Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
51.Ternyata Aku Hamil.


__ADS_3

Semenjak Mita sudah bekerja di perusahaan yang megah itu,Mita lebih memilih untuk tinggal di sebuah kontrakan.


Dengan alasan karena ia tak ingin terus-menerus,merepotkan keluarga Rani dan juga lain nya.


Rani serta yang lain nya tak bisa mencegah Mita saat itu,selagi itu membuat nya bisa tenang dan bahagia.


Namun dengan begitu Mita malah leluasa untuk bertemu dengan pak Ammar,dengan perjanjian yang mereka telah sepakati bulan kemarin.


Tania masih saja kebingungan di ruangan keluarga,dan pikirannya sudah mulai kemana-mana,setelah ia mengingat ucapan ibu nya 1 jam yang lalu.


Bangaimana jika ia benar-benar hamil?


Rasa bahagia bercampur aduk dengan kesedihan yang ia rasakan saat itu,lalu ia kembali memikirkan sikap suami,yang akhir-akhir ini sudah berubah.


”Ya Allah,bangaimana jika ucapan ibu benar adanya?”Gumam nya.


Tak lama kemudian.


Pak Ammar akhirnya datang juga menghampiri sang istri saat itu juga.


”Hei sayang,hari ini kamu gak kerja?”Tanya sang suami.


”Aku lagi gak enak badan mas,mas darimana aja?,"Tanya sang istri balik


”Biasa sayang urusan kantor,aku mandi dulu ya sayang,”Jawab sang suami.


”Mas!".Teriak Tania setelah pak Ammar telah berlalu.


Tania semakin kecewa dengan sikap suaminya barusan,ia sudah berubah drastis.


Karena tak biasa nya pak ammar masuk ke dalam rumah,tanpa ucapkan salam terlebih dahulu kepada siapapun.


Selain daripada itu!


Pak Ammar juga sudah melupakan dan bahkan meninggalkan kewajiban nya,sebagai sang imam di setiap sholat berjamaah di istana mewah itu.


Pikiran Tania semakin kacau,dan ia tak tahu harus bagaimana,agar ia bisa mengembalikan suaminya seperti dulu lagi.


Tania masih bingung sendiri,mengapa sang suami begitu cepat berubah?apa salah Dan dosanya selama ini?


Bola matanya sudah mulai berkaca-kaca,namun ia segera mengendalikan diri nya,ketika sang ibu telah datang menghampiri nya saat itu juga.


Tania tak ingin jika ibu nya ikut merasakan,apa yang selama ini menjadi beban pikirannya.


Sudah cukup baginya untuk membuat keluarga itu,memikul segala beban atas tindakan nya selama ini.


”Nak,kelihatan nya kamu lagi banyak pikiran,ayo cerita ke ibu”,Ucap nya.


”Aku gak papa kok Bu,lebih baik kita sarapan yaa bu”,Jawab Tania.


Walau sang ibu tahu jika anak nya tak baik-baik saja,namun ia juga tak ingin memaksa putrinya untuk jujur kepada nya.


Malah sang ibu lebih memilih untuk mengikuti kemauan putri nya saat itu juga,namun setiba nya di meja makan.


Tania kembali mual-mual di hadapan makanan yang sudah siap untuk di santap,hingga sang ibu begitu yakin jika putri nya sedang mengandung saat itu.


Sang ibu merangkul kembali tubuh putri nya kembali ke ruangan semula,lalu ia memaksa Tania untuk segera ke dokter.


Tak lama kemudian!


Sang suami akhirnya datang juga menghampiri mereka di ruangan itu,hingga sang ibu menyuruh pak ammar untuk menemani Tania ke dokter saat itu juga.


”Nak,kamu sebaik nya bawah Tania ke dokter”,Ucap sang ibu.


”Lo emang nya Tania sakit apa Bu?”,


”Istrimu sedang mengandung,ayo buruan bawah ke dokter”,Jawab nya.


”Aku bisa sendiri kok bu,mas sebaiknya berangkat kerja saja,kasian Rani di kantor”,Potong Tania.


”Sayang kan aku bisa ijin ma Rani untuk temani kamu ke dokter,ayo sayang biar aku antar sekarang”,Ucap sang suami.


Tania masih saja merasakan kekecewaan cukup dalam Kepada suaminya,hingga ia beranikan diri menolak ajakan suami nya barusan.


Hingga pak Ammar merasa sedikit kecewa kepada Tania,lalu ia segera berangkat ke kantor saat itu juga.


”Gak mas,aku bisa sendiri”,Jawab Tania.


”Iya sudah,Bu aku berangkat dulu yaa”,Ucap nya.


”Iya nak,biar aku yang temani Tania ke dokter”,Jawab sang ibu.


”Makasih banyak Bu”.

__ADS_1


”Nak,aku tahu hubungan kalian tak baik-baik saja,namun kamu sebagai seorang istri,seharus kamu patuh kepada perintah suami nak”,Ucap sang ibu.


”Aku tahu itu bu,tapi aku inginkan dia segera ke kantor secepatnya,kasian Rani kerja siang malam sendirian bu”Jawab nya.


”Iya sudah nak,ibu siap-siap dulu yaa nak,biar kita ke dokter sekarang”,Ucap nya


”Iya Bu."


Sang ibu segera meninggalkan Tania saat itu juga.


Sedangkan Tania masih memikirkan nasib dirinya,apa yang akan terjadi esok hari?jika ia benar-benar hamil.


Bukan ia tak menginginkan anak dari suaminya,namun ia tak bisa menerima sikap pak Ammar saat ini.


Beberapa menit kemudian!


Mereka segera berangkat ke dokter kandungan saat itu juga,dengan rasa penuh bahagia yang di miliki sang ibu.


Hingga ia tak sabar lagi untuk menerima kabar baik tersebut,sedang kan Tania ia masih saja bertengkar dengan pikiran-pikiran negatif.


Setibanya di rumah sakit?


Tania segera di periksa oleh seorang dokter cantik asal luar negeri,dan kebetulan ia kenal baik dengan almarhum ayah nya.


Beberapa menit kemudian!


Dokter cantik itu akhirnya memberi kabar baik kepada sang ibu,yang sedang tak sabar lagi menunggu keputusan dari nya.


”Selamat yaa Bu,anak ibu sedang mengandung sekarang”,


”Alhamdulillah ya Allah,”Gumam sang ibu.


Rasa bahagia dan syukur yang di rasakan oleh sang ibu saat itu,hingga kini dirinya telah bersujud di ruangan dokter saat itu juga.


Hingga sang dokter kebingungan sendiri,siapa wanita cantik yang di temani oleh istri almarhum itu?


Sedangkan ia kenal persis dengan putri semata wayangnya,rasa penasaran sungguh menghantui dokter cantik itu.


Hingga ia beranikan diri untuk bertanya kepada seorang ibu,yang baru saja bangkit dari sujud nya.


”Bu mohon maaf,siapa wanita yang baru saja di periksa kandungan nya itu?,Tanya ibu dokter.


”Itu anak angkat aku Bu,dia sudah seperti anak aku sendiri,”Jawab nya.


”Alhamdulillah Bu,Makasih banyak yaa bu”Jawab sang ibu


”iya bu,oh..iya..bu,gimana kabar putri nya yang cantik itu?Tanya balik.


”Alhamdulillah bu,dia baik-baik saja,”Jawab sang ibu.


”Syukur Alhamdulillah klo gitu bu,salam yaa buat putri nya”Ucap nya.


”Iya bu,insyaallah bu."


Sang ibu segera menemui Tania yang masih saja lemas tak berdaya dalam sebuah kamar itu.


Lalu ia segera memberitahukan Tania kabar baik itu kepada nya,dan Tania pun sangat bersyukur dan bahagia atas kehamilan nya itu.


”Nak,kamu ini benar-benar hamil,dan sekarang kita pulang,dan aku tak sabar lagi untuk memberi kabar baik ini kepada kakak mu”,Ucap sang ibu penuh semangat.


”Alhamdulillah yaa Allah,iya bu kita pulang sekarang”,Jawab Tania.


Setelah mereka pamit kepada ibu dokter cantik tersebut,Mereka pun segera meninggalkan ruangan dokter itu.


Namun setibanya di halaman rumah sakit itu?


Tiba-tiba saja langkah mereka berhenti,ketika Tania mendengar Teriakan Bela barusan.


”Dasar Pelakor,”Teriak Bela.


”Siapa dia Nak?dan mengapa ia menuduh mu sebagai Pelakor?,"Tanya sang ibu.


”Nanti aku jelasin di rumah bu,ibu diam saja,biar aku yang hadapi wanita itu,”Jawab Tania.


”Ngapain kamu di sini Tania,kamu hamil di luar nikah?Tanya Bela.


"Hahaha,kasian banget dia."


Mereka tertawa.


Sang ibu tak tahan lagi dengan perlakuan bela kepada putri nya,hingga ia jujur saat itu juga.


”Jaga mulut kamu,anak saya sedang mengandung bukan dari hasil zina,”Jawab sang ibu.

__ADS_1


”Ibu..”Potong Tania.


”Oh yaa.!Kalau bukan dari hasil zina,siapa donk yang mau kepada perempuan Pelakor seperti dia?,"Tanya Bela sambil menunjukkan jari kepada Tania.


Plak..!


Tamparan keras sudah mendarat cantik di wajah Bela,sehingga ia semakin memberontak.


”Tutup mulut kamu,sekali lagi kamu kurang ajar kepada putri saya,saya akan membuat perhitungan lagi padamu,”Jawab sang ibu sambil menatap tajam ke hadapan Bela.


”Sudah bu,dan kamu bela sebaiknya kamu pergi dari sini,”Potong Tania lalu menarik tangan ibu nya.


”Seandainya kamu bukan orang tua,kamu sudah aku habisin sekarang juga,dan kamu Tania aku akan membuat kamu lebih menderita lagi hari esok.”Ancam bela.


”Anak kurang ajar kamu.”Teriak sang ibu ketika melihat mereka telah berlalu.


”Sudah bu,sebaik nya kita pulang sekarang”,Ucap Tania


Sepanjang perjalanan sang ibu hanya bisa mengomel terus menerus tentang kelakuan bela yang kurang ajar itu.


Sedangkan Tania sibuk memikirkan, bangaimana perasaan kakak nya,jika ia tahu ibu nya telah jujur kepada Bela,tentang pernikahan sirih mereka.


Setiba nya di rumah.


Sang ibu segera melaporkan masalah yang baru saja terjadi, kepada Rani yang baru saja tiba saat itu juga.


Pikiran Tania mulai kacau kembali ketika mata kakak nya,sudah melotot ke hadapan nya saat itu juga.


”Apa benar yang di katakan ibu barusan Tan?”Tanya Rani.


”Iya kak,itu benar,”Jawab nya sambil menundukkan kepalanya.


”Bela benar-benar keterlaluan,mulai sekarang kamu istirahat di rumah,dan jangan kemana-mana lagi,"Titah Rani.


”Tapi kak,..!


”Cukup Tan,ini demi keselamatan kamu,kamu jaga ibu di rumah saja”,Potong Rani.


”Ide bagus Nak,dan kami punya kabar baik untuk mu,”Ucap ibu nya


”Kabar baik apa Bu?.”


”Tania benar-benar sudah hamil nak”dan sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan kehadiran cucu pertama ibu,”Jawab nya.


Rani yang baru saja naik darah karena kelakuan Bela barusan,kini lenyap sudah ketika ia mendengar jawaban dari ibu nya barusan.


Lalu ia segera memeluk tubuh adik nya,yang masih saja berdiri gugup sejak tadi.


”Alhamdulillah yaa Allah"Gumam Rani.


”Pak ammar harus tahu soal ini,biar aku yang telpon sekarang,”Ucap Rani sambil menatap layar handphone.


”Gak usah kak,nanti juga dia akan tahu sendiri”,Potong Tania.


Rani semakin tak mengerti dengan sikap adik nya barusan,ia semakin curiga jika hubungan mereka tak baik-baik saja.


”Ada apa dengan mu Tan?Pak Ammar kan ayah nya,jadi dia berhak tahu soal ini,”Tanya Rani


”Cukup kak,.cukup,”Potong Tania sambil


”Tan,apa yang telah di perbuat oleh pak Ammar kepada mu,jawab Tan”Ujar Rani.


”Cukup nak,Ade kamu sedang hamil,jadi ia tak boleh banyak mikir,”Potong ibu nya.


”Lagi-lagi ibu selalu membela pria seperti pak Ammar,apa yang ia lakukan sekarang kepada Tania bu?Ucap Rani.


Sang ibu tak bisa apa-apa selain memeluk tubuh putri nya,yang sedang terisak tangis saat itu.


”Pernikahan mereka masih bisa di hitung jari,tapi apa yang sedang terjadi sekarang,seandainya bukan karena ibu dan Tania,aku....”Ucap Rani kembali.


Rani tak bisa melanjutkan lagi kata-katanya.


Karena bangaimana pun juga,ia akan menjaga sikap kepada Tania, yang sedang mengandung anak dari pria bodoh itu.


Lalu ia segera memilih untuk pergi daripada harus bertahan,karena itu akan melukai dirinya sendiri.


Begitu besar pengorbanan seorang kakak kepada ibu dan Tania,yang masih ia miliki saat ini.


Sehingga ia mampu mengalah dan terus mengalah,demi menjaga perasaan orang yang begitu sangat ia cintai.


_______________


Terkadang kita memang harus mengorbankan diri sendiri,demi kebahagiaan orang lain,yang begitu amat kita cintai.

__ADS_1


__ADS_2