Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
48.Pernikahan Sirih.


__ADS_3

Istana yang megah itu masih dalam keadaan duka,setelah Rani berhasil mengusir Pak Ammar 1 jam yang lalu.


Rani tak tahu lagi harus melakukan apa,selain menangis dan terus menangis di hadapan Tania,yang sudah pasrah dengan keadaan yang sudah hancur seperti itu.


Begitupun dengan sang ibu dan Mita mereka tak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan,sehingga suasana rumah itu kembali seperti semula.


Semua nya terasa sulit bagi nya karena ini menyangkut harga diri Tania dan juga pak ammar,serta nama baik keluarga yang di kenal dari penjuru manapun.


Terlebih lagi kepada ke dua orang tua Tania yang telah berharap jika anak nya sudah melupakan pria,yang selama ini telah membuat mereka malu dan juga membuat anak nya menderita.


Namun hari ini Tania sudah merusak suasana,dan juga mencoreng nama baik keluarga,dengan sikap optimis kepada pria yang belum halal bagi nya.


Namun apa yang terjadi kepada gadis bunga desa itu saat ini,itu sudah menjadi catatan Takdir nya 50 ribu tahun,sebelum di ciptakan langit dan bumi.


Dan tak ada satupun manusia yang menginginkan dirinya terjatuh ke lembah dosa,melainkan itu sudah kehendak dari sang pencipta.


Dan tolak ukur dari kebaikan manusia tak bisa menjaminkan iman yang mereka miliki,sepanjang mereka masih berjalan di muka bumi ini.


Karena manusia adalah tempat nya salah dan dosa,sehingga kekhilafan itu kapan saja datang,kepada manusia baik yang ber'agama maupun yang bukan.


Begitupun yang di pikirkan oleh sang ibu dan kakak dari Tania saat ini,hingga ia segera mengambil keputusan Kepada mereka yang sudah melakukan kekhilafan.


Sehingga istana yang megah itu kembali bersinar,setelah beberapa jam lama nya redup dengan kebisuan.


Dan kini sang kakak mengalah dan menyetujui apa permintaan adik nya,karena ia juga sadar diri,jika esok hari dirinya belum tentu lebih baik dari Tania.


Hingga hari ini ia menerima segala apa yang sudah terjadi,dan berharap Tania akan bahagia bersama dengan pak Ammar.


”Bu,Mita,esok pagi kita atur pernikahan Tania dan pak Ammar,dan acara ini cukup sederhana saja,agar kabar ini tak sampai di telinga Bela atau siapa pun itu”,Ucap Rani setelah bangkit dari lantai.


Sang ibu serta Mita dan Tania,kini mereka terkejut,ketika mereka mendengar ucapan Rani barusan.


Sang ibu tak pernah menyangka jika putri nya itu sudah menyetujui pernikahan Tania,yang akan di selenggarakan esok hari.


Hingga ia segera memeluk tubuh putri nya,dan di susul oleh Tania dan juga mita saat itu.


”Makasih banyak yaa kak”,Ucap Tania sedih.


”Ini demi kebaikan kamu Tan,dan soal ibu dan ayah di desa,biar aku dan Mita yang menjadi pengganti nya”,Jawab Rani.


”Biar ibu saja yang menjadi wali dari Tania nak,dan kalian belum pantas untuk melakukan itu”,Ucap sang ibu.


”Gak Bu,ini menyangkut surat perjanjian dari Bela,dan kami akan bertanggung jawab untuk pernikahan Tania”Jawab Rani


”Kamu siapkan kan Mit?Tanya Rani kembali.


Mita tak berpikir panjang lebar lagi,ia segera menyetujui keputusan dari Rani barusan.


Tanpa berpikir bangaimana perasaan bela?jika ia tahu bahwa dirinya yang bertanggung jawab atas pernikahan Tania.


”Aku siap untuk itu Ran kamu tenang saja,yang terpenting adik cantik ini segera sah menjadi istri pak Ammar”,Jawab Mita sambil mencubit pipi Tania.


”Makasih banyak Mit”,Ucap nya.


Sang ibu dan Tania juga ikut serta mengucapkan,ucapan terimakasih nya kepada Mita.


Lalu Rani segera memberi ceramah singkat kepada adik nya saat itu,dan entah mengapa sikap kepemimpinan Rani?akhirnya ia tunjukkan juga kepada mereka saat itu.


Mungkin kah karena ia tak ingin adik nya gagal?atau kah karena ia sudah mendapat kode dari Allah,untuk segera menikah.


Walau Rani belum tahu persis apa tanggung jawab seorang istri kepada suami,namun ia lebih banyak belajar dari orang-orang yang sudah gagal dalam berumah tangga.


”Tan,hari ini kamu sudah tunjukan kepada kakak,kalau dirimu sudah dewasa saat ini,dan kakak ingin kan kamu mengabdi sepenuhnya kepada suami,agar syurga menjadi balasan untuk mu”,Ucap Rani.


Sang ibu bangga kepada putrinya,hingga ia tak sabar juga untuk melihat putrinya segera menikah.


Sedangkan Tania.


Tania sangat beruntung memiliki kakak seperti Rani,selain bijaksana dalam mengambil keputusan,ia juga memiliki hati yang begitu tulus.


Sehingga Mita tak menyadari airmata jatuh menetes di pipi nya, karena ia menyesali,mengapa dulu ia rela meninggalkan sahabat yang baik seperti Rani?

__ADS_1


”Insyaallah kak,terima kasih banyak atas arahan nya kak”,Jawab Tania sedih.


”Sudah Tan,sekarang bukan waktu nya untuk menangisi apa yang sudah terjadi saat ini,dan sekarang kalian beristirahat lah.


Ucap nya.


Mereka segera meninggalkan Rani seorang diri di ruangan itu,sedang kan Rani masih sibuk memikirkan, hadiah untuk pernikahan adik nya esok hari.


Walau Tania sudah mengecewakan nya saat ini,namun ia masih saja memikirkan kebahagiaan untuk adik nya.


Namun setelah ia sudah memikirkan hadiah yang pantas untuk adik nya,ia segera melangkah menuju ke kamar Tania.


Tetesan air mata nya kembali lagi jatuh di pipi nya,karena ia berpikir bahwa malam ini,adalah malam terakhir ia tidur bersama sang adik.


Namun setiba nya di kamar?


Tangisan itu kembali meledak ketika ia memeluk tubuh adik nya,yang belum juga tidur saat itu.


Mereka terisak tangis berdua,hingga sang ibu segera datang menemui mereka saat itu juga.


Namun tangisan itu semakin meledak,ketika sang ibu memikirkan nasib anak nya


Yang ingin melangsungkan pernikahan esok hari,tanpa ke dua orang tua,yang selama ini telah membesar kan dirinya.


Namun sang ibu tak bisa berlama-lama di kamar itu,karena ia harus menemui pak Ammar di kamar milik nya.


Sedangkan ke dua putrinya itu masih saja terisak tangis,seakan mereka akan berpisah untuk selama lamanya.


Ke esokan hari nya.


Sang ibu dan Mita sudah sibuk menata ruangan sederhana untuk pernikahan Tania,dan Tania pun ikut serta membantu mereka.


Namun mereka tiba-tiba saja kepikiran soal Rani,yang sejak pagi sudah menghilang dari rumah.


Sedangkan pak Ammar sudah siap untuk menemui pak iman,untuk acara pernikahan nya malam nanti.


Acara tersebut tak ada satupun undangan yang di sebarkan,karena pesta sederhana itu hanya di selenggarakan secara rahasia.


Dan hanya orang tertentu saja yang hadir dalam acara tersebut,karena yang paling penting adalah sah di mata agama terlebih dahulu.


Mereka sudah khawatir dengan keberadaan Rani,sang ibu berulang kali menelpon nya,namun ternyata ponsel Rani ketinggalan di kamar milik nya.


Beberapa jam kemudian.


Sang putri kesayangan itu akhirnya tiba juga di rumah,wajah yang sudah kusam dan perut yang sudah keroncongan.


Hingga dirinya terus menerobos mencari makanan ke dapur,namun setelah ia sedang menyantap makanan nya.


Tania akhirnya datang juga menemui kakak nya saat itu juga.


”Kakak seperti nya kelaparan sangat,kakak darimana aja seharian?Tanya Tania.


”Sini dekat kakak,biar aku suapin kamu,agar malam nanti kamu lebih cantik menjadi sang pengantin",Goda Rani.


”Kak,aku nanya kakak,bukan malah godain aku kayak gini”,Jawab Tania.


”Sudah Ade,yang terpenting saat ini aku sudah berada di rumah,ayo sini dekat kakak”Ucap nya


Tania masih saja penasaran dengan kepergian Rani seharian,namun Rani tetap saja merahasiakan sesuatu dari nya.


Hingga sang ibu dan Mita pun datang menghampiri mereka saat itu,hingga pertanyaan dari mereka membuat Rani semakin pusing.


Karena apa pun itu?


Rani tetap saja merahasiakan sesuatu kepada mereka,dan malah ia lebih memilih untuk meninggalkan mereka.


Hari sudah berganti malam dan pernikahan Tania akan di laksanakan setelah usai sholat isya.


Namun Rani masih saja tertidur pulas di kamar nya,hingga sang ibu segera melangkah untuk menemui Rani.


Namun setibanya di kamar?

__ADS_1


Tania sudah berhasil di dandan cantik oleh Mita,sedangkan Rani ia masih saja tertidur pulas di bawah selimut tebal nya.


Dan sang ibu segera membangun kan putri nya,agar segera siap-siap untuk menjadi wali dari adik nya.


”Nak,ayo bangun”,Ucap nya.


”Bentar Bu,Rani masih ngantuk”Jawab putri nya.


”Nak waktu sudah hampir tiba,ayo bangun sekarang”,Ucap sang ibu.


Rani segera bangkit dari tidur nya saat itu,setelah ia mendengar ucapan ibu nya barusan.


Lalu ia segera menoleh ke arahTania yang sudah berdandan cantik sejak tadi.


Namun entah mengapa?


Hati Rani begitu teriris ketika melihat sang adik,yang sebentar lagi akan menjadi istri dari pak Ammar.


Bola mata nya sudah mulai berkaca-kaca,namun ia tak ingin menunjukkan kepada mereka,jika ia masih merasakan kesedihan yang cukup dalam.


Lalu ia segera melangkah ke kamar mandi,dan di tempat itu Rani meluapkan segala kesedihan nya.


Karena bangaimana pun juga?


Rani tak ingin merusak suasana malam pengantin Tania,yang sebentar lagi akan terlaksana.


Beberapa menit kemudian.


Semua orang sudah berkumpul di ruangan sederhana itu,dan pernikahan akan segera di laksanakan,namun Rani belum juga hadir saat itu.


Sang ibu segera menyuruh Mita untuk memanggil nya di kamar,namun setibanya Mita di kamar.


Rani masih saja terisak tangis dan seakan ia,tak sanggup untuk menghadiri pernikahan adik nya.


Namun Mita berhasil menenangkan Rani dan membujuk nya,agar ia tegar dan menjadi wali dari adik nya sendiri.


Hingga ke dua gadis itu akhirnya keluar juga dari kamar,dan mereka segera melangkah untuk menjadi wali malam itu juga.


Hinga pernikahan Tania dan pak Ammar malam itu,akhirnya berhasil juga di laksanakan.


Namun setelah ucapan sah ramai terdengar,tangisan dari Tania akhirnya meledak juga di pelukan ibu nya.


Dan Rani tak bisa lagi menahan diri,hingga ia segera meninggalkan pesta sederhana itu,lalu melangkah ke kamar milik nya.


Rani teringat kembali kepada ibu yang begitu baik kepada nya selama ia di desa,namun kini ia telah berani bertindak sendiri tanpa ijin dari nya.


Lalu bangaimana sakit nya hati seorang ibu?


Yang telah melahirkan anak nya ke dunia ini,hingga ia menikah tanpa sedikitpun kabar untuk nya.


Rasa bersalah dan tak rela melepaskan Tania,kini sudah bersarang di tubuh gadis itu.


Hingga ia tak tahu bangaimana caranya,agar ia bisa menebus kesalahannya Kepada ibu,yang sudah sepenuhnya percaya kepada dirinya.


Tangisan Rani kini meledak di kamar nya sendiri,hingga ia membenci dirinya sendiri,terlebih lagi kepada pria yang sudah sah menjadi suami dari adik nya.


Namun demi senyuman sang ibu dan kebahagiaan adik nya,ia harus membuang kebencian itu,agar semua nya baik-baik saja untuk hari esok.


Tak lama kemudian.


Sang pengantin akhirnya datang juga menemui Rani saat itu,dan Tania segera memeluk tubuh kakak nya,yang masih saja terisak tangis.


Dan pak Ammar kini kembali lagi memohon,agar Rani bisa memaafkan nya.


Setelah itu pak Ammar segera melangkah,dan meninggalkan mereka yang masih saja terisak tangis.


Lalu Mita dan sang ibu akhirnya datang juga menghampiri mereka,namun sang ibu berusaha tegar agar mereka tak berlarut-larut dalam kesedihannya.


Sehingga sang ibu berhasil membuat ke dua putri nya bisa tenangkan diri,lalu Tania segera melangkah untuk menemui pak Ammar di kamar pengantin.


Begitu banyak hati yang menjadi korban,atas langkah yang mereka tempuh saat ini.

__ADS_1


Namun mungkin itu lah jalan yang terbaik.


Agar mereka bisa bersatu dalam ikatan cinta,yang selama ini begitu banyak ujian yang menerpanya.


__ADS_2