
"Apa maksud kamu mas?dan kenapa kamu menuduhku seperti itu?."
"Oh,berarti selama ini kamu belum sadar juga!jika kamu adalah wanita pembawa sial dalam kehidupan aku,"jelas Pak Ammar sembari menuding ke arah Tania.sementara Tania,gadis ini susah payah menahan emosi.
Kejujuran pak Ammar adalah hal yang paling menyakitkan bagi Tania sepanjang hidupnya.bahkan Tania telah mengerti,mengapa selama ini pak Ammar hanya menginginkan wanita lain daripada dirinya?
Sekucur tubuh mengalir darah begitu deras.gadis ini benar-benar tak mampu lagi untuk mengungkapkan kata sepatah pun.tangan nya terkepal begitu kuat dan matanya memerah layak nya seperti tomat.
Bugh!
Kali pertama Tania menonjok wajah pria yang selama ini telah berani mengaduk-aduk kesabarannya,luka apalagi yang di ciptakan pak Ammar untuk Tania hari ini? laki-laki ini bukan nya introspeksi diri lalu bertaubat kepada Allah.
Namun hari ini.dia datang kembali untuk menciptakan luka baru,luka yang tak mungkin Tania bisa lupakan seumur hidupnya.
Baru saja bulan kemarin dia telah berjanji untuk tidak menemui sang mantan istrinya,namun hari ini laki-laki ini kembali lagi menampakkan batang hidungnya.
"Kamu benar-benar laki-laki yang tak punya harga diri mas!apa yang menimpamu selama ini itu semua adalah balasan atas segala dosa-dosa mu,Jadi Berkaca lah!."
"Jaga mulut kamu!"teriak pak Ammar sembari mengangkat tangan nya untuk memberi pelajaran kepada Tania,namun sang dewa penolong tiba-tiba saja hadir dan langsung menepis tangan pak Ammar begitu saja.
"Cukup pak!teriak Rani sambil memberi isyarat kepada Tania,agar ia mundur ke belakang demi menjaga bayi yang ada dalam kandungan nya.
Bugh!
Pukulan maut kembali lagi mendarat cantik di wajah pak Ammar.pak Dion yang tak mampu lagi untuk menahan emosi kini kembali lagi menyerang pak Ammar.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini gembel! atau nyawamu akan melayang hari ini juga!,"ancam pak Dion.sementara pak Ammar,laki-laki ini susah payah menelan ludahnya pahit.
__ADS_1
"Oke..oke! kamu tidak perlu repot-repot lagi mengusirku dari sini bro! tapi kamu harus tau satu hal,jika wanita yang kamu nikahi saat ini adalah wanita yang tidak suci lagi."
"Apa?"gumam pak Dion sembari menatap ke arah istri nya"Apa benar begitu,Ran?."
Gadis ini hanya bisa menatap sang suami penuh iba,merasa dirinya tidak suci lagi sehingga rasa bersalah tiba-tiba saja datang bersarang dalam benak nya.sementara pak Dion,laki-laki ini hanya bisa menelan ludahnya pahit dan bahkan ia rela menerima keadaan istrinya seperti itu.
Pak Dion perlahan-lahan melangkah kan kakinya,berjalan menuju ke hadapan istri yang sudah tidak berdaya lagi,memeluk nya sembari meneteskan air mata.
"Apa pun keadaan kamu Ran,itu tidak akan pernah mengubah rasa cintaku padamu."
"Dasar laki-laki bodoh,"teriak pak Ammar begitu nyaring,dan sepertinya laki-laki ini hanya ingin menghancurkan kebahagiaan mereka.
Pak Dion yang tak mampu lagi menahan emosi karena perbuatan pak Ammar, laki-laki ini segera melepas kan diri dari sang istri.Mengepalkan tangan lalu buru-buru berjalan ke hadapan pak Ammar.
Bugh!
Bugh!
"Ayo bangun bangsat!,"pinta pak Dion sembari menuding ke arah pak Ammar"Cukup pak!,"teriak Tania yang sudah capek menyaksikan pergumulan di antara ke dua pria ini.
"Kamu!,"Tania menuding ke arah pak Ammar penuh kebencian"Lebih baik kamu pergi dari sini,sebelum ajal mu berakhir di tangan pak Dion,"pinta Tania sembari menuding sana sini enggak jelas.
Cing!
Secepat kilat pak Ammar membuang ludah.menatap wajah mantan istrinya penuh kebencian,entah apalagi yang di pikirkan laki-laki brengsek ini?
"Kamu! kamu tidak perlu repot-repot lagi mengusirku dari sini wanita sial!,"sarkas pak Ammar lalu perlahan-lahan bangkit"Kalian harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini,"sambung nya kembali lalu menatap satu persatu lawan nya.
__ADS_1
"Tunggu apalagi,silahkan kamu pergi dari sini brengsek!,"usir Rani dengan tegas sembari menatap pak Ammar penuh dendam.
Mendengar ucapan Rani membuat pak Ammar diam-diam mengepalkan tangan, laki-laki ini tidak peduli lagi bagaimana perasaan Rani ketika tau apa yang menyebabkan sehingga ayah nya tiba-tiba saja di jemput Ilahi.
Merasa diri jika hidup nya saat ini berada di neraka,tak memiliki apa-apa bahkan makan saja hasil dari belas kasihan orang lain.memikirkan semua itu sehingga laki-ini berniat untuk menghancurkan orang-orang yang ia anggap sial selama ini.
"Oke,oke! aku akan pergi dari sini tapi sebelum aku pergi dari sini,kamu harus tau satu hal tentang rahasia yang akan mengantarkan mu ke neraka jahanam."
"Cukup mas!," bentak Tania lalu berjalan mendekati pak Ammar, sementara Rani dan Pak Dion mereka hanya bisa menganga tanpa berani membuka suara.
"Apa belum cukup kamu menghancurkan kehidupan kami saat ini,Hah?."
"Diam kamu wanita sial!"potong pak Ammar tak mau mengalah"Dan kamu,kamu harus tau siapa yang menyebabkan kematian ayah mu selama ini,"sambung nya kembali tanpa berpikir panjang lagi.
Di mana lagi kecerdasan yang di miliki laki-laki ini?sebodoh itu kah dirinya sehingga ia rela menjerumuskan diri sendiri ke dalam jurang yang paling dalam?
"Apa maksud kamu pak?tolong jelaskan secara detail,"pinta Rani lalu berusaha menyingkirkan Tania demi keselamatan bayi yang ada dalam kandungan nya.
"Kakak tidak perlu dengarkan ucapan laki-laki gila ini,lebih kita istirahat sekarang kak,"demi menjaga perasaan sang kakak,gadis ini berusaha menjauhkan Rani dari hadapan pak Ammar.sementara Rani gadis ini hanya bisa menepis tangan Tania lalu berhadapan kembali dengan pak Ammar.
"Tolong katakan apa yang bapak ketahui selama ini tentang almarhum ayahku?."
Pak Ammar menghela napas panjang lalu menghembuskan nya secara kasar,menatap ke hadapan Rani sembari tersenyum miring.laki-laki ini benar-benar sudah tak waras.
Setelah ini apalagi yang harus ia lakukan ketika mulut nya tak bisa lagi terkunci? darah yang mengalir dalam tubuh nya di penuhi dengan darah kebencian.
Bukan nya introspeksi diri lalu meratapi segala kesalahannya selama ini,dosa-dosa yang ia lakukan karena tak memikirkan lagi jika pembalasan itu lebih kejam dari perbuatan.
__ADS_1
Di dunia saja laki-laki ini sudah mendapatkan balasan yang lebih pedih dari semesta alam,lantas bagaimana kehidupan akhirat nya ketika Allah telah menjemputnya hari esok?