Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
125.Test Pack.


__ADS_3

Wanita gila.


******.


matre.


Sinting.


Penipu.


Sumpah serampah kembali lagi bercucuran dari bibir pak Ammar,berjalan menyusuri kota sembari mengoceh.bertahan di kontrakan kepalanya serasa ingin meledak.


Pria ini akhirnya memilih mencari Mita ke mana saja.berjalan kaki dengan kaki telanjang,pria ini layak nya seperti gembel jalanan.


Celana nya terlipat hampir mencapai lutut,pria ini percaya diri luar biasa.


Apa ini suatu hukuman dari Tuhan?hukuman yang selalu mempermainkan hati wanita,memilih cinta yang haram daripada yang halal.dan sepertinya kebodohan di dunia ini telah di borong habis oleh pak Ammar.


Seperti kebiasaannya.berjalan menundukkan kepalanya sembari menendang apa saja yang ia temui di jalan.


Plakk!


Kaleng bekas minuman kini telah mendarat cantik di kepala ibu-ibu,Wanita ini langsung menoleh dan mencari darimana arah kaleng bekas itu.


"Kurang ajar," teriak sang ibu lalu buru-buru berjalan ke arah pak Ammar,


Plakk!


Kaleng bekas dari wanita ini kini telah mendarat cantik di wajah pak ammar"Apa-apaan ini?" tanya pak Ammar bingung, sementara wanita yang sedang berdiri tegap di hadapan nya sebentar lagi kejang-kejang.


"Itu balasan dari perbuatan kamu,apa kamu sudah gila? kalau jalan yang benar donk pak,dasar gembel jalanan," maki sang ibu tidak terima.


"Apa,ibu ngatain aku gembel?pak Ammar menunjukkan jari ke dirinya sendiri"Ha-ha seharus ibu buka mata lebar-lebar donk,aku ini adalah mantan sang pemilik perusahaan terbesar di kota ini,"protes Pak Ammar tak terima dan dengan PD nya mengatakan hal yang bisa membuat dirinya malu sendiri.


"Ha-ha," wanita ini tertawa sinis"Kalau ngomong jangan tinggi-tinggi donk pak,atau bapak pasien rumah sakit jiwa yang sedang kabur yaa?benar kan pak?,"tuduh wanita ini sementara pak Ammar,pria ini langsung mengepalkan tangannya.


"Apa?jaga mulut kamu,atau aku patahkan lehermu sekarang juga,"ancam pak Ammar sambil menuding ke arah wanita ini.

__ADS_1


"Silahkan saja pak!mumpung di sini banyak orang,dan mereka akan jadi saksi di kantor polisi nanti.bukan nya minta maaf malah memberontak seperti an**ng kelaparan,huh-dasar gembel."


Pak Ammar segera memalingkan wajahnya,menoleh kiri dan kanan depan belakang ternyata ucapan wanita ini benar.


Pria ini tak berani lagi membuka suara,ia lebih memilih melanjutkan perjalanan nya daripada harus berurusan dengan kantor polisi.


Memikirkan ucapan wanita itu membuat pak Ammar menyadari, menyadari jika dirinya saat ini benar-benar seperti gembel.


Pria ini menghentikan langkahnya secara tiba-tiba,duduk di pinggiran jalan sembari menatap kaki nya"Oh Tuhan!mengapa aku bisa seperti ini?," lirih nya lalu mengacak-acak rambutnya.


Rasa-rasanya ingin menangis darah, guling-guling di atas aspal agar beban hidupnya sedikit berkurang,pikiran pria ini benar-benar sudah tak waras.


Memikirkan banyak hal.memikirkan langkah apalagi yang harus ia tempuh setelah ini,apakah ia harus melanjutkan niat nya untuk mencari Mita?atau malah justru sebaliknya.


Saat ini pak Ammar masih duduk manis,menopang dagunya dengan ke dua tangan nya.melirik kanan dan kiri sembari memperhatikan kendaraan yang lalu lalang.


Di mana lagi pak Ammar yang dulu? di mana lagi kecerdasan yang ia miliki?di mana lagi keimanan yang kokoh yang melekat di dada?


Semuanya telah sirna di telan bumi seiring berjalannya waktu.di pertemukan dengan sosok wanita li*ik seperti Mita,maka semuanya telah hancur sudah.


Jangan tanyakan lagi,karena jawaban nya tentu nya adalah salah memilih pergaulan,dan teman hidup sangat lah mempengaruhi kehidupan kita.


Hem..hidup manusia tak ada yang tau,bukan?tak ada satupun manusia yang hidup di muka bumi ini.hidup yang bisa memprediksi kan apa yang akan terjadi esok hari?


Sementara di tempat lain.


Merasa diri telah memiliki segalanya,memiliki apartemen yang megah dan mobil mewah serta tabungan yang banyak.wanita ini tersenyum lebar kepada dunia.


Merayakan kemenangan nya bersama minuman botol beralkohol, mengangkat ke dua kakinya di atas meja lalu menyandarkan kepalanya di sofa.


"Selamat tinggal pak Ammar yang terhormat," lirih nya lalu meneguk segelas minuman keras.


Hidup nya benar-benar sempurna menikmati harta yang bukan miliknya,tanpa memikirkan bagaimana rasanya nanti ketika hari pembalasan telah tiba?


Yang terpenting saat ini adalah menikmati hidup yang akan ia tinggalkan esok hari.


 Setelah selesai menikmati secangkir minuman.gadis ini segera beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke kamar,kepalanya sedikit pusing dan hampir saja menabrak pintu kamar.

__ADS_1


"Ah sial! seharus nya aku tidak perlu merayakan kemenangan ini,",lirih nya sambil berjalan pelan-pelan.


Melihat barang-barang yang masih berantakan,gadis ini lebih memilih melempar tubuhnya ke tempat tidur, menatap langit-langit kamar sembari tersenyum puas.


"Maafkan aku ibu Rani yang terhormat,dan maafkan aku Tania yang bodoh,selamat tinggal untuk kalian."


Lagi-lagi Mita mengucapkan kata maaf untuk orang-orang yang pernah menolong nya,menolong nya di saat dia terpuruk namun apa balasannya sekarang?


Gadis ini malah menghancurkan hubungan suami istri yang baru saja menikah,lalu menguras keuangan perusahaan demi kesenangan duniawi.


Lantas Apalagi yang harus ia lakukan setelah ini?semoga saja ia sudah kembali ke jalan yang benar.


Setelah puas berbaring,gadis ini segera bangkit dari tempat tidur.berjalan menuju ke meja rias mengambil sebuah ponsel lalu membuang nya ke tempat sampah.


"Selamat tinggal masa lalu,"lirih nya kembali sambil menatap ponsel sejenak dan memulai aktivitas lainnya.


Saat ini gadis ini menyusun satu persatu pakaiannya masuk ke dalam lemari,walau kepalanya masih oleng namun gadis ini memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan nya, pekerjaan yang sungguh menyebalkan bagi nya.


Setelah semuanya tersusun rapi, bola mata ke dua gadis ini tiba-tiba saja tertuju pada benda kecil yang sedang tergeletak di lantai.


Jantung nya tiba-tiba saja berdebar kencang,dan seluruh tubuhnya sudah mulai keringat dingin"Test pack,"gadis ini baru menyadari kembali jika dia sedang hamil.


Lantas kalau sudah begini? apakah dia harus kembali mencari pak Ammar demi si calon bayi tersebut? ataukah malah justru senasib dengan Tania?


Memikirkan semua itu membuat tubuh gadis ini tiba-tiba saja lemah,duduk di lantai sembari menatap benda kecil itu.


"Oh Tuhan,apa yang harus aku lakukan?," lirih nya lalu menelan ludahnya kasar.


Bugh!


Bugh!


Pukulan keras melayang begitu saja,demi langit dan bumi gadis ini benar-benar tidak menginginkan darah daging ini.


 


 

__ADS_1


__ADS_2