
Malam ini semua nya terasa hambar bagi nya,dan ingin rasanya ia segera memeluk tubuh seorang ibu,agar beban kehidupan nya sedikit berkurang.
Namun semua itu hanyalah sebuah khayalan semata,hingga Tania hanya bisa memeluk ke dua kaki nya,dan bersandar di sebuah tembok kamar milik nya.
”Bu,begini ka rasanya menjadi orang dewasa?kalau benar,aku ingin bersandar di pelukan mu bu walau sedetik saja,”Gumam Tania sambil menatap ke sebuah meja.
”Hey,kamu mikir apa si?,"Tanya Rani.
”Ah,kamu ini ganggu saja.mau di buatin nasi goreng lagi?”,Tanya Tania balik.
"Apaan si Tan,bilang saja kalau kamu sudah bosen buatin aku nasi goreng",Jawab Rani sambil melemparkan tubuh nya di atas kasur.
"No komen!aku capek dan aku mau istirahat sekarang",Ucap Tania sambil berbaring di samping Rani.
"Ih jahat,nanti saja lah Tan,aku mau cerita sesuatu",Jawab Rani
"Cerita apa lagi Ran?apa kamu sudah telpon pak Ammar?Tanya Tania serius.
”Cie.!sepertinya ada yang kangen ni?”,Ucap Rani menggoda.
"Apaan si,orang nanya serius malah pikiran nya ke mana-mana",Jawab Tania sambil menarik selimut.
"Iya de.! besok-besok saja lah otaku belum stabil",Jelas Rani.
"Emang nya otak nya kenapa Ran?boleh aku cek sekarang?”,Tanya Tania sambil bangkit dari tidur nya.
”Apaan si Tan?Aku serius mau cerita",Ucap Rani.
"Iya udah,aku siap jadi pendengar",Jawab Tania pasang badan.
"Akhir-akhir ini kan kita punya banyak masalah?dan mumpung kerjaan kantor sedikit berkurang,jadi bangaimana jika kita liburan ke suatu tempat?",Ucap Rani sambil bermain handphone.
Tania hanya bisa mengikuti saja apa kemauan Rani,dan sepertinya Tania juga butuh liburan.
"Iya Ran,tapi Bangaimana jika Bela dan Mita tahu soal ini?",Tanya Tania
”Dia gak bakalan tahu soal itu,Tapi jangan sampai bocor yaa Tan",Ucap Rani.
"Insyaallah Ran",Jawab Tania.
"Iya sudah,aku istirahat dulu yaa Tan,good night”,Ucap Rani sambil berjalan ke luar dari kamar Tania.
”Siip bos,night,”Jawab Tania sambil menarik selimut.
Tania begitu sangat berbahagia karena ia akan liburan bersama Rani ke suatu tempat,ini adalah momen yang paling terindah bagi nya.
Namun!
Mereka harus tetap waspada dari Bela dan Mita saat ini,karena bangaimana pun juga mereka masih dalam genggaman mereka.
___________
Rani masih bingung bangaimana agar ia bisa menghubungi pak ammar secepat mungkin,namun satu sisi ia masih kaku,dan di satu sisi lain nya itu juga menyangkut perusahaan pak ammar.
Rani mencoba memberanikan diri agar malam ini ia bisa menghubungi Pak Ammar,sekaligus ijin untuk liburan bersama Tania esok hari.
Walau jantung nya sudah berdetak kencang,dan tangan nya sudah mulai gemetaran saat itu,namun ia tetap saja beranikan diri agar semua masalah bisa cepat kelar.Baiklah,kita akan mencoba menelpon pria tampan,yang berstatus duda tapi bohong.
”A-Assalamu'alaikum pak",Ucap Rani kaku.
”Wa'alaikumussalam Ran,baru saja aku mau menelpon kamu,tapi kamu malah duluan.”Jawab Pak Ammar.
Rani berdiam diri sejenak untuk mengatur napas yang masih saja tak karuan,lalu menelan ludah nya berkali-kali,demi menghadapi si bos yang jauh di ujung mata tapi selalu dekat di hati.
”Oh iyaa Ran,ada masalah apa di kantor?Tania baik-baik saja kan Ran?",Tanya pak Ammar cemas.
”Baik-baik aja kok pak,Tania cuma mengalami luka kecil,tapi bapak tenang saja urusan Tania biar aku yang ngurus semua nya”,Jelas Rani.
”Syukur lah,kamu belum jawab pertanyaan aku Ran,ada apa sebenarnya di kantor?”,Ucap pak Ammar nge-tes.
Rani menjadi serba salah karena di satu sisi ia begitu sayang dan peduli dengan Mita,sehingga ia rela melepaskan pekerjaan nya begitu saja asalkan Mita jauh dari Bela.
Namun di satu sisi lain nya!
Pak Ammar sudah memberikan sepenuhnya kepercayaan nya kepada Rani,dan ia sangat berdosa jika harus berbohong soal masalah yang terjadi di kantor.
”Oh Tuhan,aku harus bangaimana?”,Gumam Rani.
”Ran aku tahu perasaan kamu,jadi sekarang kamu jangan pernah tinggalkan perusahaan aku”,Ucap pak Ammar.
__ADS_1
”Iya pak,insyaallah”,Jawab Rani.
”Ran Mita sudah keluar dari kantor,dan sekarang Pak Dion bekerja sama dengan Mita,dan
selepas masalah di sini aku langsung pulang,lalu kalian gantikan aku di sini,biar kalian aman dari Bela dan Mita”,Jelas pak ammar
”Astagfirullah,bangaimana bisa pak Ammar tahu semua ini?lalu bangaimana dengan nasib Mita”,Gumam Rani cemas.
”Seharus nya aku yang mengalah saja pak,kasian Mita Ia menanggung banyak beban kedua orang tua nya.”Jelas Rani.
Lagi-lagi Rani masih peduli dengan orang yang sudah jelas-jelas menikam ia dari belakang,dan nyawa Tania hampir saja melayang karena ulah Mita dan Bela.
Namun karena ketulusan hati yang di miliki oleh nya,sehingga mampu mengalahkan apa saja yang sudah terjadi hari kemarin.
”Jangan mengecewakan aku Ran,Mita sudah di cuci otak nya dengan Bela.lalu apakah orang seperti Mita harus di pertahankan di kantor?dan lebih parahnya lagi,selama ini Mita dan Pak Dion bekerja sama.sehingga ia nekat untuk mengambil posisi kamu saat ini di kantor”,Jelas Pak Ammar
”Lagi-lagi pak Dion,aku muak dengan nama itu.Mita sudah benar-benar keterlaluan pak,mengapa dia harus lakukan itu semua?”,Jawab Rani
”Kalian harus waspada mulai dari sekarang,dan satu lagi jangan biarkan Tania seorang diri ke mana-mana.”Ucap pak Ammar lalu menutup telpon nya.
Rani begitu salut dengan sikap pak Ammar,walau dalam situasi seperti ini ia masih saja peduli dengan keadaan Tania.dan Rani selalu berharap,suatu hari nanti Tania bisa membuka hati nya untuk Pak Ammar.
Walau Rani tahu kalau pak Ammar sudah memiliki istri,namun ia lebih tahu,mana yang terbaik kepada orang sebaik pak Ammar.
______________
Jam menunjukkan pukul 01.30 menit,namun Tania belum juga bisa tidur saat ini.
Entah mengapa ia begitu gelisah malam ini,namun ia selalu berharap esok hari semua nya akan baik-baik saja.
Setiap detik dan menit ia selalu terus menerus istighfar,namun tetap saja rasa gelisah itu menyelimuti dirinya.
Ingin rasanya Tania melaksanakan shalat tahajjud agar ia bisa tenang,namun ia kembali mengingat kalau diri nya belum sempat memejamkan mata,walau satu detik saja.
Hingga melangkah menuju ke sebuah meja,di mana meja itu memiliki beberapa Al'quran yang sudah tersusun rapi,Tania pun mulai melantunkan ayat-ayat suci Alqur'an.
Beberapa menit kemudian!
Tania kembali berbaring dan berharap semoga ia bisa tidur satu jam saja,dan harapan itu terwujud bagi nya,ia menghabiskan waktu selama 1 jam 20 menit.
Setelah terbangun dari tidurnya,Tania segera melangkah menuju ke dapur,untuk menyiapkan segala menu yang lezat untuk persiapan liburan mereka hari ini.
Waktu adzan subuh telah tiba Tania tiba-tiba saja teringat tentang Rani,karena tak biasanya Rani telat bangun sebelum adzan subuh tiba.
Tania mulai penasaran lalu ia mencoba melangkah menuju kamar Rani,namun ia tak berhasil menemui Rani di saat itu juga.
Tania sudah mulai panik dan ia mencoba mencari Rani di seluruh bagian istana itu,namun ia gagal menemukan sahabat nya itu.
Tania kembali berlari menuju kamar asisten nya,ia berharap Rani ada di sana namun harapan itu gagal juga saat itu.
Tania semakin panik dan tak tahu lagi harus melakukan apa,asisten nya pun tiba-tiba saja datang dan menanyakan keberadaan Rani saat itu juga.
”Ke mana Rani,tak mungkin dia bercanda Seperti ini”,Gumam Tania sambil menundukkan kepalanya di sebuah sofa.
___________
Malam sudah berlalu,suara burung-burung yang berkicau di pagi hari begitu merdu,sehingga Rani tiba-tiba saja terbangun dari tidur nya.
Kasur yang empuk biasa nya adalah tempat ternyaman baginya,ruangan yang harum yang selalu saja ia hirup ketika terbangun.
Namun kini semua nya sudah berubah sekejab saja!
Mata yang begitu indah kini telah tertutupi oleh kain berwarna hitam,dan tangan yang mulus kini sudah rapi dengan ikatan,begitupun
dengan kaki yang begitu putih dan juga mulus kini ikut terikat.
”Ya Allah,Aku di mana?”,Gumam Rani yang sedang di sekap di sebuah gedung tua.
Rani mencoba berteriak di kala itu,namun tak ada satupun yang bisa menolong nya,sehingga Rani kembali berpikir siapa yang berani melakukan ini semua?
Namun ia tiba-tiba saja teringat kembali kata-kata pak Ammar semalam.
Baru hitungan jam saja Rani sudah merasakan penderitaan dari orang-orang yang tak senang pada nya,ia pun segera mencoba berteriak kembali sekuat tenaga nya,namun semua itu hanya tinggal sia-sia saja.
Sudah dalam situasi yang tak aman bagi nya,ia masih memikirkan nasib sahabatnya yang ia tinggalkan sejak semalam.
Begitu tulus nya hati seorang sahabat seperti Rani kepada Tania,sehingga cicak pun bisa iri padanya.
Luka hati yang belum saja sembuh sampai detik ini,kini mulai berdarah kembali.
__ADS_1
Tiga Jam Kemudian.
Perut gadis cantik ini sudah mulai keroncongan,Namun belum satupun orang yang menemui dirinya saat itu juga.
__________
Mata Tania sudah mulai berkaca-kaca,sambil menatap ke arah berbagai macam masakan yang sudah ia siapkan sejak tadi.
Rasa sabar yang selama ini yang selalu tertanam dalam hati nuraninya,namun kini semua nya berubah menjadi kebencian.
Karena manusia kapan saja bisa berubah dalam sekejap saja,jika rasa sabar itu tak pernah di hargai oleh orang lain.
Kini bukan Tania lagi yang dulu karena Ia sudah mulai berubah menjadi serigala,sehingga Ia berani menemui Bela dan Mita hari ini juga.
”Bela”,Teriak Tania.
Bela yang sedang asyik merayakan pesta di siang bolong itu,kini dirinya seperti melihat hantu di siang hari.
Bela mulai mundur ke belakang secara perlahan-lahan,setelah ia melihat wajah Tania penuh dengan kebencian.
”Bela,di mana Rani?Teriak Tania sambil menarik baju Bela yang mencoba kabur saat itu.
Para mata yang menyaksikan sikap Tania saat itu,mereka pun satu persatu menghilang saat itu juga.
”A-Aku bukan pelakunya”,Jawab Bela gugup.
”Aku tanya sekali lagi,di mana Rani?”,Tanya Tania.
”Oke,Aku kasi tahu kamu sekarang Di mana Rani berada,Tapi kamu harus janji satu hal,kamu harus menjauhi suami aku”,Jelas Bela
”Itu tidak akan mungkin bisa aku lakukan,karena aku sudah mencintai suami kamu”,Ucap Tania berbohong.
Bela tak bisa lagi berbuat apa-apa,ketika ke dua tangan nya telah di ikat oleh Tania.
”Mau apa kamu Tania?”,Jawab Bela.
”Kamu mau kan suami kamu?jadi sekarang kamu ikut dengan ku,dan tunjukkan di mana Rani berada”,Ucap Tania sambil mendorong tubuh Bela masuk ke dalam Taksi.
Mereka segera meninggalkan tempat itu,lalu menuju ke tempat di mana Rani di sekap.
Sepanjang perjalanan Tania hanya berdiam diri sambil istighfar kepada Tuhan nya.
Sedangkan Bela!
Bela hanya merintih kesakitan,karena tangan nya sudah mulai lecet dengan ikatan tali Tania.
Setelah mereka Tiba di tempat Rani!
Mata Tania sudah mulai berkaca-kaca dan tubuh nya sudah mulai gemetaran.ketika ia mendengar Rani meminta air kepada Mita.
Sedangkan Mita!
Mita hanya tinggal menyaksikan,Bangaimana penderitaan yang dirasakan oleh Rani saat itu.
Tania sudah tak tahan lagi dengan kejam nya sikap yang di miliki oleh perempuan iblis seperti mita,sehingga ia segera berlari ke hadapan saat itu juga.
Plak...!
Tamparan keras dari seorang gadis yang selama ini cukup bersabar dengan kelicikan yang mereka lakukan.
Namun Kini!
Kesabaran itu sudah di telan bumi,ketika Tania sudah benar-benar berubah menjadi serigala.
”Kamu sudah benar-benar keterlaluan mita,kamu tidak tahu balas budi sama sekali”,Ujar Tania sambil mengambil sebotol air minum dari tangan Mita.
Tania segera memberi air minum kepada Rani,yang tubuh nya sudah tak berdaya,lalu membuka semua ikatan tali yang berada di tubuh Rani saat itu.
Dan ia segera memeluk tubuh sahabat nya itu,yang hampir saja terbunuh dari tangan ke dua wanita iblis tersebut.
”Tania hari ini kamu bisa menyelamatkan Rani,tapi esok hari kita lihat saja apa yang akan terjadi?”,Ancam Mita sambil mengelus pipi nya.
”Tutup mulut kamu Mita,sekarang kalian pulang atau kalian aku lemparkan ke dalam penjara”,Jawab Tania
Mita dan Bela tak ingin hal itu terjadi,mereka segera berlari meninggalkan Tania dan Rani saat itu.
TB.
Dukung Author dengan vote,like serta koment.
__ADS_1