
"Maafin Tari yaa kak,Please,"ujar Tari sambil mengatupkan kedua tangan nya di hadapan Tania.
"Baiklah,tapi ada syarat nya," sahut Tania karena ia benar-benar kesal terhadap gadis kecil itu.
"Syarat apalagi si kak?"tanya Tari bingung lalu beranjak ke kasur tanpa permisi.
"Tari! kamu ini benar-benar tak sopan,ayo balik ke kamar sekarang,"seru Tania.
"Udah lah Tan,tak baik-baik marah-marah terus kepada Tari,"ujar Bela karena ia merasa tak enak jika di perlakukan baik oleh Tania.
"Tau tu kak,kerjaan nya marah-marah mulu,ntar anak nya jadi apa coba?," protes Tari lalu terkekeh.
Mendengar ucapan Tari membuat Tania dan Bela saling menatap sejenak.
"Apa! ternyata Tania benar-benar hamil,lalu ke mana suami nya?"gumam Bela sambil menatap ke arah Tania tanpa berkedip.
Sedangkan Tania,wanita cantik yang berasal dari desa itu kini benar-benar kikuk di hadapan Bela dan seolah-olah ia tak ingin menatap Bela sekali lagi.
Pernikahan yang di laksanakan secara rahasia selama ini,seolah-olah sudah terbongkar habis di hadapan Bela karena ulah Tari yang selalu saja tak bisa menjaga sikap.
Keadaan seketika menjadi hening karena mereka masing-masing sibuk bertengkar dengan pikiran nya.
Namun seketika Bela tiba-tiba saja menggenggam erat tangan Tania,dengan isyarat agar Tania bisa tenang dan percaya kepada nya.
Tania benar-benar telah berbadan pasrah di hadapan Bela walau kenyataan nya sangat pahit untuk di telan,namun tak ada jalan lain selain berkata jujur kepada Bela.
"Tan,apa kamu benar-benar hamil?" tanya Bela untuk memastikan kebenaran nya.
"I-iya benar Bel,maafkan aku," sahut Tania gugup sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar ucapan Tania membuat Bela semakin yakin,jika suami Tania adalah mantan suami nya sendiri.
Pria yang selama ini telah membutakan mata hatinya,sehingga Bela mampu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cinta nya.
Namun kali ini,setelah mendengar jawaban dari Tania,wanita itu benar-benar menyesali perbuatan nya,menundukkan kepala nya lalu meneteskan airmata nya.
"Kamu kenapa Bel?" tanya Tania bingung.
"M-maafkan aku Tan.aku tak tahu lagi dengan cara apa aku menebus dosa-dosa ku padamu,dan aku berjanji aku tak akan pernah memisahkan kalian berdua," sahut Bela gugup karena ia berpikir jika hubungan mereka selama ini baik-baik saja.
__ADS_1
Mendengar ucapan Bela membuat Tari dan Tania saling menatap sejenak,Tania sontak berpikir jika Bela akan mengamuk setelah tahu pernikahan itu.
Namun nyatanya,semua itu di luar pikiran Tania.hingga membuat wanita itu sudah bernapas lega sedangkan Tari.
Gadis kecil itu benar-benar murka terhadap sikap pak ammar selama ini,karena menurut nya pak ammar adalah seorang pria bajingan yang pantas nya berada di neraka.
Setelah menyadari kembali jika Bela adalah istri pertama pak ammar yang tak pernah di anggap.
Gadis kecil itu tiba-tiba saja memerah mata nya lalu mengepal kan tangan nya" Hapus airmata mu kak,tak perlu memikirkan pria bajingan itu lagi."seru Tari lalu beranjak dari kasur.
"Tari! jaga sikap kamu," titah Tania.
"Cukup kak! sudah saat nya Bela tahu semua ini," bentak Tari lalu menatap tajam ke arah Tania.
Gadis kecil itu benar-benar tak bisa mengontrol diri,darah nya mendidih ketika ia mendengar nama pak ammar menusuk telinganya.
Tak selang berapa lama,Bela segera bangkit dari kasur,wanita itu benar-benar ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di antara pak ammar dan Tania.
"Tari,apa saja yang engkau ketahui tentang pak ammar?katakan lah,"ujar Bela lalu menatap ke arah Tania yang sudah tak berdaya.
Wanita itu benar-benar ingin mengetahui apa sebenarnya yang membuat gadis kecil itu murka kepada pak ammar.
"Kak,pak ammar adalah seorang pria matre dan dia.." seru Tari lalu menunjukkan jari kehadapan Tania.
"Ada apa dengan Tania Tari?" tanya Bela semakin bingung,lalu menatap iba kepada Tania.
"Dia terlalu bodoh kak! karena kebodohan nya,dia di manfaatkan oleh pak ammar dengan memberi modal sebanyak 500 juta," sarkas Tari.
"Apa!" sontak Bela kaget,karena ia tahu persis sosok pak ammar seperti apa.
Walau sebenarnya Bela tak pernah mendapatkan cinta atau perlakuan baik dari pak ammar,namun ia tahu persis jika pak ammar adalah orang yang baik.tapi mengapa ia tiba-tiba saja berubah seperti itu.
Memikirkan semua itu membuat pikiran nya traveling ke mana-mana.
"Tidak mungkin,di balik semua itu pasti ada pihak ke tiga yang telah mencuci otak pak ammar," gumam Bela lalu mencoba mendekati Tania.
"Tan,apa pak ammar selama ini selingkuh? Lalu di mana dia sekarang?," tanya Bela karena ia tahu persis,bagaimana otak mesum yang di miliki oleh mantan suami nya itu.
Pertanyaan bertubi-tubi dari Bela membuat jantung Tania tak karuan,wanita itu benar-benar bingung karena ia tak punya bukti atas pertanyaan Bela barusan.
__ADS_1
Walau di pikiran Tania pernah terlintas hal seperti itu,namun ia takut jika kecurigaan nya itu jatuh kepada lembah-lembah dosa,karena soudzon terhadap suami sendiri.
"Aku tak punya bukti untuk itu Bel,dan soal keberadaan pak ammar aku tak tahu di mana posisinya saat ini,dan terakhir kami bersama di sebuah kontrakan..."
Tania tak dapat lagi melanjutkan ucapannya selain menundukkan kepalanya,sembari mengingat kembali bagaimana perlakukan pak ammar semenjak mereka hidup di kontrakan.
"Kontrakan,bagaimana bisa terjadi?"gumam Bela sambil memutar bola matanya.
Bela benar-benar bingung bagaimana perjalanan hidup mereka semenjak kejadian surat kontrakan itu,karena semenjak kejadian itu Bela sudah berlepas diri dari seluk beluk kehidupan mereka.
Mengingat tentang surat kontrakan itu membuat Bela ingin menampar wajah nya sendiri.bagaimana tidak,penyiksaan yang ia lakukan sungguh di luar batas manusiawi.
Menyiksa ke dua insan yang tak berdosa itu,hingga membuat aurat nya nampak di hadapan ke tiga pria itu.
Menyesal tentu saja apalagi malu.
Terlebih lagi kepada Tania,wanita yang telah berada di samping nya saat ini,karena cemburu dan serakah sehingga ia merampas harta pak ammar begitu saja.
Lantas ke mana lagi harta yang haram yang ia bangga-banggakan selama ini?dan ke mana lagi sahabat-sahabat Bela yang selalu berada di samping nya ketika ia masih berjaya.
Tentu saja semua nya akan musnah,seiring berjalannya waktu.
Jangan tanyakan lagi Mengapa harus seperti itu?karena jawaban nya ada pada roda kehidupan.yang terus saja berputar tanpa jeda.
Sedari itu,jangan pernah bangga dengan apa yang kita miliki hari ini.
Karena bisa jadi hari ini kita bergelimpangan harta,dan esok hari belum tentu masih kita miliki.
Apa yang perlu kita sombong kan di muka bumi ini?bahkan nyawa saja Allah masih pinjam kan untuk seluruh makhluknya di muka bumi ini.
Terlebih lagi kepada harta yang haram yang di miliki oleh Bela selama ini.
Harta yang di peroleh secara paksa dengan hanya menggunakan gerakan tinta saja.
Maka hasil nya pun akan musnah sekejab saja,karena Allah telah murka kepada hamba nya yang telah melampaui batas di muka bumi ini.
Memikirkan semua itu membuat Bela menjerit-jerit tanpa jeda,lalu meneteskan airmata penyesalan.
TB.
__ADS_1
Bantu author dengan vote, like serta koment.