Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
81.Berkata Jujur.


__ADS_3

Terkadang seseorang harus rela mengorbankan perasaan nya sendiri demi tercapai nya suatu tujuan.


Berkata jujur walaupun pahit,namun terkadang kejujuran itu akan membawah sebuah malapetaka dalam diri sendiri.Karena apa yang menurut kita baik,Belum tentu bisa di terima dengan baik oleh orang lain.


Namun sikap yang mudah memaafkan yang di miliki oleh Tari,dan juga ingin membalas jasa terhadap Tania dan sang ibu,ia pun tak bisa menyerah begitu saja.


Karena baginya,Allah saja mampu memaafkan kesalahan hamba nya,lantas bagaimana dengan kita yang hanya bergelar sebagai manusia biasa?


Lalu pantaskah kita menghukum orang lain,atau sampai membenci orang yang telah berbuat suatu dosa terhadap manusia lain nya.


Tentu tidak!


Karena tugas manusia yaitu saling mengingatkan,mengajak,dan mengarahkan selalu kepada kebaikan,bukan untuk meninggalkan nya begitu saja atau bahkan sampai membuka aib nya.


Setelah Tari menjelaskan secara detail tentang perkara yang terjadi hari kemarin,Tania malah membenci dirinya sendiri bahkan sangat malu di hadapan gadis kecil itu.


Minta maaf dan di iringi oleh tangisan penyesalan hanya itu yang bisa Tania lakukan,dan juga minta ampunan kepada sang pemilik semesta.


Setelah mereka akur,kedua gadis kecil itu beranjak keluar dari kamar lalu berjalan menuju ke kamar sang ibu.


Ke dua gadis kecil itu tak ingin menyimpan rahasia apa pun soal pak dion,dan mereka tak ingin melakukan kebohongan lagi kepada seorang ibu yang selama ini telah banyak berkorban untuk nya.


Apapun keputusan dari sang ibu ke dua gadis kecil itu sudah berbadan pasrah untuk menerima segala resiko yang ada,yang terpenting adalah kejujuran sebelum keadaan semakin rumit.


"Ibu," sapa Tari lalu duduk di samping sang ibu yang telah berbaring,sedangkan Tania ia memilih duduk di pinggiran kasur tepat nya di belakang Tari.


"Iya Nak,Ada apa dengan kalian?"tanya sang ibu sambil menatap wajah Tari begitu dalam.


"Maafkan kami Bu,kami datang ke sini untuk menyampaikan sesuatu kepada ibu,karena sungguh kami sangat lah berdosa jika harus menutupi rahasia ini kepada ibu berlama-lama," sahut Tari sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Tari membuat sang ibu bangkit dari pembaringannya"Apa maksud kamu Nak?katakan lah," tanya sang ibu lalu mengangkat dagu putri nya agar ia bisa menatap wajah nya.


Dengan sikap sang ibu seperti itu Tari benar-benar ketakutan,hingga mampu membuat bola matanya berkaca-kaca di hadapan sang ibu begitupun dengan Tania.


"Apa sebenarnya yang terjadi Tari? katakan lah,dan jangan membuang-buang waktu," pinta sang ibu sambil menepis airmata putri nya yang sudah menetes dari pipi nya.


"M-maafin kami Bu,kami tidak bermaksud untuk menyakiti ibu sama sekali," ujar Tari gugup sambil menatap wajah sang ibu.


"Terimakasih untuk itu nak,jadi katakan lah apa sebenarnya yang membuat kalian seperti ini?"tanya sang ibu sambil menatap putri nya secara bergantian.


Mendengar pertanyaan sang ibu membuat Tari menelan ludah nya berkali-kali"Sebaik nya ibu batalkan saja perjodohan itu,karena pak dion hanya mencintai wanita lain," sahut Tari sambil memegang kedua tangan wanita paruh baya itu.


"Apa!" sontak sang ibu kaget,wanita paruh baya itu benar-benar tak percaya karena di awal pertemuan mereka,sang ibu benar-benar percaya jika pak dion memberikan harapan dengan kegirangan yang ia miliki sehingga sang ibu berpikir bahwa pria itu peka terhadap apa tujuan sang ibu yang sebenarnya.


Memikirkan semua itu membuat sang ibu menghela napas nya,lalu bergegas bangkit dari kasur melewati ke dua putri nya yang masih dalam posisi yang sama.


Wanita paruh baya itu seperti nya sangat menyukai pria tampan itu,dan seolah-olah sikap nya menunjukkan jika ia tak rela melepaskan pak dion begitu saja,maksud nya sangat di sayangkan jika ia tak menjodohkan pak dion dengan putri nya.


Namun setelah tahu kebenarannya sang ibu sangat penasaran,seperti apakah seorang wanita yang di inginkan oleh pak dion.


Mendengar pertanyaan dari sang ibu membuat Tania kikuk di hadapan sang ibu,begitupun dengan gadis kecil itu.


Mereka saling menatap sejenak namun seketika Tari tiba-tiba mengangguk kecil ke hadapan Tania,dengan isyarat agar Tania berdiam diri gadis kecil itu langsung bergegas bangkit dari kasur.


"Apa ibu benar-benar ingin tahu,siapa kah wanita pilihan pak dion tersebut? tanya Tari sembari memeluk sang ibu begitu erat hingga membuat wanita paruh baya itu sedikit tenang.


"Iya Nak,katakan lah agar ibu bisa melupakan perjodohan ini," sahut sang ibu.


"Baiklah Bu,tapi sebelum nya ibu harus berlapang dada karena wanita tersebut tak jauh dari kehidupan ibu sendiri," jelas Tari lalu melepaskan pelukan nya begitu saja,lalu berjalan menghampiri Tania yang hanya bisa membisu dan mematung.

__ADS_1


Gadis kecil itu benar-benar bisa di andalkan untuk menyelesaikan suatu masalah,Tari terlihat sangat sangat tenang.walau lawan nya sendiri tak bisa melakukan itu.


Mendengar ucapan Tari membuat sang ibu penasaran"Apakah wanita tersebut adalah Tania,atau Tari sendiri?Ah tidak,itu tidak mungkin Tari" gumam nya sambil menatap ke arah putri nya saling bergantian.


"Apa maksud kamu Nak? tolong jelaskan sekarang juga," tanya nya semakin penasaran.


"Baiklah bu, aku akan menjelaskan secara detail," sahut Tari sambil menatap wajah Tania begitu dalam lalu berjalan mengelilingi sang ibu.


Tanpa pikir panjang Tari segera menceritakan secara detail tentang pertemuan mereka malam itu,Namum seketika Tari menjelaskan tentang pertemuan di antara pak dion dengan pak ammar,tiba-tiba saja sang ibu bersuara.


"Stop Tari,apakah pak dion tahu jika Tania dan Pak ammar telah menikah?" tanya sang ibu sambil menunjukkan jari sana-sini gak jelas.


"Iya Bu,Pak dion sudah tahu semuanya," potong Tania.akhirnya dia berani juga membuka mulut di hadapan sang ibu.


"Lalu bagaimana dengan mu Nak?apakah kamu juga mencintai pak dion?" tanya sang ibu asal,karena ia benar-benar bingung menghadapi masalah ini.


Di satu sisi sang ibu ingin menjodohkan pria tampan itu dengan putri nya yang masih single,namun seketika ia telah mengetahui segala sesuatu nya,wanita paruh baya itu benar-benar tak ingin merelakan,jika pria tampan itu jatuh kepada orang lain selain putri nya sendiri.


Pertanyaan dari sang ibu membuat Tania berpikir keras" Mengapa Tari dan ibu seakan mendukung aku bersama pak dion? lalu siapa lagi yang harus mengerti perasaan aku saat ini?," gumam nya sambil menatap sang ibu dan Tari secara bergantian lalu bangkit dari kasur.


"Bu,Apakah aku harus menjadi seorang wanita yang melanggar aturan-aturan Allah?sedangkan ibu tahu sendiri jika aku masih sah menjadi istri pak ammar," jelas Tania lalu menatap wajah sang ibu.


Tania benar-benar pasrah dengan keadaan yang ada,maksud nya ia tak punya pilihan lain selain menuruti segala kemauan sang ibu,selagi itu membuat sang ibu bahagia.


Namun seketika sang ibu mendengar pertanyaan dari putri nya,wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya.lalu bergegas duduk di kasur sembari memikirkan masa depan putrinya.


TB.


Dukung Author dengan vote,like serta koment.

__ADS_1


__ADS_2