
Setelah Tari usai memikirkan nasib pak dion,gadis kecil itu segera bangkit dari kasur lalu menatap Tania begitu dalam.
Tanpa pikir panjang gadis kecil itu nekat untuk mengetahui,mengapa Tania rela berkorban demi seorang pria arogan,dan tak punya sopan santun sama sekali.
Walau Tari menyadari jika ia tak pantas untuk campur tangan dengan pernikahan mereka,namun Tari bisa menilai seperti apa pak ammar yang sebenarnya.
Dan gadis kecil itu hanya semata ingin menyelamatkan Tania dari kegelapan mata,seperti Tania menyelamatkan dirinya dari kehidupan yang gelap itu.
Tania yang berusaha menutupi luka hatinya agar tak dapat di tembus oleh gadis kecil itu,namun seketika Tari sudah berada di hadapan mata nya.hal itu membuat Tania tiba-tiba menjadi gugup,karena ia yakin jika Tari akan mengajukan pertanyaan secara bertubi-tubi.
"Apa yang kakak pikirkan saat ini?katakan lah kak yang sejujur-jujur nya,dan aku siap untuk membantu kakak untuk menyelesaikan segala permasalahan kakak selama ini"pinta gadis kecil itu karena ia sudah tak tahan melihat Tania seperti itu.
Mendengar pertanyaan dari gadis kecil itu,membuat Tania tak mampu mengucapkan kata sepatah pun,selain menundukkan kepalanya lalu meneteskan airmata nya.
Tanpa mendapatkan penjelasan dari Tania,Tari semakin yakin jika selama ini Tania menanggung banyak beban.yang tak bisa di ceritakan kepada siapapun.
Gadis kecil itu berusaha tenangkan diri di hadapan Tania,agar Tania bisa menerima kehadiran dirinya,sebagai orang yang bersedia untuk memikul beban nya.
"Aku tahu perasaan kakak saat ini,tapi aku tak ingin kakak berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini.Dan boleh kah aku bertanya sekali lagi?."
Setelah Tari mengajukan pertanyaan kedua kali nya,gadis kecil itu bergegas bangkit dari kasur lalu bolak-balik sembari menunggu jawaban dari Tania.
Mendengar pertanyaan dari Tari membuat Tania perlahan-lahan mengangkat kepala nya lalu bergegas menyeka airmata nya"S-silahkan Tari," sahut Tania gugup sambil menatap ke arah gadis kecil itu.
"Baiklah,Tapi sebelum aku mengajukan pertanyaan.aku ingin meminta satu hal kepada kakak,dan kakak harus berkata jujur atas segala pertanyaan dariku," pinta Tari.
Mendengar ucapan Tari membuat Tania bangkit dari kasur,ia tak pernah berpikir jika Tari yang selalu ia anggap sebagai bocah.kini dirinya lebih bisa bersikap dewasa dan mengerti perasaan Tania yang sesungguhnya.
Sebelum menjawab pertanyaan dari gadis kecil itu,Tania menelan ludah nya berkali-kali lalu segera mendekati Tari.dan seperti nya ia sudah siap untuk mengeluarkan segala unek-unek nya.
"Apakah kamu bisa menyimpan segala rahasia dariku?" tanya Tania balik sembari menatap wajah Tari begitu dalam.
__ADS_1
"Aku jaminkan rahasia kakak bisa aman di tangan ku,percayalah kak,"potong Tari.
Setelah Tari menyakinkan Tania jika ia dapat menyimpan rahasia nya,Tania segera memutar tubuh nya agar ia bisa mengeluarkan segala unek-unek nya.
Posisi Tania saat ini telah membelakangi gadis kecil itu,agar ia lebih leluasa untuk menjawab pertanyaan darinya "Aku sudah siap untuk menjawab pertanyaan darimu Tari,jadi silahkan bertanya padaku."
Tanpa pikir panjang lagi Tari segera memberi pertanyaan kepada Tania,dan seolah-olah Tania telah melakukan kesalahan besar selama ini.
"Aku tahu kakak sungguh mencintai pak ammar,Tapi apakah kakak yakin jika pria tersebut juga mencintai kakak?" tanya Tari sembari menatap punggung Tania yang lebar.
Mendengar pertanyaan dari Tari membuat Tania mematung dan membisu,Tania tak habis pikir jika Tari akan mengajukan pertanyaan seperti itu.
Namun seketika Tania menyadari kembali jika ia telah percaya sepenuh nya kepada Tari,maka ia memutuskan untuk segera menjawab pertanyaan darinya.
"Jujur selama ini aku sebenarnya gak yakin jika dia mencintai aku sepenuh nya,dan sebelum kami menikah awal nya dia adalah pria yang paling takut kepada Allah.namun seiring berjalan nya waktu dia telah berubah dan bahkan pernah terlintas di pikiranku jika suamiku memiliki wanita lain di luar sana.namun aku tak memiliki bukti tentang hal itu,lalu aku takut jika Allah murka padaku karena telah berprasangka buruk terhadap nya.dan aku yang selalu saja berharap agar dia bisa berubah dan tak ingin menjadi istri yang durhaka.sehingga aku rela melakukan apa saja sebagai seorang istri yang berbakti,walau hatiku sebenarnya sudah tak mampu menerima atas segala sikap kasar nya dan juga kebohongan nya selama ini,dan kalau boleh jujur aku sudah menyerah dalam pernikahan ini,namun hatiku tetap saja luluh ketika aku berhadapan secara langsung dengan nya,entah sampai kapan Allah berhenti menguji kesabaran ku," jelas Tania lalu menelan ludah nya berkali-kali.
"Termasuk memberi modal sebanyak itu,tanpa kakak harus bertanya usaha nya apa,dan tinggal nya di mana? benar begitu kan kak?lantas sampai kapan kakak akan berhenti menuruti segala kemauan ya?" potong Tari sambil bangkit dari kasur lalu berjalan mengelilingi Tania.
Tari yang awal nya mendukung hubungan di antara mereka berdua karena ia tahu jika Tania sangat mencintai suami nya,Tapi setelah Tania menyerahkan cek itu begitu saja tanpa harus bertanya,gadis kecil itu berani menyimpulkan bahwa Tania adalah wanita yang paling bodoh sedunia.
"Apa yang harus aku lakukan Tari?apakah aku harus menjadi istri yang durhaka?menolak perintah nya lalu meninggalkan ia begitu saja,sedangkan ia tak ingin bercerai dariku? terlebih lagi saat ini aku telah mengandung anak dari nya,tolong beri aku penjelasan Tari."
Mendengar Pertanyaan dari Tania bertubi-tubi membuat Tari menghentikan langkah nya"Bangkit lah kak dan bukalah mata hati kakak,siapa pria yang pantas untuk kakak?" sahut Tari sambil berjalan menuju ke sofa.
Mendengar ucapan Tari membuat Tania mengepalkan tangannya lalu bergegas menuju ke hadapan Tari"Apa maksud kamu Tari?bukan kah kamu tahu sendiri jika aku telah mengandung anak dari pak ammar?Oh..aku tahu,kamu pasti sakit hati kan dengan ucapan pak ammar pagi tadi?" tanya Tania dengan interogasi tinggi,karena ia berpikir jika Tari memberi solusi seperti itu karena ia sakit hati kepada pak ammar.
Mendengar pertanyaan dari Tania bertubi-tubi membuat gadis kecil itu langsung menundukkan kepala nya,lalu tiba-tiba saja airmata nya jatuh menetes dari pipi nya.
Tari yang berusaha untuk menyakinkan Tania jika pak ammar bukan lah pria yang baik untuknya,malah ia mendapatkan balasan yang membuat hati nya hancur berkeping-keping.padahal Tari tak pernah sedikit pun memikirkan perkara itu saat ini.
Gadis kecil itu tak mampu lagi mengeluarkan kata sepatah pun,bahkan enggan untuk menatap wajah Tania. yang sudah membuat dunia nya hancur seketika.
__ADS_1
Perlahan-lahan gadis kecil itu menguatkan diri agar bisa menjaga sikap,lalu memilih bangkit dari sofa dengan posisi yang sama,dan meninggalkan Tania begitu saja karena ia tak bisa menjaga sikap.
Jangan tanyakan lagi bagaimana hancur nya perasaan gadis kecil itu saat ini,karena yang jelas hatinya benar-benar hancur seperti butiran pasir yang dapat di terbangkan oleh tiupan angin yang berhembus.
Tania yang menyaksikan hancurnya perasaan gadis kecil itu,hingga mampu membuat tubuh nya tak berdaya.lalu membiarkan tubuh itu terjatuh dan bersimpuh kepada Tuhan nya.
"Ya Allah,maafkan hamba mu ini yang tak bisa menjaga lisan,karena telah menyakiti hati orang lain begitu dalam," sesal nya lalu berurai airmata.
Lagi-lagi penyesalan itu selalu nya datang terlambat,ketika suatu masalah tak bisa di selesaikan secara kepala dingin,maka hasil nya akan berbuah penyesalan.
Dan lisan yang tak mampu terjaga maka akan merugikan diri sendiri,bahkan menghancurkan amal kebaikan seseorang.
Seorang bijak berkata: Ada sebagian anggota tubuh manusia,bentuk nya sangat kecil dan tak bertulang tapi mampu menembus hati manusia jika tak mampu menjaga nya.
Sedari itu...
Jadilah manusia yang memberi manfaat satu sama lain,jangan lah menyakiti hati orang lain dengan lidah maupun dengan jari jemari kita.
Tahanlah mulut dan jari-jari itu dan biarlah tidak di hargai manusia,namun kita teruslah berusaha untuk memperbaiki diri.
Jangan ajarkan diri untuk hidup dalam dunia orang lain,sebab kita tak dapat melihat apa yang dia rasakan,karena mata kita tak dapat menembus sampai ke hati.
Jadi berhati-hatilah...
Jangan angkuh untuk bersujud ke tikar taubat dengan penuh penyesalan,dan semoga dosa setinggi langit dapat di ampuni.
Aamiin.
Saya selaku Author pemula mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam membuat cerita ini,karena hamba adalah manusia biasa yang sangat jauh dari kata sempurna.
Taqobballahu Minna Waa minkum,Mohon maaf lahir dan batin.
__ADS_1