Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
26.Beri Aku Waktu Untuk Berpikir.


__ADS_3

Pak Ammar masih sibuk memikirkan,Bangaimana agar ia bisa menyampaikan niat baik nya? kepada Rani malam nanti.


Sedangkan keraguan datang silih berganti sejak semalam kepada nya begitu besar,untuk segera melamar Tania kepada ke dua orang tua nya.


Sudah sejam lama nya ia hanya bisa mondar-mandir terus menerus di kamar milik nya,tetapi ia belum juga mendapatkan jawaban yang pas untuk nya.


Menit berikut nya ia kembali lagi melemparkan tubuh nya ke atas kasur,sambil menatap langit-langit kamar namun ia masih saja bertekad untuk segera melaksanakan niat baik nya,sehingga keraguan yang datang kepada nya,akhirnya terkalahkan juga saat itu.


Karena bagi nya!


Kegagalan tak pernah ada,J


jika kita tak pernah memulai dengan sesuatu yang baik.


Itu lah prinsip dari seorang pengusaha sukses,yang sudah tergila-gila kepada wanita cantik yang berasal dari desa itu.


Matahari sudah hampir tenggelam di ujung barat,dan sebentar lagi suara adzan magrib berkumandang.


Sehingga pak ammar segera melangkah keluar dari kamar milik nya,lalu ia segera berjalan menuju ke tempat di mana kedua gadis itu berada.


Setiba di tempat itu!


Pak Ammar segera mensucikan dirinya dari air wudhu.


Sedang kan kedua wanita cantik itu sudah duduk manis menunggu adzan magrib selesai.


Setelah usai pak ammar segera buru-buru melangkah untuk mengambil tempat,di mana shalat magrib itu?Ia akan menjadi imam bagi kedua gadis cantik itu.


Hingga ke dua gadis itu mata nya melotot ke arah,di mana pak Ammar sedang berdiri tegap di hadapannya,untuk segera melaksanakan shalat magrib secara berjamaah.


Ke dua gadis cantik itu begitu kagum kepada pak ammar,karena selain menjadi pengusaha sukses?


Pak ammar juga berhasil menjadi imam yang baik,untuk ke dua gadis yang sedang berdiri menjadi mahmum nya.


Suara yang begitu merdu dengan bacaan Alqur'an dari nya,hingga ia mampu membuat ke dua mata gadis itu berkaca-kaca,Karena ke dua gadis itu tak pernah menyangka.jika sosok lelaki seperti pak Ammar,adalah incaran bagi seluruh wanita yang memiliki keimanan yang kokok.


Apakah itu adalah sebuah petunjuk agar niat baik dari seorang pria tampan akan segera terwujud?hanya waktu yang akan menjawab esok hari.


Setelah mereka selesai melaksanakan shalat berjamaah.


Pak Ammar segera meninggalkan tempat itu,dan begitupun dengan ke dua gadis itu.


Tania dan Rani segera masuk ke dalam kamar milik nya,dan mereka masih kepikiran soal pak ammar,yang telah mampu membuat ke dua gadis itu begitu kagum kepadanya.


Hingga Rani berharap suatu hari nanti,ia bisa di pertemukan dengan seorang pria yang baik agama nya.


seperti pak Ammar.


Sedangkan Tania!


Ia masih saja bertengkar dengan pikiran-pikiran nya,yang tiba-tiba saja datang entah dari belahan bumi mana ia berasal.


Kalau boleh jujur selama ini Tania begitu sangat menginginkan seorang pria,yang mampu menjadi imam yang baik untuk nya di setiap waktu sholat nya.


Sehingga gadis polos itu sudah melanggar aturan-aturan dari Tuhan-Nya,kalau dirinya yang dulu hanya lah sekedar kagum.


Namun saat ini,ia sudah merasakan benih-benih cinta yang sudah mulai tumbuh,pada pria yang baru saja berhasil menjadi imam yang baik untuk nya,sehingga jiwa nya sudah melayang tinggi ke langit ke sepuluh.


”Cukup baby,perjalanan mu masih panjang dan jangan memberi cinta,kepada pria yang belum halal bagimu”.


Sungguh Indah rencana Allah karena di balik shalat magrib berjamaah,Tania sudah bisa membuka hati nya untuk pria yang baik seperti pak ammar,di balik tumbuh nya benih-benih cinta,ternyata Rani sudah memperhatikan Tania sejak tadi.Baiklah,kita akan memberi cinta untuk si pria tampan,yang mampu membuat gadis desa itu melayang ke langit ke sepuluh.


”Tan,apa kamu belum bisa membuka hatimu untuk pria sejati seperti pak ammar?”,Tanya Rani sambil guling-guling di atas kasur.


Kali ini Tania benar-benar sudah tak ingin ada rahasia yang tersimpan,untuk sahabat yang selama ini begitu baik padanya.

__ADS_1


”Aku sudah mulai membuka nya Ran untuk dia saat ini,namun aku minta satu hal,beri aku waktu untuk memikirkan apa yang akan terjadi esok hari”,Jawab Tania sambil berbaring di samping Rani.


Ini seperti nya sebuah mimpi bagi Rani,sehingga ia begitu puas dengan jawaban Tania yang baru saja keluar dari bibir manis nya,sehingga ia segera bangkit dari kasur lalu berteriak sekencang- kencang nya,namun di balik kebahagiaan nya saat ini,ada ribuan rahasia yang masih terbungkus cantik untuk hari esok.


”Alhamdulillah Ya Allah”,teriak Rani.


Kamar itu menjadi heboh sesaat dan tiba-tiba saja,asisten pak Ammar datang merusak suasana kebahagian itu.


”Non,kalian di tunggu Tuan pak Ammar untuk makan malam bersama-sama”,Ucap asisten pak Ammar.


”Iya bu,makasih banyak yaa”,Jawab Tania.


Rani masih saja merayakan kebahagiaan itu,hingga seluruh bantal di kamar itu,sudah berterbangan ke langit-langit kamar tersebut.


Rani masih saja tak bisa meninggalkan kebiasaan nya seperti anak kecil,hingga Tania hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku sahabatnya itu.


Ketika mereka teringat kembali jika pak Ammar sudah menunggu nya di sejak tadi,akhirnya mereka segera buru-buru meninggalkan kamar itu.


Rani yang masih saja girang merayakan kebahagiaan nya itu!


Sehingga pak Ammar begitu sangat penasaran,ketika ia melihat Rani tersenyum sendiri ketika sudah tiba di meja makan.


”Pak,aku punya kabar baik untuk bapak”,Ucap Rani sambil menarik kursi makan.


Mata Tania sudah melotot ke arah Rani,yang sedang berusaha membuat pak Ammar menjadi penasaran,sehingga tubuh yang di miliki gadis polos itu,sudah mulai gugup lalu keringat dingin,dan akhirnya Tania mulai menyesali kejujuran nya,kepada Rani yang selalu saja ceplas ceplos.


”Kabar baik apa Ran?ayo ceritakan sekarang,aku sungguh penasaran dengan kabar baik itu darimu”Jawab Pak Ammar sambil menatap wajah Rani.


”Itu pak,anu..!ada tikus di kamar yang sedang acak-acak kasur,dan akhirnya aku berhasil membunuh tikus itu dengan tangan ku sendiri”,Ucap Rani dusta ketika melihat mata Tania sudah melotot sejak tadi ke hadapan nya.


”Alhamdulillah”,Gumam Tania.


”Kamu pasti bohong kan Ran?”,Tanya pak Ammar.


”Benar pak,Rani memang baru saja membunuh tikus itu dengan tangan nya sendiri”,Jelas Tania ikut berdusta.


”Iya,iya aku sudah percaya”,Ucap pak Ammar


”Ciee..ciee!bapak curang dee,masa aku di bilang bohong,giliran Tania yang ngomong baru percaya”,Jawab Rani sambil acak-acak makanan nya.


”Lihat wajah kamu tu Ran,seperti orang yang sedang habis berburu di tengah hutan”,Ucap Tania ngeledek.


”Sudah,sudah!kita mulai makan sekarang,dan kamu Ran sehabis makan,kamu temui aku di ruang tamu depan”,Jawab pak Ammar sambil melanjutkan makanan nya.


”Siap bos”,Ucap Rani.


Rani sungguh penasaran dengan sikap pak Ammar barusan,namun bangaimana pun juga ia tetap menjaga rahasia Tania kepada pak Ammar untuk saat ini.


Sebagai sahabat terdekat Tania,ia juga harus menjaga dan menjunjung tinggi harga diri yang di miliki oleh Tania sebagai wanita muslimah.


Namun semua itu tak bisa di pungkiri!


Jika rasa cinta itu bisa saja datang secara tiba-tiba,kepada hamba yang bergelar hanya sebatas manusia biasa,karena tak ada satu pun manusia yang bisa menjaminkan dirinya baik atau suci,jika Allah sudah berkehendak,maka semua nya tak ada yang tak mungkin.


Begitupun dengan Tania setiap langkah bahkan sujud terakhir nya,


Tania tak henti hentinya meminta,agar ia selalu di tegakkan dalam iman dan taqwa nya.


Sehingga setiap kali bertemu dengan lelaki yang bukan mahramnya,Tania berusaha sekeras mungkin untuk menundukkan pandangan nya,agar Tania tidak terjatuh ke lembah-lemah penuh dosa.


Setelah mereka selesai makan malam,Tania segera melangkah menuju ke kamar dan Rani segera menemui pak Ammar saat itu juga.


”Assalamu'alaikum pak”,Ucap Rani sambil duduk di hadapan pak ammar.


”Wa'alaikumussalam Ran”,Jawab pak Ammar.

__ADS_1


”Ran,Bela tahu jika kalian bersama aku sekarang,dan aku gak tahu sama sekali darimana Bela tahu soal itu”,Ucap pak Ammar.


Jantung Rani hampir saja copot ketika mendengar ucapan pak Ammar barusan,namun ia tetap berusaha tenang kan diri agar terlihat baik-baik saja,karena Rani tahu persis apa yang akan di lakukan pak Ammar selanjutnya.


”Lalu apa rencana bapak selanjut nya?apa kami harus segera pulang, atau kami tetap saja berada di sini?”,Tanya Rani.


”Ran,Satu-satunya orang yang bisa aku andalkan saat ini adalah kamu,dan aku sudah putuskan untuk segera menikahi Tania secepat mungkin,dan kalian tetap harus bertahan di sini”,Ucap pak Ammar.


Rani sangat setuju dengan keputusan pak Ammar barusan,namun bagi nya keputusan itu terlalu cepat dan resikonya sangat tinggi.


”Pak,apa sebaik nya bapak urungkan dulu niat nya untuk sementara waktu,dan aku rasa Tania juga belum siap untuk itu”,Jelas Rani.


Pak Ammar setuju dengan pendapat Rani barusan,tapi pak Ammar inginkan Rani segera menemui ke dua orang tua Tania terlebih dahulu.


Entah apa yang ada di pikiran pak Ammar saat itu,Mengapa semua nya harus terjadi secepat kilat?


Namun sebagai Bawahan,Rani hanya bisa mengikuti saja apa kemauan pak ammar saat itu.


”Oke Ran,aku mengerti soal itu,Tapi Minggu besok kalian harus berangkat ke desa untuk menemui ke dua orang tua Tania”,Ucap pak Ammar.


”Oke pak, Insyaallah aku segera berangkat bersama Tania,namun apa pun keputusan dari ke dua orang tua Tania,Bapak harus menerima semua itu dengan lapang dada”,Jelas Rani.


”Insya Allah Ran”,Ucap pak Ammar.


Rani segera meninggalkan pak Ammar saat itu juga,lalu ia segera melangkah menuju ke kamar untuk menemui Tania,setiba nya di kamar.


Rani segera menyampaikan hal itu kepada Tania.


”Tan,apa kamu gak kangen dengan ke dua orang tua mu?”,Tanya Rani sambil menatap ke arah Tania yang sedang berbaring sejak tadi.


Mata Tania sudah mulai berkaca-kaca,ketika ia di kejutkan oleh pertanyaan dari rani barusan,karena kerinduan yang di miliki oleh Tania kepada ke dua orang tua nya selama ini,jangan di tanyakan lagi karena sudah dua bulan lama nya,Tania pergi meninggalkan mereka,tanpa tahu kabar apa pun dari nya.


Terkadang Tania ingin menelpon nya namun Tania kembali menyadari,jika keluarga nya tak punya handphone sama sekali,dan bahkan jaringan seluler tak bisa menjangkau nya,karena mereka tinggal di pelosok desa yang sangat jauh dari perkotaan.


”Sudah Tan,aku tahu perasaan kamu saat ini,dan minggu depan kita boleh berkunjung ke rumah kamu,boleh kan Tan?”,Tanya Rani sambil menangkan diri Tania yang sudah berlinang airmata.


Tanpa basa basi lagi Tania segera bangkit dari tempat tidur nya,lalu memeluk erat sahabat yang selalu saja mengerti akan perasaan nya.


”Boleh banget Ran,makasih yaa”,Jawab Tania.


”Tan,Tatap mata aku dan renungkan segala kata-kata ku,setelah aku selesai berbicara nanti”,Ucap Rani ketika ia sudah melepaskan diri,dari pelukan gadis cengeng itu.


Tania sudah mulai menatap mata yang indah itu,lalu ke dua mata indah itu saling menatap satu sama lain,dan Rani berharap ia akan menemukan jawaban yang bisa membuat nya bahagia.


”Tan,sudah saat nya kamu membahagiakan ke dua orang tua mu,dan kamu bersyukur menjadi pilihan wanita idaman pak ammar,dan minggu besok kita menemui ke dua orang tua mu.dan aku adalah orang yang di percayakan oleh pak Ammar,untuk segera melamar kamu kepada ke dua orang tua mu”,Ucap Rani.


Bibir manis yang di miliki gadis desa itu,kini tak mampu lagi untuk mengucapkan kata sepatah pun,karena rasa sedih,bahagia,terharu semuanya bercampur aduk,sehingga Tania hanya bisa menangis di pelukan seorang sahabat yang begitu tulus kepada nya.


Namun Tania kembali berpikir,bangaimana jika abah nya tidak menerima niat baik itu dari pak Ammar?


Karena Tania tahu persis bangaimana keras nya seorang Abah,sedangkan pak ammar masih berstatus suami Bela.


”Ran,aku belum yakin jika abah ku bisa menerima niat baik dari pak Ammar”,Jelas Tania sambil menundukkan kepalanya.


”Tan,apa salah nya jika kita mencoba terlebih dahulu,sebelum kita menyerah,dan apa pun keputusan dari ke dua orang tua mu,itu lah yang terbaik untuk mu”,Ucap Rani.


”Iya Ran,Terima kasih banyak atas segala kebaikan kamu untuk ku”,Jawab Tania.


Rani hanya tersenyum manis kepada gadis cengeng itu,lalu ia kembali memikirkan segala resiko yang akan terjadi esok hari.


Namun!


Apa pun itu Rani tidak akan pernah menyerah,untuk menyatukan ke dua orang yang begitu sangat ia sayangi.


TB.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2