Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
102.1 M.


__ADS_3

"Tarik ucapan kamu mas,atas dasar apa kamu selalu meminta uang dariku?," Tanya Tania bingung sambil menatap tajam ke arah suaminya.


Sementara Bela dan Tari ke dua nya menggeleng kan kepalanya,mereka benar-benar tidak menyangka jika di dunia ini ada makhluk aneh seperti pak Ammar, yang hidup hanya untuk mendapat kan harta dari seorang wanita.


Sedangkan pak Ammar,pria itu tersenyum licik sambil berjalan menuju ke hadapan Tania"Aku ini suami mu,jadi wajar jika aku meminta apa yang menjadi hak aku."


"Cukup mas!," bentak Tania lalu bergegas mendarat kan tamparan keras untuk suami yang tak tau malu menurut nya.


"Suami macam apa kamu?kamu tau agama kan? jika benar,lantas ke mana lagi akal sehat mu?."


Pertanyaan bertubi tubi dan tamparan dari Tania membuat pak Ammar mengepalkan tangannya,darah mendidih dan matanya memerah.


Pria itu benar-benar murka,namun baru saja ia mengangkat tangan nya untuk menampar sang istri, tiba-tiba saja Bela bergegas untuk melindungi Tania hingga membuat tubuh Tania terjatuh ke lantai.


"Jangan coba-coba kamu sakiti Tania,atau aku akan membuat perhitungan padamu,lebih baik kamu pergi dari sini sebelum kami mengusir mu secara paksa."


Bela benar-benar murka dengan tingkah laku mantan suaminya,sementara Tari,gadis kecil itu membulat kan bola matanya ke hadapan Tania.


"Kakak," teriak Tari sambil bergegas menolong Tania.


"Kakak enggak papa kan?," sambung Tari kembali.


Tania menggeleng kan kepalanya"Enggak papa Tar."


Sementara Pak Ammar,pria itu tak menghiraukan ucapan Bela barusan,tanpa aba-aba pun dia langsung berjalan melewati Bela dan juga Tari.


"Mau apalagi kamu mas?kamu benar-benar sudah keterlaluan,apa masih pantas kamu di akui sebagai seorang suami?."


Lagi-lagi ucapan Tania membuat pak Ammar murka"Jangan menjadi istri durhaka Tania,lebih baik kamu ikut dengan ku," seru pak Ammar kesal sambil menarik tangan Istri nya.


Dengan Tarikan pak Ammar yang begitu keras,sehingga membuat tubuh Tania bangkit dan langsung jatuh di pelukan pak Ammar.


"Pergi kamu dari sini," titah Tania sambil mendorong tubuh pak Ammar.

__ADS_1


Brukk.


Tubuh pria itu tersungkur ke lantai,Kali pertama pak Ammar melihat Tania benar-benar murka padanya,hingga membuat pak Ammar menelan ludah kasar nya lalu bergegas bangkit.


"Kamu..!"


Pak Ammar terdiam dan terpaku,pria itu tak dapat melanjutkan ucapan nya"Kontrol emosimu," gumam nya menyemangati diri nya sendiri.


...Demi mencapai tujuan nya pria itu berusaha menenangkan diri,karena ia tau persis di mana kelemahan sang istri....


...Perlahan-lahan pria itu melangkah kan kaki nya menuju ke hadapan Tania dengan harapan semoga rencananya kali ini berhasil,namun belum sempat ia sampai di tempat tujuan....


Tari dan Bela segera menghentikan langkahnya,"Mau apa lagi kamu pria brengsek?," sarkas Tari.


"Minggir kamu!," titah Pak Ammar sambil mendorong tubuh gadis kecil itu.


Lagi-lagi tingkah laku pak Ammar membuat Tania semakin murka,tanpa aba-aba dia pun bergegas melangkah masuk ke dalam rumah.


Brukk.


"Tania," teriak pak Ammar.


"Lebih baik kamu pergi dari sini mas,sebelum semua nya menjadi kacau,Pergi!,"usir Bela


"Aku tidak akan pergi dari sini,sebelum Tania menyetujui permintaan aku."


Mendengar ucapan Pak Ammar membuat Bela semakin murka,wanita itu benar-benar tidak percaya jika sang mantan suami nya itu bisa berubah drastis seperti itu.


"Apa yang membuat kamu seperti itu mas,bukan kah kamu adalah pria yang sangat menjunjung kehormatan mu,lantas mengapa kamu seperti pengemis saat ini?seharus nya kamu yang menafkahi Tania bukan malah justru sebaliknya."


Ha-ha pak Ammar tertawa.


"Hentikan omong kosong kamu Bela,tak perlu menjadi pahlawan buat Tania,apa kamu sudah lupa dengan kelicikan kamu selama ini terhadap dia?," jelas pak ammar sambil menunjuk jari sana sini gak jelas.

__ADS_1


"Cukup mas!,"potong Bela.


"Aku akui selama ini aku salah,salah karena demi mengejar cinta dari pria brengsek seperti kamu.maka nya aku sampai gelap mata dan hari ini aku berjanji kepada diriku sendiri,demi menebus segala dosa-dosaku kepada Tania dan juga keluar ini,aku akan melindungi mereka dari orang-orang jahat,Termasuk kamu," sambung Bela kembali sambil menuding ke arah pak Ammar.


Wanita itu benar-benar tak malu mengakui kesalahannya,dan tanpa terasa air matanya pun terjatuh saat itu juga.


Sementara Pak Ammar,pria itu hanya tersenyum lalu membuang ludah ke sembarangan tempat"Sandiwara apalagi yang kamu lakukan saat ini Bela?dan perlu kamu tau satu hal,jika kamu tak pantas berada di rumah ini,sebaik nya kamu angkat kaki dari sini sebelum Rani mengusir' mu ,"cerca pak ammar.


Ingin rasanya Bela mencengkeram leher pak Ammar lalu mengirim nya ke neraka jahanam,namun wanita itu masih saja menahan emosi nya,hingga ia memilih untuk pergi daripada harus meladeni pria brengsek seperti pak Ammar.


Sementara Tari,gadis kecil itu pun segera menyusul Bela.dan tinggal lah pak ammar seorang diri sambil menunggu keputusan dari Tania.


Detik dan menit terus berputar,pak Ammar yang telah lelah menunggu kabar dari Tania,hingga kini ia memutuskan untuk pergi dan berniat untuk kembali lagi esok hari.


1 jam sudah berlalu ke tiga wanita cantik itu telah berkumpul kembali di ruang keluarga,menenangkan diri setelah usai bertempur dengan pak Ammar.


Mereka benar-benar bingung dengan tingkah laku pak Ammar,yang menurutnya sudah kehilangan akal sehatnya demi mencapai tujuan nya.


"Tan,apa kamu harus memenuhi kembali permintaan pak Ammar saat ini?," tanya Bela sambil menatap ke arah Tania yang sedari Tadi bingung sendiri.


Mendengar ucapan Bela membuat Tari bergegas bangkit dari sofa"Jangan sampai itu terjadi,demi langit dan bumi aku tidak akan pernah ridho jika hal itu terjadi,sudah cukup kak."


Gadis kecil itu benar-benar murka setelah ia melihat dan di perlakukan kasar oleh pak Ammar"Ceraikan dia kak,"sambung Tari kembali lalu bolak balik seperti kambing sedang mencret.


Tania masih saja terdiam dan terpaku,sang calon ibu tersebut masih shock berat karena ulah suami nya sendiri.


Lantas bagaimana tindakan Tania selanjutnya?


Sementara Bela,wanita cantik tersebut berusaha menenangkan diri gadis kecil itu,agar dia bisa mendapatkan jawaban dari Tania.


"Tari,sebaik nya kamu tenangkan diri di sini,ayo duduk lah bersamaku,"pinta Bela sambil menepuk-nepuk sofa di sampingnya.


Gadis kecil itu mengabaikan ucapan Bela,dia malah sibuk melanjutkan rutinitas nya sambil berpikir keras"Ibu harus tau soal ini," gumam nya sambil menatap ke arah Tania dan Bela.

__ADS_1


"Kamu kenapa Tari?," tanya Bela bingung sambil memperhatikan gerak gerik gadis kecil itu.


__ADS_2