Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
72.Tentang Perjodohan.


__ADS_3

Menit demi menit terus berputar Tari tiba-tiba saja mengingat kan kepada Tania,jika malam ini mereka akan ke datangan tamu spesial.


Hal itu membuat Tania berpikir keras tentang perjodohan,di antara pak dion dengan sang kakak tercinta.


Mungkin kah perjodohan itu akan terlaksana dengan baik?atau malah justru akan membuat sang ibu kecewa.


Karena di antara ke dua makhluk aneh itu,mereka menyimpan dendam satu sama lain di masa lalu nya,sedangkan sang ibu ia tak pernah tahu sama sekali soal itu.


Di satu sisi Pak dion hanya menginginkan satu wanita saja dalam hidup nya,yaitu Tania dan begitu pun sebalik nya,Rani hanya menginginkan pria yang baik agama nya tak lain adalah pak taufik sendiri.


"Bagaimana perasaan ibu jika tahu hal ini,"gumam Tania sambil bangkit dari kasur.


Memikirkan hal itu membuat Tania bolak balik di hadapan Tari,dan Tari yang menyaksikan hal itu membuat pikiran nya ke mana-mana"Ada apa kak?"Tanya Tari bingung.


"Tari kita harus melakukan sesuatu,"sahut Tania masih posisi yang sama.


Mendengar ucapan Tania membuat Tari menelan ludah nya berkali-kali"Lakukan apa kak?".


Tania belum bisa menjelaskan apa-apa kepada Tari,ia masih berpikir keras bagaimana agar pak dion membatalkan kedatangan nya malam ini?


"Apa aku telpon pak dion saja yaa,Lalu bagaimana jika ibu tahu soal itu?" gumam nya sambil menatap ke arah ponsel milik nya yang terletak di sebuah meja.


"Kakak kenapa si?"Tanya Tari bingung sambil bangkit dari kasur.


"Tari kita harus melakukan sesuatu,perjodohan itu tak akan mungkin terjadi kecuali atas ijin Allah,"jelas Tania sambil menatap ke arah pintu.


"Apa?"sontak Tari kaget


"Usstt..!jangan brisik Tari,"ujar Tania sambil berjalan menuju pintu.


"Apa sebenarnya yang terjadi kak?dan mengapa kakak harus mengunci pintu ?apa kakak takut kepada ibu?".


Pertanyaan dari Tari membuat Tania bolak balik gak jelas di kamar,sambil memikirkan apa yang harus mereka lakukan?agar perjodohan itu di batalkan.


Tania yang tahu persis bagaimana hubungan ke dua makhluk keras kepala itu,sehingga Tania takut jika hal itu akan membuat kekacauan di rumah itu.

__ADS_1


"Tari kamu harus tahu semua ini,tapi kamu harus janji satu hal sama kakak,rahasia ini gak boleh terbongkar kepada ibu," jelas Tania sambil menarik tangan Tari untuk duduk bersama nya di sofa yang terletak di kamar itu.


"Iya kak,aku pasti janji untuk selalu menjaga rahasia itu,"sahut Tari sambil memasang telinga baik-baik untuk menjadi pendengar yang budiman.


Tania mulai menceritakan apa sebenarnya yang terjadi,di mulai dari kisah pak dion yang menginginkan Tania,berlanjut dengan permusuhan di antara ke dua makhluk aneh itu sehingga membuat Tari tak percaya lalu membulatkan kedua mata nya kepada Tania.


"A-apa? Lalu bagaimana dengan ibu kak? apa kakak tega menyakiti hati ibu,jika dia tahu hal yang sebenarnya?,"Tanya Tari sambil menyisir seluruh langit-langit kamar itu"semoga tak ada CCTV di kamar ini,"gumam nya.


"Tari usttt...!"Lagi-lagi Tania mengingat kan kepada Tari agar bisa mengontrol diri,pertanyaan dari Tari membuat Tania menelan ludah nya berkali-kali"Justru itu aku tak ingin membuat ibu kecewa atau bahkan sakit hati kepada Rani,Karena keras nya hati Rani tak semudah itu bisa menerima perjodohan ini, begitu saja"jelas Tania sambil menatap ke arah pintu.


Gadis kecil itu sudah mengerti setelah Tania sudah menjelaskan secara detail,Tari menutup mulut n


dengan satu telapak tangan dan mengangguk kan kepala nya di hadapan Tania,lalu memasang ke dua telinga nya dengan baik untuk menjadi pendengar budiman selanjutnya.


Tania memulai kembali bercerita tentang ke dua makhluk ajaib itu,setelah Tania berhasil memecahkan rekor jika kakak cantik itu hanya menyukai satu pria saja,dan bahkan ia pernah menawarkan diri kepada pria tersebut.


Mendengar cerita Tania membuat pikiran Tari tak waras"Aku sedang bermimpi," ujar Tari sambil bangkit dari sofa.


Gadis kecil itu tak percaya jika di jaman modern seperti ini,masih ada wanita sebodoh Rani yang mau menawarkan diri kepada seorang pria.


Memikirkan semua itu membuat gadis kecil itu mondar-mandir seperti setrika di hadapan Tania,sembari menampar wajah nya berkali-kali"Fakta,aku sedang tak bermimpi,"gumam nya sambil mengerutkan dahi nya.


Suana menjadi hening karena kedua gadis kecil itu sibuk mencari solusi agar pria tampan itu membatalkan kedatangan nya malam ini.


Menit terus berputar ke dua gadis kecil belum jua menemukan solusi,seketika mereka mendengar ketukan pintu dari luar,ke dua gadis kecil itu saling menatap satu sama lain "Ibu,"sahut nya serentak.


Tari bergegas menarik Tangan Tania menuju ke kasur,lalu menepuk bantal berulang kali dengan isyarat Tania pura-pura tidur,hal itu membuat Tania mengerti lalu ia bergegas mengikuti perintah Tari.


Setelah Tania berhasil melakukan itu Tari segera menarik selimut lalu menutupi sebagian tubuh tania,lalu buru-buru berjalan membuka pintu kamar.


"Eee ibu,"Sapa Tari sambil pura-pura mengucek mata nya sambil menguap di hadapan sang ibu.


Hal itu membuat sang ibu percaya jika Tari baru bangun tidur"Nak,sebaik nya kamu lanjutkan saja tidur mu,"ujar sang ibu lalu berjalan.


"Yes berhasil,"gerutu Tari sambil menatap ke arah sang ibu yang sudah berlalu.

__ADS_1


Tari bersorak gembira karena ide nya berhasil mengelabuhi sang ibu,lalu kembali mengunci pintu dan menghampiri Tania yang masih terbungkus dengan selimut.


"Kamu memang cerdas Tari,"Puji Tania.


Ke dua gadis kecil itu terkekeh sambil menggigit jari,namun tiba-tiba saja Tania merasakan tenggorokan nya kering"Tari aku haus,"keluh Tari sambil mengelus leher nya.


"Ah kakak,"sahut Tari sembari menghempaskan tubuh nya di pinggir kasur.


"Ambilkan jus donk Tar,"Titah Tania.


Mendengar ucapan Tania membuat Tari merasa iba"Oke,kakak tunggu di sini,"jelas Tari sambil perlahan-lahan berjalan menuju ke dapur.


Sepanjang langkah nya Tari berharap semoga tak ada sang ibu di dapur,dan harapan itu berhasil setelah Tari menyisir seluruh bagian dapur yang besar dan megah itu.


"Alhamdulillah,"gumam nya sambil bergegas membuka kulkas lalu mengambil sebotol jus dan berlalu.


Setiba nya di kamar Tania memperhatikan sebuah botol besar yang di bawah oleh Tari lalu bergumam"Gelas nya mana?".


"Kakak ini jus nya,"ujar Tari sambil memperhatikan wajah Tania yang kebingungan.


"Tar,minum nya pakai apa?masa iya pakai botol itu?,"Tanya Tania bingung sambil menunjukkan ke botol besar itu.


"Ah lupa,"Tari menepuk jidat nya.


Mendengar ucapan Tari membuat Tania berbadan pasrah,ia bergegas mengambil botol besar itu lalu berjalan dan meletakkan nya di sebuah meja.


"Kamu tunggu di sini,"Titah Tania sambil berjalan menuju ke dapur.


Setelah Tania berhasil mengambil sebuah gelas di dapur.Tania buru-buru berjalan menuju ke kamar namun setiba nya di depan pintu kamar,tubuh nya sudah mulai keringat dingin setelah ia mendengar suara bel berbunyi.


"Oh Tuhan bagaimana ini? itu pasti Pak dion yang datang," gerutu Tania sambil mondar mandir gak jelas.


TB.


Bantu Author dengan vote,like serta koment.

__ADS_1


__ADS_2