Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
128.Poligami.


__ADS_3

"Ayo kita pulang kak"ajak Tania sambil buru-buru keluar dari cafe.


Gadis ini sungguh kecewa dengan persyaratan yang di ajukan oleh pak Dion,memilih meninggalkan nya begitu saja demi menjaga jantung nya.


Berhadapan dengan pak Dion cukup lama bisa-bisa jantung nya tiba-tiba berhenti,pria bucin ini permintaan nya di luar nalar.


"Tan,kamu kenapa si?"tanya Rani sembari susah payah mengatur napas.


Tania langsung menyipitkan matanya,menatap wajah sang kakak begitu lama"Oh Tuhan,apa yang terjadi jika kami di poligami?"gumam nya sembari mengedipkan bahunya berulang kali.


"Kamu kenapa si,Tan?kayak orang kesurupan saja?".


"Tak apa kak,mari kita pulang," sahut nya penuh dusta lalu bergegas membuka pintu mobil.


Tinggallah Rani seorang diri, menatap ke arah mobil sembari berpikir"Apa sebenarnya yang terjadi?"gadis ini sungguh penasaran dengan sikap Tania seperti itu.


"Aku harus menemui pak Dion" lirih nya sembari buru-buru berjalan masuk ke dalam cafe.


Sepanjang langkahnya gadis ini begitu yakin jika Tania telah berbohong,sesampai nya di meja pak dion.pria ini telah memancar kan senyuman manis.


"Bagaimana Ran,apa kalian setuju dengan permintaan aku?"Pria ini benar-benar percaya diri luar biasa.


"Permintaan apa pak?".


"Duduk lah Ran biar aku jelasin semuanya," tawar pak Dion sembari menatap Rani tanpa berkedip.


Gadis ini segera mematuhi perintah pak Dion,walau rasanya tak sanggup bertatapan mata dengan pria ini. namun demi mendapatkan jawaban,gadis ini terpaksa kehilangan akal sehatnya.


"Tolong jelaskan secara detail pak,apa sebenarnya yang terjadi?".


"Oke Ran" Pak Dion menelan ludahnya berkali-kali,menatap gadis di hadapannya tanpa berkedip,berharap semoga permintaan ini bisa di terima dengan baik oleh Rani.


"Ran,aku setuju untuk menikahi kamu.dan apakah kamu juga setuju jika aku melakukan poligami?".


"Poligami?."


"Iya Ran,kamu tau sendiri kan perjuangan aku selama ini terhadap Tania."

__ADS_1


Rani menganggukan kepalanya"Aku mengerti itu pak.dan insyaallah aku siap untuk poligami,lalu bagaimana dengan Tania?".


Pak Dion berdiam diri sejenak, memikir kan banyak hal bagaimana cara meluluhkan hati gadis desa itu.


Satu-satunya orang yang bisa di andalkan untuk membuat Tania patuh adalah Rani,


Pria ini segera memancarkan senyuman nya,menatap kembali ke arah Rani tanpa ragu-ragu"Ran aku hanya butuh bantuan kamu."


Rani susah payah menelan ludah,gadis ini mengerti apa maksud dari ucapan pak Dion.gadis ini segera mengangguk kan kepalanya tanda setuju.


"Terimakasih untuk itu Ran,dan aku berjanji untuk menjadi imam yang baik untuk kalian."


Rani hanya bisa berdiam diri,gadis ini memikirkan resiko apa yang akan terjadi atas permintaan pria ini.


Poligami bukan hal yang mudah,butuh kesabaran dan keikhlasan yang kuat,agar semuanya berjalan dengan baik demi mendapatkan pahala dari-Nya.


Demi menyempurnakan separuh agamanya,gadis ini rela menerima tawaran ini tanpa ragu-ragu.karena ia yakin jika pria yang sedang berada di hadapan nya saat ini adalah pria yang bertanggung jawab.


"Kenapa diam saja Ran?apa kamu tidak yakin dengan ku?".


Secepat kilat Rani menggelengkan kepalanya"Enggak pak,wallahi aku percaya kepada bapak."


Kebahagian yang ia rasakan saat ini tak pernah ia dapatkan sepanjang hidupnya,pria ini tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan nya.


"Alhamdulillah Ran.lalu apa yang kamu inginkan dari aku?rumah,mobil,perhiasan atau apapun itu kamu boleh minta apa saja.


Rani hanya tersenyum tipis,gadis ini menikah hanya untuk menyempurnakan agamanya,bukan tentang harta atau apa pun itu.


"Tapi aku enggak butuh semua itu pak,lebih baik bapak sumbangkan saja kepada orang yang membutuhkan."


Pak Dion hanya bisa geleng-geleng kepala,pria ini seperti nya sudah amnesia,dia berhadapan dengan siapa sekarang.


Pak Dion merasa bangga dan bersyukur,bangga karena kali pertama ia dapatkan wanita tapi tidak menginginkan harta sepeserpun dari nya.


Bersyukur karena ia merasa mendapatkan berlian di muka bumi ini,berlian yang jauh lebih mahal daripada harta apapun di muka bumi ini.


Wanita Sholeha adalah incaran bagi para lelaki yang sholeh juga,rasa-rasanya pak Dion ingin bersujud di lantai.bersujud karena merasa sebentar lagi dunia nya akan di penuhi dengan manusia yang beragama.

__ADS_1


"Terimakasih Ran atas saran nya,dan insyaallah separuh hartaku aku sumbangkan kepada mereka yang membutuhkan."


Rani kembali lagi menganggukan kepalanya.sementara pak Dion,pria ini merayakan kebahagiaan nya.senyum senyum sembari memikir kan,kapan pernikahan ini akan di laksanakan?


"Bagaimana dengan villa pak?apa bapak sudah menemukan nya yang sesuai dengan keinginan aku?".


"I-iya Ran"sahut nya gugup karena otak nya di penuhi dengan hal pernikahan"Tempat nya sangat cocok untuk menenangkan diri," sambung nya kembali.


"Terimakasih banyak pak,apa dana nya aku bisa transfer sekarang?".


"Tidak perlu Ran,aku sudah menyelesaikan semuanya dengan baik."


Gadis ini langsung memancarkan senyuman nya,keinginan nya akhirnya telah tercapai juga hari ini.menenangkan diri untuk sementara waktu adalah tujuan utamanya.


"Terimakasih banyak pak,segera share lokasinya ya pak."


Gadis ini segera beranjak dari kursi,tak sabar lagi untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada Tania.


Gadis ini segera meninggalkan pak Dion begitu saja,buru-buru berjalan sembari memancarkan senyuman nya kepada siapa pun yang ia temui.


"Alhamdulillah,"lirih nya entah berapa puluh kali ucapan syukur nya ini terlontar dari bibir nya.


Ting..


Pesan dari pak Dion akhirnya sudah nampak di pelupuk matanya,gadis ini benar-benar heboh sendiri.


"Kakak baik-baik saja kan?" tanya Tania bingung,sembari menatap ragu-ragu ke arah sang kakak.


"Tan,akhirnya kita bisa hidup bebas sekarang,"gadis ini bersorak gembira,merentangkan ke dua tangan nya sembari duduk di dalam mobil.


Sementara Tania gadis ini semakin bingung.bingung melihat tingkah laku sang kakak seperti orang kesurupan.


"Hidup bebas?maksud nya apa si kak?."


Lagi-lagi pertanyaan dari Tania hanya sebatas angin lalu saja,gadis ini semakin heboh merayakan kebahagiaan nya.melajukan mobilnya secepat kilat,rasa-rasanya sudah tak sabar lagi untuk memanjakan tubuh dan otak di sebuah villa.


Karena kehebohan nya.kedua gadis ini melupakan sejenak apa tujuan utamanya keluar dari rumah,melupakan kemurkaan sang ibu dan juga ke dua gadis yang merepotkan itu.

__ADS_1


_______


Terimakasih untuk kalian yang masih bertahan di sini,apapun itu kalian adalah yang terhebat.


__ADS_2