
Hari ini adalah hari yang penuh kebahagian,yang tak pernah di rasakan oleh Tania sebelum nya.
Sehingga kebahagian yang Tania miliki saat ini,tak bisa lagi di ungkapkan lewat kata-kata manapun,lalu ia segera berangkat menuju ke sebuah Bank swasta yang terdekat dari kantor Tania bekerja.
Namun kali ini!
Tania hanya bisa berangkat seorang diri,karena Rani ada miting mendadak pagi ini,dan Tania sengaja berangkat lebih awal,agar ia tidak terjebak oleh antrian,dan segera pulang untuk bekerja kembali di kantor.
Harapan Tania terwujud,dalam hitungan menit saja ia sudah berhasil mentransfer uang untuk keluarga nya saat itu juga.dan setelah semuanya sudah tuntas,Tania segera melangkah keluar dari bank tersebut dengan penuh rasa syukur.
Namun apa yang terjadi?
Ujian kehidupan sudah mulai datang kembali menghampiri gadis polos itu,di manaTania yang baru saja keluar dari bank,kini di jemput manis oleh wanita yang tak asing lagi bagi nya,walau tania tidak menyadari itu.
Mata Bela sudah melotot ke arah Tania,ketika Tania sudah berada di pinggir jalan untuk mencari taksi,lalu berpikir bangaimana agar ia bisa mencelakai Tania saat itu juga?
Mengapa Allah masih saja meminjamkan napas untuk wanita iblis seperti Bela?
Dan mengapa Tania harus menjadi korban kelicikan nya?atas dirinya yang tak pernah di anggap oleh istri dari pak ammar sendiri?bukan kah hubungan itu sudah hancur jauh sebelum kedatangan Tania dalam kehidupannya?
Sehingga rasa benci yang di miliki oleh Bela semakin hari semakin besar,sehingga nyawa dari gadis polos itu hampir saja jatuh di tangan wanita kejam seperti Bela,ketika mobil Bela dengan kecepatan yang cukup tinggi lewat menyambar tubuh gadis polos tak berdosa itu.
Namun!
Pertolongan Allah masih saja berpihak kepada Tania,sehingga Tania hanya mengalami luka kecil di bagian lutut,dan tangan ketika ia terjatuh di pinggiran aspal.
Tania hanya bisa mengelus dada,dan menelan ludah berkali-kali juga berdoa semoga Bela segera di beri hidayah oleh Allah.
Tania mencoba kuatkan diri agar bisa bangkit saat itu juga,namun ia gagal melakukan itu,karena seluruh tubuh nya belum bisa ia gerakkan.
Salah satu sahabat terdekat Rani hadir saat itu juga,namun ia malah pergi meninggalkan Tania begitu saja,ketika ia sudah melihat Tania sudah dalam kondisi tak baik-baik saja.
Mengapa ia tak mau menolong Tania saat itu juga?Padahal ia satu kantor dengan nya.
"Mita”,Gumam Tania.
Orang-orang sudah ramai datang melihat keadaan Tania saat itu juga,hingga mereka berniat untuk membawah Tania ke RS,namun Tania menolak nya secara halus.
"Pak,Bu,maaf aku baik-baik saja,gak perlu membawah aku ke RS",Ucap Tania.
Mereka telah mengurung kan niat baik nya,namun Tania tiba-tiba saja di kejutkan oleh seorang pria,yang telah berdiri tegap di hadapannya,dan tanpa basa basi lagi ia segera mencopot jas dari tubuh nya saat itu.
"Mba,ini jas aku untuk menutupi pakaian syar'i kamu yang sedang robek",Ucap pria itu.
Tania baru menyadari jika ternyata bajunya sedang robek,hingga aurat bagian lutut sedikit kelihatan,dan tak ada pilihan lain selain menerima pemberian pria tampan itu.Baiklah,semoga pria itu adalah bagian dari perjalanan hidup si gadis bunga desa.
"I-iya mas makasih yaa",Jawab Tania sambil menutupi gamis nya yang sedang robek.
"Mbak,gak apa-apa kan?Tanya pria itu kembali.
"Gak apa-apa mas,aku baik-baik saja",Jawab Tania.
__ADS_1
Pria itu sangat berhati mulia selain tampan,ia pun masih setia menemani Tania sampai keadaan Tania membaik.
"Syukur alhamdulillah,sebaik nya aku antar kamu pulang yaa mbak,biar luka nya secepatnya di obati",Tawar pria itu.
"Ya Allah,bangaimana ini?aku gak mungkin bisa menolak tawaran dari pria ini yang sudah baik ma aku,”Gumam Tania.
"Iya mas”,Ucap Tania sambil menguatkan diri agar ia bisa berdiri tanpa pria yang bukan mahram nya.
Namun pria itu juga segan untuk membantu Tania,karena ia sangat menghargai Tania sebagai wanita terhormat.
"Pelan-pelan mbak”,Ucap pria itu ketika Tania sudah berhasil berdiri, lalu ia sudah mulai melangkah perlahan-lahan.
"Iya mas",
"Ya Allah..Wanita ini kelihatannya sangat baik,tapi mengapa sang pemilik mobil berwarna kuning itu mau mencelakai wanita ini?",Gumam pria itu sambil membuka pintu mobil nya.
"Silahkan masuk mba”.
Sampai kapan Tania akan bersabar menghadapi sikap licik Bela seperti ini?namun ia malah memilih mendo'akan Bela,agar ia segera di beri hidayah oleh Tuhan-Nya.
Namun sebagai manusia biasa,batas kesabaran pasti ada,namun entah sampai kapan kesabaran itu akan bertahan?.
"Jam segini Tania belum pulang juga,Ke mana dia?",Gumam Rani setelah nge-cek ruangan Tania.
Pikiran nya sudah mulai ke mana-mana lalu Ia mulai menyesali,mengapa ia membiarkan Tania seorang diri pergi begitu saja?.
"Ya allah maafin aku,aku harus bangaimana sekarang?gak mungkin aku meninggalkan klien yang hampir saja tiba dari luar kota",Batin Rani.
"Mengapa Tania bisa bersama Pak Dion?ada apa ini?",Gumam Rani
Namun ketika Rani sudah melihat Tania yang sedang berjalan dengan keadaan pincang?mata nya sudah mulai memerah,dan pikiran sudah mulai tak waras lagi.
"Ini pasti ulah perempuan licik itu”,Gumam Rani lalu ia segera melangkah menemui Tania saat itu juga.
"Tan,kamu kenapa?",Tanya Rani cemas.
"Aku gak apa-apa Ran",Jawab Tania
"Oh ini teman ibu Rani?”,Tanya pria itu tak lain adalah Pak Dion sendiri.
"Iya pak",Dia Tania dia karyawan baru di sini",Jawab Rani.
"Ya Allah,semoga pria ini gak jujur kepada Rani,apa yang sebenarnya yang terjadi?",Gumam Tania sambil menatap ke wajah Rani yang sudah tak baik-baik saja.
"Nama yang cantik",Ucap Pak Dion.
Ke dua gadis itu hanya bisa berdiam diri di hadapan pak dion,karena mereka masing-masing sibuk memikirkan apa yang sudah terjadi lagi hari ini.
"Sebaik nya Tania segera di obati Bu,biar luka nya cepat sembuh",Ucap pak Dion kembali.
"Wanita seperti Tania,memang pantas untuk mendapatkan pelajaran Seperti itu Ran",Seru Mita yang tiba-tiba saja datang di hadapan mereka,entah dari belahan bumi mana ia berasal?
__ADS_1
Tubuh yang masih saja gemetaran setelah melihat keadaan Tania seperti itu,kini mulai bangkit kembali dengan suara wanita yang baru saja berteriak di ruangan itu.
Mata nya sudah mulai berkaca-kaca,lalu ia mengepalkan tangannya,Ia pun segera menoleh ke arah belakang.
Namun apa yang terjadi?
Ternyata sahabat yang selama ini ia percaya,bahkan selalu menolong nya,kini akan menjadi musuh bagi nya.
"Apa maksud kamu berbicara seperti itu Mit?",Tanya Rani sambil menatap tajam ke hadapan Mita.
"Fakta Ran,semenjak Tania berada di kantor ini,semua nya menjadi kacau,dan kamu sudah berubah 100%",Jelas Mita tak mau mengalah.
"Tutup mulut kamu Mit,apa selama ini kamu bekerja sama dengan perempuan licik itu?",Tanya Rani kembali.
"Kalau iya kenapa”,Teriak Mita.
"Kamu benar-benar keterlaluan Mita,aku bisa saja membuat perhitungan dengan mu hari ini juga,namun aku masih saja pikirkan keadaan mu saat ini,Jelas Rani.
"Lakukan saja Ran,kamu hanya wanita gila jabatan,sehingga kamu masih bisa bertahan di kantor ini".
Rani sudah benar-benar gelap mata,dan akhirnya ia segera melangkah dan langsung menampar wajah Mita saat itu juga,walau Tania dan Pak Dion sudah berusaha mencegah nya.
"Kamu sudah berani menampar aku Ran,esok hari kamu pasti akan menyesal”,Ucap Mita sambil mengelus pipi nya.
"Sebaik nya kamu pergi dari sini Mit,sebelum kamu menyesal”,Usir Rani.
"Itu tidak akan mungkin Ran,dan sebaik nya kamu saja yang pergi dari kantor ini,dan bawah sahabat kamu yang miskin itu",Sarkas Mita.
Rani benar-benar tak habis pikir,mengapa Mita sampai bisa menjadi wanita Arogan seperti ini?
Ingin rasanya dirinya kembali menampar Mita,namun ia mengingat kembali kondisi Tania saat ini.
"Kamu mau nya apa sekarang Mit?sebelum aku kehabisan kesabaran",Tanya Rani serius.
"Aku inginkan kamu pergi jauh-jauh dari sini Ran,karena aku iri dengan jabatan yang kamu miliki saat ini,sedangkan aku....?".
Mita tak bisa lagi melanjutkan kata-kata nya,selain menatap ke arah Rani lalu bercucuran airmata saat itu juga.
"Astaghfirullah",Gumam Rani dan Tania.
Pak Dion hanya bisa menyaksikan perdebatan di antara mereka,karena ia tak tahu apa sebenarnya yang terjadi.
"Oke,aku akan pergi dari sini Mit,tapi dengan satu syarat kita tunggu keputusan dari Pak Ammar",Ucap Rani.
Sifat iri hati memang bisa saja menghancurkan manusia sekejab saja.
Melakukan segala macam cara agar orang lain bisa menderita,tanpa mereka sadari kalau mereka membuat lubang untuk diri nya sendiri.
Persahabatan yang di bangun di atas dasar bukan karena Allah,maka persahabatan itu kapan saja bisa hancur.
Fakta..!
__ADS_1
Dukung Author dengan vote,like,serta koment.