Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
65.Terjebak.


__ADS_3

Jam demi jam sudah terlewatkan namun airmata dari seorang calon ibu,masih saja setia menemani diri nya sampai detik ini.


Tak ingin makan bahkan minum namun ia menyadari kembali,jika ada calon bayi yang harus di jaga semaksimal mungkin,dan sang suami yang harus di penuhi keinginan nya,sehingga Tania bergegas bangkit dari kasur lalu berjalan menuju ke dapur,untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi.


Setiba nya di dapur Tania di sambut baik dengan senyuman manis dari sang ibu,sehingga gairah hidup nya kembali lagi membaik.


Menit demi menit ia habiskan waktu bersama sang ibu,namun sampai menit berikut nya ia pun segera bangkit dari kursi.lalu berjalan dan berlalu meninggalkan seorang ibu begitu saja,tanpa meniggalkan kata sepatah pun untuk nya.


Sehingga sang ibu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putri nya,yang semakin hari semakin membingungkan.


Tanpa tujuan ke mana langkah nya harus di tujuh,sehingga ia merasa bosan sendiri setelah memutari bagian ibukota.lalu ia memilih untuk berkunjung ke sebuah cafe,di mana tempat tersebut Tania selalu menenangkan diri ketika ia merasa kesepian.


Setiba nya di cafe Tania langsung menarik sebuah kursi lalu menghempaskan tubuh nya,tanpa berpikir jika ia harus menjaga sebuah amanah dari Tuhan-nya.


Menit demi menit sudah berlalu namun entah mengapa Tania tiba-tiba saja memikirkan ucapan Rani sebelum berangkat ke luar negeri,sehingga tetesan airmata nya kembali lagi terjatuh ke bumi,karena ia tahu persis jika rani sedang menyembunyikan sesuatu dari nya,namun ia berusaha sekeras mungkin untuk mencari tahu apa sebenar nya yang terjadi?kepada sang kakak yang selama ini begitu sayang kepada nya.


Menit berikut nya Tania kembali lagi menenangkan pikiran nya sambil ku tak katik handphone,tak lama kemudian ia pun segera beranjak dari kursi lalu berjalan menuju ke Toilet.


Langkah demi langkah yang telah ia habiskan namun langkah nya tiba-tiba saja berhenti,ketika ia melihat seorang wanita yang sedang duduk sambil menangis terisak-isak. lalu menutupi wajah nya dengan sebuah jaket,dan seperti nya wanita tersebut mengalami gangguan mental.


Tania menatap sejenak ke arah wanita tersebut,lalu ia segera menghampirinya untuk memastikan mengapa ia begitu ketakutan.


"Hei!ada apa dengan mu?,"Tanya Tania sambil memegang bahu wanita tersebut.


Mendengar ucapan itu wanita tersebut semakin ketakutan,sehingga ia bergegas bangkit lalu berlari menuju ke toilet.


Namun Tania tak bisa melepaskan nya begitu saja,ia pun semakin nekat untuk mendekati wanita itu.


"Buka pintu nya,aku ingin bicara dengan mu sebentar saja,"Teriak Tania ketika wanita tersebut berhasil menutup pintu toilet.


"Pergi dari sini,kamu orang jahat dan aku tidak akan pernah menemui siapa-siapa lagi,Pergi...!,"Usir wanita itu.


"Astaghfirullah,mengapa gadis itu menuduh ku sebagai orang jahat?,"Gumam Tania sambil menelan ludah nya berkali-kali.

__ADS_1


"Hei!,aku ini bukan orang seperti yang kamu pikirkan,ayo buka pintu nya,"Jelas Tania sembari bersandar di pintu toilet.


Wanita itu masih saja keras kepala,malah ia semakin memberontak di dalam toilet sambil mengusir Tania berkali-kali.


Namun ketika ia mendengar teriakan seorang pria dari luar sambi menyebut nama nya berkali-kali,ia pun malah memilih berdiam diri.sedangkan Tania ia semakin tak mengerti mengapa wanita tersebut menjadi buronan pria?berbadan kekar dan wajah nya sungguh menakutkan.


Sehingga membuat jantung Tania semakin berdebar kencang,ketika ke dua pria tersebut sudah berdiri di hadapan nya saat ini.


"Apa kamu melihat seorang wanita berpakaian seksi,dan memiliki rambut yang panjang ?,"Tanya pria tersebut.


"T-tidak pak,"Sahut Tania gugup sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu pasti berbohong kan gadis cantik?,"Tanya pria tersebut sembari memalingkan wajah Tania lalu menatap nya tajam.


Mendengar ucapan pria tersebut membuat Tania mengepalkan tangan nya,lalu ia langsung menampar pria tersebut dengan keras.


Plakkk..!


"Aw,,..sial!pria tersebut mengeluh kesakitan.


Mendengar ucapan itu gadis yang masih saja berdiam diri di toilet akhirnya menyesali perbuatan nya,mengapa ia tak mau mendengar ucapan Tania sejak tadi.


Mondar-mandir di dalam toilet sambil gigit jari,lalu berpikir bagaimana agar ia bisa menyelamatkan Tania dari ke dua pria tersebut?


Menit berikut nya ia menyadari jika Tania orang baik.Karena ia telah berani menyembunyikan dirinya dan akhirnya wanita itu menyerah lalu bergegas keluar dari Toilet tersebut.


"Aku di sini,dan kalian jangan berani untuk menyentuh wanita ini,"Ucap gadis cantik itu sembari memperhatikan penampilan Tania mulai dari atas sampai ke ujung kaki lalu bergumam"Wanita ini seperti nya orang baik dan suci,bukan seperti aku yang penuh dengan dosa."


Mendengar ucapan gadis itu membuat si pria tersebut semakin marah,ia mengepalkan tangan nya lalu berjalan menuju ke hadapan ke dua gadis itu,namun wanita cantik itu bergegas merentangkan tangan nya untuk melindungi Tania.


"Minggir!,"ujar pria tersebut lalu mendorong tubuh wanita itu hingga membuat ia terjatuh ke lantai.


Dengan sikap kasar yang di lakukan pria tersebut,Tania menoleh ke arah gadis itu untuk memastikan jika ia baik-baik saja,hingga ke dua nya saling menatap lalu Tania memperhatikan wajah wanita itu sembari bergumam,"Wanita itu sedang mengalami masalah besar."

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Tania segera berjalan ke hadapan gadis itu lalu mengulurkan tangan nya"Bangkit sayang,kita hadapi pria tak berguna seperti mereka."


Mendengar ucapan itu ke dua pria tersebut saling menatap sejenak lalu berjalan menuju ke hadapan ke dua gadis itu",ini bukan urusan kamu,silahkan pergi dari sini,atau...!,"Ucap pria tersebut lalu menatap tajam wajah Tania yang sudah kesurupan sejak tadi.


"Atau apa?,"Potong Tania sembari menggenggam erat tangan gadis itu,sehingga gadis tersebut ketakutan dengan sikap nekat yang telah di lakukan saat ini.


"Cukup kak!,Ini urusan aku jadi kakak gak perlu ikut campur,"Bentak wanita itu lalu menghempaskan tangan Tania begitu saja.


Ke dua pria tersebut tersenyum kepada Tania,lalu berjalan dan langsung menarik Tangan wanita itu,untuk membawah nya pergi dari hadapan Tania.


Wanita cantik tersebut sudah berbadan pasrah lalu mereka meninggalkan Tania begitu saja,langkah demi langkah telah mereka habiskan namun wanita cantik itu merasa bersalah kepada Tania,lalu ia tiba-tiba saja menghentikan langkah nya dan menghempaskan ke dua tangan pria tersebut lalu berlari menuju ke hadapan Tania.


"Maafkan aku kak,terimakasih sudah berbuat baik kepadaku,dan semoga kita bisa bertemu kembali esok hari,"Ucap wanita tersebut sambil meneteskan airmata nya di hadapan Tania.


Tania hanya bisa mematung sembari memperhatikan tubuh wanita itu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki,sambil berpikir jika gadis tersebut mengalami kekerasan sehingga seluruh tubuh nya memar.


Sehingga bola mata nya sudah mulai berkaca-kaca lalu ia segera memeluk wanita itu,lalu terisak tangis di pelukan wanita tersebut.


"Jangan peluk aku kak,kakak tak pantas untuk memeluk tubuh yang sangat menjijikkan dan penuh dengan dosa ini,"Ucap wanita itu sembari melepaskan pelukan Tania yang begitu erat.


Mendengar ucapan wanita itu,Tania baru mengerti jika wanita itu bisa saja di jual secara paksa kepada pria hidung belang.


Tanpa pikir panjang Tania kembali menarik tangan wanita itu,lalu berjalan ke hadapan pria yang masih berdiri tegap sejak tadi",Apa kesalahan wanita ini sehingga kalian memaksa untuk pergi dari sini?,"Tanya Tania sembari menoleh ke arah wanita yang masih terisak tangis.


"Ini bukan urusan kamu,dan sekali lagi aku ingatkan jangan ikut campur dengan urusan kami,"Sahut pria tersebut sambil menunjukkan jari ke hadapan Tania.


Tanpa pikir panjang Tania segera menghempaskan Tangan pria tersebut"Kata siapa ini bukan urusan ku?kalian sudah menyiksa nya jadi kalian tak pantas untuk membawah nya pergi dari sini,"Jelas Tania sembari menatap tajam kepada ke dua pria tersebut.


Karena iba Tania nekat menjadi pahlawan kesiangan,demi menyelamatkan wanita cantik itu dari lembah yang penuh dengan dosa.


Mungkin Allah sudah merancang nya sehebat mungkin,sehingga mereka di pertemukan dalam keadaan mendadak seperti itu.


TB.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2