Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
137. Warisan.


__ADS_3

"Ran,boleh yaa?,"rengek pak Dion.laki-laki ini bertindak layaknya seperti bocah ingusan,sementara Rani gadis ini hanya bisa tersenyum lebar.


"Enggak pak,aku butuh waktu untuk menghabiskan waktu bersama ibu untuk sementara waktu."


"Iya sudah,tapi boleh kan jika aku tiap hari main ke sini?."


"Enggak boleh,"teriak Tari dari arah belakang.gadis kecil ini selalu saja mengacaukan urusan orang dewasa,berjalan seperti robot lalu memisahkan ke dua makhluk yang sedang jatuh cinta ini.


"Bapak tak boleh dekat-dekat sama kakak ku,halalkan dulu baru bisa pegangan tangan,Awas!,"ancam Tari sembari menuding ke arah pak Dion.


"Ah Tari,aku ini kan sudah jadi calon buat kakak cantik,jadi enggak papa kan jika sekali-kali pegangan tangan?Benar kan sayang?."


Rani hanya bisa tersenyum lebar,menarik tangan gadis kecil ini lalu memeluknya begitu erat"Tari,kamu kenapa si sayang semakin hari semakin bawel dan manja?."


"Aku takut jika kakak meninggalkan aku begitu saja,siapa lagi yang peduli ma aku jika kakak sudah menikah nanti?siapa kak?."


Rani dan pak Dion saling menatap sejenak,mereka tak pernah menyangka jika Tari bisa memiliki pikiran buruk seperti itu.sementara tari,gadis ini hanya bisa menangis terisak tangis di pelukan sang kakak.


Pak Dion yang bisa merasakan perasaan Tari saat ini, laki-laki ini langsung menjatuhkan tubuh nya di hadapan Tari begitu saja,menatap iba ke arah Tari sembari memikirkan banyak hal.


"Tari,aku janji ke mana pun kami pergi dan apapun keadaan nya esok hari,kamu tak akan mungkin berpisah dengan kakak kamu.Percaya sama aku."


Gadis kecil ini bukan nya memberi jawaban yang memuaskan buat pak Dion,namun tangisan nya semakin meledak lalu memeluk erat sang kakak,entah mengapa Tari begitu nyaman berada di dekat Rani dan tak ingin sedikit pun ingin berpisah darinya.


"Sudah sayang,kita semua di sini sayang banget sama kamu Tari,jadi kamu tak boleh mikir aneh-aneh lagi ya,"pinta Rani sembari melepaskan diri dari gadis kecil ini.

__ADS_1


Secepat kilat gadis kecil ini mengangguk kan kepalanya,lalu menatap wajah sang kakak begitu lama dan begitu pun dengan pak dion"Kak ayo kita pulang."


"Oke sayang."


Mereka segera beranjak dari pantai,lalu berjalan menuju ke villa untuk menemui sang ibu.


 ------------


"Tania,apa kamu juga ikutan membenci ibu?,"tanya wanita paruh baya ini,merasa diri tak pantas untuk berada di samping anak-anak yang baik,hingga bibir nya tak meragukan lagi untuk memastikan.


Tani secepat kilat menggelengkan kepalanya,gadis ini tak memiliki sedikit pun rasa benci kepada ibu Tuti.untuk apa? to juga manusia tentu nya memiliki semua kesalahan di masa lalu.


"Aku memang kejam,"umpat nya karena tak mendapatkan jawaban dari Tania"Aku pantas di hukum,"sambung nya kembali lalu mengusap wajahnya kasar.


"Bu,tak baik menghukum diri sendiri,aku sayang ibu dan aku berjanji akan selalu bersama ibu di sini,"jelas nya lalu memeluk wanita paruh baya ini.


"Ini rumah kamu,Nak.jadi kamu tak boleh meninggalkan rumah ini,"sang ibu kembali lagi mengingat tentang warisan itu,sementara Tania gadis ini hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tidak Bu,aku tak berhak mendapatkan apa-apa dari ibu.sudah cukup banyak pengorbanan ibu dan kakak Rani selama ini untuk ku,itu sudah melebihi dari cukup Bu."


"Kata siapa?,"bentak sang ibu lalu melepaskan diri dari putrinya"Apa yang ibu miliki saat ini semuanya harus jatuh di tangan kamu.Rumah,uang,ruko dan juga panti."


"Tidak Bu,kakak aku yang lebih berhak untuk itu semua."


Ibu Tuti menghela napas panjang lalu menghembuskan nya kasar,wanita ini tidak akan tega jika warisan itu jatuh nya pada Rani.wanita paruh baya ini sepenuhnya percaya kepada Tania,bukan karena Rani telah menyakiti memilih untuk pergi meninggalkannya.Akan tetapi,di antara ke dua gadis ini ibu Tuti lebih percaya kan kepada Tania untuk mewarisi seluruh harta nya.untuk dia gunakan di jalan yang benar ketika wanita paruh baya ini telah berpulang ke pangkuan Tuhan nya.

__ADS_1


"Tidak Nak! aku inginkan harta ibu jatuh kepada orang yang tepat,tolong berikan nama asli kamu."


"Untuk apa Bu?,"tanya Tania bingung sambil menatap wajah keriput wanita tua ini.


"Jangan banyak protes lagi.mulai hari ini apa yang ibu miliki semua nya akan jatuh pada orang sebaik kamu.dan kamu ingat satu hal Tania,ibu ini sudah tua. jadi ibu minta carilah laki-laki yang pantas membahagiakan kamu,"jelas sang ibu panjang kali lebar.


"Tapi Bu...!"


Ucapan Tania terputus begitu saja,gadis ini tiba-tiba saja teringat kepada mantan suaminya.suami yang tak pernah bertanggungjawab selama ini,suami yang hanya menginginkan hidup enak layak nya seperti benalu tak punya harga diri.


Gadis ini tak semudah itu untuk mencari pasangan hidup,harus melihat bibit dan bobot nya maksudnya bukan terletak pada harta tapi harus melihat dari sisi akhlak dan agama nya.


Merasa sudah tertipu.tertipu oleh sosok pak Ammar, sosok pria yang awalnya baik agamanya.tapi setelah menikah pria ini lebih memilih untuk menikmati hubungan yang haram daripada yang halal.


"Kenapa diam saja,Nak?,"


Gadis ini bukan nya memberikan jawaban untuk wanita tua ini,ia malah justru lebih memilih untuk memeluk sang ibu.lalu melepaskan segala beban hidup nya lewat aliran air mata.


"Aku tau perasaan kamu nak,ibu minta maaf."


Tangisan gadis cengeng ini semakin meledak,menangis terisak-isak sambil memeluk wanita tua ini semakin erat.


Sampai kapan airmata gadis ini akan berhenti terjatuh?sampai kapan?semenjak ia meninggalkan desa tercinta,gadis ini memiliki banyak kisah yang tak pernah lepas dari air mata.


Di balik banyak kisah yang terjadi,Tuhan semesta alam telah membayar tuntas kepada gadis yang malang ini.selain mendapatkan warisan gadis ini juga lebih beruntung karena ia di pertemukan dengan orang-orang yang baik yang mampu menyayangi Tania setulus hatinya.

__ADS_1


Janji Allah itu pasti.tak ada kesuksesan yang di peroleh dengan instan,melainkan bersabar dan melewati rintangan yang penuh dengan air mata.


Setelah puas menangis.gadis ini kembali lagi menatap sang ibu,ibu yang tak memiliki hubungan darah tapi kasih sayang Tania tak bisa di ragukan lagi.


__ADS_2