
”Hahaha,.kamu benar-benar wanita bodoh Tan”,Gumam pak ammar.
Sepulang nya dari hotel pagi tadi pak ammar telah menemukan sebuah ATM sang istri,di sela-sela lipatan baju yang masih ketinggalan hari kemarin.
Hingga!
Rencana yang sudah tersusun rapi oleh nya sejak semalam,kini sudah di telan bumi ketika ia mendapat kan apa yang bukan menjadi hak nya.
Pak ammar bernapas lega sembari membaringkan tubuhnya di kasur sederhana yang berada di sebuah kamar kontrakan milik nya,tubuh kekar yang masih lelah akibat melakukan zina,yang tak tahu kapan akan berakhir kepada mereka.
Ingin rasanya ia berteriak kepada dunia,Woy,..!akulah pria yang paling beruntung hidup di dunia ini’.
Dan!
Mengapa Allah tak juga mencekik leher pak ammar,agar ia abadi di neraka tempat terbaik baginya,dan baik lah kita tuntaskan masalah ini.
Karena!
Allah masih menginginkan pak ammar untuk mengumpulkan pundi-pundi dosa di muka bumi ini,agar esok hari ia juga akan mendapatkan balasan setimpal dengan perbuatannya selama ini.
Sedangkan sang istri!
Kini dirinya masih sibuk memikirkan keadaan suami,yang sudah tertawa terbahak-bahak di sebabkan oleh kelembutan yang ia miliki sampai detik ini.
Mengapa Allah masih terus saja melembutkan hati yang di miliki oleh seorang istri,yang sudah menjadi korban atas sikap bejat nya sosok pak ammar.
Mengapa dan mengapa?jangan tanyakan lagi.
Karena Allah lebih tahu kapan waktu yang tepat,untuk menghukum suami seperti pak ammar.
Karena janji Allah itu pasti!
Apa yang kamu tanam hari ini,maka esok hari kamu pasti akan memetik nya.
Begitupun dengan Tania demi mencapai syurga nya Allah,maka setelah sah menjadi seorang istri dari pria seperti pak ammar.
Maka!
Tania selalu berusaha menjadi seorang istri yang baik,hingga ia lupa jika sang suami sudah keluar dari aturan-aturan Tuhan-Nya.
”Tan,..sebaik nya kamu kembali bekerja bersama aku esok hari”,Ucap Rani sembari menoleh ke arah Tania yang masih termenung sejak tadi.
Tania masih saja sibuk dengan pikiran-pikiran nya,sehingga ia tak menyadari jika Rani telah bersedia untuk menerima nya kembali ke perusahaan itu.
Rani menyadari jika Tania saat ini butuh kesibukan,agar ia bisa menenangkan diri dari masalah yang ia hadapi saat ini.
Walau Rani tak bisa lagi menerima sikap pak Ammar seperti itu!
Namun ia akan terus menjaga sikap Kepada Tania,agar rasa itu tak ada satupun yang tahu.
Terlebih lagi ketika Rani sudah curiga dengan sikap pak ammar, yang begitu ngotot ingin kembali ke perusahaan itu.
'Stop,nama sosok pria serakah dan pengkhianat itu,sudah mendapatkan garis merah dari wanita sang pemilik perusahaan tersebut'.
Hingga!
Dunia sudah tertawa terbahak bahak kepada pak ammar,lalu berseru 'ape lu'.
”Tan,Jangan banyak mikir,ntar cepat tua lo”,Ucap Rani sembari menarik hidung Tania yang masih saja termenung.
”Ah,,.sakit tau Ran”,Jawab Tania mengeluh.
”Habis si aku di cuekin ngomong dari tadi”.
”Emang nya ngomong apa Ran?”,Tanya Tania sembari menarik secangkir teh manis di sebuah meja.
__ADS_1
”Tan,sebaik nya kamu ikut aku kerja hari ini,habis ngantor kita jalan-jalan”,Jawab Rani.
”Iya,.tapi kita jalan-jalan nya ke mana Ran?”.
”Ke mana aja Tan,yang penting kamu senang,dan sekaligus aku ajarin kamu menyetir mobil”.
Ingin rasanya Tania salto-salto di hadapan Rani dan berteriak kepada dunia,jika ia bukan lagi wanita yang ketinggalan zaman karena saking senang nya.
Namun!
Otak nya masih waras karena ia menyadari jika ia bukan lagi seperti anak kecil,yang telah mendapatkan sebuah coklat dari sang ibu.
Hingga!
Pelukan hangat untuk Rani menjadi sasaran terbaik baginya.
Lalu ia kembali membayangkan bagaimana rasanya,menjadi wanita muslimah yang modern seperti jaman sekarang?
’Bodoh’ ia memukul kepalanya karena Tania baru menyadari jika selama hidup di kota besar,gaya hidup a'la anak desa masih ia pelihara dalam tubuhnya.
Hingga kini!
Tania sudah tersenyum lebar karena di kepala nya sudah menari-nari bahwa suami bejat nya akan bahagia,jika ia merubah penampilan nya seperti itu,sehingga khayalan nya sudah sampai ke langit ke tujuh.
Jangan tanyakan lagi Mengapa dan mengapa harus seperti itu?
Karena Allah masih memiliki rahasia di balik perubahan gadis ayu,yang sudah berubah menjadi Ratu istana.
”Yee,..makasih yaa kakak ku sayang,makin sayang de”.
”Gombal,..buruan ganti pakaian aku tunggu kamu di sini”.
Tania segera bergegas melangkah saat itu juga,dan sepanjang langkah nya dada nya sudah di penuhi oleh love-love untuk suaminya.
Seperti nya Tania butuh ruqiah mandiri,agar ia segera sadar untuk berhenti mencintai pria seperti pak ammar.
Begitu tulus nya hati yang di miliki oleh Rani!
Walau hari kemarin Tania sudah mengecewakan nya sedalam mungkin.
Namun!
Rani tak pernah dendam sedikit pun kepada nya,malah ia mengambil sebuah pelajaran dari hubungan yang sudah hancur hari kemarin.
Karena baginya!
Tania sudah seutuh nya menjadi seorang adik untuk nya.
Karena ia menyadari jika Tania adalah seorang gadis desa,yang mencoba mencari pekerjaan di sebuah kota besar,hingga Allah menitipkan nya sebagai amanah untuk nya.
Hingga!
Harta yang di miliki oleh Rani saat ini sudah 1/3 masuk di warisan Tania,namun semua itu masih di rahasiakan oleh nya.
Karena!
Rani menyadari jika itu adalah sebuah incaran utama pak ammar saat ini,sehingga ia sudah mencoret nama itu dengan sebuah pulpen dengan tinta berwarna merah.
Lalu!
Bangaimana nasib Mita dan pak ammar esok hari,yang selama ini berupaya untuk mendapatkan itu semua?
Masih dalam genggaman rahasia Allah!
Karena perjalanan mereka masih panjang,namun Rani sudah berjanji jika ia akan selalu berada di samping Tania.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian!
Ke dua wanita cantik itu sudah tiba di perusahaan yang megah tersebut,hingga kehadiran Tania kembali di perusahaan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Mita.
Kini dirinya sudah tersenyum lebar kepada Tania!
Yang kini sudah berdiri cantik di sebuah ruangan kantor,yang ia tinggalkan hari kemarin.
”Tan,aku senang banget karena kamu kembali lagi di kantor ini”.Ucap Mita sembari memikirkan jika itu adalah sebuah kabar baik untuk suami yang sudah jatuh di pelukan nya berkali-kali.
”Siapa dulu donk kakak nya”,Jawab Rani.
”Iya Mit,alhamdulillah makasih banyak yaa,dan juga untuk kakak ku yang paling aku sayangi ini”,Ucap Tania sembari memeluk tubuh Rani.
”Gombalan nya gak mempan Tan”.
Hahaha
Mereka tertawa bersama lalu Mita segera meninggalkan nya saat itu juga.
1 bulan kemudian!
Pak ammar sudah berani menginjakkan kaki nya,masuk ke sebuah istana di mana sang istri berada.
Namun setibanya di sana!
Tania begitu kecewa atas kejujuran sang suami,jika seisi tabungan nya sudah ludes selama satu bulan.
”Tan,maafin aku yaa”,Ucap pak ammar sembari mengelus rambut Tania yang sudah terisak tangis sejak tadi di kasur.
”Mas aku bukan nya pelit,tapi uang itu untuk tambahan usaha untuk ibu dan ayah di desa”,Jawab nya jujur sembari menatap wajah sang suami .
”Tapi kan kamu masih kerja Tan,jadi kamu bisa nabung lagi untuk mereka”,Ucap nya sambil mengelus-elus pipi Tania.
Betapa terkejutnya Tania ketika ia mendengar ucapan suaminya barusan.
Darimana dia tahu jika Tania sudah bekerja kembali di perusahaan tersebut?
Dan terlebih lagi dengan tabungan yang sudah ludes sebanyak 50 juta,dalam kurun waktu hanya sebulan saja,
Sepertinya dunia ini sudah runtuh baginya,dan tak percaya jika uang sebanyak itu hanya untuk makan dan tidur saja.
Hingga!
Tania semakin curiga dengan sikap yang di miliki oleh suaminya saat ini.
”Mas,mas tahu darimana kalau aku sudah bekerja?bukan kah mas sendiri yang katakan jika mas hanya di kontrakan saja selama kepergian ku?”,Tanya Tania sembari menatap pak ammar penuh kecurigaan.
Pak Ammar baru menyadari jika dirinya keceplosan,’prak tepuk jidat mampus aku hati nya berseru.
Namun ia berusaha untuk memberi penjelasan kepada sang istri,agar ia percaya dan kembali menenangkan diri.
”Sayang,aku tahu nya dari teman kantor sehingga aku datang ke sini,untuk memberi ucapan selamat untuk mu”,Jawab nya penuh dusta.
”Maafin aku mas,karena aku telah berprasangka buruk terhadap mas”,Ucap Tania menatap wajah suaminya penuh dengan cinta.
Pak ammar sudah bernapas lega,ketika ia sudah mendapat kan kepercayaan dari Tania.
”Mas,sebaik nya mas pulang sekarang,sebelum ibu dan Rani datang ke rumah”.
”Tapi Tan,..?”,Ucap pak ammar seakan-akan ia tak ingin berpisah, dengan berlian yang sudah menjadi penopang hidup nya saat ini.
”Kenapa mas?buruan pulang sekarang sebelum mereka tahu mas datang ke sini”,Jawab Tania cemas.
”Gak Tan,apapun itu aku akan bertahan tinggal bersama mu di sini”.Ucap nya menyakinkan karena di kepala nya sudah menari-nari bahwa istana megah itu,adalah sepenuhnya menjadi hak mu.
__ADS_1
Hingga!
Tania sudah tak punya pilihan lagi selain berbadan pasrah di hadapan suami,yang sudah yakin jika dirinya sudah di terima dengan baik oleh sang ibu dan juga Rani.