Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
73.Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.


__ADS_3

Bel masih saja terus berbunyi Tania yang sedari tadi mondar-mandir gak jelas,tak tahu harus melakukan apa begitupun dengan Tari.


Ke dua gadis kecil itu benar-benar kehilangan ide,sedangkan sang ibu ia masih berbadan pasrah di kamar milik nya,sambil menunggu telpon dari sang pangeran tampan untuk putri nya yang jauh di mata.


"Kak bagaimana ini?,"Tanya Tari bingung sambil menyisir seluruh ruangan rumah mewah itu.


"Tari kamu temui dia sebelum ibu keluar dari kamar,dan jangan biarkan ia masuk ke dalam rumah,cepat Tari,"Titah Tania.


Mendengar perintah dari Tania Tari berlari secepat kilat menuju gang pintu,sedangkan Tania ia bergegas masuk ke dalam kamar menikmati secangkir jus lalu mengganti pakaian nya.


"P-pak dion," gumam Tari gugup sambil menatap ke arah pria tampan itu.


"Kamu kenapa Tari?kok kamu keringatan seperti itu?," ujar pak dion sambil memperhatikan Tari yang masih berdiri kaku dan bercucuran keringat.


"A-aku baru saja habis mandi pak,"sahut Tari berdusta sambil menoleh ke dalam rumah.


"Iya sudah,apa ibu dan Tania ada di dalam?,"Tanya pak dion sambil menunjukkan jari ke dalam rumah.


Mendengar ucapan pak dion membuat jantung Tari berdebar kencang,namun kedatangan Tania seketika membuat Tari merasa lega.


"Assalamualaikum pak," ujar Tania lalu menatap ke arah Tari.


"Wa'alaikumussalam Tania," sahut pak dion sambil memperhatikan gerak gerik ke dua gadis itu.


Ke dua gadis kecil itu saling menatap satu sama lain,Tari bingung dengan penampilan Tania yang sudah rapi dengan pakaian yang berbeda,"Seperti nya dia ingin berkencan," gumam Tari sambil memperhatikan pak dion.


"Kalian kenapa diam saja?Apa boleh aku masuk menemui ibu?".


"Ibu tak ada di rumah pak,jadi sebaik nya kita jalan-jalan saja malam ini, bagaimana pak?" sahut Tari sambil menatap ke arah Tania yang sudah tersenyum manis.


"Setuju banget," Potong pak dion sambil berjalan menuju ke mobil nya,dan ke dua gadis itu menyusul nya dari belakang.


Para rombongan telah meninggalkan sang ibu begitu saja,karena kejahilan ke dua gadis kecil itu demi menyelamatkan perselisihan di antara orang-orang yang begitu sangat mereka cintai.


Tanpa memikirkan sedikitpun resiko yang akan terjadi esok hari,yang terpenting adalah pria tampan itu harus tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ke dua gadis kecil itu bersorak gembira dan hal itu membuat perut pak dion berternak kupu-kupu,dan khayalan nya telah melayang tinggi ke langit ke tujuh.


"Aku harus melamar Tania secepatnya,sebelum dia jatuh di pelukan orang lain,"gumam nya sembari menoleh ke hadapan ke dua gadis kecil itu.


Tari yang sedari tadi memperhatikan pak dion membuat pikiran nya mulai ke mana-mana"Pak dion benar-benar telah jatuh cinta kepada kakak cantik,lalu bagaimana dengan pangeran tampan itu?,"gumam nya sambil menatap ke arah Tania.


"Ngomong-ngomong tujuan kita mau ke mana Tan?"Tanya pak dion sambil menghentikan mobil nya di sebuah taman di tengah-tengah ibukota.


"Tempat yang pas," sahut Tari setelah ia memperhatikan keadaan Taman sepi dan cocok nya untuk meluapkan segala unek-unek nya.


Mendengar ucapan Tari membuat Tania membelalakkan kan matanya lalu buru-buru turun dari mobil.


"Tania,"Teriak pak dion.


"Tunggu apalagi pak?ayo turun,"ujar Tari sambil buru-buru turun dari mobil.


Pak dion hanya menggelengkan kepalanya lalu menyusul ke dua gadis kecil itu"Apa yang sedang mereka pikirkan?,"gerutu pak dion sambil menatap ke arah ke dua gadis itu.


"Wow_ tempat ini sangat indah untuk bersantai malam,"ujar Tari sambil merentangkan tangan nya lalu muter-muter gak jelas.


Mendengar ucapan pak dion membuat Tari tertawa lepas sambil berjalan menuju ke hadapan pak dion"Gak lucu," gerutu pak dion sambil duduk di atas rumput-rumput liar.


"Kenapa tu muka,"Tanya Tari sambil duduk di samping pak dion,"Entah,"sahut pak dion kesal.


"Jangan gitu donk pak,jelek tahu mari kita berdamai," jelas Tari sambil mencabuti rumput-rumput liar.


Mendengar ucapan Tari membuat pak dion terkekeh"Kamu masih bocah Tari,jadi mana mungkin kamu tahu perasaan aku saat ini,"ujar pak dion sambil menyisir bagian Taman untuk mencari keberadaan Tania.


"Kata siapa aku gak tahu?pokok nya nyawa bapak ada di tangan Tari," jelas nya sambil melirik ke kanan dan kiri.


"Apa!" Pak dion kaget dan membulatkan bola matanya ke Tari.


"Santai saja pak,walaupun bapak menganggap aku masih bocah,tapi aku bisa jaminkan rahasia bapak aman di tangan ku," jelas Tari.


Mendengar ucapan gadis kecil itu membuat pak Dion bergeser tempat,ke dua makhluk itu saling berhadapan dan seperti nya,mereka sudah siap untuk mengeluarkan segala unek unek nya.

__ADS_1


Tania yang menyaksikan hal itu dari jauh membuat langkah nya tiba-tiba berhenti,lalu perlahan-lahan ia mundur ke belakang"Bagus Tari,tuntaskan masalah ini secepatnya,"gumam nya sambil menatap ke arah ke dua makhluk itu.


"Oke baiklah,jadi bagaimana jika kamu mengurus perjodohan aku dengan Tania?kamu bisa kan Tari?"


Pertanyaan bertubi-tubi dari pak dion membuat Tari terkekeh,gadis kecil itu memang bisa di andalkan untuk mengurus masalah seperti ini.


Walau ia tahu jika Tania sudah memiliki pasangan,namun hal itu akan menjadi rahasia besar yang harus di jaga semaksimal mungkin dari pak dion.


Agar Tari mengetahui seberapa besar cinta yang di miliki pak dion terhadap Tania"Baiklah,kita mulai menjahili pria tampan ini,"gumam Tari sambil tersenyum kepada pak dion.


"Tentu bisa lah pak,sangat bisa malah,tapi ngomong-ngomong apa bapak benar-benar mencintai Tania?".


Mendengar ucapan gadis kecil itu membuat pak dion menelan ludah nya berkali-kali"Jujur aku sangat mencintai Tania tapi aku tak bisa mengungkapkan rasa itu kepada nya," sahut pak dion sambil menunduk kan kepalanya.


"Lo kenapa pak?".


"K-karena aku sadar diri jika Tania mencintai pria lain," sahut pak dion gugup sambil meneteskan airmata.


Mendengar jawaban dari pak dion membuat Tari pusing tujuh keliling"Oh Tuhan,apa yang harus aku lakukan?"gumam nya sembari bangkit dari hadapan pak dion.


Suasana menjadi hening, karena ke dua makhluk itu masing-masing berpikir apa yang akan terjadi hari esok?


Tari mulai mondar-mandir sambil gigit jari di depan pak dion,sedangkan pak dion masih terisak tangis menundukkan kepalanya,sambil menutupi wajah nya dengan satu telapak tangan.


Tania yang masih memperhatikan mereka dari jauh sungguh begitu penasaran "Apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka?" gumam nya sambil duduk menikmati kacang rebus.


Menit terus berputar Tari dan pak dion masih berada di posisi yang sama,namun sampai menit berikut nya Tari langsung duduk kembali di hadapan pak dion.


Hal itu membuat pak dion membelalakkan bola mata nya"A-ada apa Tari? apakah kamu tahu siapa pria yang di cintai oleh Tania?"Tanya pak dion sembari menyeka airmata nya.


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya sambil menarik napas pelan- pelan di hadapan pak dion"Apa yang kamu pikirkan Tari?"Tanya pak dion sambil menatap wajah gadis kecil itu begitu dalam.


Pak dion sangat berharap jika Tari adalah orang yang bisa membantu nya untuk mendapatkan cinta dari wanita impian nya,sedangkan Tari tak bisa melakukan itu karena ia tahu persis,jika Tania sangat mencintai si pangeran tampan.


TB.

__ADS_1


Bantu Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2