Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
83.Perintah sang Ibu.


__ADS_3

"Apa pembunuh!" sontak Tari kaget.gadis kecil itu benar-benar bingung semenjak hadir di tengah-tengah kehidupan mereka,keluarga yang kaya raya tapi aneh-aneh menurut nya.


"Iya! Dia adalah seorang pembunuh,"sarkas sang ibu sekali lagi,lalu menunjuk kan jari sana sini gak jelas.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tari bolak balik berjalan seperti siput,Sembari memikirkan kebenaran yang baru saja mengguncang jantung nya begitu dahsyat.


Gadis Kecil itu benar-benar tak pernah menyangka jika sosok pria tampan seperti pak ammar,dia adalah pria yang benar-benar membawah malapetaka dalam keluarga sang ibu.


Menyimpulkan semua itu membuat Tari mengambil suatu pelajaran berharga,jika ketampanan bukan lah suatu patokan untuk menilai baik buruk nya seseorang.


Memikirkan semua itu hingga membuat Tari mengedipkan bahu nya,entah apa yang di pikirkan oleh gadis kecil itu.


Setelah bosan bolak balik Tari segera berjalan menuju ke hadapan Tania,yang sedari tadi mematung dan membisu entah apa yang di pikirkan oleh nya.


"Kakak baik-baik saja kan?" tanya Tari sembari memegang kedua tangan Tania.


Tania belum dapat menjawab pertanyaan dari gadis kecil itu,dan hal itu membuat Tari merasa iba"Kasian banget nasib kamu kak," gumam nya sambil memperhatikan Tari dari ujung kaki sampai rambut.


Namun seketika sang ibu tiba-tiba saja datang menghampiri mereka,Tania telah berbadan pasrah karena ia tahu jika sang ibu akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk nya.


"Apa lagi yang kamu pikirkan Nak?bangkit lah dan lupakan pria busuk seperti dia," sarkas sang ibu,wanita paruh baya itu benar-benar telah kehabisan kesabaran nya.


"Istighfar Bu," ceramah Tari sambil melirik ke arah sang ibu.


"Diam kamu Tari,kamu ini masih kecil jadi belum pantas ikut campur dalam urusan orang dewasa," titah sang ibu.


"Ah ibu! jangan marah-marah terus donk Bu," rengek Tari sambil memeluk sang ibu.


"Kenapa,gak suka?" protes sang ibu.


"Bukan gitu Bu,Tapi Tari takut," jelas Tari.


"Takut kenapa?" tanya sang ibu penasaran.


"Takut gak menikah Bu," sahut nya asal sambil terkekeh.


"Apa! sontak sang ibu kaget lalu melepaskan diri dari pelukan Tari.


Mendengar ucapan Tari membuat Tania tersenyum lalu menatap wajah cantik gadis kecil itu,Tania begitu salut kepada Tari karena dalam situasi rumit seperti ini,gadis kecil itu masih bisa membuat suasana menjadi berubah.

__ADS_1


Sedangkan sang ibu,wanita paruh baya itu menanggapi ucapan Tari serius,hingga membuat dirinya pusing tuju keliling.


" Tari kamu belum sepantas nya memikirkan soal pernikahan,emang kamu pikir menikah itu gampang apa?"


"Tari cuma bercanda kok Bu,Lagian Tari kan masih kecil menurut ibu,iya kan Bu?".


" Iya kamu masih kecil Tari,jadi kamu belum pantas membahas soal pernikahan,awas," ancam sang ibu.


"Iyaa,iyaa ibuku sayang,kami pamit dulu yaa Bu," ujar Tari sambil menarik tangan Tania sekuat tenaga nya,untuk menghindari pertanyaan dari wanita paruh baya itu secara bertubi-tubi.


"Tari ," panggil sang ibu sambil menatap punggung ke dua putrinya yang sedang berlalu.


Gadis kecil itu selalu saja ingin melindungi Tania dari serangan sang ibu,hingga ia memilih untuk membawah Tania keluar dari kamar,tanpa memikirkan perasaan sang ibu seperti apa.


Karena baginya sudah cukup sang ibu menghukum Tania,maksud nya menghukum secara melontarkan pertanyaan yang Tania sendiri tak mampu untuk menjawab nya.


Sedangkan Tania,gadis desa tersebut hanya bisa berbadan pasrah ke mana Tari akan menuntun langkah nya,tanpa melontarkan kata sepatah pun untuk gadis kecil itu.


Walau ribuan ujian yang datang silih berganti kepada gadis desa itu,namun Allah masih saja berlaku baik kepadanya.


Karena Dia mengantarkan sosok seorang gadis yang berhati mulia seperti Tari,untuk selalu berada di samping nya dalam keadaan suka maupun duka.


Malam pun tiba.


Setelah usai melaksanakan sholat magrib,Tari dan Tania memilih untuk menenangkan diri di luar sana,demi memanjakan otak yang masih di rundung berbagai pikiran.


Tania mengemudikan mobil nya membelah malam dengan kecepatan sedang,tujuan nya adalah di sebuah cafe tempat pelarian Tania ketika pikiran nya sedang tak baik-baik saja.


Sepanjang perjalanan Tania hanya bisa berdiam diri sembari memikirkan nasib nya,Karena takdir Allah telah berpihak kepada nya.


Gadis belia yang cantik nan sholeha kini pernikahan nya telah di ambang pintu kehancuran,pernikahan yang baru saja terjalin beberapa bulan yang lalu.dan kini semua nya harus berakhir begitu saja.


Sedangkan di tempat lain,wanita cantik yang seksi sebagai pihak ke tiga yang hadir di tengah- tengah pernikahan pak ammar dan Tania.


Kini dirinya telah memberontak kepada pak ammar untuk segera menikahi nya secepat mungkin,dengan alasan ia telah mengandung anak darinya.


Melihat tingkah laku Mita sebagai seorang wanita pembangkang,pria bejat itu baru menyadari jika Tania dan Mita sangat lah bertolak belakang.


Memikirkan semua itu membuat pak ammar pusing tujuh keliling" Apa yang harus aku lakukan?" gumam nya sembari mengacak-ngacak rambutnya.

__ADS_1


"Apa lagi yang kamu pikirkan? dan apa pun itu kita harus secepat nya menikah,demi anak yang ada di kandungan ku saat ini," ujar Mita sambil mengelus-elus perutnya.


"Cukup mita!," bentak pak ammar lalu bangkit dari kasur.


"Tak ada pernikahan di antara kita,karena kamu adalah wanita sebagai pe***s ha***t ku," sarkas pak ammar lalu menatap tajam ke hadapan Mita.


Plakkk.


Tamparan keras mendarat cantik di wajah pak ammar,karena ia tak pernah menyangka jika pak ammar akan berkata seperti itu kepada nya.


"Jaga ucapan kamu! aku bisa saja membuang kamu hari ini juga,karena bagiku kamu hanyalah pria yang tak berguna,dan hanya menopang hidup dengan istri yang kamu bodohi selama ini," tuding Mita lalu menatap tajam wajah pak ammar.


Mendengar ucapan Mita membuat pak ammar mengepalkan tangan nya,lalu menatap wajah Mita penuh dengan kebencian,Pria itu benar-benar malu karena ia merasa harga dirinya di linjak-linjak oleh Mita.


"Sekali lagi kamu mengucapkan kata itu,maka aku tak segan-segan untuk menyingkirkan kamu dari muka bumi ini,"ancam pak ammar lalu bergegas keluar dari kamar.


"Lakukan saja,dan aku tidak akan pernah takut dengan ancaman kamu," teriak mita sambil menatap punggung pak ammar yang telah berlalu.


Wanita cantik dan seksi itu tak pernah takut,karena menurut nya pak ammar adalah pria yang bodoh,terlebih lagi saat ini rahasia terbesar pak ammar ada di tangan Mita.dan itu akan menjadi senjata ampuh baginya untuk membuat pria bodoh itu bertekuk lutut di kaki nya.


"Kamu tidak akan pernah lepas dari genggamanku pria bodoh," gumam nya lalu berjalan mencari di mana keberadaan pak ammar.


Wanita cantik dan seksi itu tahu persis di mana kelemahan pria bodoh itu,namun seketika ia melihat pak ammar menenangkan diri di sebuah kursi.


Wanita cantik dan seksi itu segera melepaskan seluruh pakaian nya,lalu berjalan lengak-lengok ke hadapan pak ammar layak nya sebagai wanita pen***ur.


"Sayang," sapa Mita lalu menggenggam erat tangan pak ammar lalu menarik nya sekuat tenaganya.


Menyaksikan penampilan Mita tanpa sehelai kain di tubuh nya,membuat pak ammar membelalakkan matanya lalu menelan saliva nya berkali-kali.


Malam ini mereka kembali lagi melakukan hal-hal yang belum halal baginya,Karena Mita telah berhasil menaklukkan hati seorang pria.yang selalu saja ingin menjadi budak untuk nya.


Tanpa mereka pikirkan seberapa besar dosa zina,dan azab Allah akan berlaku kepada siapa saja yang melanggar aturan-aturanNya.


_______


TB.


Semoga Allah senantiasa menegakkan keimanan kita,agar selalu berada di jalan yang lurus.

__ADS_1


Aamiin.


__ADS_2