
Semakin hari keadaan Rani semakin membaik,dan ia sudah dapat ijin dokter untuk segera pulang.
Dengan menebus rasa bersalah Tania!
Hingga ia lebih memilih untuk merawat Rani,untuk sementara waktu.
Pak Ammar pun setuju dengan hal itu,dan mereka akan segera membawah Rani pulang sore nanti.
Banyak hikmah di balik musibah yang menimpa Rani!
Hingga!
Hubungan yang hampir saja hancur hari kemarin,kini malah terjalin lagi semakin erat.
Selain daripada itu!
Kedekatan pak Ammar dan Tania sudah begitu baik,namun itu hanya lah sebatas atasan dan bawahan.
Mungkin ka hari esok akan berubah menjadi Cinta?
Masih dalam rahasia Allah,dan biarkan waktu yang akan menjawab.
Beberapa menit kemudian!
Dengan rasa penuh syukur yang mereka miliki, mereka pun segera meninggalkan rumah sakit saat itu.
Dan sepanjang perjalanan ke dua gadis itu,masih saja tak bisa meninggalkan sikap ke kanak-kanakan nya.
”Ran kamu kenapa kok bingung aja?”,Tanya pak Ammar.
”Gak papa kok pak,bapak tenang saja”.Jawab nya
”Apa kamu masih merasakan keluhan?”.
”Udah kuat kok pak,nanti juga udah bisa balapan mobil lagi”.
Hahaha.
Mereka tertawa bersama.
”Kuat tapi cengeng”Ucap Tania ngejek.
”Mulai lagi de”,Jawab Rani.
”Sudah,.sudah,kalian itu seperti anak kecil saja,dan mulai sekarang kalian harus akur dan saling menjaga”.
”Siap bos”,Jawab Tania dan Rani serentak
Pak Ammar hanya tersenyum ketika mendengar ucapan mereka barusan.
Namun pak ammar sangat penasaran dengan perubahan,yang di miliki oleh Rani selama ini.
Rani yang dulu nya egois,arogan,dan suka hambur-hambur kan uang,dan
sekarang perlahan lahan ia sudah meninggal kan kebiasaan itu.
”Siapa sebenarnya yang membuat Rani seperti ini?”,Gumam pak Ammar.
Pak ammar masih saja terus memikirkan perubahan yang di miliki oleh Rani.
Hingga!
Saking penasarannya pak Ammar tak menyadari,jika mereka sudah tiba di halaman rumah Rani
”Silahkan turun non”,Ucap sopir Rani.
Tania dan Rani segera turun,dan mereka pun segera melangkah masuk ke istana itu.
Sedangkan pak ammar!
Ia masih saja duduk cantik di dalam mobil,sembari menatap ke arah ke dua gadis cantik itu.
”Bapak gak ikut masuk?”,Tanya pak sopir kepada pak Ammar.
”Ini sudah mau turun pak,bapak tunggu sebentar di sini yaa,atau mau sekalian ikut masuk?”,Jawab pak Ammar.
”Aku di sini saja pak”,
Pak ammar segera melangkah untuk menemui ke dua gadis cantik itu,dan meninggalkan pak sopir saat itu juga.
”Assalamu'alaikum”Ucap pak ammar.
"Wa'alaikumussalam",Jawab Rani dan Tania.
"Mba,Aku titip Rani yaa sama kamu, kalau ada apa-apa tolong kamu hubungi aku".
"Cieee..
Jawab Rani menggoda.
"Apa si kamu Ran?
Kamu fokus pada kesehatan dulu,ingat jangan ke mana-mana dulu sebelum kamu benar-benar sembuh".
Jawab pak Ammar membelah diri.
"Siap bos,belikan Handphone donk buat Tania.Tania kan gak punya Handphone".
Ucap Rani.
"Apa si Ran,kamu tu aneh saja".
Jawab Tania sambil mencubit tangan Rani.
"Aah..Sakit tahu Tan".
ucap Rani mengeluh.
"Sudah,..sudah.
Nanti aku beli handphone baru buat mba Tania".
Jawab Pak Ammar.
"Horeeeee...
Ucap Rani
"Jangan di dengarin ucapan Rani mas,mas silahkan berangkat".
Jawab Tania sedikit ngusir.
"iya sudah,aku pamit yaa".
Assalamu'alaikum.
Ucap pak Ammar.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam".
"Cie handphone baru".
Ucap Rani menggoda.
"Ran,kamu tu bikin malu aku di depan pak Ammar".
Jawab Tania kesal.
"Tan,pak Ammar itu orang baik.
dia gak pernah membedakan orang lain?
Karena bagi nya harta itu hanya lah titipan Allah,dan di setiap harta pasti ada jatah orang yang membutuhkan nya".
Ucap Rani ceramah.
"Aku tahu itu Ran,Tapi pak ammar sudah cukup baik dan banyak membantu aku, begitupun dengan mu".
Jawab Tania terharu.
"Sudah,sudah..
Kita masuk kamar yuk,
Aku mau istirahat".
Ucap Rani.
"Iya sudah".
Siapa sangka persahabatan yang hampir saja hancur kemarin?
Kini malah lebih baik lagi hari ini.
Persahabatan yang di bangun atas dasar ketulusan karena Allah,pasti akan terbangun dengan baik dan melahirkan nilai-nilai positif.
**
Hari demi hari keadaan Rani semakin membaik,sudah saat nya Tania untuk kembali ke kontrakan.
Tugas Tania sudah selesai merawat Rani,Tania melakukan ini semua bukan karena ada undzur paksaan.
Tetapi melainkan Tania ikhlas karena Allah.
Pertemuan mereka sudah jadi Rancangan-Nya?
"Ran,besok aku sudah balik ke kontrakan,kamu jangan lakukan hal-hal aneh lagi yaa?
Yang di larang oleh Allah yaa".
Ucap Tania ceramah.
"Iya Tan,aku janji.
Maafin aku yaa,aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi dari hari sebelumnya".
Jawab Rani.
"Aamiin".
"Oh iya Tan,malam nanti pak Ammar datang bertamu ke sini".
Ucap Rani.
ini kan rumah kamu,jadi pak Ammar pasti ada keperluan ma kamu".
Jawab Tania cuek.
Cuek nya Tania bukan karena tak senang dengan kedatangan pak ammar.?akan tetapi Tania takut jika Rani terus saja menggoda nya.
"Iya de,Tapi Tan seperti nya pak Ammar suka de sama kamu".
ucap Rani serius.
Tania seperti mendengar Guntur di siang bolong ketika mendengar ucapan Rani barusan.
"Itu gak mungkin Ran,pak ammar baik padaku itu hanya sebatas bos dan karyawan?
Udah de Ran, mungkin kamu butuh obat penenang sekarang".
Jawab Tania
"Tan,aku mengenal pak Ammar sudah lama,jadi aku tahu betul ngimana sikap pak Ammar".
Ucap Rani menyakinkan.
"Tapi sayang,..
Rani tak bisa lagi berbicara apa-apa,ketika dia teringat kembali sikap istri pak Ammar terhadap Rani.
Luka hati yang sudah lama terkubur,kini teringat kembali di ingatan Rani saat ini.
Ada apa dengan kisah mereka yang sebenarnya?
"Ya Allah,semoga hal ini tidak terjadi kepada Tania,cukup aku saja yang dia perlakukan seperti itu".
Batin Rani menjerit.
"Tapi kenapa Ran?
Tanya Tania serius.
Rani menjadi serba salah di hadapan Tania,namun Rani juga tidak bisa menyimpan Rahasia ini jika itu berurusan dengan Tania.
"Jujur Tan,pak ammar sebenarnya sudah punya istri"
"Jawab Rani jujur.
Akhirnya dugaan Tania terjawab juga hari ini,Pak Ammar sosok yang baik hati dan juga memiliki segalanya.
Semua wanita pasti saja menginginkan sosok pria seperti pak Ammar.
"Syukur Alhamdulillah Ran,lalu kenapa kamu bersedih seperti itu?"
Tanya Tania serius.
"Cerita nya panjang Tan,yang jelas pak Ammar memang sudah punya istri namun pak Ammar tak pernah menganggap nya ada".
Jawab Rani .
"Astaghfirullah",Ucap Tania.
Rasanya tak mungkin jika seorang pak Ammar bisa Setega itu kepada seorang wanita.
Pak Ammar yang sangat di kenal dengan kepribadian yang baik,mungkin kah dia melanggar aturan-aturan Tuhan nya?
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Non,Maaf non di luar ada Tamu"
Ucap asisten Rani.
Tania dan Rani saling menatap sejenak,ketika asisten Rani datang menyampaikan soal pak Ammar.
Namun mereka harus segera menemui pak Ammar yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Wa'alaikumussalam bu,".
Jawab Tania dan Rani serentak.
"Ayo Tan kita keluar".
Ucap Rani sambil menarik tangan Tania.
Tania dan Rani segera menuju menemui pak ammar,setiba nya di luar pak Ammar sudah duduk manis di ruangan tamu.
"Assalamu'alaikum pak".
Ucap Rani dan Tania.
"Wa'alaikumussalam".
Jawab pak Ammar.
"Ran ngimana kabar kamu hari ini?apa sudah baikan?".
Tanya pak Ammar serius.
"Alhamdulillah pak".
Jawab Rani.
"Cie.. Handphone baru".
Goda Rani sambil melirik ke arah Tania.
Tania yang masih berdiri di samping Rani menjadi serba salah.
Tania ingin rasanya kabur saat itu juga?
Namun bangaimana pun juga pak Ammar adalah bos Tania yang sangat ia hargai.
Pak Ammar juga kelihatan nya sedikit aneh dari hari sebelumnya.
Ada apa dengan nya?
"Iya mba,ini Handphone buat kamu.mohon di terima yaa".
Ucap pak Ammar.
Tania masih saja terdiam tanpa kata,Tania merasa sudah sangat merepotkan bagi pak Ammar dan Rani.
Pak Ammar jadi gak enak ketika Tania terdiam tanpa kata,lalu pak ammar mencari ide supaya Tania bisa tenang saat itu juga.
"Mba,kenapa cuma berdiri di situ?sini duduk biar aku jelasin".
ucap pak Ammar serius.
"Iya mas".
Jawab Tania gugup.
Tania segera menuju ke sofa lalu ia duduk di samping Rani.
Namun Rani tahu apa sebenarnya yang di pikirkan oleh Tania.
"Mba, Handphone ini aku beli untuk mu,tapi nanti kalau kamu sudah gajian baru aku potong sebagian"
Ucap pak Ammar berbohong.
Tania merasa lega saat pak ammar menjelaskan alasan kenapa dia beli handphone buat Tania.
"Maafin aku Ya Robb,aku sudah berbohong kepada hambamu ini".
Batin pak Ammar.
"Tan,tolong di terima yaa.
Kalau kamu gak mau,boleh gak pak buat aku saja?
Ucap Rani canda.
Hahaha.
"Kamu tu yaa, semua nya harus gratis,enak saja".
jawab pak Ammar
"Iya,mas, makasih banyak ya".
Jawab Tania
"Na,gitu donk,
Senyum donk Tan,jangan cuma tahu nya nangis mulu".
Ucap Rani ngejek.
Rani sudah tahu persis karakter Tania,jadi Rani bisa saja menghibur nya saat pikiran nya ke mana-mana.
"Sudah,sudah.
ucap Pak Ammar.
Pak Ammar benar-benar sangat kagum dengan kepribadian yang di miliki oleh Tania.
Mungkin ka rasa kagum itu bisa berubah menjadi cinta?
Namun tak ada yang mustahil jika Allah berkendak?
Pak Ammar merasa tak enak jika harus berlama-lama bertamu,karena bangaimana pun juga dia sangat menghargai dirinya.
"Ran,mba?
Aku ijin pulang yaa, kebetulan masih ada urusan di luar".
Ucap pak Ammar.
"Iya mas,
jawab Tania.
Rani hanya tersenyum kepada pak Ammar,karena Rani sudah tahu persis seperti apa sosok pak Ammar.
Namun kali ini?
__ADS_1
Rani kecewa kepada pak Ammar,karena ia sudah berani berbohong kepadaTania sendiri.