
Setelah puas menangis,kedua wanita ini beranjak keluar dari restoran,menata hati masing-masing agar tak berlarut-larut dalam kesedihan.
Walau masalah ini sungguh menguras otak dan hati nya,namun mereka kuat.kuat karena mereka yakin jika ujian ini akan segera berakhir.
Seperti malam berganti siang,siang berganti malam,luka tak selamanya luka,dan airmata tak selamanya akan menetes.
Akan tiba masanya Tuhan akan menggantikan apa pengorbanan mu hari ini,maka bersabarlah dan tanamkan dalam diri masing-masing jika kamu berhak bahagia.
Setibanya di hotel,kedua wanita ini saling menguatkan satu sama lain, menadahkan kedua tangannya ke hadapan sang pencipta,meminta petunjuk agar bahunya tetap kuat.
Setelah usai bersujud di atas sajadah,Rani segera mengulurkan tangan,meminta maaf atas segala kekhilafan diri selama ini.
Tania tak bisa berkata apa-apa lagi selain memeluk tubuh sang kakak,menangis di pelukannya hingga hatinya merasa tenang.
"Mari kita hadapi dunia ini kak,"ujar nya sambil menyeka airmata nya lalu menatap sang kakak begitu dalam.
Tangisan yang hampir saja reda dari sang kakak,kini semakin meledak seketika ia mendengar ucapan Tania barusan.
Gadis ini benar-benar tak kuasa menahan tangisannya,pikirannya masih di penuhi rasa bersalah,dan tak tau lagi harus menebus rasa bersalah itu dengan cara apalagi.
"Kak,aku kuat karena kakak.jika kakak lemah?bagaimana aku bisa menghadapi dunia ini seorang diri?"sambung nya kembali demi menyemangati sang kakak.
Mendengar ucapan Tania membuat Rani menyeka airmata nya secepat kilat,menatap wajah sang adik begitu lama dan tak selang berapa lama,senyuman manis dari sang kakak kini terpancar pula.
"Aku salut ma kamu Tan," puji Rani lalu menelan ludahnya berkali-kali.
Kalau boleh jujur Rani begitu malu kepada dirinya sendiri,malu karena tak mampu menguatkan diri,dan seharusnya dalam situasi seperti ini. dialah yang pantas menguatkan sang adik,bukan malah justru sebaliknya.
Tania hanya bisa tersenyum lebar,dan seperti nya gadis ini berusaha untuk ikhlas,ikhlas menerima segala ketentuan dari-Nya.
Mengelus sang buah hati berkali-kali,buah hati yang harus terlahir ke dunia ini tanpa seorang ayah"Kuat lah Nak,kita harus hadapi dunia ini bersama-sama"gumam nya lalu bangkit dari sajadah.
"Tan," panggil Rani.
Tania secepatnya menoleh ke belakang"Ada apa kak?" tanya nya sembari memperhatikan wajah sang kakak.
__ADS_1
Rani segera bangkit lalu menghampiri Tania,ke dua gadis ini saling bertatapan"Ada apa kak? kok kelihatannya serius amat?".
"Tan,apa kamu masih ingat ketika Mita minta pindah ke kontrakan?apa itu hanya akal-akalan nya saja agar dia bisa bebas bersama pak Ammar?."
"Lupakan kak!masih banyak yang lebih penting daripada harus membicarakan soal mereka"jelas Tania lalu menelan ludahnya kasar"Termasuk perusahaan kakak," sambung nya kembali lalu berjalan menuju ke tempat tidur.
"Maksud kamu apa Tan? Perusahaan kita baik-baik saja kan?".
Tania menggeleng kan kepalanya berulang kali"Seperti nya kakak telah salah memilih orang selama ini."
"Apa! sontak Rani kaget"Apa Mita melakukan kesalahan di kantor?."
"Seperti apa kata pak Dion,Mita telah mengkhianati kita dan selama kepergian kakak,Mita seperti nya memanfaatkan kepercayaan kakak."
"Ya Allah," lirih nya sambil mengusap dada berulangkali"Besok kita harus temui Mita di kantor."
"Apa ini balasan Mita selama ini?"Rani benar-benar sulit untuk percaya,jika Mita masih saja seperti dulu"Di mana lagi hati nuraninya?" sambung nya kembali.
"Kak,ini sebuah pelajaran berharga bagi kakak.tak semudah itu memberi kepercayaan kepada orang lain,kalau sudah begini siapa lagi yang pantas di salahkan?semoga saja Mita tidak korupsi."
"Bodoh,"umpat nya sambil menelan ludahnya kasar wanita ini kembali lagi kesurupan.mata memerah,dan tangan terkepal begitu kuat lalu bolak-balik menahan emosi.
Entah apa yang terjadi jika esok hari dia dapat menemukan Mita,bisa-bisa wanita itu akan menyesal seumur hidup nya.
Kebaikan apalagi yang harus di sungguhkan kepada Mita?sementara selama ini ia telah di perlakukan baik oleh keluarga Rani group.memaafkan kesalahannya di masalalu.dan bahkan ia di percaya kan sepenuhnya untuk mengurus perusahaan.
Lantas kalau sudah begini? hati mana lagi yang bisa menerima kelakuan Mita?bahkan dia adalah orang yang paling menyakitkan bagi Rani dan Tania.
Selain menjadi orang ke tiga,Mita juga telah mengambil apa yang bukan menjadi hak nya di perusahaan,korupsi demi memenuhi segala kebutuhannya,tanpa berpikir panjang wanita itu benar-benar khilaf luar biasa.
Menikmati harta haram di dunia ini maka azab nya akan abadi sampai tetesan darah penghabisan.namun jika pengaruh syetan dan kenikmatan dunia sudah bersarang dalam diri,maka manusia kapan saja bisa melakukan kejahatan.
Harta haram boleh jadi halal baginya,namun itu hanyalah kenikmatan sesaat.kenikmatan yang akan di tanggung dosa nya dunia akhirat.
Segala perbuatan baik buruk nya manusia di dunia ini sudah terekam sempurna oleh-Nya.
__ADS_1
Lantas siapa lagi yang dapat mengelak di hari kemudian? tentu tak ada,bukan?
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Rani dan Tania segera berangkat ke kantor,berangkat dengan hati dan pikiran yang kacau,dan berharap semoga saja mereka bisa membuat Mita jera.
Namun setibanya di kantor,mereka tak dapat menemukan Mita,dan menurut informasi jika Mita sudah resign dari kantor sejak 2 hari yang lalu.
"Mita," teriak Rani.
Gadis ini benar-benar murka,darah mendidih dan seluruh tubuhnya gemetaran.
Bugh!
Pukulan keras kembali lagi mendarat di atas meja milik nya,apa saja yang berada di atas meja kini sudah berpindah ke lantai.
Tania hanya bisa berdiam diri seperti patung yang bernyawa,napas nya saling berburu karena ketakutan.
Kalau boleh jujur,baru kali ini Tania bisa menyaksikan.menyaksikan bagaimana sikap sang kakak jika dia benar-benar kecewa?
Gadis ini perlahan-lahan mundur ke belakang,mundur karena tak kuasa lagi untuk menyaksikan kemurkaan sang kakak.
Sementara Rani,gadis ini belum juga bisa mengendalikan diri,emosi nya malah semakin meledak.
Rasa-rasanya ingin meminjam pedang sang Naruto untuk menebas siapa saja yang ada di sekiling nya,untung saja Mita si gadis penghianat itu tak menampakkan batang hidungnya.
Mungkin Tuhan masih saja memberikan umur yang panjang,umur yang harus dia gunakan sebaik mungkin,sebelum ajal menjemput nya.
Setelah usai mengobrak-abrik ruang kantor nya Rani segera buru-buru keluar,berjalan seperti robot gadis ini benar-benar haus akan darah.
"IBu Dewi," teriakan nya begitu nyaring,hingga membuat para karyawan membulatkan bola matanya.
"Iya Bu," sahut wanita itu tanpa berani menatap wajah si bos yang sedang kesurupan"Periksa bagian keuangan",titah nya sambil berjalan menuju parkiran.
Tinggallah Tania seorang diri,menelan ludahnya kasar lalu istighfar berulang kali.
__ADS_1