Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
69.Kebohongan.


__ADS_3

Setelah sang ibu telah selesai berbelanja,para rombongan segera keluar dari butik.Namun sikap sang ibu yang sok akrab kepada pak dion sehingga mampu membuat Tania kesal.


"Ah ibu! Seandainya saja aku berdiam diri di rumah,mungkin pertemuan mereka tak akan bisa sedekat ini,"Gerutu Tania sambil berjalan menghentakkan kaki nya menuju ke mobil.


"Kakak kenapa si?,"Tanya Tari bingung.


"Ini urusan orang dewasa,bocah seperti kamu belum pantas untuk tahu semua itu,"Jelas Tania sambil memperhatikan sang ibu dan pak dion berjalan menuju ke hadapan nya.


"Ah kakak! Atau jangan-jangan kakak cemburu yaa kepada mereka?"Tebak Tari berlari ke hadapan sang ibu.


"Tari...!Teriak Tania sambil menatap tajam ke arah Tari yang sudah berlalu.


"Ada apa Nak?"Tanya sang ibu sambil menatap wajah Tania penuh kebencian.


"Enggak ada kok bu,Ayo kita pulang sekarang," Sahut Tania sambil membuka pintu mobil dan bergegas masuk ke dalam mobil.


"Iya sudah,Nak ibu pamit yaa dan jangan lupa besok malam harus berkunjung ke rumah ibu,"Ujar sang ibu sambil mengingat kan pak dion.


"Insyaallah bu,Aku pasti akan datang,"Jelas pak dion sambil menatap ke arah Tania yang sudah kepanasan seperti cacing karena ulah Tari.


Sang ibu dan Tari bergegas masuk ke dalam mobil,sedangkan pak dion khayalan nya sudah melayang ke Langit ke tujuh.


Dengan sikap baik dan ramah yang di miliki oleh sang ibu,sehingga membuat pak dion semakin ngotot untuk mendekati Tania.


Ketulusan Cinta yang di miliki oleh pak dion selama bertahun-tahun,sehingga ia mampu menutup hati nya demi mendapatkan cinta.Dari seorang wanita yang sudah memiliki pasangan halal nya.


Akan kah cinta yang di miliki oleh pak dion akan terbalaskan suatu hari nanti?


Jangan tanyakan lagi karena tak ada yang tak mungkin di dunia ini,jika Allah sudah menggariskan Takdir nya untuk bersatu.


"Aku pamit pak,Assalamualaikum,"Ujar Tania yang sudah siap melajukan mobil nya.


"'Wa'alaikumussalam Tania,"Sahut pak dion sambil menatap ke arah mobil Tania yang sudah berlalu.


"Bu,Pria tampan itu kelihatannya sangat baik,"Jelas Tari.


"Apa kamu tertarik dengan pak dion?,"Tebak Tania.


"Apa si kak,Enggak mungkin lah pria seperti Pak dion mau menerima aku seperti ini,"Jelas Tari sambil menundukkan kepalanya.


Mendengar ucapan Tari membuat sang ibu merasa iba kepada nasib gadis cantik itu"Sudah-sudah, Pak Dion itu cocok nya untuk kakak kamu,yang masih berada di luar negeri,"Jelas sang ibu sembari mengelus kepala Tari.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania merasa puas dan lega"Syukur alhamdulillah,akhirnya aku aman dari pak dion,".Gumam Tania sambil memikirkan perjodohan itu dari sang ibu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Nak Tania?Apakah kamu setuju dengan perjodohan ini?,"Tanya sang ibu.


"Sangat setuju Bu, Biarkan Tania yang ikut membantu dalam perjodohan ini,"Jelas Tania.


"Syukur alhamdulillah Nak,Lalu bagaimana dengan mu Tari?Apakah kamu juga siap,untuk membantu ibu dalam perjodohan mereka?,"Tanya sang ibu sembari menatap wajah Tari yang masih bersedih sejak tadi.


"Dia masih bocah Bu,Jadi Tari belum bisa di andalkan,"Ejek Tania.


Mendengar ucapan Tania membuat Tari membulatkan bola mata nya ke hadapan Tania"Kata siapa aku masih bocah?kakak tu yang masih bocah,"Jelas Tari tak mau mengalah.


"Bukti nya?"Ujar Tania tak mau kalah dengan gadis yang ia anggap masih bocah.


"Kakak cemburu kan melihat kedekatan ibu dengan pria tampan itu?Lalu kakak marah-marah gak jelas seperti anak kecil,"


"Tari...!"Gerutu Tania sambil membulatkan bola matanya ke arah Tari.


Mendengar ucapan Tari membuat sang ibu tertawa lepas"Ha-ha,Itu enggak mungkin Nak,suami kakak kamu tu lebih tampan dari Pak Dion,Benar kan Nak Tania,"Jelas sang ibu menghibur hati putri nya,karena ia tahu persis bagaimana perasaan putri nya saat ini.


Keesokan harinya.


Matahari bersinar dengan sangat cerah.Bias-bias sinar nya menyinari istana megah itu.Dan penghuni istana itu kelihatannya sangat sibuk,Di mana pagi ini Tania akan segera berangkat untuk menemui sang pangeran tampan.Setelah ia mendapatkan sebuah cek dari sang ibu.


Sedangkan Tari dan sang ibu mereka segera berangkat ke Panti,karena sang ibu sudah sekian lama tak pernah berkunjung ke tempat itu.


Sehingga mampu membuat sang ibu dan Tari geleng-geleng kepala,ketika mereka telah menyaksikan bangaimana kebahagiaan Tania hari ini? Yang seolah-olah seperti baru merasakan Cinta Pertama.


"Oh Tuhan! Ampuni kakak ku yang sedang kesurupan itu," Gumam Tari.


Memang Tak bisa di pungkiri jika cinta pertama tania adalah seorang pria bejat,yang telah berhasil membuat Tania tergila-gila kepadanya.Dan tanpa mengetahui jika seorang suami seperti pak ammar tak layak untuk di pertahankan.


Karena Cinta!Tania rela melakukan apa saja demi membuat sang suami bahagia,Tanpa menyadari jika cinta nya hanya lah bertepuk sebelah tangan.


'Sadar lah Tania,Karena Pak dion lebih berhak berada di posisi pria bejat itu'.


Setelah Tania usai pamit kepada sang ibu dan Tari,ia segera melangkah keluar dari istana itu.


Langkah demi langkah yang telah ia habiskan,namun tiba-tiba saja langkah nya berhenti seketika Tari tiba-tiba saja berteriak"Kakak,Tari titip salam buat si pangeran tampan yang jauh di sana."


Mendengar teriakan Tari membuat Tania langsung menoleh ke hadapan nya,Dan dengan ekspresi wajah yang masih kesal kepada gadis kecil itu.Yang selalu saja membuat hati nya hancur berkeping-keping"Ogah,"Seru Tania sambil melanjutkan langkah nya.


"Kakak jahat,"Teriak Tari sembari menatap punggung Tania yang sudah berlalu.


Mobil Tania melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke kontrakan,Karena ia sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan seorang pangeran yang begitu sangat ia rinduku kan selama ini.

__ADS_1


Sehingga mampu membuat otak nya sudah mulai tak waras,Karena tanpa berpikir panjang jika nyawa nya,Bisa terancam jika ia tak bisa mengontrol diri.


Hingga sampai menit berikut nya Tania menghentikan mobil nya,Di depan kontrakan sang pangeran bejat.


Setelah mobil sudah terparkir cantik Tania bergegas turun dari mobil,lalu berjalan menuju ke kontrakan sang pangeran.


Langka demi langkah yang telah ia habiskan menuju ke kontrakan itu,Namun langkah nya tiba-tiba saja berhenti ketika ia melihat seorang wanita paruh baya keluar dari kontrakan itu.


"Siapa dia?"Gumam nya sembari menatap ke arah wanita paruh itu.


Tania masih saja berdiri kaku sambil memperhatikan wanita paruh baya itu,Dan sepertinya pak ammar sudah meninggalkan kontrakan itu beberapa hari yang lalu.


Kecewa sudah pasti apalagi sakit hati,Namun Tania berusaha untuk tegar kan diri.Agar semua nya terlihat baik-baik saja.


Tetesan airmata yang hampir saja terjatuh ke bumi ini namun masih bisa tertahankan,Seketika kedatangan seorang pria paruh baya,untuk menghampiri Tania pada waktu yang tepat.


"Maaf bu,ibu sedang apa di sini?"Tanya seorang pria paruh baya yang baru saja turun dari sepeda motor.


"Maaf pak,Apa bapak kenal dengan seorang pria yang baru saja kontrak di sini?"Tanya tania balik.


"Iya bu, Bapak kenal baik dengan nya,Apa dia pacar ibu?"Tanya pria paruh baya itu.


"Bukan pak,Tapi saya adalah istri dari pak ammar".


Mendengar ucapan Tania membuat pria itu kebingungan sendiri"Lalu wanita yang seksi itu,Apa dia istrinya juga?Ah sudah lah...! Itu bukan urusan ku," Gumam pria itu sambil menundukkan kepalanya.


"Pak,Kenapa bingung saja?Apa bapak tahu di mana keberadaan suami saya saat ini?"Tanya Tania sembari memperhatikan pria paruh baya itu"Seperti nya pria ini menyembunyikan sesuatu dari ku,"Gumam nya.


"M-maaf bu,Bapak enggak tahu soal itu.Tapi sebelum beliau meninggal kan kontrakan,dia menitipkan no telpon untuk orang-orang yang datang mencari beliau di kontrakan ini,"Jelas pria paruh baya itu.


"Kamu benar-benar keterlaluan mas,"Gerutu Tania sembari menatap ke arah pria yang telah menyerahkan sebuah no telpon kepada nya.


"Makasih pak,Tapi apa bapak tahu alasan kenapa suami saya bisa keluar dari kontrakan ini?".


"M-maaf Bu,Tapi yang Bapak tahu beliau di usir dari sini,Karena ia telat membayar kontrakan selama 1 bulan,"Jelas pria itu gugup.


Mendengar ucapan pria itu membuat jantung Tania hampir saja copot"Kebohongan apalagi yang harus engkau sembunyi kan dari aku mas?"Gumam nya sambil mengepalkan tangan nya.


"Terimakasih banyak atas informasi dan waktu nya pak.Aku ijin untuk pulang, Assalamualaikum,"Ujar Tania sambil berlalu.


"Sungguh beruntung Dia memiliki istri seperti wanita itu,Tapi kok aneh yaa? Kasian banget kamu Nak."Gerutu pria itu sambil menatap ke arah Tania yang sudah melajukan mobil nya.


TB.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2