Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
68.Syarat uang 500 juta.


__ADS_3

"Selamat pagi kakak cantik,"Sapa gadis itu setelah Tania keluar dari kamar.


Mendengar ucapan gadis itu Tania kebingungan sendiri"Ada apa dengan nya?bukan kah semalam dia kesurupan,"Gerutu Tania sambil berjalan menuju ke dapur.


"Maafin aku yaa kak,"Ucap gadis itu sambil berjalan mengikuti Tania.


"Kamu santai saja,Tak perlu ada yang di pikirkan,"Ujar Tania sambil menunggu sang ibu di meja makan.


"Ah kakak,aku tahu kakak masih marah sama aku,Iya kan?,"Gerutu wanita itu sambil meninggal kan Tania begitu saja.


"Mau ke mana kamu?,"Teriak Tania sambil menatap punggung wanita itu sudah berlalu.


Mendengar teriakan Tania wanita itu menghentikan langkah nya,dan bergegas menuju ke hadapan Tania.


"Kakak maafin aku,aku janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama,dan aku mohon maafin aku kak,"Ujar wanita itu sambil menatap wajah Tania penuh permohonan.


Mendengar ucapan wanita itu membuat Tania merasa iba,namun Tania tak ingin menunjukkan rasa itu agar ia bisa menjahili wanita itu.


Suasana menjadi hening karena ke dua nya saling berdiam diri, Namun sang ibu tiba-tiba saja datang entah dari planet mana ia berasal,padahal Tania sudah menyusun rencana untuk menjahili gadis kecil itu.


"Ternyata kalian ada di sini,"Ujar sang ibu sambil menarik sebuah kursi makan.


Tania menatap ke arah sang ibu begitu pun dengan gadis kecil itu"Nak,mulai hari ini Tari akan menjadi bagian dari keluarga kita,jadi tolong maafkan lah dia,"Ujar sang ibu sambil menatap ke arah Tania.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania bertanya-tanya"Ada apa dengan nya,mengapa mereka kelihatan sangat akrab?"Gerutu Tania dalam benak nya.


Suasana menjadi hening karena mereka saling berdiam diri,lalu gadis kecil itu tiba-tiba saja mengulurkan tangannya kehadapan Tania"Oh iyaa kak,nama ku Tari sekali lagi aku minta maaf yaa kak,"Ujar Tari sambil menatap Tania penuh permohonan.


Mendengar ucapan Tari membuat sang ibu dan Tania saling menatap sejenak,"Aku sudah tahu nama kamu," Sahut Tania sambil bangkit dari kursi lalu berjalan melewati Tari lalu berdiri di samping sang ibu.


"Itu apa Bu?,"Tanya Tania sembari menunjukkan jari ke arah kantong kresek berwarna hitam yang terletak di hadapan sang ibu.


"Nak,ini adalah uang untuk membayar hutang Tari yang telah kalian janjikan hari kemarin," Sahut sang ibu sembari menggeser kresek itu kehadapan Tania.


"Apa!" Sontak Tari dan Tania kaget"Tidak Bu,itu adalah tanggung jawab aku sepenuh nya,"Jelas Tania sembari menatap ke arah sang ibu.


Mendengar ucapan Tania membuat sang ibu kepikiran"Nak,Kamu mau dapat uang darimana untuk membayar hutang sebanyak itu?"Tanya sang ibu sambil menatap wajah putri nya.


"Aku mau menjual mobil aku Bu,"Jelas Tania sambil mondar-mandir di hadapan sang ibu.


"Apa!" Sontak sang ibu dan Tari kaget.


"Tidak Nak, Jangan lakukan itu karena mobil itu adalah hadiah pernikahan dari kakak mu,"Ujar sang ibu sambil bangkit dari kursi.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tari kaget"Apa? ternyata dia..,Ah sudah lah,"Gumam nya sambil menatap ke arah Tania dan sang ibu.


"Tapi Bu...".Tania tak mampu lagi untuk menjelaskan apa-apa ke sang ibu,selain meneteskan airmata lalu memeluk sang ibu begitu erat.


Sang ibu tak mengerti sama sekali dengan sikap putri nya,Namun ia juga bisa merasakan jika keadaan putri nya sedang tak baik-baik saja,maksud nya memikirkan sesuatu namun enggan untuk menjelaskan kepada sang ibu.Baiklah,kita akan mengeluarkan segala beban pikiran si calon ibu itu.


Menit terus berputar dan setelah sang ibu berhasil menenangkan putri nya"Apa yang kamu pikirkan Nak?ayo cerita ke ibu,"Tanya sang ibu sembari menatap wajah putri nya yang penuh dengan beban pikiran.

__ADS_1


"M-maafkan aku Bu,Keputusan ku sudah bulat untuk menjual mobil itu karena aku butuh modal usaha,"Sahut Tania gugup sambil menundukkan kepalanya di hadapan sang ibu.


Mendengar Ucapan putri nya sang ibu mengerti jika modal itu tentunya untuk pak Ammar sendiri,bukan untuk diri nya sendiri.


Menit terus berputar sang ibu hanya bisa berpikir bagaimana agar ia bisa membantu putri nya tanpa harus menjual mobil kesayangan nya.


Hingga tiba menit berikut nya sang ibu kembali menatap putri nya sembari bertanya"Berapa modal yang engkau butuhkan Nak?,"Tanya sang ibu.


"500 juta Bu" Sahut Tania sambil masih posisi yang sama.


"Baiklah,Ibu yang akan memberimu modal tapi dengan satu syarat,dalam jangka 1 tahun usaha kamu akan berkembang,jika hal itu gagal maka modal tersebut akan kembali kepada ibu"Ujar sang ibu sambil memikirkan bangaimana pak Ammar akan mengelola dana sebanyak itu?


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania langsung menatap wajah sang ibu,untuk memastikan kepada sang ibu jika ia menyetujui persyaratan itu.


Menit demi menit telah berlalu akhirnya sang ibu merasa lega dan bahagia,ketika putri nya kembali lagi memancarkan senyuman kebahagiaan nya.


Karena bagi nya harta yang paling berharga yang ia miliki saat ini adalah ke dua putri nya,sehingga sang ibu rela melakukan apa saja demi membuat mereka bahagia.


Malam pun Tiba.


Setelah beban pikiran nya sudah Tuntas di selesaikan oleh sang ibu,Tania bergegas beranjak dari kamar lalu melangkah menuju ke kamar sang ibu.


Namun setiba nya di kamar sang ibu betapa terkejut nya Tania,Seketika ia melihat Tari sudah merubah penampilan nya,dengan baju syar'i lengkap dengan hijab nya.


Sehingga Tania tak pernah menyangka jika Tari bisa secepat itu berubah"Terimakasih ya Allah,"Gumam nya sambil memperhatikan kecantikan yang di miliki oleh Tari setelah ia merubah penampilan nya.


Namun tiba-tiba saja Tari menarik tangan Tania, lalu membawah nya keluar dari kamar sang ibu"Mau apa kamu?Lepaskan tangan aku,"Ujar Tania sembari berusaha melepaskan genggaman dari Tari


"Temani aku dan ibu kak,kami ingin belanja ke butik,"Sahut Tari sambil menatap ke arah sang ibu yang sudah siap untuk berangkat.


Langkah demi langkah telah ia habiskan,namun langkah nya tiba-tiba saja berhenti ketika ia mendengar ucapan sang ibu barusan"Kamu harus ikut Nak,ayo siap-siap sekarang juga."


"Tapi Bu....!"Sahut Tania sambil memikirkan "Ini perintah ibu,tak mungkin aku menolak nya."


"Jangan protes lagi,ayo buruan siap-siap dan ibu tunggu kamu di sini".


"Baik Bu."


15 menit kemudian sang calon ibu itu akhirnya keluar juga dari kamar,dan mereka segera berbondong-bondong keluar dari istana itu.lalu bergegas masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan Tania hanya bisa berdiam diri dan fokus mengemudi,sedangkan Tari dan sang ibu kelihatan nya semakin akrab di kursi belakang,hal itu membuat Tania merasa bahagia karena sang ibu bisa tertawa terbahak-bahak dengan tingkah Tari yang selalu menggemaskan.


15 menit sudah berlalu hingga menit berikut nya mereka telah sampai di depan butik,sang ibu dan Tari segera turun lalu mereka bergegas masuk ke dalam butik,sedangkan Tania ia hanya bisa memperhatikan keakraban sang ibu dan Tari yang telah berlalu.


Menit demi menit sudah berlalu akhirnya si calon ibu itu bergegas turun dari mobil lalu berjalan menuju ke dalam butik.


Langkah demi langkah telah ia habiskan namun tiba-tiba saja langkah nya berhenti ketika ia telah melihat seorang pria tampan sudah berdiri di hadapan nya.


"Pak dion".Gumam nya sambil menunduk kan kepalanya.


"Hei Tania,senang berjumpa kembali dengan mu di sini,Apa kabar hari ini?,"Tanya pak dion sembari menatap ke hadapan Tania.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik pak,"Sahut nya sembari menatap ujung sepatu pria tampan itu.


"Alhamdulillah,Mau belanja juga di sini?,"Tanya pak dion ramah,Tania menganggukkan kepalanya lalu mereka sama-sama berjalan masuk ke dalam butik.


"Selamat malam pak,Apa ada yang bisa saya bantu?"Sapa sang pemilik butik sambil menatap ke arah Tania.


"A-ku cuma ingin menemani dia Bu,"Sahut pak dion gugup karena memang beliau cuma ingin menemani Tania.


"Wow istri bapak cantik sekali, silahkan masuk Pak,Bu semoga senang berbelanja di toko kami,"Ujar sang pemilik butik


Mendengar ucapan sang pemilik butik membuat pak dion dan Tania saling menatap sejenak lalu pak dion bergumam"Aamiin semoga Allah segera mengabulkan nya"Sedangkan Tania wajah nya sudah memerah seperti buah tomat.


"Terimakasih Bu."


Pak Dion segera berjalan lalu tania menyusul nya dari belakang,Dengan sikap sopan dan ramah yang di miliki oleh pria tampan itu,hingga membuat Tania merasa nyaman berada di samping Pak dion.


Mereka berjalan masih berada di posisi yang sama,hingga pak Dion tiba-tiba saja menghentikan langkah nya lalu menoleh ke hadapan Tania.


"Kenapa diam saja Tania,ayo belanja sekarang,"Ujar pak dion sembari memperhatikan wajah Tania yang masih memerah.


"Aku ke sini cuman menemani ibu belanja saja pak."


"Oh yaa,Berarti ibu ada di butik ini juga?"Tanya pak dion sambil memperhatikan wanita paruh baya yang sudah berdiri di samping Tania.


"Siapa dia Nak?"Tanya sang ibu sambil menunjukkan jari ke hadapan pak dion"Aku pak dion Bu,senang bertemu anda di sini,"Potong pak Dion.


"Terimakasih Nak,Ibu juga senang bisa berjumpa dengan kamu di sini,"Ujar sang ibu sambil menatap wajah pria itu.


Dengan sikap sopan dan ramah yang di miliki oleh pak dion,sehingga sang ibu tak merasa segan kepada pria tampan itu.


Sang ibu memperhatikan pak dion dari ujung rambut sampai ujung kaki"Pria itu sangat cocok untuk Rani,"Gumam nya sambil tersenyum kepada pak dion.


"Alhamdulillah Bu."


"Nak ayo kita belanja,"Ujar sang ibu sambil menarik tangan putri nya.


"Gak Bu! Ibu dan Tari saja belanja,


aku tunggu ibu di sini saja,"Sahut Tania sambil menoleh ke arah Tari yang berdiri mematung sejak tadi.


"Tar..! Ayo temani ibu sekarang,Atau mau jadi patung saja di situ."


"Ha-ha,Ucapan Tania membuat Pak dion tertawa kecil.


"Sudah-sudah kalian ini seperti anak kecil saja, Mari Nak temani ibu belanja,"Ujar sang ibu sambil menarik tangan pria tampan itu.


"Maksud ibu,Aku?"Sahut pak dion sambil menunjukkan jari ke dirinya sendiri.


"Iya,siapa lagi?"Jelas sang ibu lalu melangkah.


Pak dion hanya bisa berbadan pasrah mengikuti kemauan sang ibu,sedangkan Tari dan Tania hanya bisa berdiri kaku sambil menatap punggung mereka yang sudah berlalu.

__ADS_1


TB.


Bantu Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2