Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
97.Penyesalan.


__ADS_3

"Apa yang kamu pikirkan, Mas?,"tanya Mita bingung setelah memperhatikan sikap pak Ammar seperti itu.


Pak Ammar menggeleng kan kepalanya"Enggak ada kok sayang,jangan marah-marah gitu lah.besok kan kita sudah menikah dan setelah itu aku pasti memenuhi segala keinginan mu."


"Bagus! dan apakah kamu sudah menemukan wali hakim dan tempat untuk pernikahan kita esok hari?,"tanya Mita sambil kutak katik ponselnya.


Mendengar ucapan Mita membuat pikiran pak Ammar tak karuan,pria itu baru menyadari jika pernikahan yang akan berlangsung esok hari tentu nya akan menghadirkan sebuah saksi.


Lalu siapa yang berani untuk menikah kan mereka tanpa saksi? sementara pria itu masih sah menjadi suami Tania walau hanya sebatas pernikahan sirih.


Memikirkan semua itu membuat pak Ammar mengerutkan keningnya,lalu duduk di pinggiran tempat tidur dan menundukkan kepalanya.


"Bagaimana ini?" gumam nya lalu mengacak-acak rambutnya.


"Kenapa diam saja? ayo jawab,"tanya Mita sambil melirik ke arah pak ammar.


Pak Ammar masih saja mematung dan membisu,pria itu benar-benar bingung karena selama ini sebuah pernikahan hanyalah sebatas permainan baginya.


Melihat sikap pak Ammar seperti itu membuat Mita mengepalkan tangannya"Kamu punya telinga kan?lalu mengapa tidak bisa menjawab pertanyaan dariku?," seru Mita sambil menatap tajam ke arah pak Ammar.


Wanita itu benar-benar marah karena ia berpikir jika pria yang berada di dekat nya saat ini,dia adalah pria yang tidak bisa di andalkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.


Sementara pak Ammar,pria itu bergegas bangkit dari tempat tidur karena ia tidak terima sikap kasar Mita seperti itu.


Mata nya mulai memerah dan seluruh tubuh nya sudah mulai gemetaran"Wanita macam apa kamu?kamu sangat tidak sopan pada calon suami mu ini," sarkas pak Ammar lalu menatap tajam ke hadapan Mita.


Ke dua nya saling menatap satu sama lain,dan seperti nya pertengkaran hebat di antara mereka akan terjadi


Bugh!


Mita melemparkan ponsel nya ke lantai"Kenapa,kamu tidak terima?,"protes Mita dengan mata melotot ke arah pak Ammar.


Mendengar ucapan Mita membuat pak Ammar merapatkan gigi nya,pria itu benar-benar tidak terima dengan tingkah laku Mita seperti itu.

__ADS_1


"Jaga sikap kamu! Aku ini calon suami mu jadi kamu harus belajar menghargai dan patuh terhadap perintah ku," seru pak Ammar.


"Ha-ha".


Mita tertawa terbahak-bahak seketika ia mendengar ucapan calon suaminya barusan"Apa menghargai? dan juga patuh kepada mu?Oh..tidak,itu tidak akan mungkin karena aku ini bukan lah wanita bodoh seperti istri kamu itu."


"Cukup Mita!," bentak pak Ammar lalu bergegas menghampiri Mita.


Pria tampan itu benar-benar marah besar karena tingkah laku nya semakin hari semakin aneh menurut nya.


"Jangan bawah-bawah Tania di dalam perkara ini,seharus nya kamu yang introspeksi diri," seru pak Ammar semakin kesal sambil menunjukkan jari di kepala wanita itu.


Plakkk.


Tanpa mengeluarkan kata sepatah pun,Mita langsung menampar wajah pak ammar"Keluar kamu dari kontrakan ini,karena aku tidak butuh pria gembel seperti mu," usir Mita sambil menunjukan jari ke hadapan pintu.


Mendengar ucapan Mita membuat pak Ammar kehilangan akal sehatnya,darah nya mendidih lalu menyeret tubuh Mita keluar dari kamar.


Hubungan gelap yang selama ini terjalin tanpa satu orang pun yang tau,kini sedang berada di ambang pintu kehancuran.


Sementara pak Ammar,pria itu benar-benar tidak bisa mengontrol diri.hingga ia berhasil menyeret tubuh Mita keluar dari kontrakan itu.


"Pergi kamu dari sini! atau kamu akan m**ti di tangan ku," ancam pak Ammar lalu bergegas menutup pintu.


Sementara Mita,wanita itu benar-benar tidak terima ia di perlakukan kasar seperti itu oleh calon suaminya sendiri.


Mita menelan ludah kasar nya lalu berjalan menuju ke arah pintu"Buka pintu nya,atau kamu akan menyesal seumur hidup," teriak Mita sambil memukul-mukul pintu kontrakan itu.


Hubungan haram yang baru saja terjalin beberapa bulan yang lalu,apa kah semua nya akan berakhir begitu saja?


Lantas bagaimana dengan kehamilan Mita?apakah ia harus memiliki nasib yang buruk seperti Tania?


1 jam sudah berlalu,Mita lebih memilih untuk pergi daripada harus mengemis terus menerus di pintu kontrakan.

__ADS_1


Sementara pak Ammar,pria tampan itu benar-benar masih dalam ego yang tinggi,hingga lupa diri jika dirinya hanyalah sebagai tamu di kontrakan itu.


Masalah kecil saja telah membuat hubungan mereka berantakan,lantas bagaimana jika mereka di hadapkan oleh masalah besar?


Nyatanya pak Ammar yang telah banyak mengenal sosok wanita,kini telah benar-benar menyadari jika di antara wanita yang tulus mencintai nya hanyalah Tania semata-mata.


Istri sirih pilihan sang ibu memiliki kelembutan hati dan keimanan yang kokoh,sehingga membuat pria tampan itu merindukan sosok seorang istri yang ia campakkan selama ini,demi memilih wanita lain karena kebodohannya.


Mengapa di saat keadaan seperti ini dia baru menyadari jika satu-satunya wanita yang paling tulus mencintai nya adalah seorang wanita yang ia anggap sebagai budak selama ini.


Memikirkan semua itu membuat pria tampan itu meneteskan air matanya"Maafkan aku Tan,aku telah di butakan oleh dunia selama ini,"gumam nya sembari menatap langit-langit kamar.


Mengapa penyesalan itu selalu nya datang terlambat? siapa yang menciptakan penyesalan? dan Seandainya penyesalan itu tidak tercipta? mungkin pria itu tidak akan pernah tau bangaimana menghargai ketulusan seseorang sebelum harus kehilangan.


Sedangkan di tempat lain,Bela, Tania dan juga Tari kini telah mengucapkan syukur kepada Allah karena sang ibu telah berhasil menerima kehadiran Bela di sisinya.


Dengan kelembutan hati yang di miliki oleh wanita paruh baya itu,hingga ia bisa menerima siapa saja yang hadir dalam kehidupan nya.


Selagi mereka ingin berubah menjadi lebih baik,dan mengakui kesalahannya selama ini.


Bela,wanita yang selama ini di kenal sebagai wanita yang paling licik,kini sedang berada di pelukan sang ibu sambil menangis terisak-isak.


Tak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik.


Karena Allah tidak pernah peduli siapa pun kita,kita pernah berbuat kejahatan,bahkan membunuh sekalipun.


Bukan berarti kita tidak bisa menjadi lebih baik,hanya saja kita terkadang tinggal di lingkungan yang tidak mendukung untuk menjadi lebih baik.


Dan selagi masih ada kesempatan carilah lingkungan yang bisa mengubah kehidupan kita lebih baik,dan merubah diri dari keterpurukan menjadi orang yang terbaik.


Semoga Allah senantiasa membimbing langkah-langkah kita,dan semoga langkah itu di hitung sebagai ibadah.


TB.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote,like,serta koment.


__ADS_2