
Perjalanan yang cukup panjang yang sudah berhasil di lalui ke dua gadis cantik itu.
Mereka harus manjakan tubuh terlebih dahulu,sebelum mereka beradaptasi dengan kota baru,orang baru,dan juga kantor baru bagi mereka.
Namun jauh sebelum kedatangan mereka Pak Ammar yang baik hati,itu sudah informasi kan terlebih dahulu kepada para karyawan nya.
Sehingga mereka tak sabar lagi untuk menanti kedatangan seorang wanita yang cantik,yang ingin memimpin perusahaan baru tersebut.
Hari sudah berganti malam Rani dan Tania sedang asyik bersantai di kamar,namun tiba-tiba saja Rani kepikiran tentang pak ammar,yang begitu sangat menginginkan Tania menjadi pendamping hidup nya.
Karena bangaimana pun juga Rani tak bisa selama nya menjaga Tania,dari kelicikan orang-orang yang sudah berkali-kali menyakiti nya,Tania butuh pendamping hidup agar ia bisa terjaga,dan jauh dari fitnah dunia.
Namun Rani juga tak tahu harus memulai darimana,agar ia bisa menyampaikan hal ini kepada Tania.
Sesekali ia mencoba untuk mengutarakan isi hati nya,namun ia seringkali gagal karena ia takut jika hal ini bisa membuat Tania kecewa, atau bahkan sakit hati.
Rani kembali mencoba tenangkan diri sejenak,dan bagi nya ini lah waktu yang tepat untuk menyampaikan hal ini kepada Tania.
Apa pun keputusan dari Tania itu lah yang terbaik baginya,karena Rani juga tak mungkin bisa memaksakan kehendak orang lain.
”Tan,apa kamu belum siap untuk menikah?”,Tanya Rani.
Mata Tania sudah mulai berkaca-kaca,setelah ia mendengar pertanyaan dari Rani barusan.
Bukan karena ia tak bisa menjawab pertanyaan dari Rani barusan,akan tetapi Tania bekerja keras untuk membahagiakan ke dua orang tua nya terlebih dahulu.
Karena Tania bisa merasakan bangaimana penderitaan ke dua orang tua nya?hingga akhirnya Tania beranikan diri untuk melangkah,demi mencari sesuap nasi di negeri orang.
Pernikahan bagi nya masih sangat jauh dari pikiran nya,namun ia juga menyadari jika pernikahan adalah suatu hal yang wajib di tunaikan,yang semua orang mengiginkan hal itu.
”Ran,kamu kenapa sampai bertanya seperti itu?sedangkan kamu tahu sendiri aku bekerja demi ke dua orang tua ku”,Jawab Tania sambil menatap wajah Rani.
Rani tahu bangaimana perasaan gadis polos itu,namun ini juga demi kebaikan Tania,karena selain menjalankan sunnah-Nya,Tania juga bisa jauh dari fitnah dunia maupun dari orang-orang yang selalu ingin mencelakai nya.
”Tan,aku tahu perasaan kamu tapi kamu juga harus tahu,jika selama ini ada dua pria yang sangat menginginkan dirimu”,Jelas Rani.
Tania semakin tak mengerti dengan sikap Rani saat itu,walau ia tahu kalau pak ammar adalah orang pertama itu,namun yang ke dua Tania sama sekali tak mengenal siapa sebenarnya dia?
”Sudah waktu nya Tania untuk tahu semua ini,sebelum terjadi sesuatu kepadanya”,Gumam Rani.
”Aku gak mengerti sama sekali apa maksud kamu Ran?aku memang pernah mengangumi pak ammar.
Namun itu hanya sebatas kagum, dan gak mungkin aku dan dia akan bersatu Ran,sedangkan kamu tahu sendiri Bela seperti apa”,Jawab Tania sambil menyeka airmata nya.
Kejujuran Tania kali ini semakin membuat Rani,ingin menyatukan dirinya dengan Pak Ammar.
Walau ia tahu jika hal itu sungguh berat rintangan nya,namun ia tak ingin jika Tania jatuh kepada orang lain.
”Tan,kamu masih ingat pria yang pernah menolong kamu saat itu?beliau adalah musuh terbesar bagi Pak Ammar,dan saat ini dia berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan kamu.sedangkan hubungan Bela dan pak Ammar itu hanyalah sebatas pernikahan di atas kertas”,Jelas Rani.
”Astaghfirullah”,Gumam Tania.
Tania tak menyangka jika pria yang yang pernah menolong nya adalah musuh pak Ammar,namun ia juga tak mengerti apa maksud dari pernikahan di atas kertas?
”Sangat ingat Ran,tapi kelihatan nya dia orang baik tapi kok..?apa maksud dari pernikahan di atas kertas Ran?”,Tanya Tania serius.
”Jangan mudah tertipu dengan orang yang belum kita kenal baik Tan,sekalipun kita sudah kenal baik?
Belum tentu mereka tulus.
Dan Bela adalah jodoh yang di pilihkan paman nya untuk pak Ammar,namun setelah menikah mereka tak pernah tinggal satu atap”,Jelas Rani.
”Ya Allah,kasian banget pak Ammar”,Gumam Tania.
”Iya Ran aku tahu itu,tapi aku selalu bersyukur karena Allah pertemukan aku dan kamu,juga pak Ammar.
__ADS_1
Kalian sudah terlalu baik sama aku,sedangkan aku tak tahu dengan cara apa,aku bisa membalas itu semua”,Jawab Tania sambil menundukkan kepalanya.
Rani sudah begitu banyak mengerti tentang kehidupan ini,karena selama ini ia di pertemukan oleh sosok sahabat seperti Tania.
Karena Tania begitu banyak memberi nilai-nilai positif terhadap kehidupan Rani saat ini,hingga ia selalu berusaha membuat Tania selalu tersenyum.
Dan Rani tak pernah mengharapkan balas jasa dari Tania,namun malah justru sebaliknya.
”Tan,Kamu yang sudah terlalu baik untuk ku,terimakasih banyak yang sudah hadir dalam kehidupan ku”,Ucap Rani sambil memeluk tubuh Tania.
Tania tak bisa lagi berkata apa pun,selain ia hanya bisa meneteskan airmata kebahagiaan.begitupun dengan Rani,ia hanya selalu mengucap syukur kepada-Nya.
Karena Dia lah perancang yang terbaik untuk setiap hamba-hamba-Nya.
Malam semakin larut namun Tania belum juga bisa memejamkan matanya.
Tania teringat kembali dengan pertanyaan Rani beberapa jam yang lalu,namun sesekali ia sadar jika dirinya berasal dari keluarga yang tak punya.
Selain daripada itu!
Abah nya juga belum tentu bisa menerima keadaan pak Ammar,yang masih berstatus suami orang.
Hingga Tania berpikir bahwa itu semua tak mungkin akan terjadi,kecuali dengan ijin Allah.
Tania menjadi serba salah karena di satu sisi Rani sudah begitu baik kepada nya,dan begitu pun dengan Pak Ammar.
Namun kali ini Tania belum bisa mendapatkan jawaban mana yang terbaik untuk nya.
______________
Walau Pak Ammar belum mengijinkan mereka untuk bekerja saat itu,namun mereka sudah siap untuk melakukan apa kewajiban dirinya untuk datang di kota itu.
Dan seperti biasanya!
Hatinya sudah mulai dag-dig-dug setelah melihat ke dua wanita nya,kini menjadi lebih dewasa lagi dari hari-hari sebelumnya.
Dan juga ia begitu bangga melihat ke dua wanita nya,yang sedang berjalan sambil menyapa para karyawan,yang sedang melotot mata nya mengarah kepada mereka.
Sungguh luar biasa sikap tawadhu yang di miliki oleh ke dua wanita itu,sehingga mereka sangat sempurna di mata orang-orang yang telah memuji nya.
Hingga mereka menjadi tontonan sesaat,namun tiba-tiba saja pak Ammar datang menghampiri ke dua wanita nya itu.
”Assalamu'alaikum pak”,Ucap Rani dan Tania.
”Wa'alaikumussalam,hari ini kok kalian sudah masuk kerja?”,Tanya Pak Ammar.
”Gak papa pak,sekalian ingin melihat kantor baru bapak dan juga karyawan-karyawan di sini”,Jawab Rani sambil menatap ke seluruh ruangan perusahaan tersebut.
”Iya sudah,semoga kalian bisa betah di sini”,Ucap pak Ammar
Hari ini kelihatannya pak Ammar sungguh jauh berbeda,dari yang dulu mereka kenal.
Sekarang pak Ammar lebih banyak perawatan salon,sehingga ia kelihatan semakin tampan,dan aura wibawanya semakin luar biasa.
Hingga Tania merasakan sedikit aneh dalam dirinya,yang dulu hanya sekedar kagum namun kali ini Tania merasakan lebih dari itu.
”Aamiin pak”,Jawab Tania.
”Cieee”,Rani menggoda Tania.
”Tu kan pikiran nya ke mana-mana",Jawab Tania.
”Sudah,kalian ikut aku ke kantor,ada beberapa hal yang harus aku sampaikan”,Ucap pak Ammar.
Mereka segera menyusul pak Ammar yang sedang berjalan menuju ke sebuah ruangan,dan setelah mereka tiba di kantor pak Ammar,Tania dan Rani sudah duduk manis di hadapan pak Ammar.
__ADS_1
”Aku minta maaf yaa”,Ucap pak Ammar.
”Lo,emang nya bapak salah apa?”,Tanya Rani serius.
”Aku cuma mau menyelamatkan kalian,dari mata-mata jahat yang sedang menonton kalian”,Jawab pak Ammar.
Hahaha.
Mereka tertawa bersama.
”Kalian istirahat dulu di sana,dan ada banyak camilan di kamar itu”,Ucap pak Ammar sambil menunjukan jari ke kamar milik nya.
”Iya pak,terima kasih”.
Tania dan Rani segera melangkah pergi saat itu juga.
Sedangkan pak Ammar sibuk memikir kan pesan singkat dari Bela.
”Kamu sudah keterlaluan mas,
Dan kamu sudah di butakan oleh cinta dari wanita miskin itu.hingga dia dan Rani menyusul mu ke situ”,Ucap Bela.
”Cukup Bela,kamu sudah keterlaluan selama ini kepada mereka,kamu jangan pernah ganggu kehidupan mereka lagi”,Jawab pak Ammar.
”Kita lihat saja nanti mas,siapa yang akan menang untuk mendapatkan cinta mu”,Ucap Bela.
”Cukup Bela,Lebih baik kamu mengurus laki-laki yang selama ini kamu bangga-bangga kan,dan aku akan segera menikahi Tania secepat mungkin”,Jawab pak Ammar.
Bela semakin sakit hati setelah membaca pesan itu dari pak Ammar.sehingga Bela tak ingin jika hal itu terjadi,lalu ia bersumpah akan membuat Tania lebih menderita lagi.
”Jangan pernah berharap lebih mas,karena Itu tidak akan pernah terjadi,camkan itu”,Ucap Bela.
”Kita tunggu saja tanggal main nya”,Jawab pak Ammar.
Pak Ammar sudah mulai memikirkan,bangaimana agar ia bisa menikahi wanita idaman nya itu? secepat mungkin.
Namun ia tiba-tiba saja kepikiran soal Rani,Karena Rani adalah orang yang bisa di percaya untuk mengurus segala masalah yang ada.
Pak Ammar kembali tenangkan pikiran,Dan sesekali ia menoleh ke arah kamar milik nya.
Namun kamar itu seperti nya sepi saat itu,Dan ia segera melangkah untuk memastikan mengapa kamar itu tiba-tiba saja sepi.
Namun setelah ia sampai di pintu kamar,ke dua gadis cantik itu ternyata mereka sedang tertidur pulas.
Ia menatap ke arah Tania,Di mana ia sedang tidur cantik.
Sambil memeluk bantal guling kesayangan pak Ammar.
Pak Ammar tersenyum sendiri ke arah gadis cantik itu.
Dan dirinya sudah melayang tinggi dengan khayalan nya sesaat,
Untuk segera memiliki gadis idaman nya itu.
Setelah itu,Pak Ammar segera melangkah pergi,dan berharap jika malam nanti ia bisa menemui Rani.untuk segera melamar Tania kepada ke dua orang tuanya.
Mungkin kah harapan-harapan itu bisa terwujud?
Sedangkan mereka akan melewati beberapa rintangan,Hingga harapan-harapan pak Ammar bisa terwujud.
Bela adalah orang yang tak menginginkan hal itu terjadi,dan ia bersumpah,Bela akan membuat Tania lebih menderita dari hari-hari sebelumnya.
Dan di sisi lain nya,Abah dari gadis desa itu belum tentu bisa menerima keadaan pak Ammar,yang masih berstatus suami orang.
Kecuali Takdir sudah memang berpihak kepada mereka.
__ADS_1