
Setelah Tania dan Tari telah menenangkan hati sang ibu,ke dua gadis itu bergegas beranjak dari kamar sang ibu.
Langkah demi langkah telah mereka habiskan menuju ke kamar,namun tiba-tiba saja langkah nya berhenti di tengah jalan,ketika seorang pria berteriak menyebut namanya Tania dari arah depan.
Ke dua gadis kecil itu saling menatap sejenak "Siapa dia kak?" tanya Tari bingung.
"Pak ammar,beliau adalah suami kakak," sahut Tania sambil menelan ludah kasar nya.
Mendengar ucapan Tania membuat Tari membelalakkan matanya"Apa! kok dia..?" gumam Tari sambil mondar-mandir gak jelas di hadapan Tania.
Luka yang belum kering sampai detik ini,kini kembali lagi berdarah seketika ia berpikir jika suami yang sangat ia cintai selama ini,ia benar-benar tak punya sopan santun sama sekali.
Kelakuan nya seperti orang yang tak memiliki akhlak,dan ia benar-benar menunjukkan jati diri nya,seperti apa dia yang sebenarnya?
Sehingga membuat Tania kecewa dengan sikap suami nya seperti itu,namun ia tak ingin tunjukkan hal itu kepada nya,agar semua nya terlihat baik-baik saja.
Tania menarik napas perlahan-lahan dan menelan ludah nya berkali-kali,lalu bergegas menemui pak ammar.
"Assalamu'alaikum mas,"ujar Tania sambil menarik tangan sang suami. lalu bergegas mencium punggung tangan nya.
Tanpa basa basi pak ammar langsung menarik tangan istrinya,lalu memeluk nya begitu erat untuk menutupi segala niat buruk nya.maksud nya agar sang istri percaya jika dia benar-benar mencintai Tania.
"Aku kangen banget sayang," sahut pak ammar sambil menyisir ruangan tamu,berharap tak ada sang ibu dan lain nya.
Namun seketika Tari tiba-tiba muncul di depan mata nya,pak ammar langsung melepaskan pelukan nya,sedangkan Tari yang menyaksikan hal itu tiba-tiba saja jantung nya hampir copot"Oh Tuhan,suami kakak cantik terlalu tampan.tapi sayang nya ia tak pantas untuk kakak cantik," gumam nya sambil menatap ke arah pak ammar.
"Hei sayang kenapa diam saja?apa ibu ada di rumah?,"ujar Pak ammar sambil mengelus wajah istri nya.
"Ada pak,silahkan duduk biarkan aku yang memanggil ibu,"tawar Tari cuma ngetes pria yang kurang ajar itu.
Mendengar ucapan Tari membuat Tania kaget,"Oh Tuhan,sejak kapan Tari ada di sana," gumam nya sambil menunduk kan kepalanya.
"Oh gak perlu nona cantik,waktuku cuma sebentar saja di sini,"jelas pak ammar sambil menarik tangan sang istri keluar dari rumah itu.
__ADS_1
"Siapa gadis itu?dan mengapa ia bisa berada di rumah ini?jawab Tania," tanya pak ammar menaikkan interogasi suara nya.hal itu membuat Tania menghempaskan tangan suami nya begitu saja"Dia anak angkat ibu,emang nya kenapa mas?"tanya tania bingung.
Pertanyaan dari Tania membuat pak ammar bolak-balik seperti rusa kehilangan tanduk,Darah mendidih bercampur emosi yang tak terkendali,dan kedua tangan nya terkepal menahan marah.
Tari yang memperhatikan hal itu dari balik jendela sudah mengepalkan tangan nya,sedang kan sang istri hanya bisa berdiam diri tanpa kata.
"Usir gadis itu dari rumah ini sekarang juga,kalau tidak aku sendiri yang akan mengusir nya,"pinta pak ammar sambil menatap tajam ke dalam rumah.
Mendengar ucapan pak ammar membuat pikiran Tania sudah tak waras,walau kenyataan nya begitu sulit untuk ia ucapkan,namun Tania sudah tak mampu untuk mempertahankan pernikahan mereka.
Hari demi hari Tania selalu berharap agar pak ammar bisa menjadi suami yang baik,namun kenyataan nya sikap nya lebih parah dari hari-hari sebelum nya.
Mata tania memerah dan seluruh tubuh nya gemetaran,dan seakan ia sudah berubah menjadi serigala yang kelaparan.
"Cukup mas! Lebih baik mas yang pergi dari sini sebelum ibu tahu semua ini,dan mas harus tahu satu aku jika aku sudah tak bisa mempertahankan pernikahan ini,dan
kita akan cerai," jelas Tania sambil berjalan menuju ke dalam rumah
Mendengar ucapan Tania membuat pak ammar ketakutan"Tidak! itu tidak boleh terjadi,karena aku belum mendapatkan apa-apa darinya," gumam nya sambil berlari ke hadapan Tania lalu merentangkan tangan nya.
Hal itu membuat pak ammar yakin jika Tania masih mencintai nya,lalu ia bergegas bersimpuh di hadapan Tania.Untuk membuktikan bahwa ia takut untuk kehilangan diri nya.
Padahal itu semua hanya lah modus belaka,demi mencapai apa tujuan nya yang sebenarnya.
"M-maafkan aku sayang,aku berjanji untuk menjadi suami yang baik.Dan bukan kah kita sudah merencanakan sebaik mungkin masa depan kita yang cerah untuk hari esok hari? ujar nya penuh dusta.
Lagi-lagi Tania di buta kan oleh cinta palsu dari pria bejat seperti pak ammar,sehingga Tania bergegas menyeka airmata nya lalu menoleh ke hadapan pak ammar.
Dan sebagai seorang istri yang seharus nya patuh kepada seorang suami,hingga membuat Tania merasa sangat berdosa"Maafin aku mas," sahut Tania lalu menunduk kan kepalanya.
Mendengar ucapan Tania membuat pak ammar kegirangan,lalu ia bergegas bangkit dan tanpa merasa berdosa pak ammar segera memeluk sang istri begitu erat"Kamu memang wanita paling bodoh Tania," gumam nya sembari tersenyum lebar di pelukan sang istri.
Pasangan halal itu saling berpelukan dan Tania yang masih saja di buta kan oleh cinta palsu dari pria bejat itu,kini telah berurai airmata di pelukan sang suami.
__ADS_1
Oh Tuhan,sampai kapan kebenaran itu akan terungkap?
Hal itu telah di saksikan sendiri oleh Tari,jika Tania memang benar-benar sangat mencintai pak ammar.
Walau Tari sebenarnya sangat kecewa dengan sikap pak ammar yang tak sopan,namun demi kebahagiaan Tania.Tari menjadi terharu kepada kisah cinta mereka.
Sementara di tempat lain,mobil pak Dion melaju dengan kecepatan tinggi,pria itu tak sabar lagi untuk menemui wanita pujaan hatinya.
Memastikan dia baik-baik saja setelah semalam dia pergi begitu saja,tanpa pamit dari nya hingga pria itu memutuskan untuk menemui nya hari ini.
Namun setiba nya di pekarangan rumah mewah itu,pria itu terkejut seketika bola mata nya tertujuh kepada ke dua pasangan halal itu.
Jangan tanyakan lagi bagaimana hancur nya perasaan pak dion?yang jelas hati nya hancur se hancur butiran pasir di pantai.
Pak dion tak pernah menyangka jika wanita yang selama ini begitu amat ia cintai,kini telah di miliki oleh pria lain tak lain adalah pria yang selalu menganggap musuh bagi nya.
Walau kenyataan nya pahit untuk menerima segala apa yang telah terjadi hari ini,namun ia berusaha tegar kan diri di hadapan Tania walau dirinya sudah berurai airmata sejak tadi.
" Kuatkan hamba Yaa Robb," gumam pak dion sambil perlahan-lahan membuka pintu mobil lalu berdiri di hadapan mereka.
Tari yang hadir menyaksikan butiran-butiran airmata dari pria tampan itu,tanpa terasa airmata nya jatuh bercucuran dari pipi nya"Kasian pak dion," gumam nya sambil menatap ke arah Tania dan pak ammar.
Kedatangan pak dion membuat pak ammar bergegas melepaskan pelukan dari sang istri begitu saja"Ah sial! bagaimana jika dia membongkar hubungan aku dengan Mita?," gerutu dalam benak nya lalu menatap tajam ke arah pak dion.
Tetesan demi tetesan airmata yang mengalir dari pipi pak dion,sehingga mampu membuat Tania menyadari.jika pak dion adalah pria yang memiliki hati yang begitu tulus kepadanya.
Namun Tania bergegas membuang pikiran-pikiran itu,agar semua nya terlihat baik-baik saja.karena ada hati seorang suami yang harus dia jaga.
Melihat tingkah suami nya yang sudah tak baik-baik saja,hingga Tania memilih untuk menarik tangan pak ammar lalu bergegas melangkah masuk ke dalam rumah.
Tinggal lah pak dion seorang diri sembari menyaksikan,bagaimana besar nya cinta yang di miliki Tania kepada pak ammar?
TB.
__ADS_1
Dukung Author dengan vote,like serta koment.