Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
70.Kehadiran Ibu Lestari.


__ADS_3

Tania terus saja melajukan mobil nya sembari melewati beberapa rambu lalu lintas,dan tangisan nya meledak sepanjang perjalanan.


Kebohongan kecil saja Tania sudah tak mampu untuk menahan rasa sakit,Lalu bagaimana jika kebohongan besar pak ammar terungkap suatu hari nanti?


Menit terus berputar Tania berusaha untuk mencari cela di mana kekurangan dirinya selama ini kepada pak ammar,Namun ia tak bisa menemukan jawaban atas apa yang ia pikirkan,Kecuali ia menyadari jika ia terlalu berlebihan memberikan cinta kepada suami yang tak pernah menganggap nya ada.


Ingin rasanya ia menampar wajah diri sendiri,agar ia bisa menyadari kebodohannya,Namun otaknya masih waras karena hal itu tidak akan mengubah keadaan yang sudah hancur seperti ini.


"Kuatkan hamba Ya Robb,"Gerutu Tania sambil menghentikan mobil nya secara mendadak.


Menit demi menit terus berputar Tania hanya bisa berbadan pasrah,sembari menundukkan kepala nya di atas setir kemudi dan mengepalkan tangannya.


Mengapa penyesalan itu selalu nya datang terlambat?Siapa yang menciptakan kata terlambat?Andai kata terlambat tak pernah tercipta,apa Tania akan merasa tersiksa seperti ini?


Patah hati mengajarkan dia menyadari kembali,Bahwa Tak boleh mencintai manusia lain nya,melebihi cinta nya kepada Tuhan-nya.


Jika di tanya soal cinta maka Tania tak akan pernah ragu untuk mengatakan cinta nya kepada pak ammar.Karena pak ammar sudah seperti separuh jiwa untuknya.hal itu lantas membuatnya merasakan patah hati yang sangat besar.walau itu hanya lah sebuah kebohongan kecil yang di lakukan oleh pak ammar.


Tania masih saja menundukkan kepalanya sembari mengelus-elus perut nya"Kuat lah Nak,kita bisa melewati semua ini walau tanpa seorang ayah ,"Gumam nya sembari menyeka airmata nya lalu membangkitkan kepala nya dari kemudi.


Tania menelan ludah kasar nya berkali-kali sembari berpikir"Aku tak boleh lemah seperti ini,Aku akan tunjukkan pada dunia jika aku adalah wanita yang kuat,"Gerutu Tania sambil menghidupkan mesin mobil.


Dalam perjalanan menuju ke istana megah itu, Tania hanya bisa memikirkan bangaimana agar ia bisa terlepas diri dari pak ammar?maksud nya ia sudah tak tahan dengan sikap suami nya yang selalu saja membuat pikirannya tak waras.


"Cerai,"Gerutu nya sambil menekan gas mobil hingga mobil melaju dengan kecepatan tinggi,tanpa berpikir jika nyawa nya bisa saja melayang jika tak bisa mengontrol diri.


Setelah sampai di halaman istana megah itu, Tania buru-buru turun dari mobil,lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


"Non,"Teriak seorang wanita paruh baya yang baru saja turun dari Taksi,Tania segera menoleh ke arah wanita itu"Ibu lestari,"Gumam nya sambil mengucek mata nya,memperjelas jika itu benar-benar ibu lestari.


1 tahun lebih mereka terpisahkan oleh waktu dan tak tahu apa penyebab nya,Namun hari ini Allah telah mempertemukan kembali dalam keadaan sudah berubah drastis seperti ini.


Mungkin Allah memiliki jawaban atas pertemuan mereka hari ini,Karena ibu lestari tiba-tiba saja menghilang seperti di telan bumi tahun kemarin.


Awal nya ibu lestari bekerja sebagai asisten pak ammar,sebelum kehadiran Tania dan Rani.

__ADS_1


Namun setelah pak ammar pergi meninggalkan nya begitu saja,wanita paruh baya beserta putri nya pun juga ikut meninggalkan Tania dan Rani,tanpa meninggalkan kata sepatah pun untuk nya.


Apa sebenarnya yang terjadi di antara pak ammar dan ibu lestari?Sehingga membuat jantung Tania hampir copot setelah kehadiran ibu lestari tiba-tiba saja entah dari planet mana ia berasal.


"Ibu,"Ujar Tania sambil memeluk ibu lestari,Namun wanita paruh baya itu seakan tidak menerima pelukan hangat dari Tania.


"Ibu kemana saja selama ini? dan mengapa ibu pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan kepada kami?Apakah karena kepergian pak ammar lalu ibu juga memutuskan untuk meninggalkan kami begitu saja?


Pertanyaan Tania bertubi-tubi membuat ibu lestari mematung dan membisu.


"Jawab aku bu,mengapa ibu pergi begitu saja?apa kami tak layak untuk ibu sehingga ibu pergi meninggalkan kami tanpa tahu perasaan kami seperti apa" ujar Tania sambil menatap bola mata ibu lestari yang sudah berkaca-kaca.


Mendengar ucapan Tania membuat ibu lestari mengepalkan tangan nya,lalu menatap tajam ke arah Tania.


Plakkk.


Tanpa memberi penjelasan apa pun ibu lestari langsung menampar Tania begitu keras"Oh Tuhan,ujian apalagi ini?" gumam Tania sambil mengelus-elus pipi nya.


"Itu pelajaran untuk mu wanita ******, Karena kamu telah membuat putriku menderita selama ini,"sarkas ibu lestari sambil menunjukkan jari ke hadapan Tania.


Luka yang belum sempat mengering karena sikap suami nya,kini bertambah lagi setelah kehadiran ibu lestari yang membuat hati Tania semakin berdarah-darah.


Mengapa ujian Allah tak pernah henti-hentinya datang kepada wanita sebaik Tania.


Sehingga mampu membuat tubuh Tania tak berdaya,lalu berlutut dan terisak tangis di tempat di mana ia mendapatkan tamparan gratis dari ibu lestari.


Menit demi menit sudah berlalu Tania masih saja berlutut sembari memikirkan masalah yang baru saja terjadi,"Ada apa dengan putri ibu lestari?Lalu apa hubungan nya dengan ku?" gumam Tania sambil mengingat kembali,bagaimana kebencian wanita paruh itu kepada nya?


Menit berikut nya Tania berusaha menguatkan diri,agar ia tegar kan diri untuk menghadapi segala ujian dari Tuhan nya"Aku harus tahu apa sebenar nya yang terjadi?sebelum kedatangan aku di kota ini," gerutu Tania sambil bangkit lalu berjalan menuju ke dalam rumah.


Sepanjang langkah nya Tania hanya bisa memikirkan kesalahan apa yang telah ia lakukan kepada putri ibu lestari,sehingga ibu lestari berani menampar nya begitu saja tanpa ada penjelasan yang pasti.


"Apa masalah ini ada hubungan nya dengan pak ammar?Lalu mengapa ibu lestari menuduhku seakan-akan aku telah merebut kebahagiaan putri nya?"gumam nya sembari menyisir ruangan keluarga yang tak berpenghuni.


Senja pun tiba.

__ADS_1


Setelah kedatangan Tari serta sang ibu tercinta dari panti,Tari buru-buru masuk ke dalam rumah untuk memastikan, Apakah Tania sudah pulang atau belum?


Seketika Tari melihat Tania ketiduran di atas sofa,Tari segera menghampiri Tania.


"Kakak bangun,Tari kangen banget ma kakak cantik,"ujar Tari sambil memeluk Tania dari belakang.


Mendengar ucapan Tari Tania baru menyadari jika ternyata Tari yang selalu di panggil bocah itu,ia memiliki hati yang tulus kepada nya.


Walau hati nya masih berdarah-darah namun hal itu tak ingin ia tunjukan kepada Tari,terlebih lagi kepada sang ibu tercinta.


"Biarkan aku yang menelan semua kehidupan yang pahit ini,sudah cukup aku membebani kehidupan mereka,"Gumam nya sambil berpikir untuk menjahili Tari.


"Kakak bangun,"Rengek Tari.


Mendengar rengekan Tari membuat sang ibu penasaran"Ada apa Nak?Tanya sang ibu sembari memperhatikan Tania.


"Kakak cantik tak mau bangun Bu,Padahal aku kangen banget, sama dia,"ujar nya sambil menatap wajah sang ibu yang sudah panik.


"Tari ambil handphone ibu,kakak mu pasti tak enak badan,"tebak sang ibu.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania ketakutan,"Ah tidak,ibu pasti menghubungi pak dokter,"gerutu tania sambil bangkit dari sofa.


"Ee ibu,Tari mana Bu?"Tanya nya pura-pura sambil memperhatikan wajah sang ibu yang sudah panik sedari tadi.


"Kamu baik-baik saja kan Nak? Tari ada di kamar ibu," Tanya sang ibu sambil berjalan menuju ke hadapan Tania.


"Aku baik-baik saja bu,sangat baik malah,"sahut nya penuh dusta padahal hati nya sudah hancur seperti butiran pasir di pantai.


"Syukur lah Nak?Apa kabar suami kamu?Apakah dia bisa menerima persyaratan itu dari ibu?".


Pertanyaan dari sang ibu membuat jantung Tania hampir copot,Namun ia bersikap baik-baik saja di hadapan sang ibu. Agar masalah yang terjadi hari ini semua nya terlihat baik-baik saja.


"Iya Bu,dia baik-baik saja dan bahkan dia senang hati menerima persyaratan itu dari ibu," jelas nya dusta sambil memeluk sang ibu.


Walau tetesan airmata nya sudah hampir meledak di pelukan sang ibu,Namun ia berusaha tegar kan diri agar airmata itu tetap terjaga demi menutupi luka nya.

__ADS_1


"Maafkan Tania Bu,Tania telah berani berbohong kepada ibu,"gumam nya sambil mengingat Rani yang belum juga memberi kabar sampai detik ini.


__ADS_2