Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
131.Dia Suamiku.


__ADS_3

Wanita iblis


Pelakor.


Pencuri.


Gila.


Jahat.


Mandul.


Sumpah serampah kembali lagi bercucuran dari wanita ini,ingatan nya terlempar kembali di masa silam,masa lalu yang sangat menyakitkan hingga membuat ia menderita saat ini.


Selain suami nya di rebut.wanita paruh baya ini pun harus rela kehilangan putrinya,karena suaminya yang egois hingga membawah kabur putrinya ke luar negeri bersama wanita lain.


Semuanya sudah terlihat jelas jika apa yang mereka ragukan selama ini benar,benar jika Rani bukan lah anak kandung dari ibu Tuti.ibu yang selama ini telah membesarkan Rani selama puluhan tahun.


Lantas bagaimana perasaan Rani jika tau kebenaran yang sesungguhnya?


Kecewa tentu saja apalagi sakit hati.


Tania dan Tari yang bisa merasakan bagaimana penderitaan yang di rasakan oleh wanita ini,mereka hanya bisa meneteskan airmata sembari duduk menghadap pemakaman sang ayah.


"Di mana anak ku,Mas? di mana?"wanita paruh baya ini kembali lagi meraung-raung di atas makam sang ayah,menangis terisak Isak sembari mencari keberadaan putrinya.


Setelah tau jika mantan suaminya telah menghadap ilahi,wanita paruh baya ini rela berpindah tempat dari kota A menuju ke kota B.


Demi cintanya kepada sang suami dan juga putri nya.wanita ini rela tinggal seorang diri,membangun pondok kecil yang tak jauh dari pemakaman almarhum suaminya.


Menjaga makam sang suami seketat mungkin,dan tak ingin membiarkan si Pelakor itu melinjak kan kaki nya di pemakaman sang ayah.


Selain daripada itu,wanita ini berusaha mencari putri nya.karena ia tau jika putrinya telah berada di kota ini.


"Di mana gadis itu?"wanita ini tiba-tiba saja mengingat kembali si gadis yang mengaku sebagai anak si pemilik makam itu"Apa dia putriku?".


"Putri?" sahut Rani yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang.

__ADS_1


"Rani"gumam Tania sambil bergegas bangkit lalu menatap sang kakak penuh iba.


Gadis ini tak mampu lagi membuka suara,bibir nya gemetaran dan seluruh tubuhnya keringat dingin.


"Apa maksud ibu?dan kenapa ibu menjaga makam ayah ku?".


Wanita paruh baya ini segera bangkit lalu menatap tajam ke arah Rani"Dia suamiku,suami yang tega meninggalkan aku karena aku miskin."


Secepat kilat Rani menggelengkan kepalanya"Tidak! itu tidak mungkin,ayah ku bukan orang jahat seperti itu,"teriak Rani sembari mengepalkan tangannya.darah nya mendidih mendengar berita buruk ini.


"Kak kontrol emosimu,"tegur Tania sembari melangkah kan kaki nya keluar dari pagar"Apa yang dia katakan itu benar kak,jadi berlapang dada lah," desis Tania sambil menggenggam erat tangan gadis ini.


"Tidak! dia pasti berbohong,"Rani menepis tangan Tania begitu saja,lalu menatap horor ke arah Tania.


Mendengar ucapan Rani membuat Tania mengepalkan tangannya,gadis sebiji ini tak ingin lagi menutupi aib selama puluhan tahun.


Mengatakan kejujuran walaupun pahit.demi mengenal siapa ibu kandung Rani yang sebenarnya.gadis ini menghela napas panjang lalu menghembuskan nya secara kasar,gadis ini tak ingin lagi menutupi kesalahan ini.


Tanpa aba-aba Tania segera melangkah lalu berjalan mengelilingi sang kakak,susah payah menelan ludah sampai tenggorokan nya kering.


"Benar kak,"tambah gadis ingusan ini sembari menarik tangan wanita paruh baya itu,lalu berjalan menuju ke hadapan Rani.


Rani menggeleng kepalanya berulang kali sembari menatap wajah keriput yang sedang berdiri di hadapan nya,bibir nya gemetaran karena shock menerima berita buruk sepanjang hidupnya.


Berita buruk ini seperti mimpi bagi nya.walau kenyataan nya selama ini dia telah meragukan ibu Tuti,ibu yang selama ini telah merawat nya selama puluhan tahun.tapi gadis ini tetap saja belum bisa menerima kenyataan pahit ini.


"Tidak! ini tidak mungkin terjadi," lirih nya sembari mengangkat ke dua tangan nya,lalu menatap tangan nya secara bergantian.


Gadis ini kembali lagi menelan ludahnya pahit.seluruh tubuh nya gemetaran,dan pikiran nya sudah tak bisa terkontrol lagi.gadis ini benar-benar shock luar biasa.


"Itu kebenaran yang ada kak,"jelas Tania sekali lagi demi meyakinkan sang kakak.


"Tidak!,kalian pasti berbohong,"teriak Rani sambil perlahan-lahan mundur ke belakang.


"Kak..!" panggil Tania sembari melangkah kan kakinya,berjalan perlahan-lahan demi mencegah sang kakak,sementara Rani,gadis ini semakin menjauh.


"Jangan mendekat,aku benci kalian semua!."

__ADS_1


"Kak,dengarkan aku dulu,Please!"pinta Tania sembari mengulurkan tangan.


"Kak berhenti,"teriak Tari begitu nyaring sambil berlari ke hadapan Rani.


"Aku benci kalian,"teriak Rani sekali lagi lalu bergegas masuk ke dalam mobil.


Gadis ini segera meninggalkan makam sang ayah.melajukan mobil membelah jalan ibukota,hatinya berdarah-darah menerima kenyataan pahit ini.


"Ayah,apa semua ini benar?kenapa ayah enggak jujur selama ini?kenapa?," batinnya menjerit sambil menancap gas,dan linangan demi linangan airmata kini telah bercucuran sudah.


Kebahagian yang baru saja ia rasakan karena sebentar lagi ia akan melaksanakan pernikahan,tapi kini Allah kembali lagi menguji nya dengan ujian seberat mungkin,yang bahkan akan membahayakan nyawanya sendiri.


"Apa yang harus kita lakukan Tari?"tanya Tania sembari bolak balik memikirkan keadaan Rani.


"Aku juga bingung kak" sahut gadis kecil ini sembari menatap iba kepada wanita paruh baya ini,wanita yang sedang duduk menangis terisak-isak.


"Villa"Tania tiba-tiba saja mengingat tempat ini.tempat ternyaman bagi Rani dan Tania,gadis ini segera menghentikan langkahnya lalu menarik tangan Tari begitu saja.


Mereka segera berlari keluar dari pemakaman tanpa pamit,tak memikirkan lagi bagaimana nasib wanita malang ini yang mereka tinggalkan.


Sementara wanita paruh baya ini,dia secepat kilat mengangkat bokong nya lalu berlari mengikuti ke dua gadis ini.


"Tunggu," teriak wanita ini begitu nyaring hingga membuat Tari dan Tania menghentikan langkahnya.


"Astaga,"Tania dan Tari kembali lagi mengurus wanita ini,wanita yang berpakaian lusuh serta sobek hingga aurat nya terpampang sudah.


"Tari ambil kresek itu,"Tania menunjukkan jari ke arah kresek putih,kresek yang berisikan pakaian 5 lembar.


"Aku ikut,"pinta wanita ini sembari merapikan rambutnya.


"Iya Bu,tapi ibu ganti baju dulu ya,"Tania segera mengambil 1 buah baju berwarna hitam,baju pilihan dari putri sang ibu yang malang ini.


Wanita ini secepat kilat menganggukan kepalanya,menatap wajah Tania yang sedang sibuk mengurus wanita ini.


"Kamu cantik sekali,nak,"ujar wanita ini sembari mengelus wajah Tania"Maaf ibu bau busuk,apa kalian tidak malu membawah aku pergi?."


Tania menggeleng kan kepalanya"Ayo Bu kita berangkat,"titah nya sembari menarik tangan wanita ini.

__ADS_1


__ADS_2