Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
42.Taubat nya Sang Pendosa.


__ADS_3

Tubuh gadis cantik yang baru saja tiba dari luar negeri itu.


Kini sudah keringat dingin,dan bibir cantik nya kini sudah tak bisa berkata apa-apa lagi,setelah ia tiba di depan halaman rumah nya.


Gadis cantik dengan tubuh seksi itu,kini segera berlari masuk ke dalam rumah nya.


Namun setelah ia sudah melihat tubuh ayah,yang sudah terbungkus dengan kain kafan rapi dengan ikatan nya.


Ia segera berteriak,dan seakan ini hanya lah sebuah mimpi baginya.


”Ayah...bangun ayah,ayah gak boleh pergi begitu saja dariku”,Teriak Rani.


Seorang ayah yang baru saja datang dalam kehidupan nya beberapa bulan yang lalu,kini mereka terpisahkan oleh takdir yang sudah tertulis dari-Nya.


Dan semua orang yang hadir saat itu ?


Mereka bisa menyaksikan dan merasakan bangaimana sakit nya hati seorang anak,yang telah di tinggalkan oleh ayah nya,tanpa sepatah kata pun darinya.


Rumah mewah saat ini kini sedang banjir airmata,dan putri semata wayangnya itu kini tak bisa lagi kendalikan diri nya.


Sehingga ia tak sadarkan diri setelah ia memeluk tubuh terakhir dari seorang ayah,yang begitu sangat ia sayangi selama ini.


Lalu Tania segera berlari untuk memeluk tubuh kakak nya,dan ia segera menyelimuti tubuh seksi itu agar aurat nya bisa tertutupi saat itu juga.


Adik yang selama ini telah mengingkari janji nya kepada nya,kini hanya terdiam dan terpaku, melihat betapa hancur nya hati kakak nya saat ini.


Begitupun dengan seorang ibu yang telah berhasil membesarkan anak nya,ia segera memeluk tubuh anak nya yang sudah tak berdaya saat itu.


Betapa dahsyatnya ujian dari Tuhan-Nya kepada mereka saat ini.


Namun mereka tabah menghadapi semua itu,karena keimanan dan ketakwaan yang mereka miliki selama ini.


Beberapa menit kemudian.


Ayah nya sudah siap untuk di makamkan saat itu juga,karena waktu sudah banyak terbuang,demi menunggu anak semata wayangnya itu.


Hingga kini Rani sudah sadarkan diri,lalu ia berusaha ikhlas dan tegar untuk kepergian sang ayah tercinta untuk selama lamanya.


Namun ia hanya bisa terdiam tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibir nya,hingga pemakaman ayah nya selesai.


Ibu dan Tania serta pak ammar begitu sangat khawatir melihat keadaan dirinya saat ini.


Apa sebenarnya yang terjadi kepada putri kesayangan ayah nya itu?namun mereka berharap semoga ia baik-baik saja.


Beberapa menit kemudian.


Sang ibu dan pak Ammar akan segera meninggalkan ke dua gadis itu di pemakaman sang ayah.


Karena sang ibu harus kembali ke rumah untuk menemani para tamu, yang masih ikut merasakan duka dengan kepergian orang yang baik, seperti ayah dari ke dua gadis itu.


Namun setelah kepergian ibu dan pak Ammar dari mereka,Tania begitu sangat mengkhawatirkan keadaan Rani.


Tania memeluk tubuh kakak yang masih saja kaku tanpa kata,lalu ia segera membujuk nya, untuk segera pulang saat itu juga.


”Kak,ayo kita pulang”,


Mata Rani hanya bisa bergerak melihat wajah adik nya,yang selama ini begitu tega meninggalkan nya seorang diri.


Wajah itu begitu lama ia tatap dan tak lama kemudian,airmata dari putri kesayangan itu,akhirnya jatuh juga dari pipi mulus nya saat itu juga.


Lalu Tania segera memeluk tubuh yang masih kaku itu,dan ia segera minta maaf kepada nya.


Tak lama kemudian.


Seorang pria yang tak asing baginya, akhirnya datang juga menghampiri ke dua gadis itu.


Namun siapa kah seorang pria tersebut?


Tubuh yang masih tegar dan wajah yang begitu bercahaya,dengan keajaiban air suci yang selalu membasahi wajah dari pria tampan itu.


Hingga Tania betapa terkejut nya ketika pria tersebut tiba-tiba saja, mengucapkan salam kepada ke dua gadis itu.


”Assalamu'alaikum bu,aku turut berduka cita atas kepergian almarhum ayah dari kalian,semoga syurga adalah balasan terbaik untuk beliau”,Ucap pak Taufik.


”Wa'alaikumussalam pak,Aamiin,.


Terimakasih atas hadir nya dan doa untuk ayah”,Jawab Tania.

__ADS_1


Pak Taufik tak menyangka jika gadis yang selama ini ia kenal baik,dan bahkan dirinya pernah menawarkan diri kepada nya.


Kini telah jauh dari Tuhan-Nya,namun ia tak ingin berlama-lama di tempat pemakaman itu.


Hingga akhirnya ia segera pamit saat itu juga,lalu meninggalkan ke dua gadis itu.


Tania begitu heran melihat sikap pak Taufik barusan,ia kembali mengingat tindakan kakak nya yang ceroboh itu beberapa bulan yang lalu.


Mungkin kah pak Taufik kecewa kepada Rani,yang sudah membuka aurat nya selama ini?


Namun Tania tak ingin fokus kepada sikap pak Taufik barusan,lalu ia segera mengajak Rani untuk segera pulang saat itu juga.


Dan Alhamdulillah Tania berhasil membawah Rani segera pulang saat itu,namun setiba nya di rumah duka.


Tania segera membawah kakak nya untuk istirahat di kamar,namun setelah mereka tiba di kamar.


Airmata Rani kini kembali menetes,namun ia tak bisa berkata apa-apa,selain menangis dan terus menangis.


Tania tak kuasa melihat keadaan kakak nya yang terus menerus saja berdiam diri,namun ia tak ingin meninggalkan nya dalam keadaan seperti itu.


Beberapa menit kemudian.


Rani segera bangkit dari tubuh yang masih berdiam diri sejak tadi,lalu ia segera melangkah menuju ke sebuah lemari.


Pakaian yang seksi yang masih melekat di tubuh gadis itu,kini semua nya sudah terjatuh ke lantai, setelah ia berhasil meraih baju syar'i dan hijab syar'i nya.


Hingga mata Tania sudah berkaca-kaca setelah melihat kakak nya sudah berdiri tegak,cantik dengan penampilan baju syar'i serta hijab yang berwarna hitam.


Lalu ia segera berlari untuk memeluk tubuh kakak nya,yang selama ini begitu ia rindukan.


”Kakak”,Ucap Tania terisak tangis.


Rani pun akhirnya terisak tangis di pelukan sang adik,dan Tania kembali mengingat pesan-pesan terakhir ayah nya.


Hingga ia berjanji kepada dirinya sendiri,untuk selalu menjaga kakak nya mulai dari sekarang.


Maasyaa Allah.


Hidayah Allah kembali lagi menyapa kepada gadis cantik itu.


Walau suasana rumah itu masih dalam duka,namun Allah mulai menampakkan keajaiban-keajaiban kepada sang pemilik rumah itu.


Mulai dari Rani sudah kembali seperti dulu lagi,dan di susul oleh hijrah nya seorang pria,tak lain adalah pak Ammar sendiri.


Lalu bagaimana nasib pak Ammar esok hari,jika Rani sudah tahu kebenaran yang sesungguhnya?


Apakah ia akan tetap bertahan di rumah itu?atau malah justru sebaliknya.


Walau pak Ammar saat ini ia berusaha sekeras mungkin untuk menepati janji-janji nya,untuk selalu menjaga keluarga yang baru saja di tinggal oleh pria hebat,seperti seorang ayah dari kedua gadis itu.


Namun ia tak pernah menjaminkan dirinya untuk di terima sepenuhnya di rumah itu.


Karena ia sadar diri jika ia sudah banyak membuat kesalahan besar,terlebih lagi dengan kesalahan yang terakhir,hingga ia membuat nyawa seorang ayah melayang.


Bangkai yang busuk suatu hari nanti pasti akan tercium juga,walau saat ini ibu dan Tania berusaha sekeras mungkin untuk merahasiakan soal itu kepada Rani.


Hari demi hari rumah duka itu sudah mulai sedikit demi sedikit menampakkan keceriaan nya,hingga Rani dan Tania sudah siap untuk kembali ke perusahaan nya esok hari.


Rani berjanji untuk membuat perusahaan itu kembali seperti semula,karena ia sadari jika ia dirinya menggantikan posisi ayah nya saat ini.


Hingga malam pun tiba.


Rani segera melangkah menuju ke ruang keluarga,di mana di sana ada ibu dan adik yang begitu sangat di sayangi.


”Ibu,Ucap Rani sambil memeluk tubuh ibu nya.


”Iya nak,kamu jangan sedih lagi yaa sayang,di sini ada ibu,adik kamu,dan juga pak Ammar”,Jawab ibu nya.


Beribu macam pertanyaan yang hadir di benak Rani,saat ibu nya menyebut nama pria tersebut.


Mengapa dan apa alasan nya? sehingga ibu dan Tania seakan-akan,sudah menerima kehadiran pak Ammar di sisinya saat ini.


Namun ia tak ingin merusak kebersamaan nya malam itu,hingga ia patuh kepada ibu yang masih ia miliki saat ini.


”Iya Bu,makasih banyak juga yaa Tan,karena kamu sudah kembali ke rumah kita saat ini”,Ucap Rani.


”Iya kak,maafin aku juga yaa kak”,Jawab Tania.

__ADS_1


”Gak mau,kamu telah mengingkari janji mu selama ini,jadi tak semudah itu aku memaafkan dirimu”,Canda Rani.


”Nak,tak baik seperti itu,kalian harus berjanji kepada ibu,akan selalu bersama sampai kapan pun”,Jawab ibu nya.


”Iya Bu,aku cuma bercanda”,Ucap Rani sambil memeluk tubuh Tania.


Ibu nya sangat bersyukur dengan keadaan kedua putri nya yang sudah ceria saat ini,namun ia masih kepikiran soal kepergian suaminya.


Bagaimana nanti ia bisa menjelaskan kepada putrinya? tentang musibah yang menimpa suami tercinta ketika ia bertanya suatu hari nanti?


Di satu sisi ia tak ingin anak nya menjadi seorang wanita yang pendendam.


Dan di sisi lain nya,ia juga sudah bisa menerima kehadiran pak Ammar,atas perubahan diri nya selama ini.


”Alhamdulillah nak,Bangaimana dengan perusahaan kamu nak?apakah kamu masih ingin mengelola atau sebaiknya kita jual saja?Tanya ibunya.


”Aku sudah siap untuk berjuang kembali Bu,Tapi aku butuh orang yang bisa membantu aku dalam mengembangkan perusahaan itu Bu”,Jawab Rani.


”Kamu kan sudah punya Tania saat ini”Ucap ibu nya.


”Benar Bu,Tapi ibu tahu sendiri perusahaan kita saat ini seperti ini”,Jawab Rani.


Ibu nya tak bisa berkata apa-apa lagi,namun ia akan terus berusaha mensupport,dan mendoakan anak-anak nya.


Semoga mereka bisa mengembalikan keadaan perusahaan nya,yang sudah jatuh seperti ini.


”Iya nak,ibu hanya bisa mendoakan kalian,dan ibu minta satu hal dari kalian mulai saat ini,kalian harus fokus dan bekerja keras demi kemajuan perusahaan kita”Ucap ibu nya.


Rani sangat setuju dengan pendapat ibu nya saat ini,begitupun dengan Tania,dan mulai esok hari mereka akan mencari karyawan,yang benar-benar bisa di andalkan untuk membantu mereka.


Namun entah mengapa ibu nya tiba-tiba saja kepikiran soal pak ammar,ibu nya berharap pak Ammar bisa membantu ke dua putrinya itu.


Namun ibu nya masih enggan untuk menyampaikan hal itu kepada putrinya,karena ia takut jika mereka tidak setuju dengan hal itu.


Malam semakin larut, seorang ibu dari ke dua gadis itu segera pamit saat itu juga.


Namun ke dua gadis itu masih memikirkan,bangaimana ia bisa mendapatkan karyawan yang bisa di percaya jaman sekarang?


Pelajaran di masalah lalu yang begitu banyak di peroleh oleh nya,hingga kini ia begitu sulit untuk percaya kepada siapa pun.


Namun entah mengapa?


Rani tiba-tiba saja kepikiran soal pak ammar yang ahli dalam dunia bisnis,dan juga bisa di andalkan karena kecerdasan yang ia miliki oleh pria tersebut.


Namun Rani berhenti memikirkan soal itu,ketika ia mengingat kembali bangaimana kelicikan pak Ammar selama ini?


Beberapa menit kemudian.


Tania sudah merasakan kantuk yang cukup,hingga akhirnya ia segera mengajak Rani untuk segera beristirahat malam itu juga.


Namun Rani menolak nya saat itu,lalu ia kembali bertanya kepada adik nya.


”Tan,mengapa pak Ammar bisa berada di rumah ini?


Rasa kantuk yang di rasakan oleh Tania saat itu,kini sudah lenyap seketika ia mendengar pertanyaan dari Rani barusan.


Tubuh nya sudah mulai keringat dingin,dan bibir nya sudah mulai gemetaran,namun ia berusaha untuk tetap menjaga sikap di hadapan, sang putri yang masih merasakan duka.


”Semenjak ayah di rawat di rumah sakit,pak Ammar sudah hadir saat itu kak,dan dia yang selalu menjaga kami di sana”,Tania berbohong.


Hati Rani sudah mulai luluh ketika ia mendapat jawaban dari Tania barusan,dan ia berusaha mencoba untuk menerima kehadiran pak Ammar di sisinya.


Namun ia tetap harus menjaga sikap,terlebih lagi soal kepercayaan kepada pria yang sudah membuat nya kecewa selama ini.


Tania sungguh merasa bersalah dan sangat berdosa kepada Rani dan juga kepada Tuhan-Nya.


Karena ia telah berani berbohong, untuk menyelamatkan pria yang sudah berhasil,membuat hati nya hancur berkeping keping.


Namun itu semua juga demi keselamatan jiwa,yang baru saja bangkit dari keterpurukannya selama ini.


Walau ia tahu berbohong adalah perbuatan tercela,namun ia lebih peduli kepada keadaan kakak nya saat ini.


Biarkan Tuhan yang menilai atas tindakan,seorang gadis polos saat ini.


Dan mereka sejenak melupakan soal pak ammar saat itu,lalu mereka melangkah untuk beristirahat malam saat itu juga.


[...]

__ADS_1


__ADS_2