengan Rani.
Semua nya menjadi serba salah yang di rasakan oleh nya,namun ia juga akan berdosa jika harus menantang ke dua orang tua nya.
__ADS_1