
"Dia ibu ku,ibu yang selama ini telah kehilangan putrinya selama bertahun-tahun."
"Apa? ibu mu?," tanya pak Dion dengan mata melotot.
"Apa aku enggak salah dengar?,"sambung nya kembali demi memastikan.
"Enggak pak,dia adalah ibu kandung ku yang sebenarnya,"jelas nya demi menyakinkan.
"Lalu?..!"
"Ibu Tuti hanyalah ibu angkat ku,ibu yang tega memisahkan anak dari ibu kandungnya sendiri,tega banget."
Laki-laki ini baru mengerti bagaimana perasaan calon istrinya saat ini,perlahan-lahan ia berusaha mengurung kan niat untuk segera melaksanakan pernikahan mereka.
Pria ini kembali lagi menelan ludahnya pahit,menatap iba ke arah calon istrinya tanpa berani membuka suara,otak dan hatinya bekerja lebih cepat.
Apa sebenarnya yang terjadi?dan mengapa ibu Tuti sejahat itu?bla..blaa.
Memikirkan banyak hal membuat laki-laki ini menyugar rambutnya frustasi
"Apa kamu adalah laki-laki pilihan putri ku,"tanya sang ibu lalu berjalan menghampiri laki-laki ini"Apa kamu serius mencintai putriku?,"tanya nya kembali demi memastikan.
Pertanyaan bertubi-tubi dari sang ibu membuat pak Dion menelan ludahnya pahit.sementara Rani gadis ini hanya bisa berdiam diri,mulut nya tiba-tiba saja menganga tanpa berani bersuara.
"Ayo pak katakan lah yang sejujurnya,"tambah Tania demi memastikan.
"Iya pak,katakan lah dengan jujur.biar kami semua yang akan menjadi saksi,"seruTari tak mau diam dalam urusan ini orang dewasa.
"Baiklah,"sahut pak Dion lalu menatap ke arah calon istrinya"Aku mencintai putri ibu,dan mohon doa restu nya Bu."
Para rombongan wanita kini telah tersenyum lebar,sementara Rani,gadis ini hanya bisa berdiam diri sembari menunduk kan kepalanya.
__ADS_1
Rasa-rasanya tak percaya jika laki-laki yang sedang berada di hadapan nya saat ini,dia telah berani jatuh cinta secara diam-diam.
"Alhamdulillah nak,dan ibu minta satu hal jangan pernah sia-siakan putriku."
Pak Dion berdiam diri sejenak, laki-laki ini tiba-tiba saja memikir kan tentang persyaratan itu. persyaratan tentang poligami yang sangat mereka sepakati 1 bulan yang lalu.
Laki-laki ini benar-benar bingung, posisinya menjadi serba salah karena ia mengerti tak sedikit manusia yang menentang poligami dalam rumah tangga.
"Bu,pak Dion adalah pria yang baik. jadi tidak mungkin dia bisa menyia-nyiakan wanita secantik kakak ku,"ujar Tania demi memecah keheningan menatap ke arah pak Dion demi menyelamatkan diri.
Beruntung saja gadis ini cerdas, kecerdasan nya hingga membuat pak Dion mematung dan membisu.
"Benar ucapan kakak cantik Bu,ibu tenang saja pak Dion adalah sosok pria yang setia,jadi tak mungkin berpaling kepada wanita lain,"tambah Tari demi menyakinkan sang ibu.
Lagi-lagi ucapan gadis ingusan ini membuat jantung pak Dion berdengup kencang,beruntung saja pak Dion adalah sosok laki-laki yang bisa menjaga sikap.
Kalau tidak,laki-laki ini bisa saja menendang pantat jelek ke dua gadis ini ke lubang tikus sekalipun.
Lantas bagaimana laki-laki ini bisa melakukan poligami? sementara sang ibu wanita ini tak ingin jika pak Dion menyia-nyiakan putri nya.
Sedangkan status poligami jaman sekarang ini,hanya orang-orang yang beriman yang bisa bertahan dalam pernikahan ini.maksud nya sebagai seorang istri harus memiliki kesabaran dan keikhlasan yang kuat,agar mereka tak menimbulkan perselisihan.
Pak Dion kembali menyugar rambutnya frustasi,tak mampu membuka suara karena pikiran nya sibuk ke mana-mana.sibuk memikirkan bagaimana menjelaskan syarat ini kepada calon ibu mertua nya.
"Alhamdulillah,aku percaya padamu nak.dan ibu merestui hubungan kalian,"ujar sang ibu sambil menepuk-nepuk lengan laki-laki ini.
Laki-laki ini hanya bisa mengangguk pasrah,sementara hati kecil nya masih mengamuk untuk mengatakan apa yang ia pikirkan saat ini.
"Cie ...yang sudah dapat restu dari calon ibu mertua,"goda Tari sembari tepuk tangan bersorak gembira.
"Ha-ha" para rombongan tertawa terbahak-bahak, sementara pak Dion laki-laki ini tersipu malu.
__ADS_1
Setelah keadaan menjadi tenang.Tania kembali lagi mengingatkan Rani tentang ibu Tuti,untuk segera menyampaikan kabar buruk ini jika pernikahan ini akan di tunda untuk sementara waktu.
Rani hanya bisa menelan ludahnya pahit.gadis ini belum siap untuk bertemu dengan sosok ibu yang telah tega selama ini,namun demi membayar jasa-jasanya gadis ini hanya bisa mengikuti apa kemauan Tania saat ini.
"Nak,ibu minta satu hal sama kamu.mengabdilah kepada nya dan tolong rahasiakan keberadaan ibu saat ini,walau bagaimanapun juga dia telah membesarkan kamu selama ini."
"Tidak Bu! ibu Tuti harus tau semua ini,cepat atau lambat dia pun pasti akan tau keberadaan ibu saat ini.tidak ada yang perlu di tutupi lagi,"tegas Rani sambil mengepalkan tangan.
"Tidak Ran! apa pun itu kamu tetap harus menjaga perasaan ibu tuti saat ini,dan lebih baik keberadaan ibu di sini kita rahasiakan untuk sementara waktu,"protes pak Dion sambil beranjak dari kursi.
"Tidak ada yang perlu di rahasiakan lagi,ibu Tuti harus membayar kesalahannya selama ini,"bentak Rani,gadis ini benar-benar murka luar biasa.
"Tapi kak..!".
Ucapan Tania terputus begitu saja,gadis ini bisa merasakan bagaimana jika ia berada di posisi Rani saat ini.
Kecewa tentu saja apalagi sakit hati,bukan?
"Cukup! keputusan aku sudah bulat,jadi jangan ada yang protes lagi."
Gadis ini kembali lagi menelan ludah nya pahit.mata nya memerah dan seluruh tubuh nya gemetaran lalu bolak balik sembari mengepalkan tangan tak bisa mengontrol emosi.
"Tapi nak,ini semua demi kebaikan kita dan kehadiran ibu di sini anggap saja aku hanyalah sebagai tamu."
Entah apa yang di pikirkan oleh wanita ini?sehingga ia rela di anggap tamu daripada keadaan menjadi hancur seperti ini.
Walau kenyataan nya dia sangat membenci ibu Tuti,namun wanita ini masih memiliki hati nurani. menginginkan putri nya agar tetap mengabdi,mengabdi layak nya sebagai anak,anak yang ia besarkan selama puluhan tahun.
Sementara di tempat lain,ibu Tuti sedang mondar-mandir sembari memikirkan keadaan putri nya,putri yang sedari pagi telah berangkat tapi belum juga muncul di hadapannya sampai detik ini.
Lantas bagaimana perasaan wanita paruh baya ini jika tau apa yang telah terjadi saat ini?apakah ia harus merelakan Rani hidup bersama ibu kandungnya atau justru malah sebaliknya?.
__ADS_1